Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
41) Perasaan aneh


__ADS_3

Tengah malam, Dion terbangun, ia langsung memeriksa keadaan istri nya dan menarik napas lega saat demam Tania sudah turun, Dion mendekatkan wajahnya ke wajah Tania, entah mengapa perasaan aneh muncul lagi, jantung nya berdetak kencang seperti habis lari maraton, kini Dion terpaku pada bibir tipis Tania, terlihat imut dan manis....


Hasrat keleakian nya bangkit hanya melihat wajah dan bibir Tania saja, memejamkan mata berkali-kali agar hasrat nya bisa dikendalikan, Dion bangkit dan menuju kamar mandi membuang apa yang seharusnya ia buang, saat keluar keningnya berkerut saat melihat ranjang telah kosong, dengan panik ia mencari Tania keruang ganti tapi Istri nya pun tidak ada disana....


"Dimana Tania, aku baru masuk kekmar mandi sebentar mengapa ia sudah tidak ada...."Dengan kepanikan Dion berlari keluar kamar, mencari Istri nya, tapi langkahnya seketika terhenti di dapur, ia melihat jika istri nya itu sedang memasak sesuatu, Dion menarik napas lega kemudian berjalan kearah Tania yang sedang fokus memasak...


"Apa yang sedang kamu lakukan tengah malam begini?...."tanya Dion duduk dikursi memperhatikan Tania yang bergerak kesana kemari...


"Sedang memasak Tuan, Saya sangat lapar, dan ingin makan mie jadi saya turun untuk memasak nya, apa tuan muda juga mau, nanti saya buatkan?...."Dion menggeleng, ia sama sekali tidak tertarik dengan mie instan....


"Mengapa tidak menyuruh pelayan saja?..."


"Tuan mereka juga manusia butuh istirahat, kalau kita bisa meringankan beban mereka kenapa tidak, lagian mie instan ini hanya perlu dibuat 5 menit,...."Dion mengangguk saja mendengar ucapan istri nya lagi dan lagi ia kagum dengan sifat Tania yang begitu peduli pada sesama nya....


"Mengapa aku baru menyadari jika perempuan yang ku jebak masuk dalam pernikahan adalah bidadari tak bersayap, walaupun dia sering membangkang tapi jujur saja sikap nya sangat berbeda dengan Monika....."Dion terus memperhatikan Tania sehingga tidak sadar Tania sudah duduk didepan nya menyantap mie instan kesukaan nya...


"Apa kamu tau, mie instan bukanlah makanan yang sehat,..."Ujar Dion melihat Tania yang sangat lahap menyedot mie instan sehingga suaranya sangat nyaring....

__ADS_1


"Tuan, walaupun kata orang-orang mie instan adalah makanan yang kurang sehat, tapi mie ini adalah makanan penyelamat disaat kita sedang lapar dan malas untuk masak, seperti sekarang ini, hanya butuh 3 menit mie nya sudah siap di santap...."Dion terkekeh melihat wajah cemong Tania yang terkena kuah dan bumbu dari mie instan yang sedang ia santap...


Tanpa permisi, Dion mengangkat tangan nya mengusap sudut bibir Tania yang terdapat potongan mie instan, Tania terdiam dengan sikap suaminya hingga pandang mereka bertemu dan seakan hanyut dalam pandangan masing-masing.....


"Ehhh maaf tadi ada itu...."Dion dan Tania sama-sama gugup diperhadapkan dengan suasana canggung, Dion memilih mengambil iar dingin dikulkas dan meneguknya hingga habis, sekali-kali melirik Tania yang sibuk dengan mie instan didepan nya....


Usai Makan, Tania pun kembali kekamar, begitupun dengan Dion, Dion memilih untuk memainkan ponsel menunggu sang istri tidur, setelah menunggu beberapa saat Dion mendekatkan wajah nya melihat Tania yang telah tertidur pulas, entah dorongan dari mana Dion bergerak mencium kening Tania lalu ikut berbaring di samping Istri nya....


Pagi harinya....


Dion membuka mata, ia melihat kesamping dan tak mendapati Tania disamping nya, tapi seketika Dion menoleh kearah pintu ruang ganti, kening nya berkerut saat melihat Tania uang sudah siap dengan pakain kantor nya...


"Tentu saja pergi bekerja Tuan muda, apa taun muda lupa jika saya bekerja di perusahaan tuan muda?..."Tania berjalan kemeja rias dan memulai memoles wajah agar terlihat lebih segar,...


"Sebaiknya kamu tidak perlu kekantor dulu, kamu ini masih sakit, bagaimana jika kamu pingsan dikantor, nanti saya uang repot sendiri, lagian kantor tidak akan rugi jika kamu libur 2 hari,...."Dion tentu khawatir dengan keadaan Istri nya, tapi sikeras kepala itu tetap saja ingin kekantor...


"Ayolah tuan, saya sangat tidak suka tinggal dirumah, disini sangat membosankan, lagipula keadaan saya sudah baik, jadi tuan tidak perlu khawatir, saya tidak akan pingsan saya janji...."Dion menghela napas panjang, Istri nya itu benar-benar keras kepala, ia pun hanya mampu mengiyakan keinginan Tania....

__ADS_1


......


"Jika kamu merasa pusing atau tidak enak badan katakan pada saya, nanti saya akan antar kamu pulang..."Ujar Dion saat Tania duduk meja kerja nya, Tania mengangguk ringan kemudian mulai membuka laptop nya dan mengerjakan pekerjaan nya sebagai sekertaris....


Tania tidak lebas dari pandang Dion takut jika terjadi sesuatu pada sang istri iya langsung bisa bergerak...


"Mengapa aku jadi sangat mencemaskan keadaan nya, apa mungkin hatiku mulai berpaling atau cuman perasaan bersalah saja?..."Dion menerka-nerka atas sikapnya belakang ini pada Tania, sepertinya lelaki uang hampir sempurna itu belum menyadari jika ia telah mencintai Tania dengan perlahan....


Jam istirahat telah tiba tapi Tania sama sekali tak beranjak dari duduknya untuk sekedar makan siang, Dion yang takut jika istri nya kenapa-kenapa segera keluar dari ruangan nya dan memesan makanan untuk Tania....


"Ini makan siang, makanlah terlebih dahulu setelah itu minum obat, saya tidak mau jika mama Ratih berpikir saya tidak merawat kamu, dan memaksa kami untuk bekerja, ahhh semoga saja mama Ratih tau jika putri nya lah yang keras kepala..."Ujar Dion meletakkan nampan dimeja kerja Tania beserta obat yang ia bawa dari rumah....


Tania terkekeh mendengar ucapan dari suaminya yang mengatai dirinya keras kepala, ia pun menghentikan aktivitas kerja nya dan menyantap makanan yang telah dibawakan oleh Dion, perlahan Tania luluh dengan sikap perhatian suaminya yang manis, entah itu benar atau hanya perasaan nya saja jika Dion telah berubah padanya....


"Tania apa kamu tidak merasa pusing atau merasa kurang enak badan?...."Tania menghela napas panjang, sedari pagi hingga hampir jam pulang kerja hanya itu yang Tania dengar, bukan nya Tania tidak suka dengan sikap perhatian suaminya tapi jika ia merasa jika Dion sedikit berlebihan...


"Tuan saya tidak apa-apa, sedari tadi hanya itu yang saya dengar apa Tuan tidak bosan? lebih baik fokus saja pada pekerjaan tuan sendiri, saya juga ingin fokus...."

__ADS_1


"Ok baiklah, saya hanya ingin memastik keadaan kamu baik-baik saja,...."Dion pun mencoba untuk fokus pada pekerjaan nya dan berhenti bertanya, ia tidak mau melihat Tania kesal pada nya,....


__ADS_2