Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
59) Wilda melahirkan


__ADS_3

"Apa kamu tidak ada niatan untuk kembali pada Tuan Dion Tania, aku rasa kamu sudah cukup menghukum nya lebih dari 3 bulan ini, dia sangat terpukul atas kepergian mu, dia juga telah mengetahui kebenaran tentang Monika...."Tania memandang lurus kedepan, seraya tangan nya fokus mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit....


"Sebenarnya aku juga sangat merindukan nya, tapi rasanya aku belum siap saja, jauh darinya dalam keadaan seperti ini sangat membuat aku tersiksa, apa lagi saat mendengar ia meraung memanggil namaku, tapi aku perlu waktu untuk muncul kembali didepn nya, walaupun aku tau dia juga mencintai ku tapi aku rasa perlakuan dia padaku masih sangat membekas...."Tania menghapus air mata nya, ada kerinduan yang sangat mendalam yang ia tahan untuk sang suami tapi masih perlu waktu untuk nya mempersiapkan diri....


"Semua terserah padamu, aku tak bisa memaksakan kehendak mu, tapi sekarang kita perlu berhati-hati apa lagi kamu yang sedang mengandung anak Tuan muda Dion, aku yakin Monika tidak akan tinggal diam, dia pasti akan melakukan segala cara agar membalas perlakuan keluarga Dion terhadap nya...."Vino menyesap kopi yang masih mengeluarkan asap pertanda jika kopi itu masih panas....


"Vin, ponselnya bergetar tuh...."Tania yang hendak pergi kekamar nya seketika berhenti saat melihat ponsel Vino yang disimpan diatas nakas, gegas Vino mengambilnya dan mengangkat telfon yang ternyata dari Wilda.....


"Ada apa Wil?..."tanya Vino usai menggeser icon warna biru...


"Kak tolong, sepertinya aku mau melahirkan, mama tidak ada dirumah, dia sedang ketoko, aku sendiri dirumah kak...."Mata Vino seketika membulat, khawatir, tentu saja apa lagi Sekarang Wilda sedang sendiri dirumah....


"Tania, aku pergi dulu, Wilda mau melahirkan...."Teriak Vino seraya menyambar kunci dan berlalu keluar, Tania yang mendengar nya segera menyusul Vino yang telah masuk kedalam mobil....


"Aku ikut yaa, aku sangat khawatir dengan Wilda...."


"Tapi bagaimana kalau ada yang melihat kamu, apa kamu sudah siap?...."Vino menatap Tania dalam-dalam menanti jawaban dari wanita yang kini telah berdiri disampingnya...


"Ayolah Vin, aku tidak perduli akan hal itu, sekarang jalankan mobilnya, pasti Wilda kesakitan disana...."Vino pun menginjak pedal gas dengan kecepatan diatas rata-rata,...


Setelah sampai, Tania pun langsung turun dan masuk kedalam rumah, mencari keberadaan wanita uang telah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri...

__ADS_1


"Wilda kamu dimana, Wilda...."


"Aku ada disini kak...."Tania berjalan cepat kearah dapur saat mendengar suara Wilda berada disana, ia terkejut karna melihat adik nya itu sedang duduk bersandar dikursi seraya memegangi perutnya....


Tak lama kemudian Vino pun datang, ia langsung mengangkat tubuh Wilda ingin membawanya keluar tapi Wilda mengatakan jika dia tidak kuat...


"Kak tolong turunkan aku, sepertinya bayinya sudah mau keluar, aku sudah tidak tahan..."pekik Wilda dengan nafas yang memburu dan keringat yang membanjir tubuhnya...


"Sebaiknya bawa dia kekamar sepertinya kita tidak akan sempat membawa nya kerumah sakit...."Vino pun membawa Wilda kekamar, membaringkan nya dengan pelan, lalu Tania pun duduk memeriksa keadaan....


Vino terlihat sangat sibuk, mengambil baskom kecil yang berisi air, ia seperti seorang suami siaga...


"Kepala bayinya sudah terlihat Wil, kamu tarik napas dalam-dalam dan buang perlahan,..."Wilda pun melakukan apa yang Tania katakan padanya, menggenggam kuat tangan Vino setelah lelaki itu duduk disamping nya...


Hanya dengan 3 kali mengejang, bayi mungil yang penuh dengan darah itu pun berhasil keluar, untung nya selama hamil Tania terus mencari informasi tentang kehamilan dan melahirkan jadi ia pun tak terlalu kesusahan....


Oekkk....


Oekkk.....


Bayi itu menangis kencang, Tania dengan telaten membersikan darah ditubuh sang bayi, seperti seorang perawat yang handal dalam bidang nya, setelah memastikan jika bayi itu sudah bersih ia pun memberikan nya pada Vino, tentu Vino bingung dibuatnya, tapi ia pun tetap mengambil Bayi Wilda dan menggendongnya...

__ADS_1


"Azankan bayi itu Vin, walaupun kamu bukan ayah nya tapi hanya kamu lelaki disini...."Ujar Tania, Vino melirik Wilda yang masih mengatur napas kemudian berdiri dan sedikit menjauh dari kedua wanita itu, Vino pun mengazani bayi Wilda dengan sangat merdu...


"Terimakasih ya kak, lagi-lagi kalian berdua menjadi penyelamat hidupku, aku tidak tau harus membalas kebaikan kalian, bahkan nyawaku pun tak bisa dibandingkan dengan kebaikan kakak dan kak Vino..."Tania menggenggam tangan Wilda, mengusap nya dengan pelan....


"Tidak perlu berterima kasih Wilda, kamu itu adikku, tidak ada kata balas Budi untuk keluarga sendiri,..."Wilda menangis, ia bangun dan memeluk Tania, merasa sangat beruntung dipertemukan dengan orang yang sangat baik dan tulus seperti Tania dan Mama Ratih....


"Ini, sepertinya dia lapar,..."Vino memberikan bayi Wilda setelah mengazani nya, Wilda pun menerima bayi nya dengan air mata yang berderai,...


"Dia sangat cantik bukan, sama seperti mu,...."Tania begitu gemas melihat bayi mungil itu, ia mengelus perutnya dan berharap bayi nya selalu sehat dan kuat sampai ia melahirkan...


"A-aku keluar dulu..."Ujar Vino gugup saat Wilda mulai membuka kancing baju nya untuk memberi sang putri asi, Wilda pun terkejut dan menutup payudara yang terlihat sebagian...


....


"Apa kakak tidak berniat untuk menemui kak Dion, dia sangat terpuruk setelah kakak pergi dari hidup nya, seminggu sekali dia akan datang mempertanyakan kabar kakak, Wilda kasihan melihat kak Dion dia sekarang sangat kurus, ...."Tania menghela napas baru beberapa jam yang lalu ia mendapat kan pertanyaan yang sama, bukan nya Tania tidak mau bertemu dengan Dion tapi ia masih menunggu waktu yang tepat....


"Entahlah Wil, kakak juga belum tau, kakak perlu waktu..."


Wilda, mama Ratih bahkan kedua orang tua Dion dan nenek Ami tau tentang keberadaan Tania selama ini, Tania hanya bersembunyi dari Dion, tanpa sepengetahuan Dion keluarga nya sering menjenguk Tania dirumah yang Vino sewa untuknya, Tania tidak ingin ada mertua nya dan nenek Ami salah paham padanya, jadi dia pun menjelaskan jika dia hanya ingin Dion sadar atas sikap nya terhadap Tania....


Kedua wanita itu seketika menoleh saat Vino masuk dengan tergesa-gesa, terlihat pria itu sangat panik membuat Tania dan Wilda kebingungan....

__ADS_1


"Tu-tuan Dion datang kesini, dia sedang ada diteras bersama mama Ratih...."Seketika Tania panik, ia berjalan mondar-mandir mencari persembunyian...


"Didalam kamar mandi kak, ahh tidak,, lebih baik didalam lemari!!!..."dan pada akhirnya Tania pun masuk kedalam lemari, bersembunyi dari suami nya, dan dalam waktu yang bersamaan Dion pun masuk kedalam kamar Wilda bersama Mama Rima.....


__ADS_2