
Dion mengerjakan matanya saat meraba tempat tidur disampingnya dan ternyata kosong, ia langsung duduk dan melihat jam dinding yang sudah mengarah ke jam 10 pagi, gegas Dion berdiri mencari keberadaan sang istri yang sangat dirindukan nya...
"Tania, Tania kamu dimana sayang?...."Dion terus mencari Tania dikamar mandi, balkon hingga dapur tapi tak menemukan istri...
"Nona muda sedang berada di taman Tuan muda...."Salah seorang pelayan datang dan memberi tahu Dion jika Tania sedang ditaman, Dion langsung memutar tubuhnya yang hendak masuk keruang baca....
Dan benar saja, Tania sedang berjemur ditaman, sambil menikmati secangkir teh hangat, Tania yang melihat suami nya berdiri diambang pintu segera melambaikan tangannya, Dion pun dengan senang hati menghampiri istri nya...
"Kenapa tidak membangunkan ku ini sudah jam 10 pagi, mata hari saja terlihat marah padaku karna terlambat bangun...."Dion mengomel, duduk dikursi yang sama dengan Tania, menyandarkan kepalanya di pundak Tania....
"Aku sudah berusaha untuk membangunkan mu tuan mudaku tapi kamu tidak mau bangun, rupanya minuman keras itu masih berpengaruh...."Dion seketika menegakkan tubuhnya mengambil kopi yang ada ditangan Tania lalu menggenggam tangan lembut sang istri...
"Aku minta maaf Tania, selama ini sikap ku terlalu buruk padamu, tapi aku janji akan merubah semua itu, aku akan berubah dan menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk kalian,...."Tania tersenyum menarik tangan nya dan mengelus pipi Dion, rasa bahagia yang kini Tania rasakan tak bisa ia jabarkan lagi mendengar ucapan sang suami....
"Aku sangat mencintai mu, maaf karna terlambat menyadari perasaan ku padamu,...."Tania mengangguk, kini gilirannya yang bersandar didada bidang sang suami mencari rasa nyaman yang selama ini ia rindukan...
"Apa selama aku pergi kamu sibuk minum-minum seperti kemarin mas, maksud ku..."
__ADS_1
"Setelah kamu pergi dari hidupku, semuanya kacau Tania, aku seperti orang gila yang kehilangan arah, mencari mu dimana-mana tapi tak ada jejak satupun yang aku temukan, aku tak bisa hidup tenang, hanya minuman lah yang menjadi teman ku selama kamu pergi...."Tania tertegun dengan penuturan Dion, lehernya seperti tercekal, merasa bersalah, tentu Tania rasakan tapi semua itu ia lakukan agar Dion sadar siapa yang benar-benar tulus padanya dan yang hanya ingin bermain-main dengan nya....
"Sayang ayo masuk, matahari nya sudah cukup panas untuk berjemur, aku pun sudah merasa lapar..."mereka pun masuk kedalam rumah menuju kamar untuk mandi terlebih dahulu....
Dion melepaskan semua pakaian nya tanpa sisa, menarik handuk lalu melilit nya dipinggang menutup aset berharga nya, Tania yang duduk disofa hanya melongo melihat tingkah suaminya yang seperti kehilangan malu....
Dion yang hampir masuk seketika menghentikan langkahnya saat melihat wajah istri nya yang masih terkejut melihat nya, Dion memutar haluan menuju sofa, pikiran kotorannya bekerja untuk mengerjai sang istri...
"Ada apa, apa kamu merindukan adikku ini?...."Tania semakin terkejut saat sadar suaminya sudah berada disamping nya, ia sedikit mundur agar lebih jauh dari Dion, tapi dengan tangkas Dion langsung menarik tangan Tania dan mendudukkan nya dipangkuan nya, Tania memelototkan matanya saat merasakan ada benda keras dibawa nya, ia ingin berdiri tapi Dion terus menahan nya...
"Siapa yang merindukan adikmu, aku sama sekali tak merindukan nya, cepatlah mandi, mulut mu sangat bau, aku tak tahan mencium nya...."Tania berkilah, berharap suami nya segera melepaskan nya Karan jujur saja ia sekarang sangat malu, apa lagi saat merasakan Anakonda milik Dion semakin menegak....
Dion kemudian mengangkat tubuh mungil Tania dan membaringkan nya dirajang, Tania diam saja karna ia tau betul jika Dion cukup lama berpuasa, ia merekakan tubuhnya dijajah oleh sang suami...
....
Sekitar 30 menit bermain akhirnya Dion pun tumbang, ia mencium seluruh wajah Tania dan berakhir dikening nya, menyalurkan semua kerinduan dan cinta secara bersamaan,...
__ADS_1
"Mandi yuk sayang,..."ajak Dion setelah merasa letih nya sedikit berkurang, Tania mengangguk kemudian turun dari ranjang menuju kamar mandi, Dion tersenyum licik segera menyusul Tania dengan cepat, rasanya satu ronde belum membuatnya puas, dan alhasil Dion kembali menyerang Tania didalam kamar mandi, Dion seakan lupa jika istri nya kini sedang berbadan dua, menyalurkan hasratnya sesering mungkin....
"Cukup ya mas, aku sangat lelah, kasihan adek bayi nya kalau kamu besuk terus,.."Tania mendudukkan tubuhnya disofa dengan keadaan badan yang masih basah, ia terlihat sangat lelah melayani suaminya yang seperti tidak ada lelah nya....
"Ok sayang, hari ini janji ngak minta lagi, ngak tau kalau malam nanti, aku ngak bisa janji...."Dion tersenyum melihat istri nya yang cemberut, segera berjalan kearah sofa, Tania yang melihat suaminya berjalan kearahnya segera bangkit dan buru-buru masuk kedalam ruang ganti, ia yakin jika Dion sudah mulai gemas padanya ujung-ujung nya pasti mandi keringat lagi dan mandi lagi....
Dion tertawa terbahak-bahak melihat istri nya uang masuk kedalam ruang ganti dengan buru-buru, segera ia turun kelantai satu untuk sarapan karna cacing diperutnya sedari tadi meronta-ronta ingin diberi jatah makan....
"Aku senang deh melihat Tuan muda bersemangat lagi setelah ada Nona muda, selama Nona pergi kita seperti melayani mayat hidup,..."Ujar sala satu pelayan melihat Dion yang terlihat sangat bahagia tak seperti saat Tania tidak ada,...
"Benar itu, aku setuju dengan mu, nona muda memang membawa kebahagiaan untuk semua orang...."Para pelayan pun sibuk bergosip tidak menyadari jika Tania berdiri tak jauh dari mereka, mendengar kan semua ucapan mereka....
"Sedang bergosip ya bestie, awas loh ketahuan pawang nya..."para pelayan begitu terkejut saat Tania berdiri dibelakang mereka, mereka semua menunduk karna takut apa lagi ketahuan sedang mengintip dan bergosip...
Tania tersenyum melihat para pelayan yang menunduk takut....
"Tidak perlu khawatir takut ya bestie, santai saja, dan terima kasih telah merawat mayat hidup ku selama aku tidak ada, aku bangga pada kalian...."Tania menepuk pundak para pelayan kemudian menyusul Dion yang tengah duduk dimeja makan menyantap makanan yang ada didepan nya...
__ADS_1
"Fyuhh, untung Nona muda sangat baik dan lembut jika itu adalah Monika kita semua sudah habis dimarahi, nahakan dipecat langsung...."
"Bubar yuk sebelum Tuan muda menyadari keberadaan kita, nona muda pasti tidak menghukum kita, tapi tuan muda aku tak bisa menjamin jika dia tidak akan marah...."para pelayan pun bubar mengerjakan pekerjaan masing-masing, meninggalkan pasangan suami istri yang sibuk saling menyuapi.....