Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
53) Menunggu Waktu


__ADS_3

Pagi ini Tania memilih untuk tidak kekantor karna keadaanya yang tidak baik, ia selalu merasa pusing dan mual, Tania duduk diruang Keluarga menonton film kartun kesukaan, ia seketika menoleh saat mendengar suara Dion dan Monika, dan benar saja Dion datang bersama Monika tapi anehnya Monika duduk dikursi roda yang didorong oleh Dion sendiri...


"Tania, mulai sekarang Monika akan tinggal disini bersama kita, dia sedang sakit, saya tak tega meninggalkan nya sendirian tolong bekerja samalah untuk tidak memberikan mama dan nenek beserta papa...."Ujar Dion yang membuat Tania semakin muak, ia memandang Monika dengan tatapan tajam melihat Monika yang memang pucat, tapi Tania sangat yakin jika wanita ular itu sebenarnya tidak sakit, ia hanya pura-pura agar mendapatkan perhatian dari suaminya....


"Terserah Tuan saja, rumah ini adalah rumah mu aku tak ada hak untuk melarang orang masuk, lagian sebentar lagi aku juga akan keluar...."Tania memilih untuk kekamar nya, sangat muak melihat Monika dan Dion....


"Dia sepertinya tidak suka kehadiran ku sayang, sebaik bawa aku kembali saja...."Dion memutar kursi roda Monika lalu berjongkok didepan wanita, tangan kekar nya mengelus lembut pipi Monika....


"Tidak sayang, aku tidak bisa membiarkan sendiri, cepat atau lambat dia harus menerima kehadiran mu disini, aku telah memutuskan 3 bulan kita akan menikah..."Monika sangat senang merentangkan tangan nya, Dion yang mengerti segera memajukan badan nya untuk memeluk Monika....


"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia dan tidak sabar menunggu 3 bulan lagi...."


Tania menghapus air matanya mengalir mendengar obrolan Monika dan Dion, ia yang ingin kekamar seketika ingin kembali mengambil buku cerita nya yang tertinggal disofa tapi langkahnya berhenti saat mendengar perkataan manis Dion pada Monika....


Sakit hati, tentu saja, Istri mana uang tidak sakit hati saat suaminya membawa pacar nya masuk kedalam rumah tanpa seizin dari nya....


"Tahan Tania, sebentar lagi kamu akan terbebas darinya, tunggu sampai semuanya siap maka Dia akan membawa mu pergi dari tempat ini...."Tania memutar tubuhnya kembali kekamar, seperti biasa ia akan menghabiskan waktu dibalkon kamar melihat bintang-bintang sampai angin malam menyapa nya baru ia pun akan masuk dan istirahat....


"Aku ingin berhenti bekerja Tuan, rasanya aku sudah lelah bekerja, dulu aku ingin bekerja karna ingin melunasi uang 10 miliyar itu, tapi sekarang aku tau semua itu hanya rencanamu untuk menjebak ku...."Ujar Tania saat Dion masuk kedalam kamar mereka, Tania duduk bersandar diatas ranjang, matanya masih fokus menatap buku yang ia pegang....


"Baiklah saya tak ingin memaksamu...."Ujar Dion pasrah, tak ingin menekan Tania lebih lama lagi,....

__ADS_1


"Lagi, saya ingin Tuan menceraikan saya 8 bulan kedepan...."perkataan Tania sungguh membuat Dion terkejut, permintaan itu memang pernah Tania sampaikan tapi dia menolak nya karna tidak ingin berpisah dari istri....


"Dan mau tak mau Tuan harus menceraikan saya, saya rela Tuan bersama dengan nya, Dia lebih berhak bersama Tuan dibandingkan dengan ku..."


"Baiklah jika itu keinginan mu sendiri, saya akan menurutinya..."Lagi dan lagi Dion hanya mengiyakan permintaan dari Tania, setelah dirasa tidak ada lagi yang ingin Tania sampaikan Dion pun keluar dari kamar itu dan menuju lantai satu dimana Kamar Monika berada....


Pagi harinya, Tania terbangun dari tidurnya, melihat kesamping tempat tidurnya berada, tak ada Dion disana, Tania tersenyum kecut, bahakan suami nya itu sama sekali tak mempedulikan keberadaan nya saat Monika berada di tempat yang sama dengan nya....


"Ternyata berharap lebih itu sangat menyakitkan bukan, aku saja yang terlalu bodoh mengharapkan cinta darimu uang mustahil ku gapai..."Tania menarik napas panjang kemudian masuk kedalam kamar mandi, membuang hajat alami, tak lupa mencuci muka menggosok gigi sekaligus mandi...


Tania turun untuk sarapan, walaupun malas tapi ia pun tak bisa untuk tidak makan walaupun harus menyaksikan pemandangan yang membuat mata dan hatinya sakit, Tania makan dengan pura-pura tak peduli tapi jujur saya hatinya sangat sakit melihat Dion dengan lembut menyuapi Monika.....


Uhukkk uhukkk.....


"Pelan-pelan nanti kamu mati sebelum ajalmu tiba,...."Ujar Tania tanpa menoleh, Dion terkejut dengan Ucapan Tania yang tak seharusnya ia keluarkan....


"Tania jaga sikapmu, itu sangat tidak sopan, bagaimana pun Monika ini sedang sakit, bersikaplah dewasa...."Tegur Dion tak suka dengan sikap Tania dengan Monika....


"Terus aku harus bilang apa Tuan, aku hanya menyuruhnya untuk pelan-pelan bukan, apa Tuan menginginkan aku mendoakannya agar segera mati...."


Brakkk....

__ADS_1


Dion menggebrak meja hal itu membuat Monika terkejut tapi tidak dengan Tania, perempuan itu seperti sudah kebal dengan sikap Dion terhadap nya....


"Sekali lagi kamu berkata buruk tentang Monika saya tak segan-segan untuk menghukum mu tanpa ampun Tania...."


"Sudahlah Dion, aku sudah selesai makan, bawa saja aku kekamar, aku ingin istirahat...."Monika tersenyum puas melihat kearah Tania yang kini menatap tajam dirinya, kini Tania semkain yakin jika wanita itu hanya pura-pura sakit....


.....


Siang harinya, Tania yang bersantai dibalkon lagi dan lagi harus menyaksikan kemesraan Dion dan Monika, kedua sejoli itu tampak sedang berada di taman sekali-kali bercengkrama dan tertawa bersama....


"Katakan pada Tuan jika aku akan pergi kerumah mama menginap disana...."Ujar Tania saat seorang pelayan masuk membawa makanan yang ia pesan tadi...


"Iya Nona muda, tapi bagaimana dengan makanan yang anda minta?..."tanya pelayan itu melihat Tania berjalan kearah pintu....


"Aku sedang tidak berselera...."jawab Tania berlalu pergi...


Tania pergi mengendari mobil motor kesayangan nya, memilih mengunjungi sang mama daripada tinggal dirumah menyaksikan kemesraan Dion dan Monika, saking sibuknya mengobrol dan bercanda dengan Monika, Dion tak menyadari jika Tania telah pergi menggunakan Motor, Monika melihat Tania pergi tapi dia hanya diam saja tak perduli dengan kepergian Tania justru ia sangat senang karna pengacau itu telah pergi....


"Bagaimana hubungan mu selama ini pada Tania, apa kamu memiliki perasaan terhadap nya?...."Monika kini menatap dalam mata Dion mengharap jawaban dari lelaki yang selama ini sangat mencintai nya, ingin memastikan jika Dion tidak memiliki perasaan apapun terhadap Tania....


"Kamu tau sendirikan, bagaimana cinta nya aku padamu, cinta itu tidak akan pernah terbagi apapun yang terjadi...."Monika tersenyum senang Kaka mendengar penuturan dari Dion, ia memeluk Dion begitu erat karna bahagia....

__ADS_1


"Ternyata aku mengkhawatirkan yang tak perlu,...."Dion terkekeh mendengar ucapan Monika membalas pelukan kekasihnya dengan sangat lembut....


__ADS_2