
Degkkk.....
Dion mendongak kan kepala saat mendengar ucapan asisten pribadinya, kembali berdiri dan menarik kerah baju Vino....
"Apa yang kau katakan tadi Vin?....."
"Maaf Tuan muda, saya memang mengatakan yang sebenarnya, jika Nona muda sedang mengandung, bahkan saya dan Gita mendengar nya langsung, saat kami membawa Nona muda kerumah sakit, saya kira Nona muda telah memberitahu Tuan muda perihal ini..."Dion mundur beberapa langkah, begitu terkejut dengan apa yang ia dengar dari Vino....
Air mata Dion jatuh seketika, dunia seakan runtuh dan menimpa dirinya, mengingatkan siksaan demi siksaan yang ia berikan pada istri nya....
"Aku, aku tidak tau tentang itu Vin, dia tidak mengatakan apapun padaku, bahakan dia selalu menghindar dariku, aku tidak tau jika dia sedang mengandung buah hati kami...."Dion hampir jatuh kelantai karna syok untung saja Vino dengan cepat menangkap tubuh nya dan mendudukkan nya disofa tak jauh dari sana.....
Dion menangis menyesali apa yang harus diperbuat untuk menebus semua kesalahan nya pada Tania dan anak nya, Vino yang melihat tuan nya juga ikut bersedih mengingat kebaikan Tania yang tanpa pamrih....
"Saya akan berusaha keras Tuan untuk menemukan Nona muda dan membawanya kembali pada Tuan muda...."Ujar Vino berusaha meyakinkan, Dion mengangguk pelan, rasanya kini separuh nyawa nya telah hilang mengetahui kebenaran nya....
"Tania tolong kembalilah aku saya sangat menyesal, maafkan saya yang tidak bisa membuat kamu bahagia, tapi saya berjanji akan menjaga kamu dan mencitai kamu sepenuh hati saya jika kamu kembali...."Pandangan Dion lurus ke depan seolah kehilangan separuh jiwanya, Vino yang melihat tuan nya juga sangat kasihan....
.....
3 bulan telah berlalu, tapi Tania tak kunjung ditemukan, Dio pun sudah berusaha mencari kemana tempat yang Tania pernah kunjungi tapi tak kunjung menemukan nya, Tania bak ditelan bumi, tak ada jejak satupun yang ia tinggalkan sehingga membuat Dion kesusahan untuk mencarinya....
__ADS_1
Dion seperti orang gila, badan nya kini tak terurus, menyibukkan dirinya untuk bekerja dan bekerja hingga mengurus penampilan nya pun ia tak bergairah, kini Dion benar-benar hancur setelah menyadari jika Tania sangat penting baginya, ia baru menyadari jika dia telah mencintai Tania, tapi berusaha untuk menapik nya karna mengira itu hanya rasa suka biasa tapi setelah kehilangan istrinya itu membuat Dunia nya juga ikut hilang....
Sementara Monika kembali keapartemen dijaga oleh pelayan yang ditugaskan Dion untuk nya, setelah kepergian Tania, Papa Tomi dan Ayah Rima datang mengusir Monika keluar dari rumah Dion....
Flashback Off
"Dion kamu kenapa sih nyuekin aku terus, aku ini masih berarti dihidup kamu ngak sih, aku itu butuh perhatian kamu, aku sedang sakit...."Dion yang hendak pergi bekerja dihadang oleh Monika, kepergian Tania membuat Dion cuek akan segala hal, bahkan ia sama sekali tidak peduli pada Monika.....
Brakkk.....
Dion dan Monika seketika menoleh kearah pintu saat pintu itu ditendang seseorang, terlihat mama Rima dan Ayah Tomi berdiri di ambang pintu....
"Hey wanita murahan tidak tau diri, apa kamu belum puas membuat keluarga ku hancur, dulu kakak ku yang kau hasut untuk meninggalkan kami dan Sekarang kamu mengincar anak ku pula, kau ini benar-benar wanita ******...."Ayah Tomi benar-benar terlihat marah dengan Monika terlihat dari caranya memandang wanita itu...
"Dan kau, apa kau ingin membela wanita murahan ini?...."Dion beralih menatap putra nya yang hanya diam tak mengatakan apapun....
"Jika kau berani menikahi wanita murahan ini, maka jangan pernah anggap aku ini papamu, lupakan jika kamu itu adalah putra ku, dan Kau wanita murahan, pergi dari sini, aku tidak sudi Meliah kamu berada disini, sudah cukup kau membuat keluarga ku hancur karna mu,...."setelah melampiaskan semua kekesalannya, papa Tomi dan mama Rioma pun pergi meninggalkan rumah Dion....
"Sebaiknya kamu pulang keapartemen mu Monika, aku akan menaruh 2 pelayan disana untuk merawat mu, untuk pernikahan kita nanti akan aku pikirkan lagi...."setelah membantu Monika untuk duduk dikursi rodanya Dion pun pergi kekantor meninggalkan Monika yang tengah snagat marah karna diperlukan bak binatang oleh keluarga Dion....
"Aku bersumpah akan membalas semua perlakuan kalian terhadap ku, akan aku ingat dan catat baik-baik wajah dan nama kalian semua...."Ujar Monika dengan tatapan marah penuh kebencian..
__ADS_1
Flashback On......
"Vin apakah aku tidak berhak mendapatkan kesempatan kedua, jujur saja aku sekarang menyadari jika aku sangat mencintai Tania, aku tau semua ini memang kesalahan ku, tapi apakah Tania tidak bisa memberikan aku kesempatan?...." Dion menyandarkan punggungnya dikursi penumpang, memejamkan mata berharap wajah Tania datang menghampiri nya...
"Semua orang bisa mendapatkan kesempatan tuan muda tergantung dari sikap orang itu sendiri, dan saya berpikir Tuan muda juga berhak mendapatkan nya...."Jawab Vino sekilas melihat Tuan nya yang terlihat sangat frustasi.....
"Bawa aku keapartemen Monika, aku ingin melihat keadaan nya,...."Vino mengangguk kemudian menancap gas membelah jalan ibu kota yang sedikit macet..
"Apa Tuan muda masih mencintai Monika?...."Dion yang semula memejamkan matanya seketika membuka mata, memperbaiki cara duduk nya....
"Tidak Vin, sebenarnya rasa itu sudah lama hilang setelah aku merenggut kesucian Tania, hanya saja saat itu masih ada keraguan di hati ku, waktu itu aku juga ingin menyampaikan keputusan ku pada Monika untuk mengakhiri hubungan kami tapi Monika menelfon ku dan mengatakan dia sakit keras, aku pun tak tega kepada nya untuk mengakhiri hubungan kami...."Dion menjelaskan panjang kali lebar, Vino hanya diam mendengarkan....
Tak terasa, Mobil pun telah sampai, Dion turun setelah memerintahkan Vino untuk menunggunya karna dia hanya akan sekedar memastikan keadaan Monika baik-baik saja....
Dion berjalan menaiki lift, menuju lantai 5, setelah keluar, Dion berjalan kearah pojok dimana apartemen Monika berada, Dion sedikit bingung melihat pintu itu tidak tertutup rapat, ia ingin segera masuk karna takut terjadi sesuatu pada Monika....
Dion berjalan tergesa-gesa menuju kamar Monika, saat sampai didepan pintu kamar, langkah Dion seketika berhenti saat itu mendengar suara ******* yang ia yakini itu adalah Monika....
Dion begitu marah, tangan nya terkepal kuat mendengar suara Monika bersama seorang lelaki yang entah itu siapa, suara itu bersahut-sahutan mengeluarkan suara kenikmatan, Dion begitu tidak percaya jika Monika mengkhianati nya, karna tidak tahan, Dion pun langsung menendang pintu kamar Monika membuat kedua orang yang masih dalam penyatuan itu terkejut...
Brakkk....
__ADS_1