Istri Tuan Vampir

Istri Tuan Vampir
21


__ADS_3

Lucas keluar kamar dengan baju rapinya. Dia sengaja melakukan itu untuk mengiring anak buah Mommy Vivian ke tempat yang sudah di tentukan.


"Em Pak maaf." Sapa Lucas pada scurity yang ada di depan lobby.


"Ada apa Tuan?"


"Bapak tahu wanita yang tadi bersama saya?"


"Iya Tuan tahu."


"Jika nanti dia akan keluar. Tolong di tahan sampai saya datang." Pinta Lucas ingin berjaga-jaga jika mungkin Noa melanggar aturannya.


"Iya Tuan siap." Lucas mengambil dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang." Untuk rokok Pak." Lucas menyodorkannya pada si scurity.


"Banyak sekali Pak."


"Sudahlah terima saja. Istri saya begitu penting bagi saya jadi tolong lakukan perintah saya tadi." Dengan sedikit sungkan si scurity menerima uang ratusan yang berjumlah lima lembar.


"Siap Tuan."


"Terimakasih. Saya permisi Pak."


"Silahkan Tuan." Lucas tersenyum sejenak kemudian berjalan pergi dengan langkah perlahan agar anak buah Mommy Vivian melihatnya.


"Dia mengampangkan perkerjaanku." Ucap Leo bergegas masuk mobil di ikuti oleh ketiga anak buah Mommy Vivian. Aku tidak perlu menyewa rusun di samping bangunan ini untuk membidiknya.


Dua mobil itu membuntuti mobil Lucas dari jarak cukup aman. Leo terlihat tertawa renyah ketika melihat mobil Lucas berbelok ke jalan yang dulu pernah di lalui, sementara ketiga anak buah Mommy Vivian melajukan mobilnya penuh ragu.


"Kau ingat cerita Lono?" Ucapnya gelisah.


"Hm ingat. Tapi ini perintah Mommy. Jika kita tidak mengikutinya. Dia akan menyalahkan kita."


"Sepertinya dia biasa saja. Aku tidak yakin dengan cerita Lono. Mana ada zaman sekarang makhluk seperti itu. Aku yakin dia hanya mengalami kecelakaan."


"Lalu dua temannya bagaimana? Satu jasad mereka bahkan lenyap." Sahut lainnya menimpali.


Perdebatan itu membuat Lucas tersungging seraya sesekali melihat ke arah spion. Tepat di tengah perjalanan, Lucas menghentikan laju mobilnya. Bersamaan dengan berhentinya mobil Leo.


Lucas keluar dan bersandar di body mobil seolah tengah menunggu.


"Mobilmu kenapa Tuan." Tanya Leo basa basi. Di balik jaketnya tersembunyi sebilah pisau lengkap dengan senjata api nya.


"Tidak apa-apa. Aku hanya sedang mencari angin saja." Seharusnya itu jawaban yang tidak masuk akal namun Leo terlalu percaya diri untuk bisa mengeksekusi.

__ADS_1


Leo bersandar di samping Lucas bersamaan dengan datangnya mobil ketiga anak buah Mommy Vivian.


"Mau rokok." Tawar Leo menyodorkan sebuah rokok.


"Aku tidak merokok."


"Kau tahu aku siapa?" Lucas mengangguk-angguk seraya tersenyum.


"Lebih baik kalian pulang sebelum semua terlambat." Lampu sorot mobil sengaja tidak di matikan karena keadaan jalanan yang gelap.


Leo tertawa renyah. Dia merasa sudah banyak menghilangkan nyawa seseorang, sehingga dia merasa percaya diri bisa membunuh Lucas dalam satu kali tusukkan.


"Apa karena kau memiliki kekuatan super?" Ledek Leo kembali terkekeh.


"Tidak. Semua bangsaku memang tidak mempan dengan peluru. Aku bukan manusia yang memiliki kekuatan super. Tapi aku memang bukan manusia." Lucas menoleh dan mulai menatap tajam Leo dengan mata merahnya." Sebelum semuanya terlambat. Aku berikan satu kesempatan untuk pergi dan bawa sekutu mu..." Ucapan Lucas tertahan saat sebilah pisau panjang menembus perutnya." Achhhh..." Pekiknya menatap Leo dengan mata melebar.


"Hahahaha.. Sudah ku bilang! Tidak ada manusia super di dunia ini." Teriak Leo tertawa renyah. Dia mencabut sebilah pisau itu lalu menancapkannya berulang kali hingga darah Lucas mengucur di aspal jalan.


Bruuuuuuukkkkk!!!


Tubuh Lucas ambruk saat Leo menekan kuat pisau panjangnya. Dia menendang-nendang tubuh Lucas lalu duduk berjongkok karena ingin memastikan kematian Lucas.


"Beres!!!" Teriaknya lantang. Ketiga anak buah Mommy Vivian keluar dari mobilnya seraya tersenyum sumringah.


"Dia sudah tidak bernafas. Cepat bereskan mayatnya." Leo berdiri lalu berbalik badan dan berjalan perlahan ke arah mobilnya untuk membersihkan tangannya.


Salah satu anak buah Mommy Vivian melebarkan matanya saat melihat sekelebat bayangan hitam terbang bersamaan dengan lenyapnya jasad Lucas.


"Dia... Dia menghilang!" Teriaknya menunjuk ke tempat di mana Lucas terkapar.


Sontak Leo menolah dengan mata terbelalak. Mencari keberadaan jasad Lucas yang menghilang berserta darahnya.


"Kemana dia?" Ucapnya terbata. Tidak mungkin dia sudah hidup. Aku yakin tusukan itu berjumlah 10! Aku bahkan memeriksa nadi juga nafasnya.


"Karena aku bukan manusia. Bukankah sudah ku peringatkan!" Sahut Lucas secepat kilat sudah berdiri di atas mobilnya dengan wajah mengerikan.


Leo mengambil langkah cepat dengan meraih senjata api yang langsung di arahkan pada Lucas. Tanpa aba-aba, dia menarik pelatuk dan menembus tubuh Lucas. Namun, peluru itu jatuh di atas body mobilnya.


Tuk..


Tentu saja Leo mulai ketakutan dan menghujani tubuh Lucas dengan peluru tapi tetap gagal.


"Tidak! Sebaiknya kita pergi." Lucas mengeluarkan sinar merah untuk mengunci otomatis kedua mobil agar surat cintanya tidak bisa kabur.

__ADS_1


"Kau makhluk apa!!" Lucas terbang lalu hinggap ke tubuh Leo dan menghisap darahnya meninggalkan tulang dan kulit.


Ketiga lelaki itu lari tunggang langgang seraya berteriak mencari pertolongan tapi kawasan itu jauh dari pemukiman. Mereka melakukan perkerjaan sia-sia sebab Lucas mulai memburunya.


Lucas hinggap di satu persatu manusia itu lalu menghisap darahnya dan meninggalkan seseorang yang kini bersimpuh di hadapannya dengan tubuh bergetar.


"Ampuni saya." Ucapnya memohon seraya menangis terisak.


"Kau menyesal." Tanya Lucas memainkan tangan runcingnya ke punggung si lelaki.


"Saya hanya orang suruhan Tuan. Saya berkerja untuk Mommy demi sesuap nasi untuk keluarga saya." Lucas tersenyum tipis. Lidahnya menjulur panjang seraya sesekali menjilati sisa darah yang ada di sekitar mulutnya.


"Perduli apa aku dengan keluargamu. Apa surat untuk Bosmu belum tersampaikan."


"Su surat apa Tuan?"


"Manusia. yang ku biarkan hidup kemarin adalah bentuk dari surat teguran dariku."


Apa maksudnya Lono?


"Sudah sampai Tuan. Tapi Mommy tidak mau melepaskan Noa."


Bugh!!!


Tubuh si lelaki terdorong hingga membentur pohon besar. Tangannya terangkat dan mulai mencengkram erat leher si lelaki dengan tangan runcingnya.


"Kau tahu jika dia Istriku!! Aku sudah bilang berhenti memburu Istriku atau kalian yang ku paksa untuk berhenti!!" Si lelaki menggelepar dengan nafas tersengal-sengal.


"Mommy ti ti tidak akan berhenti Tuan." Jawabnya melebarkan matanya akibat cekikan yang kian menguat.


Lucas tersenyum tipis, lalu menurunkan tubuh si lelaki tapi tidak untuk membebaskannya melainkan menghisap darahnya.


"Aku tidak perlu makan selama satu bulan." Gumamnya menenteng tubuh si lelaki yang sudah terasa ringan untuknya." Ku rasa aku tahu bagaimana cara menghentikan Mommy Vivian." Imbuhnya menghampiri satu persatu mayat untuk memusnahkan nya sebagian karena dua mayat lainnya akan dia jadikan bukti ancaman.


Lucas kembali berubah menjadi asap dengan dua mayat yang ada di tangannya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Terimakasih banyak atas dukungannya..


Bantu share agar cerita ini banyak peminatnya dan aku bisa update setiap hari..


Jangan lupa like dan klik๐Ÿ‘‰๐Ÿ’™

__ADS_1


__ADS_2