Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
91) mengetahui kebenaran


__ADS_3

Dion mendatangi sang nenek saat mendapatkan telfon dari Vino asisten pribadinya, mengetuk pintu dengan pelan berharap sang nenek masih terbangun, karna tak mendapatkan jawaban, Dion pun membuka pintu yang ternyata tak terkunci,....


Dion memasukkan kepala nya dan mengedarkan pandangannya, terlihat sangat nenek yang baru keluar dari kamar mandi, Dion pun membuka lebar pintu itu dan masuk....


"Nenek belum tidur?..."Tanya Dion membantu sang nenek untuk duduk dirajang....


"Pertanyaan mu itu sungguh aneh Dion, jelas-jelas kamu melihat nenek masih duduk begini, ada apa kamu kesini?...."Dion hanya terkekeh mendengar ucapan neneknya itu...


"Ada yang ingin Dion tanya kan pada nenek...."kini Dion berada di mode serius, tentu membuat nenek sedikit bingung....


"Tanyakan saja, jika nenek tau, pasti nenek jawab....."


"Nek, ada apa dengan masalalu Kakek mengapa keluarga Monika terlihat begitu dendam dengan keluarga kita, apa yang terjadi dulu Nek, Dion sangat membutuhkan informasi?...."Nenek terlihat terkejut mendengar pertanyaan Dion, seketika wajah nya menegang, nenek Ami pun menatap wajah cucunya dan menarik napas panjang....


"Sebenarnya dulu kakek kamu...."


Flashback On....


"Kek hati-hati jalanan licik habis turun hujan, kita lagi membawa anak kecil,...."Nenek Ami memperingati suami nya agar lebih pelan mengemudi....


"Ini sudah pelan nek, tak usah banyak protes, pegang saja Dion dengan erat, entah mengapa Rima dan Tomi menitipkan Dion pada kita, padahal mereka tau sendiri jika kita sudah tua untuk menghadapi Dion yang super aktif..."Terlihat kakek merengkuh kesal kala Dion memcoba untuk memutar setir mobil, nenek Ami pun tak tinggal diam ia mencoba untuk mendekap tubuh Dion yang memberontak....


"Kakek Dio ingin menyetil...."Rengek Dion berusaha lepas dari pelukan erat sang nenek...

__ADS_1


"Tidak boleh Dion, itu sangat bahaya, anak kecil tidak boleh menyetir, nanti ya tunggu Dion besar baru Dion bisa menyetir..."Nenek Ami mencoba untuk memberikan sang cucu pengertian tapi namanya anak kecil Dion tak mendengar dan terus mengganggu dan kakek yang fokus pada kemudi...


"Kakek bial Dion yang putal, Dion mau putal lodanya...."Dion terus mengapa-gapai ingin memutar setir mobil, Kakek yang kesal pun menyingkirkan tangan Dion dan menyuruh untuk sang cucu Dion...


"Diamlah Dion nanti kita kecelakaan, kamu ini bandel sekali...."Kakek yang melihat kearah Dion pun tak menyadari jika ada mobil yang melaju dengan cepat kearah mobil mereka, hingga nenek Ami berteriak membuat sang suami terkejut dan membanting stir mobil...


Mobil yang hampir menabrak mereka menabrak pembatas jalan dan terjungkir beberapa kali, Nenek Ami dan sang suami pun turun untuk melihat keadaan, segera menghubungi pihak kepolisian dan ambulance untuk menolong korban kecelakaan...


Tak lama kemudian, Pihak kepolisian pun datang bersamaan dengan Ambulance, mereka segera mengeluarkan korban didalam mobil....


"Bagaimana Pak polisi apa masih ada yang selamat?...."tanya Kakek menghampiri polisi yang tengah bertugas...


"Masih ada dua orang yang pak, satunya anak kecil berusia sekitar 8 tahun dan seorang pemuda, ketiga orang lain nya telah meninggal dunia, sepertinya rem mobilnya blong..."Ujar Polisi itu menjelaskan....


Sejak itulah, Monika dan Om Jack menganggap jika mereka lah pembunuh dari keluarga nya, tak ada yang tau jika mereka menyimpan dendam pada keluarga Abraham,....


Flashback On.....


"Jadi itu alasan mengapa nenek tak merestui hubungan om Bram dengan Monika begitu juga dengan Dion?..."Nenek Ami menggeleng keras, dia pun tak tau jika Monika dan Jack adalah korban kecelakaan waktu itu....


"Tidak nak, Nenek sama sekali tidak tau jika Monika adalah salah satu korban kecelakaan waktu itu, mengapa nenek tak merestui hubungan om mu dengan Bram karna Nenek pernah melihat sendiri Monika melayani beberapa tamu yang ingin menyewa nya Di Bar,....


"Saat itu nenek mencari Om mu bersama mama dan papamu, mama mu yang memiliki teman yang ternyata kenal dekat dengan Monika pun menceritakan latar belakang Monika uang seorang wanita sewaan, awalnya kami tidak percaya, hingga teman mama pun memberikan alamat tempat Monika bekerja, ragu tapi penasan kami pun mendatangi tempat itu dan benar saja, Monika sedang berada disana untuk melayani beberapa tamu, dan akhirnya kami pun tau Monika adalah perempuan yang tidak baik tapi Bram tak pernah percaya dan lebih memilih pergi meninggalkan kami demi Monika...."Nenek Ami tau betul bagaimana keras nya Bram waktu itu membela Monika sehingga memiliki pergi meninggalkan keluarga nya demi perempuan itu....

__ADS_1


Setelah mengetahui kebenaran, Dion hanya bisa diam, ternyata dia turut andil dalam balas dendam Monika dan Jack, walaupun polisi mengatakan jika rem mobil mereka blong tapi semua itu tak diketahui oleh keluarga Monika dan tetap menganggap mereka adalah penyebab kematian kedua orang tua nya...


Dion kembali kekamar nya mengecek putra nya yang telah tertidur pulas, kemudian ia beralih keranjang melihat istrinya nya juga sudah tertidur, Dion mencium kening sang istri dan ikut berbaring disamping sang istri,....


Tengah malam Tania terbangun, saat mendengar sang putra menangis, ia meraih tubuh mungil itu itu dan menyusui nya...


"Kamu lapar ya sayang?, Kasihan putra kesayangan mama....."Tania merengkuh tubuh mungil itu memberikan kehangatan, Tania tentu sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu, bahagia tentu nya karna sosok Leon telah hadir melengkapi keluarga nya...


Usai menyusui sang putra, Tania kembali meletakkan Leon di box bayi usai memastikan jika putra nya telah tertidur, setelah nya Tania menuju kamar mandi untuk membuang hajat alaminya....


Saat hendak tidur, Tania dikejutkan dengan sebuah benturan keras dari arah balkon, ia pun yang semua sudah ada diatas ranjang kembali turun dan menuju balkon, membuka nya perlahan dan terkejut melihat beberapa batu besar berserakan dilantai...


Tania terfokus pada salah satu batu yang dibungkus oleh kertas, Tania pun membuka nya dan terkejut saat membaca tulisan yang tertera didalam kertas itu...


"Tania...."Tania terlonjat kaget dan langsung menoleh saat mendengar namanya dipanggil, dia menarik napas lega kala melihat ternyata Dion lah yang berdiri dibelakang nya, Tania langsung menyerahkan kertas itu pada Dion untuk di baca...


"Bersiaplah untuk kehancuran Keluarga mu...."


Dion meremas kertas itu dan membuang nya, menyuruh sang istri untuk kembali kekamar untuk istirahat, sementara dia memutuskan untuk mencari pelaku yang melakukan ini,...


Dion mengerahkan semua pengawal nya untuk untuk mencari penyusup itu tapi tak ada tanda apapun,....


"Sepertinya dia telah mengetahui seluk beluk rumah ini, aku harus lebih waspada lagi agar kejadian ini tak terulang kembali...."Akhirnya Dion kembali masuk kedalam kamar usai memastikan jika keadaan telah aman kembali, ikut berbaring bersama istri dan anak nya, Tania mengambil Leon dari Box bayi dan meletakkan nya diatas rajang, khawatir jika orang jahat masuk kekamar nya dan menculik anak nya, jadi Tania pun menaruh Leon ditengah-tengah agar anak nya aman dari jangkauan orang yang ingin berniat jahat pada putranya.......

__ADS_1


__ADS_2