
Satu Minggu telah berlalu, keadaan kembali seperti semula, kondisi nenek Ami pun perlahan mulai membaik tapi belum juga diperbolehkan untuk pulang karna masih harus dalam pantauan para Dokter, Dion dan Vino pun sudah mulai masuk bekerja seperti biasanya....
Karna kejadian kemarin, Tania sangat enggan untuk jauh-jauh dari sang suami, ia takut jika terjadi sesuatu lagi pada Dion mengingat banyak musuh Dion diluar sana....
"Bagaimana Monika apa dia mau membuka mulut?...."tanya Dion yang masih setia menatap laptop di pangkuan nya,...
"Tidak Tuan, dia seperti orang bisu jika diajak bicara..."Vino menjawab seraya pandang nya lurus kedepan melihat kendaraan lain yang berlalu lalang....
Dion menutup laptopnya, menyandarkan punggungnya dikursi penumpang, penasaran tentu nya dengan dendam yang dipendam oleh Monika dan Om Jack terhadap keluarga nya, Tania sudah berusaha mencari informasi kepada kedua orang tuanya dan juga Om Bram tapi mereka pun tak tau apa-apa, Om Bram juga kurang tau, yang ia tau jika ayah nya telah membunuh kedua orang tua Monika dan adik dari om Jack tapi semua nya belum pasti ada nya, kunci satu-satunya adalah Monika....
Jack telah lama meninggal, ia terus memberontak dan memaki Dion membuat lelaki itu kesal dan tak segan memenggal kepala Jack tanpa belas kasihan sedikitpun....
Sekitar 30 menit perjalanan, mereka pun sampai dikantor, Dion langsung masuk kedalam ruangan kerja nya begitupun dengan Vino, menyelesaikan pekerjaan masing-masing yang telah menumpuk karna hampir satu bulan tidak masuk bekerja, mereka sibuk dengan urusan Monika yang semakin lama semakin rumit.....
"Apa yang harus aku lakukan agar Monika membuka mulut, aku tau diluar sana masih ada rekan nya yang ingin membuat keluarga ku hancur, aku harus lebih hati-hati lagi dalam mengambil tindakan jangan sampai kejadian ini kembali terulang..." Dion menghela napas pelan mencoba mengesampingkan urusan pribadi dengan urusan kantor yang semakin hari semakin membuat nya pusing....
......
..
Sepulang dari mengantar Dion, Vino melajukan mobilnya membela jalan yang cukup macet, ditengah-tengah perjalanan, Vino tak sengaja melihat perempuan yang diganggu beberapa laki-laki, gegas Vino membantu nya karna tidak suka melihat perempuan di sakiti....
__ADS_1
"Hey Brengsek jangan berani nya sama wanita apa kalian tidak malu main keroyokan itu pun dengan wanita lemah seperti dia...."Teriak Vino membuat 3 laki-laki yang sedang berusaha melecehkan perempuan itu menoleh....
"Sebaiknya kamu pergi dari sini, kami tak ada urusan dengan mu, jangan jadi pahlawan kesoreaan nanti kamu menyesal...."Sala satu dari mereka malah mengusir Vino tapi Vino tetap berada ditempat nya membuat ketiga pria itu kesal dan menghampiri Vino untuk memberi nya pelajaran...
Ketiga pria itu pun menyerang Vino bersamaan tapi dengan tangkas Vino mengelak dan menyerang balik, gegas Vino berlari menarik tangan gadis itu lalu membawa nya kemobil meninggalkan ketiga pria yang terkapar ditengah jalan....
"Terima kasih kak karna telah menolong ku jika kakak tidak datang entah bagaimana keadaan ku sekarang....."Ujar perempuan cantik berkulit putih mulus dan berambut sebahu itu...
"Ya, lain kali hati-hati jika keluar rumah, sekarang banyak laki-laki yang tak bertanggung jawab, katakan dimana rumah mu aku akan mengantarmu!!..."Perempuan itu tampak menunduk menahan tangis nya,...
"Ada apa, apa kamu tidak punya rumah?..."tanya Vino melihat wanita itu diam saja....
"Maaf aku tak bermaksud untuk mengingatkan pada orang tuamu, katakan siapa namamu?...."Vino mencoba mengalihkan pembicaraan agar perempuan disamping nya tidak bersedia....
"Namaku Bianka kak,...."jawab nya singkat..
"Baiklah Monika, apa kamu punya kontrakan atau kos-kosan, aku akan mengantar mu kesana?..."lagi dan lagi Bianka menggeleng membuat Vino bingung harus membawanya kemana, tidak mungkin kan jika dia membawa Bianka kerumah Mama Ratih disana sudah ada Wilda jika ditambah dengan Bianka takutnya nanti malah merepotkan....
"Aku ikut kakak aja ya, aku bisa masak dan beres-beres rumah kok, aku siap bekerja tanpa digaji...."Vino tampak bingung, berpikir cukup lama hingga ia pun mengiyakan, kebetulan dirumah nya tak ada pelayan yang menyiapakm segala keperluan nya....
"Baiklah jika kamu tidak keberatan bekerja dengan ku...."dan pada akhirnya, Vino pun membawa Bianka kerumah nya, karna tak tau harus membawa perempuan itu kemana....
__ADS_1
"Ini Kamar mu, dan disana adalah dapur untuk memasak, semua bahan-bahan ada didalam kulkas...."Ujar Vino menjelaskan, Bianka pun mengangguk mengerti...
"Apa kakak tinggal sendiri disini?...."Biasa bertanya karna saat ia masuk dia tak melihat satu pun orang disana....
"Iya aku tinggal sendiri, kamu istirahat lah, tentang pakaian kamu tidak perlu khawatir, aku akan menyuruh pengawal untuk membelikan kamu baju...."Bianka mengangguk paham kemudian Vino pun berlalu meninggalkan nya menuju kamar pribadinya yang ada dilantai dua....
"Rumah ini besar sekali, tapi dia hanya tinggal sendiri, apa dia tidak takut?..."Bianka berkeliling melihat suasana rumah itu, tak lupa ia menuju dapur untuk melihat bahan-bahan apa saja yang bisa dimasak...
Karna belum punya pakaian ganti, Bianka pun memutuskan untuk memasak, percuma kan dia mandi tak ganti baju, ....
Sekitar 30 menit, berkutat di dapur, akhirnya Bianka pun selesai, ia memasak nasi goreng dan kangkung tumis, keahlian nya memasak membuat ia tak kesulitan, Vino yang baru selesai mandi dan berganti pakaian pun sangat tertarik dengan aroma masakan yang dibuat oleh Bianka, segera ia turun dan menuju dapur benar saja dugaan Vino ia melihat Bianka yang sedang memberikan alat-alat yang baru dipakai untuk memasak...
"Apa kamu tidak lelah, kenapa langsung memasak kamu kan bisa mandi dan beristirahat sejenak...."Vino langsung mengambil posisi dimeja makan rasanya sangat tidak sabar menyantap makanan yang ada didepan nya....
"Aku kan belum punya baju ganti kak, kalau mandi terus pakai baju yang sama rasanya sama saja kita tidak mandi jadi aku memutuskan untuk masak terlebih dahulu sebelum mandi...."Jawab Bianka yang di setujui oleh Vino....
"Ayo makan kamu pasti lapar!!...."Seru Vino memanggil Bianka untuk makan bersama....
"Kakak makan aja dulu, aku ingin menyelesaikan ini dulu...."Ujar Bianka yang sibuk mencuci peralatan yang habis ia pakai memasak....
"Wah ini enak sekali, tak salah aku telah membawa Bianka kesini, setidaknya aku tidak terlalu repot dipagi hari saat ingin berangkat kekantor..."Ujar Vino dalam hati seraya terus menyuapkan sendok yang berisi makanan ful....
__ADS_1