
Beberapa bulan telah berlalu, kini usia kehamilan Tania sudah memasuki bulan kesembilan, semua keluarga telah siap menunggu kelahiran baby boy yang sangat dinanti-nantikan kehadiran, nenek Ami pun sudah pulang sejak Dokter memastikan jika keadaan nya sudah membaik dan bisa dirawat dirumah.....
"Mas kalau anak kita nanti lahir kamu mau kasih nama apa?...."Tania mengelus perutnya yang sudah sangat besar, bersandar didada bidang sang suami,....
"Aku akan memberikan dia nama Leon Argata, dia akan menjadi akan yang kuat pemberani dan juga akan meneruskan perusahaan ku nantinya...."Dion ikut mengelus perut Tania mendiamkan nya beberapa saat menunggu respon sang putra, dan tak lama bayi yang masih dalam kandungan Tania pun menendang dengan keras membuat Dion sangat senang dan melakukan nya berulang kali...
Walaupun Tania merasa geli dengan tingkah suami nya yang terus menerus mengelus perutnya hanya ingin merasakan tendangan dari bayinya itu ia tetap pasrah dan membiarkannya saja,....
"Mas kamu tau tidak pelayan Vino yang namanya Bianka, dia sangat lucu dan imut, aku kok jadi ingin ya meluk dia..."Tania yang tadi nya terdiam seketika terlihat antusias saat menyebut nama Bianka, memang kedua nya telah bertemu saat Dion mengajak sang istri jalan-jalan dan secara kebetulan Vino pun membawa Bianka jalan-jalan sekedar ingin melepas lelah....
Seketika mereka berdua sangat akrab apa lagi dengan sikap Bianka yang begitu lucu....
"Apa kamu tidak marah pada Bianka, maksudku dia kan telah merebut perhatian Vino dari adikmu...."Tania menggeleng menandakan jika dia sama sekali tak marah...
"Untuk apa aku marah mas, yang menentukan itu Vino sendiri, sama siapa dia nyaman, dengan siapapun Vino nantinya itu bukan urusan kita yang terpenting dia bisa mencintai dan menjaga Vino dengan baik, dan aku yakin kok Wilda akan mendapat lelaki yang bisa menerima dia apa adanya mungkin waktu nya belum tiba saja.."jawab Tania mantap, walaupun sebenarnya ia sangat berharap jika Vinolah yang mendampingi adik nya suatu saat nanti tapi Tania pun tak bisa memaksakan kehendaknya....
"Aku bangga padamu sayang, tuhan benar-benar memberikan wanita sempurna seperti kamu, aku sangat beruntung...."Dion menciumi pipi Tania berkali-kali, merasa sangat gemas dengan istri nya,....
__ADS_1
Keesokan harinya, Vino dan Bianka menuju supermarket untuk membeli bahan-bahan telah habis, karna hari weekend, Vino pun memutuskan untuk mengantar Bianka karna kasihan jika membiarkan dia pergi sendiri....
"Ambil semua yang kamu perlukan aku ingin mengangkat telfon sebentar...."Ujar Vino saat menyadari jika ponsel nya bergetar, Bianka pun mengangguk kepala nya dan memilih keperluan dapur yang telah habis sementara Vino memilih keluar untuk mengangkat telfon nya....
"Dia seorang perempuan? Cari tau siapa dia dan dimana dia sekarang, jangan sampai mereka mendekati keluarga tuan Dion,....."setelah sambungan telepon terputus, Vino pun hendak masuk kembali menemani Bianka tapi ia langsung menoleh kala mendengar suara seorang wanita minta tolong...
"Tolong dompet saya dijambret, tolong...."Vino berlari mengejar jambret itu ingin mengajar nya dan mengambil dompet perempuan yang berteriak tadi tapi sudah ada seorang laki-laki tampan berbadan tinggi dan berotot melawan jambret itu hingga terkapar tak berdaya....
"Anda tidak apa-apa mas?...."tanya Vino saat melihat lelaki itu berjalan kearah nya...
"Tidak apa-apa...."
Keduanya saling memandang satu sama lain seakan mantan kekasih yang baru bertemu, Wilda mengatur detak jantung nya yang berdebar kencang, rasa rindu tentu ia rasakan pada lelaki didepan nya, lelaki yang ia cintai diam-diam tapi sayang cinta nya sia-sia.....
"Ini Dompetnya lain kali hati-hati..."lamunan keduanya buyar saat lelaki berbadan tinggi itu bersuara, segera Wilda meraih dompetnya dan mengucapkan terima kasih...
"Oiya terima kasih mas?..."
__ADS_1
"Bayu..."jawab Bayu seraya mengulurkan tangannya....
"Mas Bayu sudah menyelamatkan dompet saya, jika mas Bayu tidak ada mungkin pencopet nya berhasil membawa dompet saya, perkenalan nama saya Wilda...."Wilda menjawab uluran tangan lelaki yang bernama Bayu dan memperkenalkan dirinya....
Bayu pun pamit karna urusan penting menyisakan Vino dan Wilda uang hanya diam saja,....
"Bagaimana keadaan Wilka selama ini?..."tiba-tiba Vino bertanya saat lama terdiam, ia melihat bayi mungil itu sedang tidur didalam gendongan mama nya, tak bisa dipungkiri jika Vino sangat merindukan bayi mungil yang telah ia anggap sebagai putri kandungnya sendiri, sejak Vino datang bersama Bianka kerumah mama Ratih itu terakhir kalinya Vino bertemu dengan Wilka,....
"Dia baik-baik saja kak, memang dulu saat baru-baru kakak tidak menjenguk nya dia sempat sakit tapi Alhamdulillah dia bisa melewati masa sulitnya dan sekarang dia bermain seperti biasanya...."entah mengapa ada rasa sakit dihati Vino saat mendengar cerita Wilda...
"Apa boleh aku menggendong nya sebentar saja, aku sangat merindukan nya?...."Vino bertanya penuh harap, Wilda pun mengangguk dan ingin memberikan tubuh putri nya pada Vino tapi Bianka lagi-lagi datang....
"Kak aku sudah selesai berbelanja,....."Ujar Bianka menghampiri Wilda dan Vino, seketika kedua nya menoleh dan melihat Bianka yang datang membawa begitu banyak plastik, Wilda kembali menarik Wilka yang hampir digapai oleh Vino....
"Maaf kak aku harus pergi lain kali saja ya kakak menggendong Wilka sepertinya kakak juga harus pulang kasian Bianka jika terlalu lama menunggu, Bianka aku duluan ya....."Wilda berlalu pergi membawa Wilka dalam gendongan nya, Bianka pun melambaikan tangan nya dengan senyuman ramah sementara Vino hanya terdiam dengan melihat kepergian Wilda dan Wilka dengan posisi tangan yang masih terangkat....
"Maafkan aku kak Vino bukanlah aku jahat dan ingin menjauhkan kak Vino dari Wilka, jujur saja hati aku sangat sakit ketika melihat kakak dengan Bianka, walaupun aku telah mencoba untuk melupakan kakak nyatanya aku tidak bisa, rasa cinta itu terus ada di hatiku, aku sadar aku ini memang tidak pantas untuk kakak maka dari itu aku memilih untuk pergi dan menjauh...."Wilda terus melangkah kan kakinya meninggalkan Vino dan Bianka, menahan rasa sesak di dadanya yang semakin lama semakin sakit ia rasakan....
__ADS_1
"Ayo kak kita pulang aku sudah selesai berbelanja, aku sangat haus dan lapar ingin segera sampai dirumah dan istirahat.."seru Bianka menarik tangan Vino menuju, Vino yang masih berada dalam pikiran nya tersentak kaget saat Bianka menarik tangan nya, tapi ia pun pasrah dan mengikuti Bianka tapi pandangan nya masih tertuju pada Wilda yang semakin lama semakin jauh....