Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
50) Menjadi Istri seutuhnya


__ADS_3

Tania menjatuhkan tubuhnya dimeja kerjanya, menghembuskan napas pelan, ia melihat lagi ponsel nya dan memilih menyimpan nomor Dion, lagi dan lagi ia salah paham pada suaminya, ia berpikir jika Dion pulang kerumah Monika untuk menenagkan pikiran dan meninggalkan nya tapi semua itu salah besar, justru suami dan asisten suaminya bekerja sampai tidak tidur, Tania pun bergegas kedapur menyiapkan makanan untuk Vino dan sang suami, cukup lama Tania berkutak di dapur sampai masakan nya telah siap...


Tania mengantar makanan keruang kerja Vino sebelum keruang suaminya, Tania yakin betul jika kedua pria itu belum sarapan, usai dari ruangan Vino kini Tania kembali kekamar membawakan Dion makanan, Tania mendekati ranjang melihat wajah lelah suaminya tentu membuat Tania tidak tega untuk membangunkan nya...


Tania hendak berdiri tak ingin mengganggu tidur nyenyak suami nya tapi seketika tangan nya ditarik oleh Dion hingga ia terjerembah diatas tubuh Dion..


Keduanya saling memandang satu sama lain, menatap penuh cinta, Dion meneguk ludahnya dengan kasar saat merasakan benda kenyal Tania menghimpit dada bidangnya, pandangan Dion kini terpaku menatap bibir ranum Tania yang sangat menggoda.....


"A-apa yang ingin tuan lakukan?..."tanya Tania terbata-bata saat Dion mulai memajukan bibirnya,....


Tania begitu terkejut saat bibir Dion kini telah menempel dibibir nya, getaran aneh mulai menjalar di seluruh tubuhnya, Tania seakan terbuai dengan kelembutan yang Dion berikan, tanpa sadar membalas ciuman Tania....


Dion menghentikan sejenak aktivitas nya yang telah menjajah sebagian tubuh Tania, berjalan kepintu untuk menguncinya dan menyalakan mode bisu, sehingga jika ada yang masuk keruangan nya tanpa izin mereka tidak terganggu....


Dion mulai merangkak keatas tubuh Tania menyingkirkan tangan Tania yang menutupi area dadanya yang telah terekspos sempurna, Dion mulai memajukan bibirnya ******* dan menggulung benda kecil yang ada di pucuk gunung kembar itu secara bergantian, Tania mendesah kecil saat lidah Dion mulai menyapu payudara nya,....


Kenikmatan yang Dion berikan ternyata membuat pertahanan Tania runtuh, buktikan ia sangat menikmati nya sekarang, bohong jika Tania tidak menginginkan lebih dari itu,....

__ADS_1


Dion menghentikan aktivitas nya sejenak menatap Tania, mendapat anggukan dari istri kecilnya itu, Dion mulai menyibak rok selutut yang Tania gunakan, Dion tersenyum melihat segitiga Bermuda bertengger disana menutupi aset berharga Tania,....


Dion ikut melepas celana yang ia gunakan, dan seketika Tania dapat melihat benda pusaka itu telah berdiri tegak, seperti nya sudah siap menjajah goa miliknya, Dion mulai mengarahkan benda pusaka nya kedalam milik Tania, sedikit kesusahan, tentu saja karna ini adalah pengalaman pertama Tania dan ia berikan kepada suaminya yang ia cintai....


,-----


Sekitar 30 menit berlalu, kini tubuh Dion ambruk diatas tubuh Tania, keringat membanjiri, setengah ranjang pun ikut basah, Dion belum mencabut pusaka nya dari dalam Gowa Tania membiarkan kecebong mungilnya masuk kedalam rahim sang istri, berharap kecebong itu akan tumbuh dan berkembang didalam sana....


Sembari mengatur napas masing-masing, Tania sangat malu atas kejadian ini, kini semuanya telah hilang, ia bukan lagi perawatan, kini ia telah resmi menjadi seorang istri yang sesungguhnya, walaupun merasa perih diselangkangan nya Tania sama sekali tidak menyesal karna ia memberikan semua nya karna cinta pada Dion, entah Dion mencintai nya atau tidak, Tania tidak perduli, setidaknya dia memiliki kenangan bersama Dion jika kelak mereka benar-benar berpisah.....


"Apa Tuan muda tidak takut jika saya hamil?...."ragu-ragu Tania bertanya saat Dion mulai mencabut benda pusaka nya, Dion tersenyum membelai wajah cantik Tania yang dibanjiri keringat kenikmatan...


"Kamu Istri saya Tania jadi untuk apa saya takut, jika nantinya kamu hamil itu berarti saya akan menjadi seorang ayah dan kamu akan menjadi seorang ibu...."Tania sangat bahagia saat mendengar perkataan Dion, kini ia tidak takut jika mengandung anak Dion...


"Ta-tapi bagaimana dengan Monika, saya takutnya dia...."Seakan mengerti pikiran Tania, Dion pun berusaha menenagkan sang istri agar tidak terlalu memikirkan Monika, justru kini Dion ragu apakah perasaan untuk Monika itu masih perasaan cinta atau bukan, yang jelas Dion menginginkan Tania untuk mengandung anaknya...


''Kamu tidak perlu khawatir, saya tidak akan meninggalkan kamu jika sampai kamu benar-benar hamil...."Dion berlalu masuk kedalam kamar mandi, segera membersihkan tubuhnya yang bau keringat, sementara Tania tak ada niatan untuk turun dari ranjang karna pakaian nya sudah tak bisa dipakai,....

__ADS_1


Dion keluar dari kamar mandi, dengan keadaan telanjang dada, sementara bagaian bawah nya ditutupi oleh handuk, melirik Tania sejenak yang masih meringkuk diatas ranjang, ia menghampri wanita itu dan menanyakan keadaan nya...


"Kamu kenapa,?...."Tanya Dion mengelus lembut pipi sang istri, membuat wanita didepan nya itu salah tingkah....


"Baju saya robek semua tuan, bagaimana saya bisa keluar kalau keadaan nya begini...."Jawab Tania malu-malu, Dion pun hanya tersenyum kemudian beranjak pergi keluar kamar dengan keadaan yang masih telanjang dada...


"Vino, belikan Tania pakaian lengkap dan bawa ke ruang ku,...."titah Dion saat sambungan telfon terhubung, Vino mengernyitkan dahinya mendengar perintah Tuan nya, ia pun segera mengiyakan dan segera mencari pakaian untuk Istri dari tuan nya....


"Bukan nya tadi Nona Tanai memakai pakaian rapi, mengapa sekarang tuan muda memerintahkan ku membeli pakaian untuk Nona muda, kemana pakaian nona muda yang tadi ia pakai?...."walaupun bingung, Vino tetap bergegas menyuruh anak buahnya mencari apa yang Tuan muda minta.....


"Ini tuan Pakaian yang anda minta...."Vino memberikan pakaian yang telah dibeli Pengawal nya untuk Tania, sedari masuk kedalam ruangan Dion, Vino tidak berhenti untuk melihat Dion terus menerus, ia menerka-nerka apa yang telah terjadi, sedetik kemudian seutas senyum tipis terlihat dari bibir tebal nya....


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri Vin, kamu jangan berpikir macam-macam ya, saya ini masih waras, mana mau sama laki-laki...."Dion berlalu pergi masuk kedalam kamar nya meninggalkan Vino yang menganga mendengar ucapan dari Tuan nya...


"Apa Tuan pikir saya menyukai Laki-laki? walaupun saya tidak punya pacar bukan berarti saya menyukai Laki-laki tuan, saya ini lelaki tulen, bukan pecinta sesama jenis...."Vino melenggang pergi dari ruangan Dion, cukup kesal atas tuduhan Dion terhadap nya.....


.....

__ADS_1


"Ini pakaian untukmu, mandilah terlebih dahulu...."Tania segera meraih paper bag uang Dion sodorkan dan dengan cepat melilit tubuhnya dengan selimut dan masuk kedalam kamar mandi....


"Astaga aku tidak menyangka jika sekarang aku bukan lagi perawan, semuanya telah Dion ambil,...."Tania tersenyum bahagia, ia merasa telah berhasil menjadi seorang istri seutuhnya.....


__ADS_2