
Tok tok tok.....
Wilda yang sedang menyusui bayi nya terperanjat kaget saat mendengar suara pintu diketuk, ia segera menarik diri dan menyelimuti sang putri yang telah tertidur kemudian merapikan baju nya setelah nya ia pun keluar membuka untuk pintu, sedikit takut karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mama Ratih pun masih menginap dirumah Dion dan akan kembali besok pagi....
Cleekkk....
"Siapa?...."Wilda terkejut saat melihat Vino berdiri diambang pintu, ia segera mundur beberapa langkah saat Vino masuk tanpa mengatakan apapun....
"Kakak kenapa kesini?...."tanya Wilda usai menutup pintu dan menyusul Vino yang telah duduk diruang tamu....
"Apa hubungan mu dengan Bayu?...."tanya Vino tanpa melihat Wilda, kening wanita itu berkerut saat Vino datang tengah malam dan langsung menanyakan hubungan dia dengan Bayu,....
"Kakak kenapa menanyakan hal itu, dan apa urusannya dengan kakak?..."tentu Wilda kesal dengan pertanyaan Vino yang seakan mengintimidasi nya,...
"Karna aku tidak suka Wilka lebih dekat dengan Bayu, apa kamu tau aku sudah sangat menyayangi Wilka, aku ada untuknya sejak dia berada didalam kandung, bahkan ukuran nya masih belum terbentuk hingga ia lahir dan sekarang kamu melarang ku bertemu dengannya, apa peran Bayu untuk Wilka selama ini sehingga kamu lebih mengijinkan dia bertemu dan menggendong Wilka?...."Vino meluapkan kekesalannya saat melihat Wilda dengan tenang memberikan Wilka pada pria lain yang baru ia kenal sementara ia dilarang keras untuk menemui Wilka....
__ADS_1
Wilda tentu hanya terdiam, memang ia mengakui kesalahan nya karna menjauh kan Vino dari Wilka hanya karna rasa cemburunya pada Bianka,...
"Lebih dari setahun Wil aku selalu berusah ada untuk Wilka dan kamu, aku bahkan harus mengesampingkan pekerjaan ku setiap kamu ingin memeriksa kan kandungan mu ke Dokter, apa ini balasan yang aku dapat? Aku tidak meminta Wilka untuk ku, aku hanya ingin melihat dan menggendong nya melihat semua perkembangan nya, aku tau aku ini bukan ayah kandungnya tapi setidaknya aku yang selalu ada untuk dia...."Vino tak dapat menahan perasaan nya hingga ia meneteskan air mata, tentu tidak terima jika Wilka bisa dekat dengan orang lain yang baru mereka kenal....
"Maafkan aku kak aku mengaku salah, aku hanya tidak ingin nantinya Wilka kecewa jika mengetahui kamu bukan ayah kandungnya, aku memang egois aku akui itu...."Wilda hanya mendunduk saat tatapan sendu Vino mengarah padanya.....
"Jangan jadikan semua itu sebagai alasan Wilda, aku tau kamu dan Bayu saling menyukai, aku tak masalah akan hal itu tapi kumohon jangan pernah halangi aku untuk bertemu dengan putriku aku sangat menyayangi Wilka...."Wilda menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napas nya dengan pelan ia pun mengangguk menyetujui permintaan Vino...
"Baiklah kak aku tidak akan melarang kakak untuk menemui Wilka, maaf karna selama ini telah menjauhkan kalian berdua...."seketika Vino berdiri dan langsung memeluk Wilda dengan erat, senang tentu nya saat Wilda kembali mengizinkan ia bertemu dengan Wilka...
"Terima kasih Wil, apa kau boleh menemuinya sekarang, aku berjanji tidak akan membangunkan nya, aku hanya ingin melihat dia sebentar saja...."Wilda mengangguk, Vino pun terlihat senang, ia segera berjalan kekamar Wilda usai melepas pelukannya....
"Hay beby apa kabar mu, ini ayah sudah datang, ayah sangat merindukan mu, kamu merindukan ayah tidak?...."jika para karyawan melihat sikap Vino saat bersama Wilka mungkin cerita yang melekat pada diri Vino akan luntur seketika...
Sekertaris Pribadi yang terkenal kejam, pelit bicara dan tak kenal ampun itu berubah 360 derajat saat bersama bayi mungilnya, jika dulu Vino sangat enggang untuk menjadi ayah untuk Wilka ini semua nya berbalik, seiring berjalannya waktu ia sangat menyukai peran nya menjadi seorang ayah, ia merasa memiliki tanggung jawab baru untuk bayi mungil didepan nya saat ini....
__ADS_1
Wilda hanya bisa mengintip dari pintu kamar melihat Vino uang begitu bahagia bisa melihat Wilka kembali, ada rasa penyesalan dihati wanita itu tentunya karna dengan tega melarang Vino untuk bertemu dengan Wilka padahal ia tau betul jika kedua nya saling nyaman satu sama lain....
"Mungkin aku harus belajar mengikhlaskan semua nya dan menahan rasa sakit dihatiku kak, akan sangat sulit untuk ku melihat kamu bersama dia tapi aku harus bertahan demi Wilka...."Wilda pun kembali menutup pintu kamar dan kembali duduk disofa menunggu Vino selesai melihat anak nya....
Tak lama kemudian, Vino pun keluar dan langsung pamit, sedikit melirik Wilda yang hanya mendundukkan kepala nya...
"Apa kamu dan Bayu sudah pacaran?...."mulut Vino tak tahan mempertanyakan hubungan antara Wilda dan Bayu, entah mengapa ada rasa kesal saat menyebut nama Bayu....
Wilda tentunya terkesiap mendapat pertanyaan yang tak semestinya dari Vino...
"Kak Bayu bukan pacar aku kok kak, dia cuma teman biasa doang ngak lebih...."Wilda berusaha meyakinkan jika memang kedua nya tak memiliki hubungan apapun....
"Ohhh aku kira kalian pacaran, maaf mungkin lebih tepat nya belum pacaran, aku tau kalian saling menyukai, aku mendukung mu bersama nya, mungkin dia pria yang cocok untuk kamu...."Vino ingin berlalu tapi seketika berhenti karna mendengar ucapan Wilda yang sangat membuat nya terkejut....
"Kakak juga sangat cocok dengan Bianka, dia wanita yang baik lembut dan perhatian, sehingga kakak tidak pernah menyadari jika orang yang aku cintai itu bukan Bayu tapi kakak, mungkin aku telah salah menaruh hati aku untuk kakak yang hanya mencintai Bianka seorang....."Wilda berlari masuk kedalam kamar nya menutup nya rapat-rapat dan menangis sesenggukan, lebih dari satu tahun ia memcoba memendam perasaan nya untuk Vino berharap mendapatkan balasan tapi semua nya sia-sia kala Bianka datang....
__ADS_1
Vino masih mematung ditempat mencerna apa saja yang baru ia dengar oleh telinga nya, kemudian memejamkan mata saat mengerti jika perubahan sikap Wilda padanya karna cemburu pada Bianka, tentu nya Vino juga dibuat bingung kenapa Wilda bisa cemburu terhadap Bianka, selama ini ia memperkenalkan Wilda sebagai pelayan bukan sebagai kekasih, lagi pula dia tak memiliki perasaan apapun pada Bianka....
Vino memilih pergi meninggalkan rumah mama Ratih, pikiran nya juga kacau mendengar kejujuran Wilda yang ternyata menaruh hari padanya, jujur saja ada perasaan senang kala Wilda mengatakan jika dia mencintai dirinya tapi Vino juga belum bisa memastikan jika dia juga mencintai Wilda karna yang ada dipikiran nya saat ini adalah masalah musuh Dion yang masih berkeliaran diluar sana, Vino ingin menyelesaikan semua itu terlebih dahulu sebelum ia memastikan perasaan nya sendiri....