
Usai mandi dan berpakaian, Tania turun kebawah untuk makan malam, rasanya ia teramat sangat lapar, terbukti dari cacing terus bernyanyi didalam perutnya minta dikasih jatah, Dion susah menunggu sedari tadi, menunggu sang istri untuk makan malam bersama, saat Tania duduk dikursi tak jauh darinya, dengan cepat ia pun mengambilkan nasi dan beberapa lauk pauk untuk Tania......
"Saya suapi ya, tangan kamu kan lagi sakit...."Ujar Dion mengangkat sendok kearah mulut Tania, tapi perempuan itu tak kunjung membuka mulut....
"Yang sakit tangan kiri saya Tuan muda bukan tangan kanan saya, Tuan musa tidak perlu seperhatian ini pada saya, saya tidak mau nantinya terjebak dalam perasaan yang akan membuat saya sakit hati, mending Tuan muda nasehati saja pujaan hati tuan itu agar tidak melakukan ini lagi, mungkin saya bukan orang kaya tapi saya tidak ingin harga diri saya diinjak-injak...."Tania mengambil makanannya dan berlalu meninggalkan Dion yang diam mencerna ucapan nya....
"Seandainya perhatian tuan muda kepadaku itu karna dia mencintai ku mungkin aku akan sangat bahagia, tapi perhatian itu semua hanya karna dia kasihan padaku, huhhhh aku tak menyangka akan jatuh hati pada Tuan muda hanya karna perhatian kecilnya....."Tania memilih kekamar dan makan malam, setelah itu seperti biasa ia pergi keruang baca untuk membaca buku, setidaknya rasa sakit dihatinya sedikit berkurang....
"Kenapa rasanya aku tersiksa sekali dengan sikap Tania padaku, apa yang harus aku lakukan agar hubungan kami membaik seperti sebelum-sebelumnya,...."Dion merenung memikirkan cara agar Tania tidak menghindari nya terus menerus, kemudian tersenyum lebar saat menemukan caranya, ia pun menunggu Tania untuk kembali kekamar, tapi sampai larut malam Istri nya itu belum kembali.....
Dion bergegas turun menuju ruang baca, ia membuka pintu dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara, mengedarkan pandang mencari sosok wanita yang telah memporak-porandakkan hatinya, kemudian mata tajam nya itu menangkap Tania sedang duduk disofa, lebih tepatnya tidur dengan posisi duduk, Dion menghampiri nya, dan duduk disebelah Tania, mengambil buku yang ada ditangan Tania...
Mengikhlaskan suamiku...
"Mengapa Tania selalu membaca buku-buku seperti ini,...."Dion menyimpan buku itu dirak buku kemudian menggendong tubuh mungil istrinya menuju kamar....
"Besok saja deh aku mengajaknya untuk bermalam beberapa hari dirumah mama Ratih, mungkin itu akan sedikit mengobati rasa rindunya pada mama mertua...."Dion ikut berbaring disamping Tania, ragu-ragu ia memeluk perut Tania dan mencoba terlelap masuk kedalam mimpi...
.
Pagi harinya, Tania terbangun dari tidurnya, seketika ia menoleh saat mendapat dirinya berada didalam kamar, padahal seingatnya dia berada didalam ruang baca, tapi mengapa sekarang dia berada didalam kamar....
__ADS_1
Saat mendapati Dion tidur disampingnya, ia jadi tau siapa yang memindahkan nya kekamar, Tania merasakan sesuatu menimpa perutnya, ia menyibak selimut dan melihat tangan Dion bertengger indah disana, Tania segera menurunkan tangan Dion dan masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya...
Seperti biasa, Vino menjemput majikan nya untuk kekantor, Tania pun terpaksa berangkat bersama Dion karna motornya masih dalam perbaikan, kesal memang mengingat begitu sadisnya wanita ular itu merusak motor kesayangan nya, hingga Tania berjanji akan membalas perlakuan Monika terhadap nya....
....
"Kita mau kemana, inikan bukan jalan pulang?...."tanya Tania saat menyadari jika mobil tidak mengarah ke jalan pulang....
"Untuk satu Minggu kedepan kita akan menginap dirumah mama mertua, saya yakin kamu sangat merindukan nya...."Seketika mata Tania berbinar, ia sangat bahagia akan perkataan Dion, saking bahagianya ia memeluk Dion....
"Terimakasih tuan, saya benar-benar bahagia sudah lama saya tidak menginap dirumah mama saya...."Dion mematung mendapatkan pelukan hangat dari sang istri, dalam hati dia sangat senang....
"Mama Tania datang....,"Teriak Tania saat ia sampai diruang keluarga, langkah nya ia seret kedapur saat mencium aroma masakan yang sangat enak dihidung nya....
"Ehhh kalian sudah datang, dimana suamimu?...."mama Ratih matikan kompor nya saat dirasa masakan nya telah matang, ia lalu menghampiri putri semata wayangnya dan saling memeluk satu sama lain...
"Tania ada apa dengan tangan mu sayang, kenapa dibalut perban seperti ini?..."mama Ratih tampak khawatir saat melihat tangan Tania yang dibungkus perban....
"Engak apa-apa ma, kemarin Tania naik motor, karna lama ngak naik motor Tania hilang keseimbangan terus jatuh dehh, ini ngak papa kok ma, ohiya Wilda dimana?...."Tania bertanya untuk mengalihkan perhatian, ia tau betul mama nya, ia akan selalu bertanya sampai mendapat jawaban yang memuaskan...
"Dia sedang ada dikebun belakang, katanya mau makan mentimun jadi mama suruh metik sendiri...."
__ADS_1
"Suami kamu dimana sayang?..."tanya mama saat tak melihat keberadaan menantu nya....
"Saya disini ma...."jawab Dion menghampiri mama mertua nya dan mencium pungg tangan wanita yang telah melahirkan istrinya itu....
"Kalian sebaiknya mandi dulu, mama mau buat kopi dulu, nanti kalau kopi nya sudah siap, mama bawa kekamar kalian..."Dion dan Tania pun menuju kamar.....
"Tuan muda mandilah dulu, saya mau menunggu kopi yang mama buat...."ujar Tania saat melihat Dion membuka baju nya menampakkan badan kekarnya dan roti sobek Dion yang tersusun rapi....
Saat Tania hendak keluar, Dion menarik tangan nya dan menempelkan tubuh Tania dengan tubuhnya, Tania tentu saja terkejut, tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka...
"Bisakah kamu jangan panggil saya tuan lagi, walaupun kita tinggal berdua, saya tidak nyaman dengan panggilan itu Tania, kita ini suami istri, dan saya tidak ingin kamu menghindari saya lagi, saya tersiksa saat kamu bersikap cuek pada saya...."Tania mencoba meneguk ludah dengan kasar, kata-kata lembut Dion benar-benar menembus hati dan jiwanya, jantung keduanya berdetak kencang seperti habis lari maraton, tentu keduanya bisa Merakan detak jantung satu sama lain karna jarak mereka yang menempel....
"Kakak ayo ki...."
Dion dan Tania sontak menoleh kearah pintu saat mendengar suara Wilda, dengan cepat Tania mendorong Dion melepaskan jarak diantara mereka, Dion dan Tania terlihat salah tingkah saat Wilda melihat mereka....
"Maaf kak, Wilda ngak tau kalau kak Dion juga ada disini,...."Wilda membalikkan badannya kemudian menutup pintu dan berlalu dari sana...
"Sa-saya keluar dulu Tuan...."Tania meninggalkan Dion dikamar sendiri, sedari tadi tubuh Tania bergetar seperti kesetrum listrik aliran kecil,...
"Dasar kerbau...."kelakar Dion tersenyum lebar saat Tania menghilang dibalik pintu,....
__ADS_1