Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
42)Periksa kehamilan


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, Dion dan Tania semakin dekat, tapi keduanya belum berani mengungkapkan perasaan masing-masing, Dion pun belum memastikan dengan jelas apa itu benar-benar cinta atau hanya sebatas mengagumi istri nya, hubungan nya dengan Monika pun masih baik-baik saja, tapi keduanya telah jarang bertemu, ada saja alasan yang Dion buat jika Monika ingin bertemu dengan nya....


Hari ini Dion dan Tania berangkat berdua saja, karna Vino ditugaskan untuk mengantar Wilda untuk cek kandungan,...


Hari ini adalah hari pemeriksaan Wilda, karna perintah dari Tuannya, Vino pun mengantar Wilda kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya, sebenarnya Vino sangat enggan dan ingin menolak tapi berpikir lagi jika yang memberi perintah adalah tuan nya sendiri...


"Ehh nak Vino, mau jemput Nak Wilda ya?...."tanya mama Ratih usai membuka pintu, Vino mengangguk kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan wanita hamil itu...


"Tunggu dulu ya biar saya panggilkan, mungkin dia masih ada dikamar...."Mama Ratih berlalu memanggil Wilda untuk segera berangkat...


Setelah pamit pada mama Ratih, keduanya pun berangkat menuju rumah sakit, ini yang ke tiga kali nya Vino mengantar Wilda untuk periksa kandungan,...


"Maaf ya Kak sudah merepotkan kakak, nanti aku kasih tau Kak Tania untuk tidak merepotkan kakak lagi untuk mengantar ku...."Ujar Wilda merasa tak enak hati karna merasa Vino sangat malas jika mengantarnya untuk periksa,....


"Tidak apa-apa, ini sudah tugasku dari tuan muda, kamu tidak perlu sungkan,...."Ujar Vino yang tetap fokus pada kemudi, Wilda hanya tersenyum, tangan nya bergerak menyentuh perut nya yang kini telah terlihat, sedetik kemudian buliran bening jatuh begitu saja, Vino yang tak sengaja melihat nya khawatir, ia meminggirkan mobil nya dan memiringkan badan nya pada Wilda...


"Kamu kenapa, apa perkataan saya ada yang salah, jika begitu saya minta maaf, saya tidak bermaksud untuk....."belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Wilda menyela....

__ADS_1


"Ngak apa-apa kok Kak, ngak ada ucapan kakak satu pun yang membuat Wilda merasa ngak nyaman, Wilda hanya bersyukur dikelilingi orang baik, disaat Wilda tidak dianggap oleh keluarga sendiri dan hampir bunuh diri ternyata Tuhan masih berbaik hati memberikan orang-orang yang begitu peduli pada Wilda...."Wilda sesegukkan mengingat bagaimana mamanya mengusirnya dari rumah waktu itu dan mendapatkan mama pengganti yang begitu baik hati, menyayangi dengan tulus walaupun mereka tidak memiliki ikatan darah....


"Sudahlah, anggap saja itu adalah anugerah dari Tuhan untuk anakku, jadi sebagai seorang ibu, kamu harus kuat demi dia, kamu harus tangguh demi anakmu sendiri, tunjukkan pada dunia jika kamu bisa melewati semua ini dan menjadikan anakmu sebagai anak yang berguna dan bisa membanggakan kamu...."Wilda mengusap air matanya dan mengangguk, setelah merasa wanita disamping nya telah tenang, Vino pun kembali melajutkan mobilnya menuju rumah sakit....


.....


Setelah sampai, seperti biasa setelah mendaftar, Wida dan Vino pun mengantri untuk pemeriksaan, saat mereka tengah sibuk mengantri, mata Vino tak sengaja menangkap sosok wanita yang sangat ia tau....


"Wilda saya kesana sebentar, kamu disini saja, saya akan segera kembali...."Ujar Vino langsung pergi dari kerumunan ibu-ibu yang sedang mengantri memeriksakan kandungan mereka setelah Wilda mengiyakan....


Vino berjalan cepat mencari sosok wanita yang barusan ia lihat, langkahnya terhenti tempat didepan ruangan Dokter kandungan, perlahan Vino mendekat dan mengintip kecelah pintu yang sedikit terbuka dan benar saja jika Monika berada didalam sedang berbicara dengan seorang Dokter perempuan...


.....


"Kamu memang tidak pantas untuk tuanku Monika, kamu benar-benar licik, apapaun akan aku lakukan agar kamu dan Tuanku tidak bersatu, meski nyawa taruhannya sekali pun...."Ujar Vino tak menyangka, ia kembali menemui Wilda dan saat yang bersamaan giliran Wilda disebut...


Wilda berbaring diatas ranjang, dokter pun mulai memeriksa kandungan Wilda, menuangkan gel pada perut Wilda dan meletakkan alat diatas perut Wilda...

__ADS_1


"Itu adalah suara detak jantung bayi ibu, sangat nyaring, dia sehat dan aktif bergerak...."Wilda tidak dapat menahan air mata nya mendengar detak jantung bayi nya, saking terharunya ia menggenggam kuat tangan Vino yang duduk disampingnya yang ikut menyimak penyampaian Dokter...


Vino tertegun saat Wilda menggenggam tangan nya, ia juga ikut bahagia Mendengar detak jantung bayi Wilda,...


Usai pemeriksaan, Wilda pun memutuskan untuk pulang tentunya diantara oleh Vino, ditengah perjalanan, Wilda melihat penjual martabak manis, matanya langsung berbinar, ia segera menyuruh Vino untuk berhenti dan ingin turun membeli martabak yang beberapa hari ini ia inginkan Vino mencegah nya untuk turun...


"Kamu disini saja, biar saya uang membelinya untukmu, disini terlalu banyak kendaraan, saya takut kamu kenapa-kenapa...."Wilda mengangguk, kemudian Vino pun turun dari mobil dan menghampiri Abang penjual martabak manis yang ada diseberang jalan...


Usai membeli martabak yang di inginkan Wilda, Vino pun kembali, tapi Saat kembali ia kebingungan melihat Wida menangis sesenggukan....


"Kamu kenapa menangis, apa terjadi sesuatu, apa perutmu sakit?...."Vino tampak semakin bingung saat Wilda semakin terisak, tapi sedetik kemudian tangan nya terangkat menunjuk tiga orang yang sedang duduk bersama disebuah restoran tak jauh dari mereka, mata Vino mengikuti arah yang di tunjuk Wilda dan melihat Seorang wanita dan dua laki-laki sedang duduk seraya tertawa riang...


"Ternyata kepergianku tidak membuat mama sedih, bahkan mereka terlihat sangat bahagia tanpaku, aku senang kak melihat mama bahagia, walaupun tanpa aku, sekarang aku mengerti sedikitnya aku tak ada artinya dimata mama,...."Vino sekarang mengerti mengapa bumil disampingnya menangis, ternyata ia melihat mama nya beserta ayah dan kakak tiri nya....


"Sudahlah jangan menangis terus, nanti anakmu juga sedih, sekarang kan ada Nyonya Ratih yang menyayangimu sepenuh hati, dan ada Nona muda yang begitu peduli padamu, jangan menangis lagi, takutnya Nonya Ratih menuduh saya yang telah membuat kamu menangis seperti ini, ini martabak yang kamu mau, makanan!...."Vino memberikan martabak pada Wilda, Wilda pun menghapus air matanya dan membuka bungkus martabak lalu memakannya dengan lahap walaupun matanya masih tertuju pada keluarga nya....


Vino yang tidak ingin melihat Wilda terus bersedih karna melihat sang mama segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu....

__ADS_1


"Terimakasih ya kak sudah mengantar aku periksa dan terima kasih juga untuk martabaknya...."Ujar Wilda berterimakasih atas kebaikan Vino padanya...


"Iya tidak apa-apa, kalau begitu saya pulang dulu, salam untuk nyoya Ratih...."Wilda mengangguk, setelahnya Vino pun pergi melajukan mobilnya membela jalanan kota, sedari tadi ia terus memikirkan obrolan Monika dan Dokter, sungguh Vino tidak menyangka jika Monika bisa bersikap seperti itu, padahal Dion begitu sangat mencintai nya, apapaun yang Monika inginkan pasti semua nya di turuti oleh Dion....


__ADS_2