Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
94) Melarikan Diri


__ADS_3

3 bulan telah berlalu, Dion sama sekali mengetahui keberadaan sang istri bahkan satu pertanda pun tak ia temukan, Bianka dengan cerdik Menghapus semua bukti dan tanda- tanda membawa Tania ketempat lain jika merasa Dion telah curiga, kini lelaki itu hanya sibuk mencari keberadaan Tania yang tak kunjung ditemukan, urusan perusahaan pun ditangani oleh Vino dibantu papa Tomi dan Om Bram, walaupun kedua nya telah lama meninggalkan dua pekerjaan tentu mereka masih sangat ahli dalam urusan bekerja....


Sementara Mama Rima dan mama Ratih sibuk mengurus Leon, semenjak kepergian Tania, Leon menjadi anak yang cengeng dan susah untuk ditenangkan bahkan beberapa pengasuh pun ada yang menyerah untuk mengurud bayi yang baru lebih 3 bulan itu....


Rupanya sosok seorang ibu untuk anak-anaknya adalah nomor satu, Leon akan berhenti menangis apa bisa dia sedang tidur selebihnya ia menangis dan menangis, rupa nya ikatan batin antara anak sangat-sangat kuat sejauh apapun ibu dan anak dipisahkan akan selalu ada kontak batin antara keduanya.......


"Dion kamu mau kemana nak, sebaiknya untuk hari ini kamu jangan pergi dulu, apa kamu tidak kasihan dengan Leon, dia juga pasti butuh kasih sayang kamu kita semua juga merasa kehilangan Tania tapi kamu ngak bisa mengabaikan anak kamu sendiri, setidaknya gendong dia biar sekali saja Dion!...."Tegur mama Rima ketika melihat putra nya ingin pergi lagi, semenjak penculikan itu Dion seakan tak peduli pada sekitarnya, Jangan kan untuk menenangkan Leon menggendong nya saja Dion tidak pernah, kesibukan Dion setiap hari pergi mencari istri nya dan selalu pulang larut malam....


"Aku harus mencari Istri ku ma...."Dion seakan tak perduli ia pergi begitu saja meninggalkan mama nya dan putra nya yang tengah menangis kencang, kepergian Tania adalah bencana dalam keluarga Dion terlebih untuk pria yang seperti mayat hidup itu, mama Rima menghela napas panjang saat Dion berlalu begitu saja tanpa memperdulikan sang putra....


Byurr....


Tania terbangun saat tubuh ringkih nya kembali disiram air dingin, dia mengusap wajahnya yang basah kemudian mentap lemah orang yang telah menyiram air padanya....


"Bianka aku sangat lapar tolong berikan aku makanan!...."pinta Tania memohon, Bianka tersenyum mengejek kemudian megang dagu Tania...


"Kasihan sekali, baiklah aku akan memberikan mu makanan,...."Bianka pun mengambil sebungkus makanan diatas meja melemparkan nya kedepan Tania....

__ADS_1


Dengan penuh semangat, Tania membuka sebungkus nasi itu kemudian tatapan menghiba tertuju pada Bianka yang hanya tersenyum tipis padanya, Tania melihat nasi basi yang diberikan pada nya sungguh Bianka tak punya hati dan perasaan....


Karna sangat kelaparan, Tania pun memakan nadi basi itu, menutup mata nya setiap satu suapan masuk kedalam mulutnya, rasa bau dan menyengat benar-benar terasa dari nasi basi itu tapi Tania tetap memakan nya hingga habis, dari pada ia mati kelaparan mau tak mau Tania tetap menghabiskan makan yang sudah tak layak dikonsumsi itu....


Tubuh Tania semakin hari semakin kurus, bagaimana tidak, Bianka hanya memberinya makan 3 kali dalam seminggu itu pun selalu nasi basi, bahkan untuk minum pu Tania sangat kesulitan, sudah tiga bulan lamanya ia hidup menderita dibawa siksaan Bianka tapi Tania tak ingin menyerah begitu saja karna masih ada keluarga dan anak nya yang masih menunggu kepulangan nya....


"Mas kapan kamu akan datang menjemput aku, rasanya aku hampir tak tahan seperti ini terus, aku ingin melihat Leon dan juga kamu ingin memeluk melepaskan rindu yang selama ini terpendam untuk kalian semua...."Tania menatap nanar langit-langit gudang berharap sebuah keajaiban muncul memberikan pertanda pada suami nya untuk segera menolong nya...


Tubuh kurus kering itu berusaha bangkit mencari celah agar ia bisa kabur, Tania memutari area gudang dan kembali duduk karna tak ada sama sekali celah seperti jendela atau sebagai nya untuk dia kabur,....


Dion seakan menemui jalan buntu tak menemukan arah yang benar, hingga pada akhirnya, Dion hanya diam mematung memandang jalan didepan nya, setiap hari Dion pergi kejalan persimpangan mencoba untuk menyusuri jalan demi jalan berharap ada pertanda dari sang istri tapi lagi-lagi yang ia dapat hanya hal yang sia-sia....


'Vino apa tak ada kabar sama sekali tentang keberadaan Tania?...."Papa Tomi melihat kearah Vino yang menggeleng lemah kemudian kembali fokus untuk melihat mobil Dion, mereka sekarang sedang mengikuti Dion karna mendapatkan telfon dari Mama Rima jika Dion pergi lagi,....


.....


Tania pura-pura tertidur saat mendengar suara langkah kaki menarah kegudang,...

__ADS_1


Clekkk.....


Pintu itu terbuka lebar, terlihat seorang pengawal masuk membawa sebotol minum untuk nya, Tania sedikit membuka mata nya ia seketika berteriak kesakitan saat melihat pengawal itu berjalan kearah pintu dan hendak menutup nya...


"Akhhh sakit perutku sakit sekali....."Tania berguling kesana kemari memegangi perutnya, pengawal itu pun bereaksi menghampiri Tania untuk memeriksa keadaan nya, kesempatan itu Tania gunakan untuk mengambil sebuah gunting yang berada disaku celana pengawal itu dan langsung menikam leher nya, seketika darah mengucur deras keluar dari leher pria itu, Tania langsung melempar gunting itu dan melihat tangan nya yang penuh dengan darah...


Takut tentu nya saat melihat pengawal itu seketika ambruk disamping nya, dengan sekuat tenaga, Tania berdiri dan berlari kearah pintu...


Tania mencondongkan kepala nya keluar untuk memastikan keadaan, serasa aman, Tania pun berjalan pelan dan menutup pintu lalu mengunci nya agar tak ada yang curiga....


"Aduh banyak banget pengawal yang berjaga bagaimana aku bisa kabur dari tempat ini?...."Tania menghela napas panjang kala melihat begitu banyak pengawal yang berjaga, ia pun mengambil sebuah vas bunga dan melempar nya kearah pintu gudang sontak para pengawal berdatangan mencoba untuk membuka pintu yang telah Tania kunci,...


Saat mendapat kesempatan, Tania pun keluar dari tempat itu berlari masuk kedalam hutan, dengan tubuh penuh luka dan rasa sakit uang begitu amat sakit, Tania mencoba untuk terus berlari meninggalkan tempat yang selama ini menjadi neraka nya,....


Bugkk....


"Auhhh....."Ditengah-tengah genting seperti ini, Tania malah terjatuh membuat lutut nya terluka dan mengeluarkan darah, tapi semua itu tak dihiraukan oleh Tania, agar bisa lolos dari siksaan Bianka Tania akan mencoba untuk menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.....

__ADS_1


__ADS_2