
Vino terbangun dari tidur nya, memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, ia mengerjap beberapa kali saat cahaya matahari mengintip lewat jendela, dan mengenai wajah tampan nya...
"Kenapa kepada ku sangat pusing?...."keluh Vino memijit kepala nya, ia duduk dan meraih gelas diatas nakas meneguknya isinya hingga habis tak tersisa, tenggorokan nya terasa sangat kering...
Saat Vino hendak turun dari ranjang, sektika dia terkejut saat menyadari dirinya sedang dalam keadaan telanjang bulat, heran tentu nya dia yang tak pernah tidur telanjang tau-tau bangun sudah tak menggunakan pakaian apapun....
Vino melihat kesamping, dan betapa terkejutnya Vino saat melihat Bianka yang tertidur disamping nya, terlihat wanita itu juga sedang dalam keadaan sama seperti nya yang tak mengenakan pakaian gegas Vino langsung meraih handuk yang tergantung dikursi lalu mengenakan nya, wajahnya kini merah padam menahan amarah, tentu sangat tidak suka dengan kehadiran Bianka....
"Bianka bangun, apa yang telah kamu lakukan dikamar ku hah?...."Bentak Vino setengah berteriak, Bianka yang terkejut pun langsung membuka matanya dan melihat Vino bertelanjang dada....
"Kenapa kamu bisa ada dikamar ku hah?..."melihat Bianka diam saja membuat kemarahan Vino semakin meledak-ledak, seketika kepala Bianka tertunduk dan tak lama kemudian wanita itu terdengar terisak membuat Vino semakin kebingungan....
"Apa kakak tidak ingin apa yang telah kakak perbuat padaku, kakak telah menyeret ku kesini hingga melakukan hal yang tak sepantasnya terjadi, mengapa kakak melakukan ini padaku, katanya kakak tak mencintai ku aku bisa menerima itu dengan lapang dada tapi kenapa kakak merampas apa yang telah aku jaga selama ini kak kenapa, sekarang siapa yang mau menerima Bianka dalam keadaan yang tidak perawan lagi...."Bianka menangis tersedu-sedu, sementara Vino hanya diam saja mencerna ucapan Bianka....
"Apa maksud mu aku tak mengerti apa yang telah aku rampas, jangan membuat cerita yang tidak benar Bianka, bahkan aku tak mengingat apapun...."rasanya Vino sulit menerima kenyataan jika memang dia telah melakukan sesuatu pada Bianka merutuki kebodohan nya yang tak mengingat kejadian apapun tadi malam.....
__ADS_1
"Apa kakak lupa, kakak menyeret ku yang sedang menyiapkan makanan untuk kakak didapur lalu membawaku kesini dan melakukan hal itu padaku, kakak jangan pura-pura lupa atas apa yang telah kakak perbuat, lihat pakaian itu semua itu kakak yang merobeknya...."Vino melihat kearah yang ditunjuk oleh Bianka dan melihat beberapa pakaian yang tergeletak disana dengan keadaan yang sudah tak layak dipakai karna telah robek....
Vino terduduk dikursi dekat nakas memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, ia melihat Bianka yang duduk meringkuk seraya memegang erat selimut menutupi tubuhnya yang mungkin telanjang sama seperti nya, Vino masih terlihat kaget dengan ini semua....
"Maafkan aku Bianka, aku tak bermaksud untuk menodaimu, aku justru tak mengingat apapun aku berani bersumpah akan hal itu...."melihat Bianka yang menangis terus menerus membuat kepala Vino hampir pecah, masalah perusahaan belum selesai sekarang ditambah lagi dengan masalah Bianka....
"Aku akan bertanggung jawab akan hal ini kamu tak perlu khawatir, secepatnya aku akan menikahimu setelah semua masalah perusahaan telah selesai, tapi tolong jangan menangis lagi...."Vino mendekat dan mengelus kepala Bianka menenangkan wanita yang telah ia rengut kesucian nya itu...
Bianka yang semula menunduk dan menangis seketika mengangkat wajahnya menatap Vino...
"Makasih ya kak, aku kira kakak akan meninggalkan aku setelah ini, aku takut kak tidak ada yang menerima ku jika mengetahui kalau aku tidak perawan lagi...."Bianka memeluk tubuh Vino dengan erat merasa lebih tenang karna Vino berjanji akan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan padanya tadi malam...
Setelah merasa tenang, Bianka pun menuju kamar nya dengan membalut tubuh nya dengan handuk sementara Vino bersiap-siap untuk kentor walaupun sangat terlambat, ia tau betul jika Dion pasti semakin kecewa padanya karna hal ini, dan saat Vino melihat ponsel nya dia begitu terkejut saat melihat beberapa panggilan Dion yang tak ia jawab, Vino tentu semakin bingung melihat ponsel nya yang yang ada di mode getar padahal selama ini dia tidak pernah menyetel ponsel nya berada di mode itu....
Seketika Vino merasakan ada yang tidak beres, ia pun memutuskan untuk mandi dan berangkat kekantor....
__ADS_1
.....
Saat sampai dikantor, benar saja Dion marah besar pada nya, ia hanya diam mendunduk menerima kemarahan Dion....
"Sebaiknya kamu libur saja untuk beberapa waktu kedepan Vino seperti nya kamu sedang banyak masalah, selesai pekerjaan mu dulu sebelum kamu kembali masuk kedalam perusahaan untuk bekerja, aku tidak ingin karna urusan pribadi mu perusahaan yang mendapatkan imbas nya, aku akan mengurus perusahaan sendiri untuk sementara waktu...."Dion terlihat sangat kecewa terdengar dari tarikkan napas nya dan keputusan yang ia ambil...
"Tapi Tuan saya tidak bisa membiarkan Tuan berada dalam situasi ini sendiri, saya minta maaf karna telah melakukan kesalahan, saya berjanji akan melakukan yang terbaik dan tidak lalai lagi dalam bekerja..."Menyesal, itulah yang kini Vino rasakan apa lagi saat tatapan kedua nya bertemu, wajah Dion terlihat begitu lelah apa lagi keadaan pria itu tidak lah baik,....
"Coba mengertilah Vino, akhir-akhir ini aku melihat kerjamu semakin menurun, aku rasa kamu kelelahan, mungkin kamu butuh istirahat sejenak, aku memberikan mu waktu untuk beristirahat dan bersenang-senang menyelesaikan urusan pribadi mu terlebih dahulu sebelum kembali masuk bekerja, sekarang keluar lah!!..."Tentu Vino sangat kecewa atas keputusan yang Dion berikan, ia pun menunduk kan kepala nya memberi hormat setelah nya keluar dari ruangan Dion....
Vino duduk dikursi taman melihat orang-orang yang berlalu lalang, berharap pikiran nya sedikit tenang,....
Seketika mata Vino menyipit kala melihat perempuan yang tak asing di mata nya sedang berjalan bersama pria, Vino segera berdiri mengikuti gadis dan lelaki itu masuk kedalam sebuah restoran....
Vino mencari keberadaan Wilda dan Bayu, hingga ia kembali melihat kedua insan itu sedang duduk dipojok restoran seraya mengobrol, terlihat kedua nya sangat dekat, Bayu tak henti-hentinya menatap wajah cantik Wilda membuat hati Vino serasa terbakar api cemburu, ingin mendekat dan membawa Wilda pergi dari tempat itupun rasanya tidak mungkin, ada banyak mata yang akan melihat nya...
__ADS_1
Niat ingin menenangkan pikirannya justru malah semakin membuat pikiran Vino menjadi kecau melihat kedekatan keduanya, tak ingin lama-lama menyaksikan Bayu dan Wilda, Vino memilih pergi untuk mencari ketenangan agar bisa berpikir jernih kembali dan bisa menyelesaikan masalah dengan cepat...