Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
63) Bertemu dengan Om Bram


__ADS_3

Brakk....


"Kamu memang bodoh Monika, bagaimana bisa kamu ketahuan, sekarang semua rencana kita yang sudah tersusun rapi hancur berantakan...."Om Jack menggebrak meja dengan keras, Monika yang duduk di sofa sampai terlonjat kaget,....


"Lelaki tua Bangka itu juga lolos dan tidak tau dimana keberadaan nya, jika sampai dia membocorkan semua rencana kita, semuanya akan hancur, kita tidak akan mendapat kan apapun, kau ini benar-benar gila Monika...."Om Jack terlihat begitu murka pada Monika, tapi Monika hanya menghela napas panjang, rasa nya sungguh malas sekali...


"Lebih baik jalankan rencana kedua kita Om, daripada menunggu dan menunggu, aku ingin segera melihat mereka hancur dengan sekejap mata, ingin sekali aku melihat orang-orang yang pernah menghinaku dan merendahkan ku mati tak berdaya...."Monika menyalang, tatapan tajam itu benar-benar menggambarkan jika ia mempunyai dendam....


"Setelah Nenek tua dan anak-anak itu mati, aku ingin segera melenyapkan Tania dan bayi yang ada didalam kandungan nya dengan kedua tangan khu sendiri, jika tidak hidupku tidak akan pernah tenang sedikitpun...."Om Jack menepuk pundak Monika mengisyaratkan wanita itu untuk bersabar sedikit lagi....


"Tenang lah Monika, semua keinginan mu akan segera terwujud menyaksikan semua keluarga Dion mati terbunuh, tapi ada yang perlu aku lakukan sekarang...."Om Jack pergi setelah mendapatkan apa yang ia inginkan dari Monika sebagai wanita pemain, walaupun dia abang kemarahan jika berbau kenikmatan dunia pasti l mereka mengesampingkan nya dulu....


.....


Dion duduk dikursi tunggu menemani sang istri yang tengah mengantri ingin memeriksakan kandungan nya, saat nama Tania di panggil Segera Dion membantu istri nya berdiri dan mengikutinya masuk kedalam ruang pemeriksaan...


Tania berbaring diatas ranjang pasien, seorang Dokter wanita pun mendekat dan menuangkan gel keperut Tania lalu meletakkan sebuah alat dan menggesernya mencari posisi bayi yang ada didalam perut Tania....


"Lihat itu Nona, anak nya sangat aktif, tapi sayang jenis kelaminnya tidak bisa kita lihat, seperti nya dia masih ingin kalian penasaran dengan jenis kelaminnya...."Ujar Dokter menjelaskan, Tania dan Dion fokus pada layar monitor, melihat bayi mereka yang sangat aktif bergerak, tanpa terasa air mata Dion menetes menyaksikan anak nya yang bergerak di dalam kandungan Istri nya...

__ADS_1


Setelah pemeriksaan, Tania dan Dion pun memutuskan untuk pulang, karna Tania tidak ada keinginan untuk pergi kemana-mana walaupun Dion mengajak nya....


Ditengah-tengah perjalanan, ponsel Tania berdering, segera ia mengangkat nya...


"Halo Tania, bisakah kamu kevila, Tuan Bram sudah sadar, dia ingin bertemu dengan mu dan Tuan muda, seperti nya dia ingin mengatakan sesuatu...."Ujar Vino setelah sambungan telepon terhubung....


"Baiklah kami akan kesana..."


"Mas didepan kita belok kanan ya, Vino menelfon ku dan mengatakan jika Om Bram ingin bertemu dengan kita berdua...."Ujar Tania membuat Dion terkejut saat mendengar nama Om nya disebut, ia segera menghentikan mobil nya dan menatap Tania penuh tanda tanya....


"Nanti saja aku jelaskan di jalan, sebaiknya jalankan mobil!!...."Seru Tania yang dituruti oleh Dion, mobil pun mulai berjalan kembali tapi dengan seribu pertanyaan dibenak Dion yang ingin tidak mengerti....


"Kamu ingat disaat kamu menyuruh Vino mengantar ku dan kamu pergi keapartemen Monika terus aku terlambat pulang? Disaat itu aku bertemu dengan Om Bram, tapi keadaan nya sangat lah buruk,..."Tania pun menceritakan kronologi saat dia bertemu dengan Om Bram dengan keadaan penuh luka....


"Jadi selama itu Om Bram tidak pernah sadar dan baru sadar Sekarang?..."Tania menggangguk mengiyakan pertanyaan Dion, selama kabur dari rumah, Vino dan Tania sering mengunjungi Vila sekedar mengecek keadaan Om Bram yang sama sekali tak ada perkembangan,....


"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan Om Bram, sudah lama sekali sejak pertemuan kami, kalau tidak salah 4 tahun yang lalu sejak aku masih di Amerika, dan saat aku kembali mama mengatakan jika dia pergi dari rumah...."Dion tentu saja merindukan om nya, itu, karna mereka cukup akrab satu sama lain...


Sekitar 2 jam perjalanan, mobil yang dikemudikan langsung oleh Dion pun memasuki sebuah Vila yang cukup besar, Dion baru menyadari jika Asisten pribadinya itu ternyata memiliki Vila yang dia sendiri tidak tau....

__ADS_1


"Aku tidak menyangka ternyata Vino memiliki Vila yang tidak ku ketahui...."Gumam Dion melihat area sekitar, tempat yang jauh dari pemuki warga, dan memasuki hutan....


Setelah sampai, Tania langsung turun disusul oleh Dion, mereka pun berjalan kearah kamar yang ditempati om Bram selama ini...


"Selamat datang Tuan muda,..."Sapa Vino saat melihat Dion datang dengan menatap tajam dirinya....


"Kamu punya utang penjelasan padaku tapi aku akan menagih nanti, sekarang aku ingin bertemu dengan Om Bram...."


"Dia masih dalam pemeriksaan Dokter Jhon Tuan muda, mohon agar anda bersabar...."Jawab Vino ketika ingin Dion ingin membuka pintu kamar, rasanya Dion sudah tak sabar....


"Mengapa kamu tidak memberitahu dari awal jika kamu menemukan Om Bram?..."Vino menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak, ia melirik Tania yang mengangguk padanya...


"Sebenarnya waktu itu kami ingin memberitahu pada Tuan muda, tapi posisinya keadaan Tuan Bram masih tidak memungkinkan, dan waktu itu juga Tuan muda masih sangat percaya pada Monika, saya takut nya Tuan muda membocorkan tentang keberadaan Om Bram pada wanita itu, padahal kami ingin melindungi nya dari Monika dan Jack sepupu dari ayah Monika...."Dion mengangguk ingin bertanya lagi lagi tapi Dokter Jhon pun keluar...


"Bagaimana keadaan nya Dokter Jhon?..."tanya Vino sedikit khawatir saat melihat ekspresi Dokter kepercayaan nya itu....


"Keadaan nya sedikit membaik, dia pun sudah bisa berbicara, tapi jangan terlalu menekan nya atau memberikan beban pikiran karna hal itu bisa membuat keadaan nya semakin memburuk...."setelah mengiyakan, Dion Vino dan Tania pun masuk,....


mata Dion berkaca-kaca melihat tubuh kurus Om nya yang terbaring diatas ranjang, terlihat jelas jika selama ini lelaki itu begitu disiksa, Dion meraba tubuh om nya yang terdapat bekas cambukan disana, ada rasa marah yang terpendam dihati Dion melihat keadaan Om nya...

__ADS_1


"Di-Dion ka-kamu sudah uhukk, uhukkk datang nak...."Om Bram membuka mata saat merasa ada seseorang yang menyentuh dada nya, ia tersenyum kala melihat keponakan nya berada disana...


__ADS_2