Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
38) Bekas Orang lain


__ADS_3

Jam pulang kerja tiba, semoga karyawan bergeags menuju rumah masing-masing, begitupun Tania dan Dion, karna perihal tadi siang dikantor membuat mereka saling diam, Tania hanya sibuk memainkan ponsel miliknya sementara Dion sibuk melirik istrinya tapi tidak tau harus berkata apa, ia masih terpaku dengan semua ucapan Tania dikantor tadi....


"Apa Tania tidak suka jika Monika mengunjungi kekantor, atau aku menghabiskan waktu dengan nya tapi mengapa dia marah, diakan tau sendiri jika Monika itu kekasihku...."Dion bingun sendiri dengan isi pikiran nya, ingin bertanya langsung pun ia gensi, bagaimana jikalau Tania berpikir ia terlalu geer mengira jika Tania cemburu....


Setelah sampai, Vino pun turun membukakan pintu untuk Dion bergantian membuka pintu untuk Tania....


"Terima kasih tuan Vino, anda benar-benar baik sangat berbeda dengan tuan anda yang arogan itu....."Ujar Tania mengencang suaranya agar Dion mendengar jelas....


"Nona muda benar-benar mencari masalah untuk ku, apa dia tidak menyadari jika perlahan Tuan mulai menyukainya, lihat saja tatapan tajam suamimu itu padaku Nona muda, ia seperti ingin menelanku bulat-bulat...."Vino meraung-raung dalam hati ia pun hanya mengangguk ringan kemudian segera pergi....


"Apa kamu tidak malu memuji pria lain didepan saya, saya ini suami kamu...."kesal tentu saja, Dion merasa jika Istri nya itu mulai mempermainkan perasaan nya....


"Memang benarkan yang saya katakan, Tuan Vino lebih baik, lebih sopan dan lebih mau diajak kerja sama, dia pun tau mana yang benar dan mana yang tidak benar, tidak seperti anda yang buta karna bucin....."Kini sikap Tania seakan lebih berani, ia merasa tidak takut lagi walaupun diancam, rasanya sikap diam dan rela ditindas sudah cukup baginya, Tania pun berlalu meninggalkan Dion dengan keadaan marah....


"Sepertinya hukuman ku sudah kebal jika berbentuk kekerasan padamu Nona muda, kita lihat apa kau mampu bertahan dengan hukum yang akan aku berikan ini...."Dion menyeringai menatap kepergian istri nya, ia pun menyusul setelah memastikan jika Tania sudah berada didalam kamar nya....

__ADS_1


Dion masuk kedalam kamar, ia tersenyum menyeringai saat melihat Tania ingin masuk kedalam kamar mandi, ia pun segera berjalan kekamar mandi dan menahan pintu itu saat Tania ingin menutup nya...


"Tuan apa-apaan sih tuan, saya ingin mandi...."dengan sekuat tenaga Tania berusaha mendorong pintu itu agar tertutup dengan satu tangan nya dan satu tangan nya memegang kuat handuk yang melilit tubuhnya yang telanjang bulat, tapi kekuatan nya tidak sebanding dengan kekuatan Dion, dengan mudah suaminya itu membuka pintu dan mendorong Tania ketembok...


Tania ingin melawan tapi sayangnya Dion dengan cepat mencengkram tangan nya dan menekankan kedalam tembok, Tania sangat takut, sekuat tenaga ia memberontak tapi sayang tubuhnya terlalu kecil untuk sang suami yang berbadan besar dan tinggi...


Tanpa meminta izin, Dion langsung menyerang Tania dengan menyatukan bibir mereka, Tania tentu saja terkejut dengan apa yang Dion lakukan padanya, lagi dan lagi ia mencoba melepaskan diri tapi semua sia-sia saja, Ia tidak menyangka jika ciuman pertamanya diambil paksa oleh suaminya sendiri...


Dion mencium bibir Tania, mengulum nya dan sekali-kali mengigit bibir tipis itu, Dion sepertinya sangat menikmati ciuman itu tapi tidak dengan Tania, marah, sedih dan kesal bercampur jadi satu, apa lagi saat mengingat jika Dion sering berciuman dengan Dion, Tania seketika mendorong tubuh Dion dengan keras saat menyadari jika kekuatan Dion sedikit berkurang menekan nya...


Entah dorongan darimana Dion sampai melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan, tapi tak bisa Dion pungkiri jika ia tak menyesal melakukan itu semua pada Tania, apa lagi saat mengingat bagaimana sensasi dan rasa manis bibir Tania saat ia **********....


Tania keluar dari kamar Dion membawa pakaian nya, kemudian menuju kamar tamu untuk mandi disana, rasanya kekesalan nya pada sang suami belum padam, sehingga membuat ia enggan untuk berada di ruangan yang sama...


Saat makan malam pun Tania tidak muncul, Dion hanya makan malam sendiri, sepertinya Tania sangat-sangat kecewa atas tindakan yang ia lakukan didalam kamar mandi....

__ADS_1


"Apa selama ini Tania berpikir jika aku dan Monika sudah sering melakukan hal itu?..."Dion mengusap wajahnya dengan kasar, ia sangat frustasi saat mendapat penolakan mentah-mentah dari sang istri, terluka? itulah yang kini tuan muda itu rasakan, entah mengapa dia tidak terima dengan penolakan Tania yang terang-terangan,....


Dion kembali mengingat kata-kata Tania....


"Saya tidak sudi disentuh dengan bekas wanita lain, apa lagi wanita yang suka bergonta-ganti pasangan...."


"Apa maksud dari perkataan nya, mengapa dia mengatakan hal seperti itu tentang Monika, apa dia mengetahui sesuatu hal yang tidak aku ketahui, lalu waktu di Amerika yang dikatakan Tania itu benar, apa mungkin Monika telah mengkhianati ku?...."Kini pikiran Dion bercabang entah siapa yang harus ia percayai, Tania sebagai istri atau Monika kekasih hatinya....


"Akhhh tidak mungkin, tidak mungkin Monika melakukan hal itu, aku tau dia sangat mencintai aku, Tania mengatakan yang tidak-tidak tentang nya agar aku meninggalkan Monika, pasti Tania bekerja sama dengan mama dan juga nenek untuk menjatuhkan Monika...."lagi dan lagi, Dion lebih percaya pada Monika dan menuduh Tania bersekongkol, ia tidak tau saja jika Monika bukanlah wanita baik-baik seperti yang ia pikirkan.....


Karna cintanya pada Monika ia menutup semua kebenaran, ia selalu berpikir jika Monika orang yang sangat tulus mencintai nya dan tidak akan pernah bermain api dibelakang nya, tapi kini seperti hatinya goyah setelah kedatangan Tania, perlahan ia merasa cemburu jika ada yang dekat atau akrab dengan Tania, entah itu perasaan cinta atau hanya tidak ingin miliknya di perhatikan orang lain Dion pun tak tau.....


Dion berdiri dan menuju ruang kerjanya, sungguh pikiran nya kacau saat ini, sepeninggal Dion, Tania pun muncul, ia menghentikan pelayan yang ingin membereskan makanan diatas meja, Tania duduk dan mengambil beberapa makanan lalu memakan nya dengan lahap, sebenarnya dia sangat lapar tapi enggang untuk bertemu Dion, makanya dia menunggu kesempatan, saat suaminya itu pergi, dia pun muncul....


Tania makan dengan lahap, hingga menambah berkali-kali, usai makan, Tania Kembali kekamar tamu untuk berisitirahat, ia memutuskan untuk tidur dikamar tamu malam ini karna merasa takut pada Dion, ia tidur jika Dion melakukan hal yang lebih padanya, jujur saja Tania belum siap apa lagi mereka belum saling mencintai....

__ADS_1


__ADS_2