Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
60) melihat dari jauh


__ADS_3

"Sayang kamu sudah melahirkan, mama minta maaf ya, tadi mama ngak denger panggilan masuk kamu,..."Mama Ratih masuk dan mengelus rambut panjang Wilda, merasa bersalah karna datang terlambat....


"Engak papa kok Ma, ada kak Vino yang bantuin Wilda..."Wilda melirik Vino uang terlihat salah tingkah, apa lagi disaat Dion dan mama Ratih memandang nya, ingin mengelak tapi tidak mungkin, pasti kedua orang itu berpikir jika dia yang membantu Wilda melahirkan, padahal semua itu dilakukan oleh Tania....


"Terima kasih nak Vino, kamu selalu menjadi penyelamat untuk putri ku, jika tidak ada kamu, entah bagaimana dengan keadaan Wilda sekarang..."Ujar mama Ratih diangguki Vino dengan pasrah...


"Sama-sama ma, ini semua juga karna bantuan putri mu,...."Mama Ratih terdiam tentu ia tau maksud dari perkataan Vino, ia mengedarkan pandangannya dan melihat kearah lemari yang sedikit terbuka....


"Putriku memang hebat, makanya mama sangat menyayangi nya, dia adalah segalanya untuk mama,..."


Didalam lemari, Tania hanya bisa memandang wajah tampan suaminya, iar mata Tania mengenang dipeluk mata nya melihat orang yang sangat ia cintai terlihat kurus dan tidak merawat diri...


"Maafkan aku mas, aku hanya bisa melihat mu dari jauh, ingin rasanya berlari dan memelukmu, meminta maaf atas kesalahan ku meninggalkan kamu sehingga kamu seperti ini..."Tania membekap mulutnya mencoba menahan tangis nya agar tidak terdengar....


"Sebaiknya kamu istirahat dulu, mama mau membuat bubur untuk kamu dan menyiapkan kopi untuk Nak Dion dan Nak Vino, sekalian memasak untuk mereka...."Wilda pun mengangguk, ketiga orang itu sekarang keluar menuju ruang keluarga untuk berbincang-bincang santai...

__ADS_1


Setelah kepergian Mama Ratih, Vino dan Dion, Tania pun keluar dari dalam lemari, mengusap air matanya yang sedari tadi mengalir, ia berjalan kearah pintu lalu mengunci pintu nya, setelah nya ia pun kembali menghampiri Wilda yang kini telah menaruh bayi nya, terlihat bayi cantik itu sudah tidur setelah minum asi dari Wilda...


"Kak aku titip anakku dulu ya, wilda mau kekamar mandi sebentar...."Wilda beranjak dari ranjang menuju kamar mandi setelah mendapat anggukan dari Tania...


"Kamu lucu sekali beby, cepat besar ya, jadi anak uang berguna dan berbakti pada mamamu, dia telah berjuang keras untukmu jadi jangan mengecewakan dia...."Tania mengelus lembut pipi bayi Wilda, mencium nya berkali-kali karna gemas....


Diluar ruangan, Dion menyandarkan punggungnya, mendongak menatap langit-langit rumah, memikirkan keberadaan istri nya...


"Bagaimana kabar istriku sekarang, apa dia baik-baik saja, dengan siapa dia sekarang, semoga saja dia selalu dalam keadaan sehat di manapun kamu berada, jujur saja aku sangat merindukan nya Vin, setiap malam tidur ku tak pernah nyenyak karna memikirkan nya,...."Dion menutup mata bersamaan dengan itu, buliran air bening mengalir sempurna dikedua pipi tampan nya, terlihat Dion begitu kacau dan terluka atas perginya Tania....


Tak jauh dari sana Tania berdiri, dia hendak pergi kekamar mama nua untuk istirahat karna jika dia berada dikamar Wilda rasanya tidak aman...


"Nak, mama tau kamu terluka karna kepergian Tania, tapi jangan menghukum dirimu sendiri atas kejadian ini, lihatlah tubuhmu yang sekarang sangat kurus, jauh berbeda dengan Dion yang dulu, jika Tania ada dia pasti juga bersedih melihat kamu seperti ini...."Mama Ratih datang membawa kopi untuk Dion dan Vino, ia kemudian duduk disamping sang menantu, menasehati nya agar tidak menghukum dirinya sendiri....


"Dion tidak memiliki gairah hidup ma, jiwa Dion telah ikut pergi bersama Tania, bodohnya Dion terlambat menyadari jika Tania saat berarti dalam hidup Dion...."Mama Ratih mengelus pundak sang menantu, merasa kasihan dengan lelaki disamping nya, kemudian mama Ratih menuju dapur untuk memasak makan malam....

__ADS_1


.....


" Sampai kapan kamu seperti ini? Mama tidak suka sikap kamu Tania, bagaimana pun Dion itu suami mu, lelaki yang harus kamu urus lelaki yang harus kamu rawat, jangan Menghukum nya terus menerus, dia sangat terluka dengan ini semua,...."Mama Ratih melihat putri nya yang baru keluar dari kamar mandi, terlihat perempuan cantik itu baru selesai mandi...


Dion duduk ditepi ranjang, memandang keluar jendela, entah apa yang ia pikirkan, mama Ratih mendekat dan duduk disamping putri nya, meraih tangan Tania dan menggenggam nya dengan erat...


"Anakmu pasti butuh ayahnya Tania, jangan egois dan hanya memikirkan dirimu sendiri, pikirkan juga bayi yang ada didalam perut mu, dia butuh belaian seorang ayah, dia butuh Nak Dion sebagai ayah kandungnya...


Tania melihat mamanya dengan air mata yang berlinang, sedetik kemudian menubruk kan tubuh nya kedada mama Ratih, memeluk wanita itu dengan sangat erat....


"Apa kamu tau, dulu ayahmu juga mengkhianati mama, dia menikah diam-diam dengan sahabat baik mama, awalnya mama berpikir untuk mengakhiri pernikahan kami, tapi mama memikirkan kamu yang masih bayi, dengan berat hati, mama menerima semua sikap ayahmu walaupun sering mengabaikan kamu dan mama, tapi karna rasa sabar dan membiarkan semua berjalan sesuai rencana Tuhan Ayahmu menceriakan sahabat mama dan kembali pada kita berdua, hidup dalam kebahagiaan, menyusun kembali serpihan hati dan membuka lembaran baru..."Tania terhentak mendengar cerita mama nya, karna selama ini ia berpikir jika hubungan mama dan ayahnya tidak pernah mengalami masalah karna kedua nya terlihat saling mencintai dan menyayangi tapi ternyata ada masa lalu yang tidak baik dalam hubungan mama dan ayahnya....


"Jadi mama mau kamu bisa memaafkan Suamimu demi anakmu, mama yakin jika Dion sangat mencintai kamu, dia tidak akan membuat mu terluka lagi,...."


"Tania juga berpikir seperti itu ma, tapi untuk hari ini, Tania belum bisa, kasih Tania waktu ya ma...."Mama Ratih tersenyum dan mengelus pucuk kepala Tania,...

__ADS_1


"Mama mau lihat adikmu dan keponakan mu dulu, istirahat lah, nanti mama bawakan makan untuk mu..."Tania mengangguk, kemudian Mama Ratih pun pergi meninggalkan Tania sendiri didalam kamar untuk mengecek Wilda dan bayi nya....


"Tunggu waktu yang pas ya sayang untuk bertemu papa kamu, kamu harus sabar,..."Tania mengelus perut nya buncitnya, kemudian membaringkan tubuhnya yang terasa letih, dikehamilan ini Tania sering merasa lelah dan capek, walaupun ia tidak mengalami masa ngidam yang cukup parah tapi terkadang Tania merasa cepat lelah walau hanya berjalan sebenar saja, dan tak butuh waktu lama, Tania pun tertidur masuk kedalam mimpi indahnya....


__ADS_2