Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
54) Kedatangan Mama Rima dan nenek Ami


__ADS_3

Malam harinya, Dion dan Monika duduk dimeja makan, Tania tentu tak terlihat disana karna Tania sedang pergi kerumah mama nya untuk menginap, Dion yang belum mengetahui nya pun segera menyuruh pelayan untuk memanggilkan istri nya makan malam bersama...


"Dimana Nona muda? panggil dia untuk makanan malam!...."Seorang pelayan pun maju menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Tania....


"Maaf Tuan, Nona muda tadi menyuruh saya untuk menyampaikan pesan pada anda jika dia sedang pergi menginap dirumah mamanya, dia hanya menitip pesan karna tidak ingin mengganggu waktu anda dan Nona Monika....."Dion menutup mata menahan amarahnya, lagi dan lagi Wanita itu pergi tanpa pamit padanya....


"Tidak perlu marah seperti ini sayang, mungkin dia sedang rindu dengan mama nya, apa keberadaan aku disini tidak cukup untuk kamu?...."Monika menggenggam tangan Dion mencoba meredakan emosi Dion yang siap meledak.....


Seketika Dion melunak, ia balas menggenggam tangan Monika dan tersenyum manis pada Wanita nya itu,....


"Ayo makan!..."Menyuapi Monika dengan lembut,....


"Ayo Rim mama sudah tidak sabar ingin bertemu Tania, mama sangat merindukan perempuan manis itu...."Mama Rima menggeleng pelan melihat mama mertua nya yang begitu semangat ingin bertemu dengan menantu nya, mereka memasuki rumah besar Dion dengan gembira....


"Mungkin mereka sedang makan ma, inikan waktu makan malam...."Ujar Mama Rima saat tak mendapati Dion dan Tania diruang keluarga maupun ruang tamu, mereka langsung menuju ruang makan untuk mencari keberadaan Menantu kesayangan....


"Tania Nenek datang say....."Sekektika Nenek Ami berhenti tak kalah melihat Dion dan Monika saling suap-suapan, mata nenek melotot tajam melihat pemandangan yang menyakitkan mata, begitu pula dengan mama Rima, dia terlihat sangat marah melihat Dion dan Monika....


Sementara Dion dan Monika, keduanya sontak menoleh ke sumber suara saat mendengar suara nenek Ami, Tentu saia Dion sangat terkejut melihat Mama dan Nenek nya berada disana, rupanya kedua wanita itu datang tanpa memberitahu Dion terlebih dahulu...

__ADS_1


Dengan mata melotot tajam, Nenek Ami berjalan kearah Monika dan Dion, entah apa yang ingin perempuan tua itu lakukan pasti kalian bisa menebaknya bukan....


Plakkk.....


"Nenek...."


"Diam kamu bocah sialan, jangan berani-berani menghentikanku...."Nenek Ami begitu marah menghentikan Dion yang ingin mencegahnya....


Monika mengelus pipinya yang ditampar nenek Ami, ia ingin sekali melawan dan membunuh perempuan didepan nya, tapi diam dan pasrah yang bisa ia lakukan karna disana ada Dion, melawan Nenek atau pun mama Rima didepan Dion merupakan membunuh diri sendiri....


"Berani sekali kamu menginjakkan kaki dirumah ini, apa kamu tidak punya rasa malu? Setelah kau menghancurkan hidup anakku sekarang kamu ingin menghancurkan hidup cucuku juga, kamu ini benar-benar wanita murahan yang tidak tau diri...."Nenek Ami melihat kearah Dion dengan tatapan penuh kecewa, bahkan air mata yang mengenang disudut mata nenek Ami menandakan bahwa dia begitu kecewa dengan cucunya....


"Dimana Tania?...."Mama Rima ikut angkat bicara saat tidak melihat menantu kesayangan nya,....


"Dion mama bertanya diamana Istrimu?...."Mama Rima membentak, mengguncang tubuh Dion yang hanya diam menundukkan kepalanya, tak tahu harus mengatakan apa....


Mama Rima kemudian beralih pada pelayan yang berdiri tak jauh dari disana, bertanya keberadaan menantu nya....


"Dimana menantu ku berada?...."pelayan yang menyampaikan pesan Tania pun melirik Tuan nya, kemudian menjawab pertanyaan Mama Rima....

__ADS_1


"Nona muda pergi ke rumah mama nya untuk menginap Nonya besar, beliau pergi dari sore hari menggunakan motornya...."Jawab Pelayan itu membuat nenek Ami dan Rima semakin terkejut...


Plakkk.....


Satu tamparan keras mendarat dipipi kiri Dion dari sang mama, tapi Dion hanya diam menerima apa yang mama nya ingin lakukan padanya...


"Demi ****** itu kau mengabaikan Istrimu Dion, demi ****** itu kau tak mempedulikan istri mu, mama benar-benar kecewa padamu, entah mengapa mama melahirkan anak yang tidak bisa mendengarkan orang tuanya sendiri, lebih memilih wanita ****** ketimbang Istri Sempurna seperti Tania...."Kini giliran mama Rima yang berkobar-kobar menyampaikan rasa kecewanya pada sang putra semata wayangnya....


"Ingat Dion, ingat baik-baik kata-kata ku ini, kamu akan menyesal telah menyia-nyiakan Tania, selama nya kamu akan menyesal jika Tania pergi darimu, dan disaat itu terjadi jangan pernah datang padaku untuk mengeluh karna disaat itu juga aku akan menertawakan penyesalan mu, dan jika kamu masih ingin melanjutkan hubungan mu dengan wanita ****** ini maka jangan pernah kamu menganggap jika aku ini mamamu....."Dion begitu terkejut dengan ucapan mama nya, ia menggeleng keras dan mencoba meraih tangan sang mama tapi dengan cepat mama Rima menepis tangan nya....


"Ayo Ma kita pergi, kita tak pantas berada disini, sepertinya kita merusak kebahagiaan seseorang...."Nenek Ami dan mama Rima pun pergi meninggalkan Dion yang hanya diam mematung melihat kepergian mereka berdua...


"Maafkan aku Dion, gara-gara aku mama dan nenek kamu bersikap seperti ini padamu, aku sepertinya memang tak pantas bersama dengan mu, lebih baik aku pulang saja keapartemen ku, biarlah aku mati disana sendiri, aku tidak ingin membuat mu repot lagi...."Monika mendorong kursi rodanya ingin pergi dari sana tapi dengan cepat Dion menahan nya, Dion berlutut didepan Monika menggenggam kedua tangan wanita itu, menatap dalam-dalam mata Monika yang penuh air mata....


"Kamu akan tetap disini bersamaku, tidak perduli apapun yang terjadi, aku tak akan pernah meninggalkan kamu walau dunia pun menolaknya, jadi kamu jangan pergi, ok...."Air mata yang sedari tadi Monika tahan kini runtuh sudah, ia langsung memeluk Dion dengan sangat erat, Dion balas memeluk nya, walaupun hatinya kini sedang hancur karna sikap mama dan Nenek nya tapi tidak mungkin ia meninggalkan Monika dalam keadaan sakit seperti ini,....


"Terima kasih ya Dion, aku sangat beruntung mendapatkan kekasih seperti kamu, aku berjanji akan selalu menjaga cinta kita sampai ajal yang memisahkan...."Setelah lama saling memeluk, Dion pun mengantar Monika kekamar nya membiarkan perempuan itu untuk istirahat...


"Kamu istirahat ya, aku mau keruang kerja dulu, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan ingat kamu tidak boleh memikirkan perkataan mama dan Nenek, cepat atau lambat mereka akan menerima hubungan kita...."Monika mengangguk seraya tersenyum manis, usai mencium kening Monika, Dion pun berlalu pergi menuju ruang kerja nya menenangkan pikiran nya uang berkecamuk karna ucapan mama nya.....

__ADS_1


.


__ADS_2