
Vino dengan setia menunggu sang tuan yang masih dalam pemeriksaan, sekali-kali berdiri dan melihat kedalam ruangan, Vino tentu saja gelisah jika hal yang ia takutkan benar-benar terjadi, bahkan untuk mengaktifkan ponsel saja ia tak berani, takutnya Tania menelfon dan menanyakan keberadaan Dion, mungkin dia masih bisa mengelak jika Dion sedang sibuk tapi sampai kapan ia akan memberikan alasan yang sama terus menerus....
Tak lama kemudian, Salah satu Dokter pun keluar, Vino langsung berdiri dan mempertanyakan keadaan Tuan nya....
"Bagaimana keadaan Tuan muda apa dia baik-baik saja?...."Dokter itu menunduk menghela napas panjang hal itu membuat Vino merasa kesal, ia menarik kerah baju Dokter karna tak kunjung mendapatkan jawaban sepatah kata pun....
"Jawab bedebah, bagaimana keadaan Tuan muda?..."Dengan marah Vino mendorong tubuh Dokter itu ketembok, beberapa pengawal yang menyaksikan itu pun langsung memisahkan mereka berdua, Vino menghela napas panjang kemudian mengusap kasar wajahnya, berkali-kali merutuki dirinya yang tak bisa menjaga Tuan nya dengan baik sehingga musuh dengan gampang melukai nya...
"Tuan muda saat ini keritis Tuan Vino, peluruh yang mengenainya hampir tembus didada nya, kami telah berhasil mengeluarkan peluruh itu tapi kecil kemungkinan untuk Tuan muda bertahan hidup....."seketika tubuh Vino bergetar hebat mendengar penjelasan Dokter,...
Bugkk.... Bugkkk.... Bugkk.....
Vino meninju tembok beberapa kali, mengutuk dirinya yang tidak becus melindungi sang tuan, ia merasa gagal sebagai orang yang sangat dipercayai oleh Dion dan keluarga nya,....
"Tuan, tolong jangan mati Tuan, apa yang harus saya katakan padanya Nona muda dan semuanya, mereka sangat membutuhkan Tuan...."Tanpa sadar, air mata Vino menetes begitu saja mengingat awal perjalanan ia mengabdi pada Tuan Dion,....
Flashback Off....
Seorang lelaki berkacamata dibuli dibelakang sekolah, dihajar hingga babak belur, walaupun dia meminta ampun dan meminta maaf atas kesalahan yang ia tidak perbuat tapi tetap saja teman sekelas nya tetap saja merundung nya....
__ADS_1
"Ampun jangan siksa aku lagi....."Ujar Lelaki itu terkulai lemas, teman sekelas nya yang berjumlah 4 orang itu tak henti-hentinya menendang dan menginjak nya bak seekor binatang...
"Hey berhenti!..."Ke-empat lelaki itu pun menoleh dan seketika menunduk saat menyadari siapa yang datang, segera mereka kabur saat pria itu semakin dekat....
"Kau ini payah sekali sih Vin, kamu itu laki-laki jangan pernah mau ditindas, kamu harus melawan, kamu bukan banci, ini yang kelima kalinya aku memergokimu dibuli terus seperti ini, aku tidak bisa selalu menolongmu terus menerus kamu harus bisa melawan mereka...."Iya dia adalah tuan mida Dion, lelaki yang sudah terkenal dingin dan pelit bicara sejak kecil, entah menurun dari mana sikap dingin nya itu, ia selalu ditakuti karna kelincahannya dalam hal bela diri dan kekuatan keluarganya yang cukup terkenal apa lagi jika sudah menyebut nama sang kakek, semua orang pasti akan takut....
"Terima kasih Tuan muda, saya berjanji akan belajar bela diri mulai sekarang dan suatu saat saya akan membalas semua kebaikan tuan muda dengan mengapdikan hidup saya pada tuan muda...."Dion mengangguk kemudian membawa Vino kesuatu tempat, menyuruh Pelayan nya untuk mengobati luka memar nya terlebih dahulu....
"Ini dia Om Arkan, orang kepercayaan kakekku dia akan melatih mu supaya menjadi orang kuat, selama ini aku berlatih padanya...."Setelah mengobati luka Vino, ia pun mengajak lelaki berkacamata itu untuk menemui guru bela dirinya, memperkenalkan kedua nya,....
Vino terus berlatih bela diri, walaupun sangat kesulitan dengan semua aturan yang sangat berat, tapi Vino terus berusaha demi menepati janjinya pada Dion, mereka pun terus berlatih bersama-sama hingga selsai dari masa pendidikan,....
"Segera tambah penjagaan diruang utama, tapi jangan sampai orang rumah mengetahui nya lapis setiap tembok dengan dinding anti peluruh dan ledakan, jangan biarkan ada yang keluar, kita ridak tau sampai kapan Tuan muda akan terbaring seperti ini!...."Seru Vino pada pengawal kepercayaan nya, yang langsung di angguki, ia tidak ingin ambil resiko besar, tentu musuh semakin gencar saat ini mengetahui jika Tuan Dion sekarang sedang tak berdaya.....
"Aku tidak bisa meninggalkan tuan muda dengan kondisi seperti ini dan juga tidak bisa mengabaikan Nona muda berserta yang lainnya, aku harus mencari cara agar bisa memperlambat pergerakan musuh....."Vino memanggil sala satu pengawal nya dan memerintahkan sesuatu yang entah itu apa, tapi Vino berharap jika rencana nya berhasil sampai tuan muda Dion sadar dari koma nya....
...
...
__ADS_1
"Maaf bos sepertinya ruangan itu telah didesain dengan anti peluruh dan ledakan, saya menduga jika Asisten pribadi Tuan Dion telah membaca niat kita sehingga dengan cepat ia melakukan ini semua...."Ujar penembak itu ketika peluruh yang ia lepaskan tidak berhasil menembus kaca, yang telah dilapisi dengan dinding anti peluruh dan ledakan...
Om Jack mendelik kesal karna mendengar ucapan orang suruhan nya, ia pun memerintahkan untuk penembak itu berhenti karna percuma saja jika Vino telah bertindak, ia pun mencari cara agar bisa membuat Dion lenyap hari itu juga.....
"Ada apa Om Jack apa dia belum mati juga?...."tanya Monika saat melihat om nya itu menjatuhkan badannya disofa, ia memilih kembali ke hotel untuk mencari cara agar bisa menyusup kedalam rumah sakit dan melenyapkan Dion....
"Belum, dia masih hidup, Vino sialan itu selangkah lebih maju dari kita, aku ternyata telah salah karna terlalu meremehkan bocah ingusan itu, tapi apapun yang terjadi Dion harus lenyap dia harus menerima balasan atas apa yang kakek nya perbuat pada keluarga kita...."Om Jack begitu gigih ingin membunuh Dion karna dendam masa lalu uang belum terungkap bahkan Dion pun tak tau dendam apa itu,.....
......
.....
Sementara dikediaman Dion, Bumil itu hanya duduk dibalkon memandang ke depan dengan pandangan kosong, benda pipih yang ada ditangan nya tak pernah ia lepas, takutnya Dion menelfon dan melewatkan panggilan dari suami nya.....
"Nak kamu makan dulu ya, kasihan bayimu sedari tadi pagi belum mendapatkan makanan!!..."Mama Rima datang bersama pelayan membawakan menantu nya makan siang, Tania menoleh sebentar pada mama mertua nya dan Kembali menatap ke depan....
"Ma kenapa mas Dion ngak pernah menelfonku, sesibuk apa dia sehingga tidak sempat memberi kabar walaupun hanya sebentar saja, apa dia tidak tau jika aku sangat mengkhawatirkannya...."bukan nya menjawab dan menuruti permintaan mama mertua nya Tania malah bertanya tentang suami nya, entah mengapa semenjak kepergian Dion hati nya menjadi tidak tenang....
"Sayang percayalah pada Suami mu, dia baik-baik saja, mama yakin itu, jangan menghukum anakmu seperti ini, dia juga butuh nutrisi yang cukup...."Hati Tania tergerak, ia pun meminta makanan itu lalu memakan nya,.....
__ADS_1