
Dion yang melihat Tania melenggang pergi sangat kesal ia langsung menyusul sang istri yang kini telah berada didalam kamar....
"Apa Nona Muda Tania ini sangat gembira karna menghabiskan waktu bersama pria lain hah?....."Tania yang hendak masuk kedalam kamar mandi terkejut saat lengan nya ditarik kasar oleh Dion....
"Tuan ini apa-apaan sih, kan sudah saya jelaskan saya dari rumah mama,....."
"Saya tau kamu dari rumah mama mertua tapi tetap saja kamu menghabiskan waktu bersama Vino selama lebih 4 jam lamanya,...."Tania menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap sang suami yang sangat marah hanya karna dia pergi dengan Vino orang kepercayaan nya sendiri.....
"Helo Tuan Muda Dion yang terhormat, lalu bagaimana dengan anda dan kekasih anda yang sangat anda cintai itu, seharian anda menghabiskan waktu bersama didalam kamar saya tidak masalah sama sekali kenapa giliran saya pergi bersama Vino anda secemburu ini, dasar ngak nyadar diri...."Tania berlalu masuk kedalam kamar mandi saat terlepas dari cengkeraman singa mengerikan itu, ia sungguh tidak habis pikir dengan Dion.....
"Cemburu, pada Vino yang tidak ada apa-apa dengan ku mana mungkin, lagian untuk apa aku cemburu pada, cintaku hanya untuk Monika...."Dion menarik rambutnya dengan kasar, bingun sendiri pada kelakukan nya yang sangat marah pada Tania....
Dion memilih untuk pergi kebalkon menenangkan pikiran nya yang kacau, entah mengapa dia sangat marah melihat Tania dekat dengan pria lain selain dirinya.....
"Apakah aku benar-benar cemburu pada Vino,mana mungkin dia itu cuman asisten pribadi ku, lagian untuk apa juga aku cemburu aku tak mencintai Tania...."Dion kalang kabut memikirkan perkataan Tania barusan, ia memutuskan untuk menelfon Monika untuk menghilangkan rasa kesalnya....
Pagi harinya, seperti biasa Tania dan Dion pun berangkat kekantor diantara oleh sang asisten, sedari tadi Dion terus memperhatikan Tania dan Vino secara seksama tapi kedua orang itu memang sepertinya tidak memiliki hubungan apapun, hingga sampai di kantor Dion tidak pernah melepaskan pandangan dari Tania dan Vino barang sekali pun....
"Ada apa dengan ku, mengapa aku takut sekali jika Tania dan Vino dekat, apa benar aku cemburu, tapi mana mungkin, aku tidak mencintai Tania sedikitnya, mungkin ini hanya perasaan ku saja yang tidak suka jika milik ku diganggu orang lain,...."Dion terus bergumam dalam hati, masih bingung dengan perasaan nya sendiri....
__ADS_1
"Tania buatkan saya kopi,...."Baru saja duduk dikursi Tania langsung bangkit lagi untuk membuat kopi untuk sang suami....
Saat ingin masuk kedalam ruangan Dion,, Tania berhenti saat melihat Vino yang berjalan kearahnya...
"Bagaimana keadaan Om Bram apa ada perkembangan?...."tanya Tania saat mereka telah berhadapan....
"Kata Dokter Jhon belum ada tanda-tanda jika Tuan Bram akan sadar, karna terluka parah dan asupan makan yang tidak teratur membuat keadaan nya diprediksikan sangat kecil untuk bertahan hidup, tapi Dokter Jhon berjanji akan melakukan pekerjaan nya sebaik mungkin, kita hanya bisa berdo'a agar Tuan Bram bisa melewati masa kritis nya..."Ujar Vino menjelaskan, Tania hanya mengangguk kecil....
"Sebaiknya Nona masuk membawa kopi itu, nanti Tuan marah-marah lagi...."Vino mengetuk pintu, setelah mendengar jawaban dari sang empuh ruangan ia pun masuk bersama Tania....
Lagi dan lagi Dion merasa kesal saat melihat Tania dan Vino masuk bersama, tapi dia diam saja karna tak ingin Vino dan Tania berpikir jika dia benar-benar cemburu,....
Tanpa Dion sadari benih-benih cinta mulai tumbuh dihatinya pada wanita yang telah sah menjadi istrinya...
"Ini tuan berkas yang Tuan minta,..."memberikan berkas pada sang tuan, setelah menerima nya Dion langsung mengusir Vino dari ruangan nya, dan a merasa tidak suka melihat Tania dan Vino berada diruangan yang sama...
"Tania tolong kemari, saya butuh bantuan kamu!!!...."Titah Dion dengan suara dingin dan tegas, Tania pun bangkit kemudian menghampiri suaminya...
"Anda perlu bantuan apa Tuan?...."tanya Tania serius...
__ADS_1
"Tolong kerjakan data-data ini saya mau menikmati kopi saya dulu..."menarik Tania kesamping nya agar wanita itu mudah mengerjakan data-data yang ia perintahkan...
"Tuan apa boleh laptopnya saya bawa kemeja kerja saya dulu, saya tidak ingin menganggu konsentrasi tuan?...."
"Tidak boleh, kerjakan disini saja, saya ingin memantau pekerjaan kamu, siapa tau ada yang salah...."
"Tapi tuan yang ada sama malah tidak bisa konsentrasi jika harus mengerjakan data penting ini dengan posisi berjongkok,...."Tania mengeluh, Dion sepertinya ingin membuat ia kesusahan...
"Kalau begitu kamu duduk dipangkuan saya...."Terkejut? tentu saja Tania sangat terkejut saat Dion sedikit memundurkan kursinya dan menarik nya hingga terjatuh diatas pangkuan Dion....
"Tu-tuan saya berjongkok saja, sepertinya saya lebih nyaman jika jongkok, daripada duduk di pangkuan tuan Muda, lagian Tuan muda kan sedang minum kopi nanti tuan terganggu...."Tania menarik tubuhnya ingin bangun dari posisinya tapi dengan cepat Dion menahan nya dan melingkarkan tangan nya diperut Tania dengan erat hingga membuat wanita itu tidak bisa bergerak...
"Begini saja, saya hanya ingin memantau pekerjaan kamu, data itu sangat penting bagaimana jika salah, apa kamu mau menggantinya dua kali lipat?..."Tania menggeleng, uang 10 miliyar saya tak sanggup ia bayar satu persen pun malah akan bertambah lagi masalah....
Dan pada akhirnya, Tania pun pasrah dengan kemauan Dion, ia mengerjakan pekerjaan Dion dengan dipangku sang empuh pekerjaan, Tania berkali-kali menarik napas mencoba membuang rasa gugup di hati nya, sungguh jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, Tania sangat takut Dion mendengar sesuatu yang seharusnya tak ia dengar....
Sementara Dion, lelaki itu tersenyum puas saat Tania memilih untuk tidak melawan, entah mengapa ia melakukan itu semua, ia ingin berada dekat dengan perempuan yang kini ia pangku....
Aroma tubuh Tania yang begitu harum tercium jelas dihidung mancung Dion, tanpa terasa jantung nya pun ikut berdetak kencang entah perasaan apa itu Dion pun tidak tau, tapi baru kali ini Dion merasakan, sebelumnya jantung nya tak pernah berdetak sekencang ini jika bersama Monika bahkan saat Monika telanjang bulat didepan nya, beda dengan Tania...
__ADS_1
"Permisi Tuan saya mau meng...."Seornag perempuan masuk tanpa mengetuk pintu, ia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat, Tania yang melihat kearah pintu pun ikut terkejut, ia segera bangkit dari pangkuan Dion....
"Maaf Tuan muda Dion saya masuk diwaktu yang salah...."Gita meminta maaf dan memutar tubuhnya, ia sangat terkejut dengan penglihatan nya barusan, wajah Gita langsung pucat pasit, ia yakin jika karirnya kan berakhir sampai disini....