
Hari-hari telah berlalu, dari kejadian diamana Tania memberikan hak Dion, hubungan keduanya semakin baik, dan kini Monika semakin takut karna Dion telah berubah padanya, berulang kali mencoba menemui sang kekasih tapi Dion selalu saja mengatakan sibuk dan sibuk....
Dion dan Tania kala ini sedang jalan-jalan dimall, menghabiskan waktu seharian karena hari ini adalah hari weekend, Vino senang tiasa mengekor dibelakang menjadi penonton sekaligus obat nyamuk sang tuan dan Istri nya, Vino sangat senang karna sekarang Dion dan Tania semakin lama semakin dekat...
Sore harinya, mereka pun pulang, Dion tersenyum melihat Tania yang tertidur lelap didadanya, rasanya Dion kembali seperti ABG yang sedang jatuh cinta, walaupun kini ia meyakini perasaan nya jika dia benar-benar mencintai Tania tapi sampai sekarang ia pun belum berani mengungkapkan nya....
Dion menggendong Tania saat mobil telah sampai di depan rumah nya, membawanya dengan perlahan menuju kamar....
"Saya mencintai kamu Tania...."Ujar Dion berbisik di telinga Tania yang masih sibuk berlayar dialam mimpi, rasanya Dion sangat tidak percaya Cinta nya pada Monika dengan mudah beralih dan berlabuh kehati Tania....
Tapi itulah kehendak tuhan yang mampu membolak-balikkan hati manusia dengan mudah, cinta Dion yang dulu nya ia yakini tidak akan berubah untuk Monika justru sekarang berpindah begitu saja,....
Dion masuk kedalam kamar mandi membersihkan badan nya yang sangat lengket dan bau keringat, ketika ia keluar ia mendapati ponselnya bergetar pertanda ada panggilan masuk, segera ia melihat nya dan tertera nama Monika disana, Dion sebenarnya sangatlah enggan untuk menjawab tapi hubungan mereka yang masih berstatus sebagai sepasang kekasih ia pun mengangkat nya...
"Dion, aku sakit bisakah kamu kesini, aku sangat membutuhkan kamu saat ini....."Uajr Monika dengan suara lemah diujung telfon, Dion diam saja melihat Tania yang masih tidur, antara yakin dan tidak, Dion pun mengiyakan,....
"Saya pergi dulu ya, hanya sebentar...."Ujar Dion menciumi kening dan pipi Tania kemudian berlalu pergi....
Sekitar jam 7 malam, Tania terbangun dari tidurnya, ia merentangkan kedua tangannya meregang otot-otot yang kaku karna terlalu lama tidur, Tania mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki yang beberapa bulan ini memporak-porandakan hatinya....
"Mungkin sedang berada diruang kerjanya...."Tania turun dan bergegas mandi, setelah mandi, ia pun turun kelantai satu mencari keberadaan sang suami yang tak kunjung ia jumpai....
__ADS_1
"Apa kalian melihat Tuan pergi?...."Tania bertanya kesalah satu pelayan yang sedang sibuk menata makanan dimeja....
"Iya Nona muda, Tuan sedang keluar, dia menyampaikan pesan, Nona muda tidak usah menunggu nya untuk makan malam, Tuan muda ada urusan mendesak dan akan makan malam diluar...."Jawab Pelayan menyampaikan pesan suaminya, Tania mengangguk kemudian duduk dikursi dan mulai menyantap makan malam nya, pikiran Tania berkelana memikirkan keberadaan suami nya, ada sedikit perasaan khawatir akan keadaan lelaki nya itu....
Jam kini telah menunjukkan pukul 2 pagi tapi suaminya tak kunjung kembali, ia mencoba menghubungi Dion tapi telefon lelaki itu juga tak aktif, Tania menjadi khawatir sehingga dia pun tak bisa memejamkan mata, sampai jam 4 pagi Tania baru bisa terlelap saking lelahnya menunggu kepulangan sang suami....
....
Pagi harinya, Tania terkejut bukan main saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 9 pagi, itu artinya dia telah terlambat kekantor, segera ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,....
"Mas Dion kenapa tidak membangun aku sih, telat kan jadinya,...."Tania begitu terburu-buru mengenakan pakaian kantor, ia pun memakai riasan tipis agar wajahnya tidak terlalu pucat...
Clekkk.....
"Kamu dari mana mas kenapa baru pulang, kamu menginap dimana?...."tanya Tania mengikuti langkah suaminya uang kini memasuki kamar...
"Mas aku bertanya sama kamu...."
"Diam Tania, saya sedang pusing, bisakah kamu tidak mengganggu saya sehari saja?..."Tania terdiam sekaligus terkejut dengan bentakan Tania hingga ia mundur beberapa langkah saking kagetnya,...
"Pergilah dari sini, saya muak melihat kamu...."air mata Tania siap untuk terjun menyapu pipi cantik nya, ia pun keluar tanpa mengatakan apapun, perasaan nya sangat sakit kala dibentak oleh Dion seperti itu....
__ADS_1
"Ada apa dengannya mengapa sikap nya kembali seperti dulu, apa aku membuat kesalahan?...."Tania berlari keruang baca menumpahkan air mata dan isi hatinya disana, bingung dengan sikap suaminya yang berubah total....
Baik Dion maupun Tania tidak ada yang pergi kekantor, keduanya sibuk dengan diri masing-masing, Tania sibuk menangis diruang baca sementara Dion sibuk tidur di atas ranjang, entah apa yang terjadi pada lelaki itu tidak ada yang tau.....
Setelah sibuk menangis, Tania pun kembali kekamar melihat suaminya yang sedang tidur membuat Tania mengurungkan Niat untuk bertanya....
"Apa kebahagiaan yang aku rasakan beberapa hari ini hanya sementara Mas, kurasa sikapmu kembali seperti dulu, apa perasaan uang ku sangka cinta itu hanya penenang untuk ku saja?...."Tania duduk ditepi ranjang melihat suami nya yang kini masih terlelap, ada perasaan takut jika sekarang Dion akan bersikap seperti dulu,....
....
Jam menunjukkan pukul 2 siang, Dion terbangun dari tidurnya, ia melenggang masuk kedalam kamar mandi dan tak menghiraukan kehadiran Tania yang sedang duduk disofa membaca buku...
Tania ingin sekali bertanya setelah melihat Dion berpakaian rapi, tapi sektika menutup rapat mulut nya saat Dion menerima telfon dari seseorang...
"Iya aku akan kesana, kamu tunggu saja disana, aku akan segera datang,...."
"Saya akan ketempat Monika, tidak usah menunggu saya, karna mungkin saya akan menginap disana...."Ujar Dion kemudian berlalu pergi...
Duaarrrr......
Bagai disambar petir, Hati Tania sangat sakit dan perih mendengar ucapan suaminya, baru beberapa hari ia merasakan kebahagiaan yang mendalam karna sikap Dion yang ia kira sangat mencintainya ternyata hanyalah kebahagiaan semata, nyata nya Sekarang ia jatuh kedalam dasar jurang yang paling dalam, hati Tania bagai dirobek-robek hingga tak terbentuk lagi, ingin marah dan berteriak tapi tak mampu....
__ADS_1
Tania melihat kepergian suaminya dijendela kamar, sungguh perih yang kini Tania rasakan, hingga hanya air mata yang mewakilinya berbicara,....
"Apa hanya Sampai disini saja kebahagiaan yang aku dapat atas kesabaran aku menunggu cinta mu mas?, ahhh aku tau, sebesar apapun rasa cinta yang aku punya akan kalah dengan dia yang telah ada sejak lama, mengapa aku sangat bodoh menginginkan cinta mu hanya untukku nyatanya semua nya palsu...." Tania mengusap air matanya yang menetes mencoba menenangkan diri dengan menguyur tubuhnya dengan air dingin, berharap rasa sakit dihatinya sedikit terobati....