
Tania terus berlari dan berlari kedalam hutan dengan keadaan lemah ia terus saja menyeret langkah nya, tak ada waktu untuknya beristirahat sejenak apa lagi sekarang para anak buah Bianka sedang mengejar nya setelah sadar jika ia kabur dan masuk kedalam hutan....
Tania meneguk ludah nya dengan kasar saat tenggorokan nya itu terasa kering, pandangan nya terus mencari sumber mata air....
Bugkkk.....
Tania kembali terjatuh, rasanya ia sangat-sangat lelah lalu menyandarkan punggung nya dipohon untuk berisitirahat sejenak sebelum ia mencari sungai,....
Belum genap 5 menit berisitirahat, terdengar langkah kaki yang semakin dekat, Tania menekuk lututnya nya dan menutup mulutnya rapat-rapat berharap dan terus berdoa agar Tuhan melindungi nya, Tania sedikit mengintip dan melihat 3 orang pengawal semakin dekat....
"Sepertinya dia tidak ada disini sebaiknya kita cari ketempat lain saja...."Ujar salah satu dari mereka, kedua nya pun setuju, Tania menarik napas lega saat para pengawal itu pergi....
Karna sangat haus, Tania pun berdiri dan hendak pergi, tapi sialnya dia tak sengaja menginjak ranting kering....
"Itu dia, tangkap dia dan bawa kepada Bos...."Tania seketika berlari saat ketiga pengawal itu mengejar nya, tentu Tania tak ingin tertangkap lagi dan kembali di siksa bak binatang oleh Monika Sera dan Bayu......
Tania seketika berhenti saat dia dihadapkan dengan jurang yang begitu dalam, bingung harus lari kemana, jika ia kembali pasti dia akan ditangkap dan disiksa, Bianka pun akan menyiksanya dua kali lipat dari sebelum nya bahkan mungkin dia akan dibunuh jika tertangkap, melompat kejurang pun sama saja membunuh diri sendiri....
"Kamu mau kemana Nona, lebih baik kamu menyerah saja karna sekarang hanya itu pilihan satu-satunya untukmu kecuali jika kamu memang ingin mati kamu bisa melompat kejurang...."Tania menoleh kebelakang seiring dengan langkah nya yang juga ikut mundur kala ketiga pengawal itu semakin mendekat....
Tak ada pilihan lain, Tania pun m membalikkan badan nya dan melompat turun kejurang yang entah berapa kedalaman jurang itu, ketiga lelaki itu hanya diam, salah satu dari mereka pun mau untuk memastikan....
"Aku tak yakin jika dia selamat...."para pengawal itu pun segera pergi dengan tangan kosong karna mereka pun tak berani menuruni jurang....
__ADS_1
.....
Oekkk.....
Oeeekkk....
Oeeekkk...
Bayi Leon terus menangis tanpa henti, mama Rima dan mama Ratih pun sudah kewalahan untuk menengkan nya cucunya, sudah hampir satu jam lama nya Leon menangis tanpa henti, para pelayan pun sudah mencoba untuk menenangkan tuan muda kecil itu tapi sama sekali tak ada yang berhasil....
"Leon kamu kenapa sih nak kenapa menangis terus seperti ini...."Mama Ratih kembali' menggendong cucunya sekali-kali memberikan susu tapi bayi mungil itu hanya menangis membuat kedua wanita itu bingung....
"Jika Tania ada mungkin saja Leon tak akan seperti ini, entah dimana kamu sayang tolong kembalilah demi anakmu dan suami mu mereka sangat membutuhkan kehadiran mu...."mama Ratih menatap sedih wajah cucu nya, tanpa terasa air mata nya pun ikut menetes....
"Dion tolong gendong Leon sebentar saja sedari tadi dia tak berhenti menangis siapa tau dia merindukan pelukan mu...."Mama Rima menghampiri sang putra mencoba membujuk Dion agar mau menggendong Leon walau hanya sebentar saja tapi sayang nya Dion menggeleng dan ingin berlalu tapi seketika mama Rima menarik tangan nya dan melayangkan tamparan keras diwajah Dion karna kesal sekaligus marah....
Plakk....
"Mama tau Dion kamu sedih atas penculikan Tania tapi kamu pun tak bisa mengabaikan putra mu sendiri, dia juga kehilangan sosok ibu nya, asal kamu tau dia lebih membutuhkan Tania daripada kamu, kamu sudah tau mana yang baik dan mama yang tidak baik, coba kamu lihat mama mertua mu liat dia baik-baik dia adalah wanita yang telah melahirkan Tania, dia juga sangat terpukul, perempuan yang ia kandung selama 9 bulan, dia lahiran kan dia rawat dan besar kan telah diculik dan dibawa pergi entah kemana, dia juga sedih atas hal ini...."Dion terkesiap mendengar ucapan sang mama melihat wanita yang sedang menggendong putra nya....
Tak lama kemudian Dion pun menghampiri mama mertua nya berlutut dan memeluk kaki mama Ratih dan menangis meraung-raung...
"Maafkan Dion ma semua ini salah Dion, andai saja Dion lebih waspada semua ini tidak akan terjadi, maafkan Dion...."Mama Ratih memegang pundak Dion memberikan isyarat untuk lelaki itu berdiri, Dion pun berdiri dan melihat putra nya yang belum berhenti menangis....
__ADS_1
"Mama tau kamu sudah berusaha sangat keras untuk menemukan Istrimu nak tapi kamu pun tak bisa mengabaikan putra mu, dia juga butuh kamu,...."Dion menutup matanya merasakan sesak didada, kemudian mengambil tubuh mungil itu dan menggendong nya....
Perasaan bersalah menyeruak direlung hati nya kala melihat sang putra yang telah berhenti menangis dan menatap nya, sejak kepergian Tania ini kali pertama nya Dion menyentuh putra nya kembali, selama ini dia hanya sibuk mencari keberadaan Tania sehingga menelantarkan anaknya....
"Maafkan ayah nak karna selama ini ayah sudah tak perduli padamu, ayah berjanji mulai sekarang ayah akan berusaha menjadi ayah yang baik dan selalu ada untuk kamu...."Dion tersenyum kala melihat putra nya tersenyum padanya, mama Ratih dan mama Rima juga ikut senang melihat adegan itu.....
"Sayang kamu harus cepat kembali untuk anak dan suami mu, mereka teramat sangat membutuhkan mu, mama akan selalu berdoa untuk keselamatan kamu dimana pun kamu berada..."Gumam Mama Ratih dalam hati....
....
.....
"Kalian ini benar-benar tidak berguna menangkap perempuan yang sudah hampir mati saja tidak bisa....."Bianka benar-benar murka karna Tania berhasil kabur dari genggaman nya.....
"Maafkan kami Bos, kami sudah hampir menangkap nya tapi dia melompat kejurang yang sangat dalam itu...."salah satu pengawal menjawab, Bianka sangat marah, ia mengambil pistol yang sedang dipegang oleh suami nya dan langsung menembak lelaki yang menjawab tadi..
Dor....
Seketika Pria itu meregang nyawa ditengah-tengah barisan membuat pengawal lain nya ketakutan setengah mati....
"Pokok nya aku tidak mau tau kalian harus menemukan Tania dan bawa dia kemari hidup ataupun mati,...." titah Bianka kemudian berlalu dari sana meninggalkan rumah itu, Bayu dan Sera pun segera menyusul Bianka.....
"Istri mu benar-benar kejam Bay, dia sama sekali tak memiliki perasaan kasihan, aku tak tau sampai kapan aku terus dibawa penekanan nya...."Ujar Sera pada Bayu yang hanya diam saja mengikuti Bianka yang kini telah duduk didalam mobil....
__ADS_1