Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
46) Orang asing


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, hubungan Tania dan Dion semakin lama semakin menajuh, sejak Tania meminta cerai, Dion seperti kehilangan arah, tidak tau harus berbuat apa, ia tidak mengiyakan namun tidak juga menolak, mereka pun selalu pergi sendiri-sendiri, Dion naik mobil dijemput oleh Asisten pribadinya sementara Tania naik motor kesayangan nya....


Meja kerja Tania pun telah dipindahkan, itu semua atas permintaan nya Tania sendiri, meja kerja nya sekarang berada diluar ruangan kerja Dion, Tania akan masuk jika mengantar berkas pada suaminya, kini Tania seakan-akan menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk Dion bernaung disana, Tania tidak ingin terjatuh dalam cinta begitu dalam terhadap lelaki yang telah sah menjadi suaminya, karna dia jika cinta nya akan sia-sia saja jika diteruskan, walaupun tidak muda, Tania tidak akan menyerah untuk menghapus rasa cintanya yang telah tumbuh entah dari kapan...


Monika kini bersorak gembira, saat sikap Dion kepada nya kembali seperti semua, selalu menemui nya setiap waktu dan mengajaknya jalan-jalan, tapi tanpa Monika sadari, perlahan cinta Dion terhadap nya mulai menghilang, Dion memang selalu menemuinya dan menghabiskan waktu bersama dengan nya tapi semua itu hanya sekedar mengusir kebosanan Dion tentu nya....


"Sayang sekali ya, diabaikan oleh suami sendiri, jadi ikut sedih, tapi bagaimana lagi suami mu terlalu mencintaiku, bahkan dia selalu menghabiskan waktu bersama dengan ku setiap saat,...."Tania tidak ingin terpancing, ia memilih untuk fokus pada pekerjaan nya dari pada mendengar kan ocehan Monika yang tidak jelas....


"Mau gimana lagi dong ya, memang dari awal Dion itu milikku, tapi karna terdesak dia jadi terpaksa menikahi wanita kampungan....."Monika terus saja memancing emosi Tania, tapi bukan nya marah Tania malah membalas ucapan nya dengan perkataan pedas....

__ADS_1


"Iya sih sayang banget, saking seriusnya dan cinta nya sama kamu, walaupun aku sudah minta cerai dia tidak mau tuh menceritakan aku, apa mungkin cinta nya sudah berkurang ya, ohiya, mungkin dia bisa memperkenalkan kamu kepada dunia sebagai pacarnya kecuali pada keluarganya, sementara aku? Aku bisa saja merangkap keluar dari zona nyaman ku sebagai istrinya, dan apa kamu tau? Semua keluarga nya pasti mendukung aku sebagai istri sahnya, dan kamu akan dianggap perebut suami orang jika semua itu terjadi, namaku akan tetap baik dimata orang-orang, sementara Nona yang cantik jelita ini apa anda yakin jika seluruh dunia mendukung anda untuk merebut suami orang lain?..."Tania berbicara panjang lebar, Monika sangat kesal, ia pun masuk kedalam ruangan Dion tanpa membalas ucapan Tania...


"Sayang apa kamu tau tadi istri mu memakai sebagai palakor, aku ngak terima dihina seperti ini...."Monika masuk kedalam ruangan Dion dan langsung mengadukan sikap Tania yang tidak pernah sopan padanya, bukannya mendapat belaan dari sang kekasih, Monika malah dinasehati oleh Dion...


"Sudahlah sayang, jangan mengganggunya terus, biarkan dia bekerja dengan tenang, jika kalain terus ribut, bisa-bisa aku yang gila, pekerjaan ku ini sangat banyak, jadi jangan selalu mencari keributan padanya...."bukanlah mendapat belaan dari Dion ia malah semakin dibuat kesal karna Dion malah membela Tania dan menganggap dirinya selalu mencari keributan pada Tania padahal memang seperti itu kenyataan nya..


"Kamu kok malah belain dia sih, apa jangan-jangan kamu suka sama dia?...."Monika menatap dalam mata Dion yang sedang menatap nya, sekarang ia merasa cemas, walaupun sikap Dion akhir-akhir ini kembali seperti sebelumnya tapi dari tatapan Dion padanya mulai berubah, seperti bukan Dion yang dulu yang selalu menatap nya penuh cinta dan penuh kasih sayang...


Tania melangkah mundur, niat hati ingin mengantar Dokumen penting untuk Dion segera ia urungkan, dada Tania terasa sesak mendengar ucapan Dion kepada Monika, sekali-kali menertawakn hatinya yang begitu bodoh dan gampang nya mencintai Dion, padahal Tania tau sendiri begitu dalamnya perasaan cinta yang dimiliki Dion pada Tania, hanya karna perhatian Dion waktu itu, pintu hatinya ternganga memberikan lelaki itu kesempatan untuk melukai dan menikamnya sedalam mungkin....

__ADS_1


"Ingat Tania ingat, kamu hanya istri pajangan nya saja, jangan pernah berharap lebih jika tidak ingin rasa sakit hatimu semakin dalam dikemudian hari..."Tania bergumam dalam hati, menekan perasaan nya sedalam mungkin, Tania kembali duduk dimeja kerja nya, ia berpikir akan memberikan Dokumen itu saat Monika pergi dari sana....


"Maafkan aku Monika, semakin kesini aku semkain sadar jika perasaan ku yang sangat dalam terhadap kamu perlahan mulai berubah, aku pun tidak tau mengapa dan dan bagaimana, yang jelas kini aku takut Tania pergi dariku, aku mengira semua itu hanya batas kasihan dan penyesalan tapi semua itu terbantahan saat melihat Tania dekat dengan pria lain, aku merasa cemburu dan tidak terima, rasanya aku ingin sekali mengatakan pada dunia jika dia itu istriku, dan hanya aku yang berhak atas segala yang ada padanya, hanya aku yang berhak melihat senyuman nya,...Gumam Dion dalam hati melihat Monika yang kini melenggang pergi dari ruangannya....


Jam makan Siang telah tiba, Tania ingin beranjak menuju restoran kantor, ia ingin mengisi perutnya yang sedari tadi terus berbunyi karna lapar, sekaligus menenagkan perasaan nya yang sedang kacau mengobrol dengan Gita dan Gio mungkin akan membuatnya sedikit lebih ceria...


"Lebih baik aku ajak Tania makan diluar restoran, sekaligus meminta maaf atas sikap ku padanya...."Dion segera menutup laptopnya dan berdiri, berjalan menuju pintu, ia membuka pintu itu dan bersiap mengajak Tania untuk makan diluar tapi sayangnya Tania sudah pergi sebelum dia keluar....


"Rupanya Tania sudah pergi makan siang, pasti dengan teman-teman nya..."Dion kembali kedalam ruangan, menghubungi Asisten pribadinya untuk membelikan makanan untuknya, kini Dion menyadari jika hubungan nya dengan Tania semakin lama semakin menjauh, mereka seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap,....

__ADS_1


Saat berada dirumah, Tania akan menyibukkan dirinya diruang baca, ia akan kembali jika larut malam disaat dirinya telah tertidur pulas, dan bangun pagi-pagi untuk berangkat kekantor sebelum Dion bangun, dalam kondisi ini Dion benar-benar tidak nyaman, kini ia menyadari betapa berartinya Tania untuk nya, tapi ia pun bingung harus mengatakan apa, hubungan nya dengan Monika pun terbilang cukup baik dan tidak ada masalah sama sekali....


__ADS_2