Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
55) Rasa sakit


__ADS_3

Pagi harinya, karna desakan mama Ratih, Tania pun pulang, sebenarnya ia sangat enggang untuk kembali kerumah Dion tapi dengan segala paksaan dari snag mama ia pun terpaksa kembali kedalam neraka itu....


Tania mencoba menghela napas panjang memikirkan matang-matang langkah yang akan dia ambil, hati nya merasa sedikit lega, jika dia benar-benar pergi dari kehidupan Dion maka ia tak perlu khawatir dengan mama nya dan Wilda karna ia telah memberikan semua uang tabungan nya pada sang mama....


"Maafkan Tania ya ma, mungkin Tania banyak salah sama mama, tapi untuk bertahan pun rasanya Tania sudah tak sanggup, Tania juga ingin bahagia...."Gumam Tania melihat langit yang dipenuhi awan gelap seperti hatinya yang sedang mendung....


.....


Siang harinya, usai sarapan, Tania memilih untuk duduk di tepi kolam mencelupkan kedua kali nya kedalam kolam seraya menikmati dingin nya air,....


"Hai calon madu, lesuh banget wajahnya sedang banyak pikiran kah?...."Tania menghela napas kasar melihat kedatangan Monika, niat hati ingin bersantai tapi Wanita ular itu datang mengganggu....


"Apa urusanmu hanya bisa mengganggu orang lain, apa tidak ada kesibukan lain yang bisa kau cari?,,, Ya aku lupa Wanita kursi roda sepertimu akan sulit melakukan sesatu, ya kan, walaupun hanya pura-pura sakit didepan semua orang kamu harus rela mengorbankan waktunya diatas kursi roda...."Monika tentu sangat marah dengan apa yang Tania ucapan padanya, ia ingin turun dan memberi pelajaran pada Tania tapi disana ada Pelayan yang sedang mengerjakan pekerjaan nya....


"Ada apa, apa kau ingin membalas tapi takut dilihat oleh pelayan? Kasihan sekali wanita kursi roda ini walaupun tak sakit tetap harus berpura-pura sakit untuk mendapatkan suami orang lain, memang pantas sih jika kamu disebut wanita murahan, atau wanita ******...."Monika tidak sanggup lagi mendengar ucapan Tania, ia tidak peduli akan ada yang melihat nya atau tidak, yang jelas keinginan terbesarnya kini adalah melenyapkan Tania....


Monika mendorong tubuh Tania kekolam, Tania yang tak seimbang pun jatuh kekolam tapi dengan cepat ia menarik tangan Monika, alhasil keduanya sama-sama terjatuh kedalam kolam dan saat yang bersamaan Dion datang, ia begitu terkejut melihat Monika dan Tania yang akan tenggelam, gegas ia melompat kedalam kolam....

__ADS_1


Dion pun sangat dilema, ia ingin menyelamatkan Tania terlebih dahulu tapi seketika ia berbelok ke arah Monika, mengangkat tubuh Monika yang lemas ketepi kolam, sementara Tania mengapa-gapa berusaha untuk ketepi kolam, setelah sampai sekuat tenaga ia pun naik...


Tania tersenyum kecut saat melihat Dion yang sangat cemas pada Monika, Bahakan Dion sama sekali tak memikirkan dirinya yang hampir tenggelam....


"Apa yang terjadi mengapa kalain sampai berada didalam kolam?..."Dion mengangkat tubuh Monika keatas kursi roda kemudian menyelimuti nya dengan handuk....


"Tania mendorong ku Dion, dia tidak suka aku berada disini, dia bilang aku ini pantas mati, aku wanita yang tak berguna yang bisa nya hanya membuatmu susah...."Ujar Monika dengan air mata yang berderai, Tania menggeleng mendengar ucapan Monika yang sama sekali tidak benar...


Tania berdiri dan menghampiri Monika melayangkan tamparan keras pada perempuan itu....


"Tania apa yang kau lakukan padanya?...."Teriak Dion melihat Tania menampar Monika dengan keras...


"Aku tak menyangka Monika, selain suka menjajankan tubuh mu pada pria lain diluaran sana kau juga pandai bersandiwara, jelas-jelas kau yang mendorongku kedalam kolam tapi kau malah membalikkan cerita, aku memang sangat membenci mu tapi aku tidak sejahat dirimu, kamu memang pantas disebut wanita murahan, ****** tidak tau diri...."


Plakkk.....


Dion menampar pipi Tania dengan keras, sehingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, Dion menatap Tania dengan tatapan tajam uang juga membalas tatapan nya, sepertinya rasa takut Tania sudah hilang karna rasa sakit dihatinya....

__ADS_1


"Sekali lagi kami mengatakan hal buruk pada Monika, aku tak segan-segan membuat kamu menyesal seumur hidupmu, apa kau tidak ingat rumah ini milik siapa, kamu tidak berhak melakukan hal sesuka hatimu,...."Tania mengangguk kecil, seakan tidak takut dengan Dion yang terlihat sangat marah padanya...


"Ya aku tau ini rumahmu, aku tak menyangkal nya tuan muda, tapi apa anda tau? Sejak awal pun saya tidak ingin masuk kedalam rumah ini, kedalam hubungan kotor ini, anda sendiri yang menjebak ku dan menjadi ku tameng dalam hubungan kalian, apa anda tidak malu, memperlakukan wanita tak bersalah seperti bintang hanya untuk menyenangkan hati wanita murahan itu? Apa anda pernah memikirkan perasaan saya??..."Tania tak bisa lagi membendung kesabaran nya, rasa sakit dihatinya membuat ia mengutarakan isi hatinya....


"Ya tuan muda yang terhormat, aku adalah orang yang paling bodoh didunia ini, walaupun anda memperlakukan ku seperti seekor binatang aku tetap menjaga perasaanmu karna cinta buta ku, aku sangat menyesal telah mencintai anda, aku sangat menyesal telah memberikan seluruh hidupku pada anda,...." Setelah menyampaikan rasa sakit dihatinya, Tania pun berlalu pergi, Dion terdiam mendengar semua pengakuan Tania, ia tidak menyangka jika selama ini Tania mencintai nya....


Tania duduk dilantai kamar mandi, menangis sejadi-jadinya, hatinya sangat hancur, memukul dadanya yang terasa sesak, ia menguyur tubuhnya dengan air berharap pikiran nya sedikit tenang, tapi sayang semakin lama ia memcoba untuk melupakan rasa sakitnya, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi menusuk jantung nya berkali-kali lipat....


Setelah membersihkan tubuhnya dan memakai baju, Tania mengambil ponsel nya menghubungi seseorang....


"Aku tidak sanggup lagi, tolong bawa aku pergi dari sini,aku tidak mau berada disini lagi hikss,, hiksss....."Tania menangis sesenggukan membuat orang yang ada diseberang telfon merasa khawatir....


"Baiklah aku akan menjemputmu, tapi tolong berhentilah menangis, aku tidak suka dengan tangisanmu itu, nanti kamu bisa sakit, aku akan menjemputmu jika malam tiba, tenanglah dirimu dulu...."Seseorang yang berada diujung telfon terus berusaha menenagkan Tania agar tidak terus menangis....


"Baiklah tapi tolong secepatnya kamu menjemput ku aku sudah tidak tahan didalam neraka ini...."cukup lama mereka berbincang hingga akhirnya sambungan telepon pun terputus, Tania duduk ditepi ranjang menghapus air mata yang sedari tadi mengenang dipipi nya, rasa lelah sangat menghimpit hatinya, tapi ia pun tak bisa menyerah karna ada tanggung jawab besar yang menanti dirinya...


"Kamu harus kuat Tania, harus kuat, jangan pikirkan dia lagi, dia itu tidak perduli akan dirimu dan cinta mu, dia tidak pernah menginginkan kehadiran mu, cinta nya selalu ada disisinya, menemaninya sampai kapan pun, jangan lupa kamu hanya istri pajangan nya saja...."Menghapus air mata nya dengan kasar,seraya menunggu malam tiba ...

__ADS_1


__ADS_2