Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
61) Bersatu kembali


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu kini Tania memantapkan hatinya untuk bertemu sang suami, Tania menatap rumah yang ia tinggalkan selama lebih dari 3 bulan lamanya, tidak ada satupun yang berubah, semuanya masih sama seperti dulu, perlahan Tania melangkah masuk, pelayan dan pengawal yang ia lewati sangat terkejut sekaligus senang melihat Tania telah kembali.......


"Nona, kami sangat senang Nona muda kembali, jangan pergi lagi Nona muda, Tuan muda selalu menjadikan sasaran amukan nya disaat dia sedang merindukan Nona muda...."Kepala pelayan yang terlihat masih cukup muda mendekati Tania diikuti pelayan lain nya, senyum mengembang selalu terpancar di bibir mereka kala mengetahui jika pawang tuan muda telah datang....


Selamat ini Dion selalu menjadikan mereka semua bahan amukan walaupun tidak melakukan kesalahan,....


"Maafkan saya ya, karna saya kalian jadi korban kekesalan Dion, saja berjanji tidak akan meninggalkan rumah ini lagi..."Setelah cukup lama mengobrol dengan para pelayan, Tania pun naik kelantai dua menuju kamar suaminya, entah apa uang dilakukan Dion saat ini tidak ada yang tau, yang jelas lelaki itu telah pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 5 sore....


Perlahan Tania mendorong pintu yang sedikit terbuka dan seketika mata nya terbelalak tak kalah melihat begitu banyak botol minuman yang berserakan dimana-mana, Tania mengedarkan pandangannya mencari sosok lelaki yang beberapa bulan ini ia rindukan, hingga mata nya menangkap laki-laki itu sedang berbaring dilantai seraya memeluk botol....


Bau minuman itu menyeruak dalam kamar mereka hingga Tania mual dibuatnya, tapi ia menahan nya sekuat tenaga dan terus melangkah masuk menuju suami nya yang berbaring di lantai tepat disamping ranjang dekat nakas....


"Tania tolong kembalilah sayang, aku sangat merindukan mu, maafkan aku yang telah membuat hatimu terluka, tolong kembalilah sayang...."Dion berteriak seraya meneguk minuman yang ada ditangan nya, Tania sangat hancur dibuat nya, ia tidak menyangka jika kepergian nya akan membuat Dion hampir gila...


"Mas Dion...."Dion seketika menoleh dengan cepat saat mendengar suara wanita yang sangat ia rindukan, dan netra hitam pekat itu seketika mengeluarkan buliran bening Melihat Tania berdiri tak jauh darinya,....

__ADS_1


"Aku bahkan selalu melihat bayangan mu dimana-mana Tania, tapi setidaknya itu telah mengobati sedikit rinduku padamu..."Dion meluruskan pandangan nya menatap langit-langit kamar, ia berpikir jika itu hanya hayalan nya saja....


"Ini benar-benar aku mas, Tania wanita yang kamu rindukan...."Tania kembali berucap, seketika Dion duduk dan menatap Tania baik-baik,...


Plakkk....


Plakkk....


Menampar pipi nya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya yang telah mabuk berat, selama Tania pergi, Dion akan menghabiskan waktunya untuk meminum minuman keras itu, semua dilakukan Dion agar sedikit lebih tenang...


Tania memeluk tubuh Dion dengan erat, melepaskan kerinduan yang selama ini ia tahan, walaupun dia ingin sekali mutah karna aroma yang sangat tidak sedapat dihidung tapi tetap ia tahan agar bisa melepaskan semua kerinduan nya pada sang suami...


"Mas bangun mas, mas Dion...."Tania panik, gegas ia memanggil beberapa pengawal dan pelayan untuk membantu nya mengangkat tubuh Dion keatas ranjang dan membersihkan kamar yang berantakan itu, Tania tertegun saat berjalan kesofa, terlihat beberapa fotonya tergeletak disana, tangan Tania terangkat mengambil satu foto pernikahan nya dengan Dion, air mata Tania kembali menetes sungguh Dion sangat tersiksa selama ini...


Jam menunjukkan pukul 2 malam, Dion baru tersadar dari mabuk nya, ia melihat kesamping dan sangat terkejut saat melihat Tania sedang terlelap di samping nya, Dion masih sedikit tidak percaya, berkali-kali mengucek mata nya mengira itu hanyalah angan-angan nya saja....

__ADS_1


"Tania benar-benar pulang, dia benar-benar ada disampingku? Terimakasih ya Tuhan telah mengembalikan Tania padaku, aku berjanji tidak akan pernah membuat nya bersedih lagi...."Dion begitu bahagia mencium kening dan wajah Tania berkali-kali, membuat Tania merasakan sesuatu hal yang aneh karna ulah nya ia pun terbangun...


"Kamu sudah bangun mas...."Tania duduk kemudian menyandarkan punggungnya menatap wajah lelaki yang kini terus tersenyum padanya....


Dion sangat bahagia tanpa permisi langsung memeluk Tania dengan sangat erat, karna bahagia atas kedatangan nya kembali...


"Mas jangan kencang-kencang meluk nya, kasihan dedek bayinya tertindih tangan besar kamu...."Dion langsung melonggarkan pelukannya saat mendengar ucapan Tania,....


"Maafkan aku sayang, aku sangat senang, aku kira semua ini hanyalah mimpi, ternyata kamu benar-benar ada disini, aku sangat bahagia, terimakasih telah kembali kesisiku lagi...."Tania tersenyum dan mengangguk kan kepala nya mengelus lembut wajah Dion yang telah ditumbuhi bulu-bulu halus, sangat terlihat jika Dion tidak merawat kulit wajah nya....


Dion beralih ke perut Tania, mengelus nya dengan lembut, Dion bisa merasakan jika perut Tania kini sudah besar, buliran air mata jatuh dari mata nya kebahagiaan yang Dion rasakan saat ini sungguh luar biasa....


"Maaf karna disaat masa sulitmu mengidam aku tidak ada disamping mu menemani dan memberikan apa yang kamu inginkan, rasanya aku tidak cukup baik sebagai suami dan ayah untuk anak kita...."Tania menggelengkan kepalanya menggenggam kuat tangan Dion....


"Tidak apa-apa mas, bayi kita juga tidak pernah menginginkan hal yang aneh, kalau aku menginginkan sesuatu mama dan Nenek selalu sedia ada untuk ku kapanpun...."Dion terdiam kemudian menatap Tania seolah mengintimidasi....

__ADS_1


"Iya, mama, papa, Nenek serta Vino tau keberadaan ku selama ini, hanya saja aku minta pada mereka untuk diam dan tidak memberitahu tentang keberadaan ku, bahkan disaat Wilda melahirkan aku juga berada disana, tapi waktu itu aku belum siap menemuimu....."Dion begitu terkejut mendengar kejujuran Tania, ternyata selama ini keluarga nya mengetahui keberadaan sang istri tapi tidak memberitahu nya, bahkan Vino turut serta dalam menyembunyikan Tania, sungguh diluar dugaan Dion....


"Jangan marah ya mas, semua ini aku lakukan untuk melindungi anak kita dari orang-orang jahat termasuk Monika, awalnya aku berniat memberitahumu tapi aku takut jika Monika tau dia bisa berbuat jahat pada anak kita sebelum ia lahir...."Dion mengangguk perlahan, mencoba mengerti posisi Tania saat itu, mereka pun melepas rindu dengan hanya berpelukan tanpa melakukan apapun, melihat Tania yang sangat mengantuk dan sekali-kali menguap membuat Dion tidak tega meminta jatah, dan pada akhirnya, kedua nya pun hanya tidur seraya berpelukan


__ADS_2