Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
98) Kematian nenek Ami


__ADS_3

Bram mematung kala melihat mama nya pingsan tak sadarkan diri, ia langsung bersimpuh dihadapan sang mama memeluk tubuh renta itu, Bianka yang takut ketahuan pun memilih pergi dari rumah yang kini penuh dengan darah itu, karna para pengawal Dion mulai berdatangan....


Dan alhasil pasukan Dion pun menang, semua kini berlari kearah nenek Ami....


"Cepat bawa nenek kerumah sakit...."seru Dion, Bram pun mengangkat tubuh mama nya dan membawa nya....


Semua keluarga telah berkumpul diluar ruangan menunggu Dokter yang tengah memeriksa keadaan nenek Ami, tak ada satupun diantara mereka yang bersuara larut dalam kesedihan masing-masing, sedari tadi Bram dan Tomi hanya mondar mandir ingin segera mengetahui keadaan perempuan yang telah melahirkan dan menjaga mereka hingga besar....


Sekitar 30 menit berlalu, Dokter pun keluar dengan kepala tertunduk, ayah Tomi dan Om Bram seketika menghampiri Dokter dan menanyakan keadaan sang mama...


"Dok bagaimana keadaan mama saya, dia tidak apa-apa kan, mama saya baik-baik saja kan?...."Bram mengguncang tubuh Dokter itu,....


"Maafkan kami tuan, kami telah berusaha semaksimal mungkin tapi peluruh bersarang terlalu dalam didada nya sehingga beliau tidak dapat terselamatkan...." Ujar Dokter menjelaskan...


Duaaar.....


Bak tersambar petir kedua bersaudara itu seketika jatuh terduduk dilantai, mama Rima memberikan Leon pada Wilda kemudian memeluk suaminya yang kini dalam keadaan tak berdaya....


"Mama, hikss,, hikss ma jangan tinggalkan Bram...."Bram menangis pilu, ia mencoba untuk berdiri dengan kakinya yang seperti tak bertulang, segera Vino membantu dan memapah Bram masuk untuk melihat jasat sang mama untuk yang terakhir kalinya....

__ADS_1


Papa Tomi pun segera bangkit dan menyusul sang kakak melihat mama nya dibantu oleh sang istri....


Tangis semua orang pecah kala Bram membuka kain putih yang menutupi wajah nenek Ami, terlihat wajah pucat dan mata terpejam kuat...


"Ma tolong bangun, jangan tinggalkan Bram, Bram bel cukup berbakti pada mama, aku ingin menebus semua kesalahan ku padamu ma tolong jangan tinggalkan Bram...."Bram menangis histeris mengguncang tubuh kaku itu berharap ada keajaiban, terlintas semua masa lalu Bram dimana saat ia melawan mama nya untuk hidup dengan Monika hal itu semakin membuat Bram terluka dan tak bisa menerima kenyataan jika mama nya telah tiada,...


Sementara Dion, lelaki itu hanya duduk meringkuk dipojok tak kuat untuk berdiri dan menatap wajah sang nenek, sungguh menyesal karna tak bisa melindungi wanita tua itu hingga ia pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, hidup Dion kini semakin berantakan, istri nya belum ia temukan dan tidak mengetahui keberadaan nya sekarang ia kembali diuji dengan kehilangan sang nenek tercinta....


Jasad nenek Ami pun dibawa pulang kerumah Dion, karna nenek Ami akan dimakamkan di pemakaman keluarga Dion, wanita tua itu akan berbaring disamping makam suaminya, karna jauh sebelum beliau meninggal dia selalu berpesan untuk dimakamkan disamping makam suaminya....


Setelah semua proses memandikan hingga menshalati jenasah, ia pun dibawa kerumah terakhir nya, Bram dan Tomi beserta Dion turun langsung Lian lahap untuk menerima jenasah dan memasukkan nya kedalam tanah.....


Bianka yang juga menghadiri pemakaman tersenyum puas melihat kehancuran keluarga Dion, Bianka tentu sangat bahagia karna dia bisa membunuh istri dari pembunuh orang tuanya dulu...


Dion dan Vino kini sedang duduk berhadapan saling diam hanyut dalam pikiran masing-masing, Vino tentu sedih karna lagi dan lagi ia gagal melindungi keluarga Tuan nya, sungguh tak ada dipikiran Vino jika semua ini akan terjadi...


"Vin apa kamu tidak merasa jika ada musuh yang sedang berkeliaran di dekat kita, maksud ku apa kamu tidak curiga ada musuh dalam selimut...."Dion yang lama terdiam seketika mengeluarkan pendapat....


"Saya juga merasakan hal yang sama Tuan muda, apa lagi penyerangan ini seperti sudah direncanakan dengan sangat matang terlihat dari letak para musuh, mereka seperti telah tau titik rumah itu...."Keduanya saling pandang seakan berbicara dalam hati ke hati....

__ADS_1


"Bayu?..."kedua nya kompak menyebut nama Bayu,...


"Apa mungkin Bayu bekerja sama dengan Sera Tuan muda, karna saat penyerangan terjadi, Bayu menghilang begitu saja dan sampai sekarang tidak muncul-muncul...."Vino mengeluarkan pendapat yang disetujui oleh Dion....


Tanpa mereka sadari, Bianka juga sedang berada didalam ruangan Dion tentunya untuk memata-matai Dion dan Vino, Bianka semakin senang karna Dion dan Vino mencurigai Bayu yang sebenarnya dia adalah dalang dibalik semua bencana yang telah menimpa keluarga Dion....


"Bagus tak ada yang curiga dengan ku sama sekali, dengan begitu aku bisa melancarkan semua serangan-serangan yang telah aku persiapkan dengan sangat matang, aku akan membunuh semua keluarga Dion dengan tangan ku sendiri...."Kelakar Bianka dalam hati.....


Pa, mama tau papa sangat sedih karna kematian mama, tapi papa juga harus jaga kesehatan, seharian ini papa belum makan sama sekali, ini sudah hampir tengah malam loh pa, mama ambil makan ya mama takut papa sakit...."Mama Rima menghampiri sang suami membujuk nya untuk makan karna papa Tomi belum makan dari pagi, tentu wanita beranak satu itu tak ingin jika suami nya jatuh sakit....


"Papa ngak lapar ma, mama saja yang makan..."Ujar papa Tomi menolak, pandangan lelaki itu kosong, menatap dinding yang polos, air mata pun tak henti-hentinya mengalir, mama Rima tentu sangat terpukul karna sikap suami nya...


"Mas, aku tau kamu sangat terluka, tapi kamu masih lebih beruntung dari mas Bram, selama ini kamu selalu berada disamping mama selalu menjaga mama, sementara mas Bram bertahun-tahun dia berada jauh dari mama, dia butuh dukungan kamu mas, jika bukan kamu siapa lagi yang bisa menenangkan dia..."mendengar ucapan sang istri yang menyebut nama kakak nya papa Tomi langsung menoleh, mungkin benar apa kata Istri nya masih ada sang kakak yang masih butuh dirinya, selama ini dia selalu bersama mama nya sementara kakaknya pernah berpisah dari mama nya, Papa Tomi pun menghapus air matanya dan memcoba untuk tegar demi sang kakak, ia memeluk sang istri dan mengucapkan banyak terimakasih karna telah menyadarkan nya....


Tok-tok....


Mama Rima terkesiap saat mendengar suara ketukan dipintu yang begitu nyaring, seketika ia membuka pintu dan terkejut melihat pelayan berdiri didepan pintu dengan wajah panik....


"Anu Nyonya besar, Tuan-tuan muda kecil tak ada dikamar nya, saya melihat seorang perempuan membawa nya pergi...."Ujar pelayan itu dengan panik, Mama Rima hampir saja pingsan mendengar ucapan pelayan, namun segera ia berlari menuju ruangan Dion untuk memberitahu jika Leon di culik....

__ADS_1


__ADS_2