Istri Pajangan Tuan Dion

Istri Pajangan Tuan Dion
73) kesedihan Tania


__ADS_3

Dorr....


Monika memekik kesakitan saat merasakan peluruh mengenai punggungnya, ia menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia melihat Dion berdiri di ambang pintu, Monika tak tinggal diam ia mengarahkan pistol itu kearah Dion tapi lagi dan lagi Dion menbak nya dan mengenai lengan dan dadanya, seketika Monika terjatuh kelantai dengan darah yang terus mengalir....


Sama seperti Monika, Tania sama terkejut nya saat melihat suami nya berdiri diambang pintu, ada rasa tak percaya bagi Tania hingga pada akhirnya ia pun ikut ambruk dan pingsan,...


Dion berjalan cepat kearah Tania, mengangkat tubuh istrinya lalu membaringkan nya diatas kasur,.....


"Sayang bangun, ini aku suami mu, bangun Tania!!..."Dion menepuk pipi Tania dengan lembut mencoba membangunkan Istri nya, tapi Tania sama sekali tak menunjukkan pergerakan, Dion begitu terkejut saat melihat bantal terkena banyak darah, ia meraba kepala Tania dan tangan nya ikut terkena darah.....


Seketika Emosi Dion meledak, ia langsung bangkit dan menarik satu tangan Monika lalu menyeret nya keluar dari kamar nya membawanya masuk kedalam lift menuju lantai satu, Monika diseret seperti seekor binatang oleh Dion, setelah nya ia mencari keberadaan Vino yang entah berada dimana....


Tak berapa lama Vino pun terlihat datang dengan menyeret Jack sama seperti yang dilakukan Dion pada Monika, kedua nya terlihat seperti iblis yang menyamar sebagai manusia....


"Dimana kedua orang tua ku dan Om Bram, tanya Dion yang terlihat khawatir saat tak melihat kedua orang tua nya dan Om nya....


"Mereka aman Tuan, pengawal kita telah membawanya keruang rahasia...."Jawab Vino seraya melempar Jack yang sudah tak sadarkan diri....

__ADS_1


"Segera panggil Dokter kepercayaan mu, Tania sangat terluka parah, dan untuk kedua orang ini bawa dia keruang eksekusi, aku tak akan membiarkan nya mati begitu saja setelah apa yang mereka perbuat pada keluarga ku terlebih pada istriku, aku juga ingin tau dendam apa yang mereka simpan pada keluarga ku...."Vino mengangguk, segera memerintahkan anak buah nya untuk membawa Monika dan Om Jack keruang eksekusi yang telah lama tak dibuka.....


Dion kembali ke kamar melihat sang istri yang masih tak sadarkan diri, hati Dion begitu perih melihat Tania terbaring tak berdaya seperti ini, ia mengusap dahi Tania dan mencium nya berkali-kali, air mata Dion tak bisa ia tahan lagi, sesak di dada nya tak bisa ia sembunyikan takut jika Tania kenapa-kenapa....


"Maafkan aku sayang, seandainya aku datang cepat waktu semua ini tidak akan pernah terjadi padamu, tolong bangun lihat aku ada disini untukmu, bangun kah Tania, kau itu tidak tuli...."Dion mengguncang pelan lengan Tania berharap ia akan segera membuka mata nya, hingga ketukan di pintu membuat Dion menoleh....


"Masuk!..."Seru Dion, Vino pun masuk bersama Dokter Jhon dan langsung memeriksa keadaan Tania, Dion seperti anak kecil yang tidak ingin jauh dari mama nya, ia terus memandangi wajah pucat Tania tanpa henti....


"Tuan muda tentang saja, Nona Tania tidak apa-apa, hanya luka ringan dikepalanya, kita hanya perlu menunggu nya untuk sadar, kandungan nya juga baik-baik saja..."Ujar Dokter Jhon menjelaskan, Dion bernapas lega saat mendengar penjelasan Dokter, setelah memeriksa keadaan Tania, Dokter Jhon pun pamit diantar oleh Vino.....


"Syukurlah aku dan bayiku baik-baik saja, tapi siapa yang datang menolongku?..."Tania bertanya-tanya tentang orang yang datang menyelamatkan, ia seakan lupa jika Dion lah yang datang untuk menyelamatkan dirinya dan anak nya....


Tak berapa lama, Tania terdiam dan terisak mengingat jika suami nya telah tiada, sulit untuk dipercaya tapi itulah yang terjadi....


"Mas apa kamu tau, aku sangat merindukanmu, kenapa kamu sangat jahat pada kami semua, waktu kamu pergi kamu berjanji akan kembali tapi apa ini mas, bahkan aku hampir kehilangan nyawa, apa yang harus aku katakan pada anakmu kelak?, hikzzz hikzz...."Tania menangis sesenggukan, menahan sesak di dada nya, ia hanya mampu menangis dan menangis, hingga ia teringat pada kedua mertua nya dan Om Bram, cepat-cepat Tania turun dari ranjang dan keluar dari kamar dengan sangat pelan, takut nya kondisi diluar belum aman....


Ternyata sudah aman, Tania gegas turun kelantai satu melihat suasana yang seperti tak terjadi apa-apa, ia mencari kedua mertua nya dan Om Bram yang entah pergi kemana, Tania pun berjalan kearah dapur dan heran saat melihat semua pelayan telah berubah, tentu Tania sangat bingung, tak ada satu pun pelayan yang ia kenal disana.......

__ADS_1


"Kalia siapa, dan dimana para pelayan yang biasanya bekerja disini?...."Tania bertanya karna benar-benar bingung entah ia sedang bermimpi atau apa yang jelas semua nya berubah,....


Pelayan yang berjumlah 5 orang itu pun menunduk hormat seraya memperkenalkan diri....


"Kami bekerja disini atas perintah Tuan Vino Nona muda, menggantikan semua pelayan yang mati tertembak...."seketika Tania mundur beberapa langkah mendengar ucapan salah satu pelayan baru itu, untuk saja salah satu dari mereka cepat menahan tubuh Tania agar tidak ambruk,....


"Terus dimana kedua mertua ku dan Om Bram?..."tanya Tania dengan air mata yang kembali mengalir, sekarang hidup nya serasa sangat kacau, ia sudah kehilangan suami nya dan Sekarang ia juga kehilangan orang-orang yang baik padanya...


"Mereka sedang kerumah sakit Nona muda, mereka mendengar kabar jika Nenek Ami telah sadar...."Tania bernafas lega saat mendengar jika keluarga suami nya baik-baik, ia berpikir jika kali ini ia benar-benar sendiri....


"Hikss hikss, mas aku takut mas, kamu dimana, kenapa kamu tega sama kami semua...."para pelayan begitu panik saat Tania menangis meraung-raung, bergantian mencoba menenangkan Nona muda nya yang sama sekali tak bisa tenang, rasa sakit di hati Tania begitu dalam, karna kembali mengingat suaminya....


"Aku merindukan Dion, tolong bawa dia kembali padaku, aku sangat merindukan nya, dia tidak mungkin meninggalkan aku, dia sudah berjanji padaku untuk kembali, tapi mengapa dia tak kunjung kembali, aku Sangat membenci nya, dia berbohong padaku, dia sangat jahat, dimana dia sekarang aku ingin memukul nya hiksss......."Tania tanpa malu menangis di depan pelayan nya yang, hatinya sangat hancur dan sulit menerima kenyataan ini...


Para pelayan hanya bisa menunduk ikut sedih melihat Nona muda mereka yang sangat terluka atas kematian suami nya, tak ada yang tau harus melakukan apa agar Wanita rapuh itu bisa tenang kembali....


"Aku disini sayang, ...."

__ADS_1


__ADS_2