
"Sayang, apa kamu ngak merasa kelelahan mengurus perusahaan sendiri, aku takut nya nanti kamu sakit...."Tania begitu khawatir saat melihat suami nya sangat pucat,....
"Aku tidak apa-apa sayang jangan khawatir aku baik-baik saja...."Dion melihat istrinya sejenak dan tersenyum berusaha meyakinkan, kemudian kembali menjelajahi laptop nya dengan jemari-jemari besar nya, tak bisa dipungkiri membiarkan Vino istirahat membuat dirinya kelimpungan mengurus perusahaan sendiri tapi ia pun tak ingin terus menekankan Vino untuk terus berpikir....
"Mas, bagaimana kalau aku kembali bekerja, kita bisa cari bebysister untuk Leon...."kini Tania berpindah tempat duduk disamping suami nya usai meletakkan bayi Leon dibox bayi, usai meminum susu, rupanya bayi mungil itu langsung tertidur pulas, sepertinya bayi Leon tau jika ayah nya sedang banyak masalah jadi dia tidak ingin merepotkan....
"Tidak Tania, lebih baik kamu fokus saja mengurus Leon, aku tidak apa-apa, lagian ini hanya untuk sementara waktu...."Dion menutup laptopnya memiringkan badan agar bisa berhadapan dengan Tania, istri nya selalu bisa menjadi obat penenang untuk nya dikala dia sedang dalam banyak masalah, selalu bersyukur Karna tuhan masih memberinya kesempatan untuk menebus semua kesalahan nya dimasa lalu......
"Aku khawatir sama kamu mas, aku tau perusahaan sedang mengalami banyak masalah akhir-akhir ini dan kamu malah menyuruh Vino untuk libur...."Dion menarik Tania kedekat nya memeluk istrinya dan menyenderkan kepalanya di pundak Tania....
"Hanya beberapa Minggu kok kamu tak perlu khawatir,...."
.....
Wilda ditugaskan untuk kepasar oleh mama Ratih membeli beberapa bahan yang telah habis dikulkas, karna tak kuat berdesakan, Wilda pun memilih kesupermarket untuk membeli beras, bahan-bahan yang lain pun telah dibeli tingga beras saja....
Dan tanpa disengaja, disana ia bertemu Bianka yang juga berbelanja bulanan tentunya ditemani oleh Vino, tapi lelaki itu sedang menerima telfon....
"Ehh Wilda belanja bulanan juga ya...."Bianka yang menyadari keberadaan Wilda pun menghampiri nya dan menyapa ibu satu anak itu...
__ADS_1
"Iya, kamu sendiri?..."Wilda mencoba untuk ramah tersenyum pada Bianka yang juga tersenyum padanya....
"Sama nih lagi belanja bulanan juga, oiya nanti kamu jangan lupa datang ya keacara pernikahan ku dan kak Vino, kami tak mengundang banyak, mungkin hanya Keluarga Kak Tania saja...."
Deg.....
Seketika jantung Wilda seakan berhenti berdetak mendengar kenyataan bahwa Vino akan menikah dengan Bianka, sungguh ia sangat tak menyangka jika hatinya akan kembali dipatahkan oleh lelaki itu, Wilda memaksakan senyum nya kemudian mengangguk mengiyakan...
"Kalau begitu aku lanjut belanja lagi ya takutnya kak Vino lama menunggu...,"Bianka pun kembali berkeliling mencari bahan-bahan yang belum ada di Troli nya, sementara Wilda masih diam mematung, air matanya seketika tumpah begitu saja saat Bianka telah berlalu, sekuat apapun Wilda mencoba untuk kuat nyata nya tetap tidak bisa, hatinya sangat rapuh untuk urusan cinta....
"Ternyata aku salah kak, kenapa aku harus mempertahankan perasaan bodoh ini untukmu, aku telah menolak lamaran Bayu hanya untuk mempertahankan perasaan yang terbalas ini karnamu dan sekarang aku mendengar langsung jika kamu akan menikah...."Wilda memegang dadanya yang terasa sakit mengetahui kenyataan jika Vino akan bersama wanita lain, merutuki kebodohan nya yang tak bisa membuang rasa cinta nya pada Vino yang jelas-jelas tak mencintai nya....
"Wilda, aku tau ini bukan waktu yang tepat untuk aku mengungkapkan perasaan ku padamu, aku tau kita baru saja saling mengenal, tapi aku tak bisa menahan nya lagi, aku mencintai mu, maukah kamu menikah dengan ku, menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku?...."Wilda terkesiap mendengar pengakuan Bayu apa lagi saat lelaki itu mengeluarkan kotak yang isinya adalah cincin yang sangat indah...
Tentunya Wilda dilema, sesaat dia terdiam memikirkan perasaan nya pada laki-laki yang selama ini ada untuknya dan putrinya, banyak kenangan manis yang ia lalui bersama Vino perhatian dan kasih sayang Vino pada putrinya sangatlah besar....
"Wilda apa kamu mau menjadi istri ku?..."Wilda kembali sadar dari lamunannya saat mendengar Bayu mengulang perkataan nya, ia menatap dalam mata pria didepan nya kemudian menunduk dalam....
"Maafkan aku kak, bukan nya aku menolak tapi aku bukan lah wanita yang pantas untuk kamu, aku telah hamil sebelum menikah, masa laluku sangat buruk, aku tak pantas untuk laki-laki baik seperti mu, aku minta maaf aku tidak bisa...."Bayu tersenyum lalu meraih tangan Wilda lalu menggenggam nya, Wilda mendongak hingga pandangan mereka bertemu....
__ADS_1
"Aku akan menerima itu semua Wil, aku akan menerima Wilka sebagai putri ku sendiri,aku tidak masalah dengan masalalu karna aku mencintai kamu...."Wilda tak bisa lagi menahan air matanya, ia tak menyangka Bayu mau menerima semua kekurangan nya dan masalalu....
"Maaf kak, untuk sekarang aku belum siap,...."Wilda menarik tangan nya berdiri dan meninggalkan Bayu,....
"Aku minta maaf kak Bayu, bukan nya aku tak mau menerima niat baikmu, hanya saja ada laki-laki didalam hatiku, aku sangat mencintai nya, aku tak ingin kamu tersakiti nantinya jika mengetahui kebenaran ini...."Wilda duduk di kursi taman mencoba menenangkan hatinya yang kacau sebelum ia kembali kerumah....
Flashback On....
"Bi apa kamu sudah selesai berbelan?...."Vino seketika terdiam saat melihat Wilda ada disana, ia melirik kekanan dan kekiri mencari keberadaan Bianka...
"Kenapa kak, kakak sedang mencari istri kakak ya? Dia sedang berkeliling, oiya kak selamat ya untuk pernikahan kakak sama Bianka, Wilda doain semoga kalian selalu bahagia...."Wilda tersenyum mengulurkan tangannya ingin bersalaman, Vino yang mendengar ucapan selamat dari Wilda tentu saja terdiam, ia tau pasti Bianka yang memberitahu Wilda tentang pernikahan mereka...
Ragu-ragu Vino membalas jabatan tangan Wilda hingga kedua nya sama-sama terdiam kala jabatan tangan mereka terlepas....
"Kakak ada disini, aku tungguin dari tadi, semua barang belanjaan sudah ada dikasir tuh kak...."tiba-tiba saja Bianka kembali muncul membuat Bianka dan Vino terkejut....
"Wilda maaf ya kamu duluan, kami sudah selesai berbelanja, jangan lupa datang ke acara pernikahan kami nanti,..."Wilda mencoba tersenyum walaupun hatinya sangat sakit, apa lagi saat Bianka mengandeng mesra Vino dan menarik nya kekasir....
Pandangan Vino tak pernah lepas dari Wilda, apa lagi saat melihat wanita itu melihat kearah nya dan meneteskan air mata, hati Vino juga ikut sakit, sekarang Vino mulai menyadari perasaan nya jika ia juga mencintai Wilda, tapi apa boleh dikata nasi sudah menjadi bubur, semua telah terjadi, dia harus ikhlas dan berusaha menerima dan mencintai Bianka yang sebentar lagi akan menjadi Istri nya....
__ADS_1