
Prankkk.....
Tania terlonjat kaget saat tak sengaja menyenggol bingkai foto sang suami, segera ia mengambil foto Dion dan memandangi nya, entah kenapa dan bagaimana perasaan cemas menghampiri nya begitu saja....
"Semoga kamu baik-baik saja mas,..."walaupun sangat cemas, Tania tetap mencoba berpikir positif, berharap dan terus berdo'a untuk keselamatan sang suami yang sedang jauh dari nya saat ini....
.....
Sementara Dilain tempat, Dion menghela napas panjang menatap ponselnya yang kini mati karna kehabisan baterai, baru saja ingin menghubungi sang istri bermaksud menyampaikan jika ia sudah sampai harus mengurungkan niatnya karna ponselnya mati, segera Dion mengecas nya setelah ia pun memutuskan untuk mandi walaupun sekarang sudah larut malam.....
.....
Keesokan paginya, Dion dan Vino pun turun langsung kelapangan melihat proyek yang sedang mereka kerjakan, Dion dan Vino begitu ramah menyapa para buruh yang sedang bekerja, tak lupa Dion menyuruh sang asisten untuk membelikan makanan dan minuman untuk para pekerja sekedar untuk menyemangati mereka....
Tak ada yang menyadari jika jauh dari tempat itu, seseorang sedang mengarahkan sebuah senapan kearah Dion, dia adalah seorang penembak jitu yang dibayar mahal oleh Monika dan Om Jack untuk melenyapkan Dion....
Jarak yang cukup jauh tak jadi penghalang untuk membidik Dion dengan tepat, apa lagi alat yang ia gunakan adalah alat yang dibeli langsung diluar negeri, siapa pun yang terkenal mustahil akan bertahan hidup dan itu yang Monika dan Om Jack ingin....
"Setelah kamu, giliran wanita tua itu dan semua keluarga kamu Dion, keturunan keluarga mu tidak akan pernah ku biarkan hidup satupun dari mereka, bahkan anak yang masih ada didalam kandungan Tania sekalipun...."Gumam Monika menatap Dion penuh kebencian....
"Segera lakukan!!...."Titah Monika yang langsung diangguki oleh penembak jitu itu, Dion pun mulai dibidik dari jarak jauh tepat di jantung nya,....
__ADS_1
1 2 3.....
Plusss...
Peluruh itu pun melesat sempurna dan bersarang didada Dion, seketika Dion ambruk memegang dadanya yang terasa sangat sakit, Vino yang berdiri disamping tuan nya begitu terkejut saat melihat tuan nya jatuh ketanah, ia langsung berjongkok dan memanggil para pengawal untuk melindungi Dion dari serang lagi,...
"Tuan, bangun tuan, jangan membuatku takut...Vino mengguncang tubuh Dion yang sudah tak sadarkan diri, Vino pun mengangkat tubuh Dion dibantu oleh pengawal dan langsung membawa nya kerumah sakit...
Sementara penembak jitu itu mendelik kesal karna salah sasaran, niat ingin menembak jantung Dion seketika melesat karna Dion melakukan sedikit pergerakan, tapi penembak jitu itu memastikan jika keadaan Dion kini sangat lah buruk karna ia yakin peluruh itu bersarang cukup dalam bahkan hampir menembus dada Dion....
Dion langsung dilarikan kerumah sakit, Vino dengan emosi membuncah mengeluarkan sifat bringas nya, berjalan berteriak memanggil Dokter untuk segera menangani sang Tuan dan memerintahkan semua pengawal memperketat penjagaan, ia juga memerintahkan untuk menyiapkan ruangan khusus yang dilapisi kaca anti peluruh apapun...
''Aku akan membunuh orang yang telah melakukan ini pada Tuan muda dengan tangan ku sendiri, itu adalah sumpah ku...."Ujar Vino dengan sorot mata tajam dan tangan terkepal kuat....
.....
Sekitar 3 jam lamanya, Vino menunggu Dokter yang masih menangani Dion, lelaki berbadan kekar itu pun masih terbaring dimeja operasi, Dokter dengan hati-hati mengeluarkan peluruh yang bersarang di dada Dion yang sangat dalam seraya memantau keadaan Pasien.....
....
"Mas Dion..."Tania terbangun dari tidurnya, mengambil air minum yang terletak diatas nakas lalu menguknya hingga habis, keringat bercucuran didahi dan lehernya seperti ia baru saja berlari lebih dari 500 meter...
__ADS_1
"Kamu kenapa mas, kenapa perasaan ku tidak enak begini,..."Tania mencoba tenang, menghapus air matanya, gegas ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor telepon suaminya tapi tak kunjung aktif, Tania kemudian beralih menelfon Vino berharap jika Vino dapat mengangkat nya tapi sialnya nomor Vino pun juga tidak aktif membuat Tania semakin khawatir dan menangis sesenggukan...
"Hiksss,,,, Kamu kenapa mas, kenapa hatiku tidak tenang seperti ini, apa yang terjadi dengan mu...."dengan air mata yang berderai, Tania terus mencoba dan mencoba menghubungi Dion dan Vino secara bergantian tapi tak ada yang aktif satupun dari keduanya, membuat Tania semakin dibuat khawatir....
Clekk....
Pintu terbuka lebar, terlihat mama Rima masuk dengan wajah panik, ia menghampiri sang menantu kesayangan dan menanyakan keadaan Tania...
"Kamu kenapa sayang kok menangis, apa kamu sakit atau kamu terjatuh?..."mama Rima memeluk menantu nya dan mengusap punggung Tania dengan lembut, berharap Tania akan tenang dan berhenti menangis....
"Ma, Aku mimpi buruk, aku mimpi kalau Mas Dion meninggal, aku sangat takut ma terjadi sesatu pada nya, aku sudah berusaha menghubungi Dion ataupun Vino tapi keduanya sama-sama tidak aktif,...."Tania pun menceritakan mimpi buruk nya uang seakan sangat nyata, mama Rima hanya berusaha menenangkan menantu nya walaupun hati nya juga sangat gelisah dan khawatir, tapi tak ia tunjukkan karna tidak ingin Tania semakin gelisah karna itu bisa saja mempengaruhi kesehatan Tania dan bayi yang ada dalam kandungan...
"Kamu tidak perlu khawatir sayang, mama yakin Dion baik-baik saja, mungkin dia sedang bekerja atau ada pertemuan penting jadi dia tidak mengaktifkan ponselnya,...."Mama Rima melepas pelukannya dan membelai kepala Tania mencoba menenangkan sang mantu....
"Tapi ma mimpi itu terasa sangat nyata, Tania takut sangat takut, ngak papa kan ma kalau Tania menyusul mas Dion, Tania hanya ingin memastikan keadaan nya saja, setelah itu aku akan langsung balik...."Ujar Tania meminta izin kepada mertua nya untuk menyusul Dion, tapi dengan tegas Mama Rima melarangnya..
"Tidak Tania, mama maupun papa kamu tidak akan mengizinkan kamu untuk pergi, kamu tau sendiri kan jika diluar sangat berbahaya, apa lagi kamu sedang mengandung, percaya pada mama Suami kamu itu baik-baik saja...."Tania terdiam, ia mengelus perutnya dan memikirkan perkataan mama mertua nya...
"Iya ma, maaf Tania lupa jika Tania sedang hamil karna ke khawatiranku pada mas Dion, semoga saja dia benar-benar baik-baik saja disana...."Mama Rima tersenyum kala mendengar ucapan Tania....
"Ya sudah sayang, kamu tidur lagi ya, mama akan temenin kamu sampai tertidur, kamu jangan banyak pikiran kasihan bayi kamu...."Tania pun mengangguk kemudian memejamkan mata nya mencoba untuk tidur kembali.....
__ADS_1