
Setelah memastikan keadaan sang Istri, Dion dan Vino pun menuju markas Bianka, karna menurut informasi yang Sera dapat, Bianka sedang berada di markas bersama Bayu menyusun rencana penyerangan selanjutnya, Bianka maupun Bayu tentu tak tau akan perihal ini karna mereka tidak tau jika diam-diam Sera telah menyelamatkan Tania dan berkhianat pada mereka....
Vino tentu sangat marah dan meminta izin pada Dion untuk menghabisi nyawa Bianka dengan tangan nya sendiri untuk menebus semua kesalahan nya uang dengan muda masuk kedalam perangkat Bianka, tentu Vino juga telah mengetahui jika malam itu Bianka kah yang sengaja memberikan obat tidur kedalam kopi nya waktu itu dan membuat drama seakan-akan Vino telah menodainya,...
Tentu Vino pernah mencari bukti atas kejadian malam itu, tapi Cctv yang ia pasang telah disabotase oleh Bianka, untung saja Sera memberitahu kan semua nya pada nya jika tidak mungkin sampai sekarang ia masih berpikir jika memang dirinya telah menodai kesucian Bianka....
Tapi Vino benar-benar merasa bersyukur karna mengetahui kebenaran sebelum terlambat....
"Aku tak akan pernah mengampuni sekarang Bianka, dengan tangan ku sendiri aku akan melenyapkan mu mengirim mu untuk menyusul kakak dan keluarga mu yang lain..."Vino membatin, ia langsung saja keluar dari mobil ketika telah sampai di markas Bianka, menyerang dengan membabi buta....
Dion dan Vino seperti orang kesetanan, menghabisi setiap pengawal yang ingin mendekat,....
Bayu dan Bianka yang sedang bercinta didalam kamar tentu sangat terkejut mendengar tembakan yang menggema, gegas mereka langsung menghentikan aktivitas panas mereka lalu memakai pakaian masing-masing dan melihat apa yang terjadi diluar sana....
"Kak Vino kak Dion, mengapa mereka ada disini, apa mereka telah mengetahui semua nya?...."Tentu Bianka sangat panik dan ketakutan, tapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa karna markas nya telah dikepung mau tak mau ia harus muncul diri dan melawan Vino dan Dion....
Dengan kelincahan dan kelihatan Dion dan Vino, para anak buah Bianka mati terbunuh, kedua orang itu tentu mencari target utama yaitu Bianka....
__ADS_1
Bak pucuk dicinta ulang pun tiba, Bayu dan Bianka pun muncul, menyerang Vino dan Dion, tapi satu pun peluruh tak mengenai kedua orang itu hingga peluru Bianka pun habis....
Bianka sangat panik, dengan segera ia membuang pistolnya dan mencoba untuk kabur tapi Dion maupun Vino tak melepaskan pandangan mereka dari nya....
Dor.... Dor.....
Dua peluruh bersamaan terlepas dan tepat mengenai sasaran, peluruh Dion dan Vino yang bersamaan dilepaskan itu bersarang dipunggung Bianka, seketika Bianka terjatuh...
"Sebenarnya aku sangat bernafsu ingin meminum darah Bianka tapi ku berikan padamu sebagai hadiah,...."Ujar Dion tersenyum menyeramkan pada asisten pribadinya, Vino pun memerintahkan anak buah nya untuk memegang Bianka, kemudian ia mengeluarkan pisau lipat memotong jari jari Bianka kemudian meminta dua gelas pada pengawal nya...
''Ini untuk Tuan muda,...."Vino menyerahkan gelas pada Dion yang telah diisi darah segar milik Bianka, kedua nya pun bersulang dan meneguk darah milik Bianka dengan satu kaki tegukan, Bianka yang melihat nya meronta-ronta minta dilepaskan walaupun keadaan nya kini sangat mengenaskan....
"Sebelum kamu menebas kepalanya biarkan aku bermain-main dulu dengan nya, aku menjadi geram saat mengingat perlakukan nya pada Istri ku tercinta...."Dion mengambil pisau lipat yang ada ditangan Vino kemudian berdiri tempat didepan Bianka yang menangis histeris minta dilepaskan...
Jrebbb....
Satu tusukan mendarat didada Bianka, kemudian Dion menekan benda tajam itu lebih dalam kemudian langsung menarik nya dengan keras lalu melakukan hal yang berulang, Dion bak malaikat pencabut nyawa yang menjelma menjadi manusia, tak tanggung-tanggung ia menghunus pisau tajam itu kedada Bianka, entah sudah berapa tusukan Dion pun tak bisa menghitung nya....
__ADS_1
Setelah merasa puas, Dion membuang pisau lipat itu dan memberikan kode pada Vino untuk melanjutkan permainan nya, baju dan seluruh wajah Dion dipenuhi oleh darah, mungkin jika ada orang lain yang melihat kesadisan nya akan pingsan saat itu juga...
Bianka sudah tak bernyawa setelah beberapa kali tusukan dari Dion, mungkin ia telah salah besar karna bermain-main pada orang yang salah, kini giliran Vino, ia langsung menebas leher Bianka hingga kepala Bianka terlepas dan menggelinding di tanah...
"Bakar mayatnya, dan pastikan tak ada yang tersisa sedikitpun...."titah Vino berbalik dan menyusul sang Tuan yang kini telah menunggu didalam mobil....
"Pastikan tak ada lagi Keluarga atau kerabat dekat Bianka yang masih hidup...."Vino mengangguk mengiyakan, kedua nya pun meninggalkan markas Bianka yang telah dibakar habis-habisan, semua pengawal Bianka bahkan Bayu pun ikut terbunuh dan terbakar dalam api yang sangat besar itu....
.....
Keduanya memutuskan untuk menuju rumah Vino untuk membersihkan diri masing-masing, tak mungkin kan Dion pulang kekediamam nya bermandikan darah, tentu Dion tak ingin mama beserta yang lain terkejut sekaligus takut melihat keadaan nya, jadi Dion memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dirumah Vino karna dirumah Vino tak ada siapapun, Bianka pun telah tewas ditangan keduanya....
Setelah mandi dan mengganti pakaian, Vino pun mengantar Tuan nya kerumah sakit tentu nya untuk menemui Tania sang pujaan hati, sepanjang perjalanan kedua nya hanya diam hanyut dalam pikiran masing-masing, hingga Vino pun mengeluarkan kata maaf dan penyesalan karna dia terlibat dalam kekacauan dalam keluarga Dion...
"Tuan saya minta maaf karna keteledoran saya Bianka masuk kedalam Keluarga Tuan dan membuat kekwc sehingga nenek Ami yang menjadi sasaran nya...."Dion menghela napas panjang, ia menyandarkan punggungnya dan menatap keatas, memang ia sempat kecewa pada Vino tapi tak ada yang tau ujung nya seperti apa bukan....
"Tidak apa-apa Vin, lagian orang licik seperti Bianka bisa melakukan segala cara agar masuk kedalam keluarga ku, andaikan dia gagal masuk melalui kamu mungkin dia akan menggunakan cara lain atau orang lain dalam anggota keluargaku untuk masuk bukan, ini semua bukan kesalahan mu...."Dion tentu tak ingin menyalahkan Vino karna dia tau betul sifat orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga nya yang akan melakukan segala cara agar dia hancur....
__ADS_1
"Terimakasih tuan muda...."tentu Vino merasa lega walaupun ia masih sering menyalahkan dirinya sendiri, Vino tentu berjanji akan lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan yang bisa merugikan dirinya dan keluarga tuan nya...