Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
78) Kematian Monika


__ADS_3

Monika meringis kesakitan saat cambuk Dion Kembali melayan ditubuhnya yang penuh dengan darah, Dion begitu murka saat mendengar jika Monika berusaha untuk kabur, tanpa ampun Dion terus menghentakkan cambuk nya menghantam tubuh Monika, tubuh yang dulunya selalu ia elus dengan lembut dan penuh kasih sayang kini ia siksa bak binatang tak ada rasa kasihan sedikit pun dihati Dion, baginya Monika hanyalah serangga yang mencoba mengganggu Keluarga nya......


"Bunuh saja Aku Dion, aku sudah tak sanggup lagi, aku lebih baik mati, jika kamu tidak membunuh ku maka aku akan berusaha keras agar lepas dari sini dan membunuh istri dan anakmu dengan tangan ku sendiri...."Teriak Monika tanpa takut sedikitpun, sepertinya ia sudah lelah disiksa terus menerus oleh Dion....


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, maka bersiap-siaplah untuk menuju kematian mu...."Ujar Dion dengan pandangan membunuh, ia pun meminta pelayan untuk mengambil pistol untuk nya....


"Selamat menuju kematian mu Monika,...."Dion berucap seraya mengarahkan pistol ke kepala Monika uang berisap-siap untuk mati.....


"Ingat Dion masih ada orang yang mengincar kematian mu dan semua keluarga mu tunggu saja waktunya tiba, dia akan datang dan memnunuh kalain semua...."


Dorr.....


Dorr...


Dorr....


Tiga kali tembakan mendatar tepat dikepala Monika membuat nyawa wanita lemah itu melayang seketika, Dion melempar pistol nya begitu saja dan meninggalkan tempat eksekusi itu setelah memerintah kan para pengawal nya untuk mengubur tubuh Monika secara layak....


"Mas kamu dari mana mengapa bajumu penuh dengan darah?...."Tanya Tania dengan mata membola saat melihat Dion masuk dengan baju penuh darah, seketika Dion melihat baju nya yang ternyata terkena darah saat memberikan pelajaran pada Monika....

__ADS_1


"Ini darah ayam, aku tadi menyembelih ayam sayang rasanya aku ingin makan ayam yang ku sembelih sendiri..."Ujar Dion berbohong seraya mengeluarkan baju nya dan memanggil pelayan...


"Bakar baju bini jangan sampai ada yang tersisa sedikitpun...."Seru Dion pada pelayan seraya memberikan pakaian yang ia gunakan tadi....


"Masa dihas Dion menyembelih ayam, kok aku kayak ngak yakin gitu ya?...."Ujar Tania merasa tidak percaya dengan apa yang Dion katakan padanya,...


"Sudahlah Tania jangan memikirkan hal uang tidak-tidak, mungkin saja apa yang dikatakan Dion benar adanya...."Tania mencoba untuk acuh dan tidak memikirkan semua itu, walaupun hatinya merasa tidak percaya, ia pun tidak ingin ikut campur masalah Dion yang penuh dengan perkelahian, sejak kejadian penyerangan itu Tania jadi tau jika tak sedikit orang yang mengincar keluarga suaminya, ia hanya bisa berdoa agar semua nya berada dalam lindungan yang maha kuasa.....


Tak lama kemudian, Dion pun keluar dari kamar mandi, ia menghampiri Tania yang sedang sibuk membaca buku cerita, kini wanita hamil itu memiliki hobi membaca karna ia sempat meminta untuk kembali bekerja tapi dengan tegas Dion menolak karna tidak ingin Tania terlalu kesusahan dan bisa mempengaruhi kesehatan istri dan bayinya....


"Mas bagaimana keadaan nenek kenapa dia belum pulang juga?..."Tania berhenti membaca buku kala melihat Dion telah duduk disampingnya, segera ia memeluk tubuh Dion dan menghirup bau suaminya yang begitu harum....


....


Setelah makan malam dan memastikan istri nya telah tidur, Dion masuk kedalam ruang kerja nya, berjibaku dengan laptop diatas meja, sejenak Dion berhenti saat mengingat kata-kata Monika sebelum ia menembak nya hingga mati...


"Entah siapa yang Monika maksud, aku harus mencaritahu nya dan melenyapkan sebelum dia menyakiti salah satu keluarga, tidak akan kubiarkan siapapun mengganggu ketenangan mereka walaupun nyawa taruhannya...." Walaupun penasaran, Dion mencoba fokus pada pekerjaan nya, ia akan mencari tahu informasi tentang apa yang dikatakan oleh Monika sebelum meninggal....


Keesokan paginya, Dion berangkat kekantor dijemput oleh sang asisten pribadinya, tentang kematian Monika, tentu Vino tau karna Vino turut serta menghadiri pemakaman Monika tadi malam, sementara Dion hanya sibuk pada pekerjaan nya yang menumpuk....

__ADS_1


"Vino kamu cari tau siapa saja rekan yang terlibat dengan Monika, karna sebelum aku menghabisinya dia mengatakan jika masih ada seseorang yang akan mengincar keluarga ku, aku sangat yakin jika masih ada komplotan Monika yang bebas berkeliaran diluar sana,...."Titah Dion yang segera diangguki oleh Vino....


"Saya juga merasakan hal yang sama Tuan, saya akan mencoba mencari tahunya..."keadaan pun kembali hening, sampai Dion melihat wajah lesuh Vino di spion....


"Apa kamu ada masalah, kulihat wajah mu tak seperti biasanya,...."seakan hari kedua telah terikat sebagai partner dalam keadaan apapun Dion menyadari jika ada yang tidak beres dengan sang asisten....


"Saya tidak apa-apa Tuan muda, saya baik-baik saja seperti hari-hari biasanya..."jawab Vino berbohong, sebenarnya ia masih memikirkan tentang sikap Wilda padanya, saat sampai dirumah nya pun ia kembali menelfon Wilda sekedar menanyakan Wilka tapi Wilda malah memblokir nomornya membuat Vino semakin bingung dengan sikap ibu satu anak itu....


.....


"Aku akan membalas semua perlakuan mereka terhadap mu dan Om Jack kak, tak akan ku biarkan satupun dari mereka, itu janjiku padamu,...."seseorang mengerang keras saat mendengar kematian sang kakak dan Om nya yang sangat tragis, benci dan dendam bercampur menjadi satu kala mendengar dari anak buahnya jika saudara perempuan nya dan Om nya telah meninggal ditangan Dion dan asisten nya....


"Sepertinya aku harus memulai rencana pertama ku, aku akan menaklukkan hatinya terlebih dahulu sesudah itu melenyapkan semua orang yang menjadi sasaran empuk ku...."Wanita itu menyeringai memandang foto keluarga Dion menandainya satu persatu....


Dari raut wajah wanita itu menunjukkan bahwa ia sangat dendam terhadap Dion dan keluarga nya....


Bagaimana ya jika mereka tau aku adalah adik Monika, untung saja aku mendengarkan Monika untuk tidak mengungkap siapa diriku sebenarnya ternyata ini adalah alasan utama Monika merahasiakan identitas ku, kamu tentang saja kak aku akan membalas kan dendam kalian, akan aku perlakuan keluarga Dion dengan sangat keji hingga menangis darah ingin dibunuh sama sepertimu....."mungkin saja perempuan itu tidak tau jika Dion bukan lah orang sembarangan apa lagi sekarang ia lebih berhati-hati karna mengetahui jika masih ada rekan Monika yang ingin mengincar nya dan keluarganya....


Wanita itu meneguk minuman keras dihadapan nya dengan satu kali tegukan saja, mengetuk meja dengan jemari-jemari lentiknya.....

__ADS_1


__ADS_2