Istri Tuan Vampir

Istri Tuan Vampir
Season 1 Tamat


__ADS_3

Bastian yang sudah menunggu sejak pagi, tersungging ketika melihat Noa dan Lucas menuruni anak tangga. Hal itu membuat Lucas menatap curiga pada Bastian yang mungkin menyukai Noa, Istrinya.


"Kenapa belum pergi?" Tanya Lucas ketus.


"Ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan Nona."


"Hal apa?" Lucas duduk di ikuti oleh Noa.


"Ada beberapa orang yang datang pada saya beberapa hari lalu Nona."


"Siapa?"


"Lelaki yang mengantarkan Nona saat terluka. Dia datang bersama beberapa temannya dan meminta perkerjaan pada saya." Noa mengangguk. Dia tahu orang yang di maksud oleh Bastian.


"Apa namanya Lono?"


"Hm iya Nona."


"Lalu. Sudah kamu berikan perkerjaan?" Bastian menggeleng pelan.


"Saya menunggu konfirmasi dulu. Saya takut mereka hanya menipu saja."


"Memang saya yang menyuruh. Mereka bukan orang berpendidikan Tuan Bastian. Saya berharap anda bisa memberikan perkerjaan yang layak daripada mereka harus berkerja di tempat pelaccuran itu." Lucas menoleh. Tentu saja dia merasa terkejut saat Noa menyebut tempat terkutuk tersebut.


"Kamu berhubungan lagi dengan mereka Baby?"


"Bukankah aku sudah bilang jika Pak Prapto berhasil menangkap ku. Aku bertemu mereka di sana. Mereka berada di lema dengan perkerjaan buruk itu." Lucas mendengus. Dia merasa kesal saat tahu Noa membahas soal masa lalunya.


"Sudah ku katakan itu bukan urusanmu lagi. Aku tidak ingin kamu berhubungan dengan mereka."


"Aku tidak akan berhubungan. Aku hanya menawarkan perkerjaan yang mungkin bisa di usahakan Tuan Bastian."


"Saya bisa mengusahakannya Nona." Sahut Bastian tersenyum.


"Benarkan Tuan?"


"Hm ya. Tapi mungkin mereka hanya bisa di tempatkan pada bagian produksi."


"Tidak apa. Mereka pasti mau." Lucas baru menyadari sesuatu. Istrinya tidak hanya seorang wanita yang cantik, tapi dia juga seorang wanita berhati lembut.


Mungkin dari situ pesonanya terpancar..


"Baik jika begitu. Saya akan menghubungi mereka agar mereka bisa segera datang ke lokasi." Bastian berdiri seraya membawa kopernya.


"Terimakasih Tuan Bastian."


"Sama-sama Nona. Saya undur diri dulu." Bastian tersenyum sejenak kemudian melangkah pergi.


"Jangan terlalu baik Baby. Itu tidak bagus."


"Aku tidak terlalu baik."


Tentu saja. Ucapan ku tidak akan berpengaruh..


"Mau di masakan apa Non." Sahut Bik Minah sudah berdiri di belakang keduanya.


"Tidak perlu Bik. Saya mau makan di luar bersama Tuan."


"Em begitu." Lucas berdiri, di ikuti oleh Noa.

__ADS_1


"Saya pergi dulu Bik."


"Iya Non hati-hati."


Mobil Lucas melaju meninggalkan pekarangan rumah. Hari ini Noa mengajaknya berkunjung ke beberapa tempat. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu bersama Lucas.


Kejadian kemarin membuatnya menyadari betapa berharganya waktu kebersamaan dengan orang yang kita sayangi.


"Sayang. Kenapa bajumu sebagian berwarna hitam? Apa kamu menyukai warna gelap." Tanya Noa tiba-tiba.


"Aku lebih nyaman memakai warna gelap. Memangnya kenapa Baby?"


"Aku ingin melihatmu memakai baju berwarna terang." Lucas tersenyum. Dia menganggap itu semua tidak serius." Kita pergi ke toko langgananku." Lucas menoleh cepat.


"Toko apa?"


"Baju sayang."


"Apa bedanya? Apa baju yang ku kenakan kurang bagus? Apa aku kurang tampan atau ada yang salah?" Noa tertawa kecil.


"Tidak sayang. Kamu sangat tampan. Aku hanya ingin melihatmu memakai baju warna terang di siang hari." Lucas tersenyum aneh seraya mengaruk kepalanya." Kamu keberatan?" Tebak Noa membaca raut wajah Lucas.


"Not Baby. Aku tidak keberatan." Walaupun mungkin rasanya sangat tidak nyaman. Lucas menoleh sejenak. Dia ikut tersenyum saat melihat raut wajah bahagia yang di perlihatkan Noa. Ah terserah. Asal dia bahagia.


Setibanya di tempat tujuan, keduanya turun. Lucas menelan salivanya kasar saat menyadari jika toko yang di maksud Noa adalah sebuah salon lengkap dengan butiknya.


Tempat apa ini? Lucas mengikuti langkah Noa begitu saja tanpa banyak bertanya. Bukankah itu alat kecantikan yang pernah Istriku beli. Batinnya terus saja bertanya hingga keduanya di hampiri oleh salah satu pegawai di sana.


"Nona Noa. Lama tidak berkunjung. Ada yang bisa saya bantu." Noa cukup sering datang ke sana untuk melakukan perawatan. Sehingga sebagian besar karyawan sangat mengenalinya.


"Paket lengkap untuk saya juga Suami saya." Pegawai itu mendongak, menatap paras tampan berwajah tegas dengan postur tubuh tinggi itu.


Apa yang di maksud dengan paket lengkap..


"Anda bisa saja. Em saya ingin yang menangani Suami saya seorang pegawai lelaki."


"Itu tidak masalah Nona. Kami menyediakan paket lengkap untuk pasutri." Noa mengangguk bahagia.


"Sebenarnya kita akan melakukan apa Baby?" Lucas di buat bingung dengan pembicaraan yang ada di hadapannya. Tujuannya hari ini pergi ke sebuah pantai namun Noa malah mengajaknya pergi ke tempat yang terlihat asing untuknya.


"Pijak relaksasi. Perawatan tubuh. Aku sudah lama tidak melakukannya." Lucas memperlihatkan giginya yang rata.


"Bukannya kamu bilang ingin membeli baju berwarna terang?"


"Di sini juga menyediakan baju Tuan." Sahut si pegawai.


"Hm. Setelah kita selesai perawatan tubuh. Kita membeli baju."


"Sebaiknya kamu saja yang melakukan itu Baby. Aku menunggu saja." Tentu saja Lucas menolaknya. Dia yang notabenenya bukan manusia. Tentu merasa tidak nyaman jika ada seseorang menyentuh bagian tubuhnya.


"Tidak sayang. Kita lakukan berdua. Itu janji kita kan."


"Tapi tidak untuk ini."


"Aku tidak menunggu persetujuan. Pokoknya kamu harus mau." Lucas mengangkat kedua tangannya lalu memegang erat pundak Noa.


"Please Baby. Aku tidak akan nyaman." Bisik Lucas merajuk.


"Kamu akan nyaman. Kamu bersamaku." Rajuk Noa malah membuat senyum Lucas kian aneh.

__ADS_1


"Baby please. Aku..."


"Ini akan nyaman. Kamu harus percaya padaku." Tidak ada alasan lagi bagi Lucas untuk menolak. Dia mengangguk pelan dengan segala keterpaksaan.


🌹🌹🌹


Di kediaman milik Alex. Beberapa bangsawan dari golongan Vampir di undang datang ke rumah berbentuk kastil tersebut. Alex sengaja mengundang mereka untuk membicarakan sebuah persekutuan.


"Tidak Tuan Alex. Kami takut tersandung masalah jika melakukan itu. Bukan hanya kami yang terancam, tapi keluarga kami juga." Alex tersenyum tipis dengan jari telunjuk yang terus mengetuk-ngetuk meja marmer.


"Aku akan menjamin keselamatan kalian."


"Tuan saja sedang dalam masalah. Bagaimana bisa menjamin keselamatan kami?" Para anak bangsawan tersebut memang sudah menetap di kota atas izin keluarga masing-masing. Mereka juga makhluk yang kerapkali mengadakan pesta bersama Alex dengan hidangan tubuh serta darah manusia.


"Pulanglah. Kalian akan dengar berita baik itu." Para makhluk berparas tampan itu saling melihat satu sama lain.


"Ah Tuan Alex. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa senyum anda terlihat begitu indah?" Alex terkekeh nyaring seraya menatap keluar jendela.


"Aku hanya memiliki waktu 40 tahun atau lebih untuk melakukan ini sebelum Lucas mengambil alih semuanya."


"Aku masih tidak mengerti."


"Satu Minggu lagi aku akan menjadi raja. Kalian tahu apa artinya?" Senyum mereka langsung merekah.


"Bagaimana mungkin? Bukankah Tuan sedang di hukum?"


"Mungkin nasib baik mengarah padaku. Stefanus mencabut hukuman itu dan menjadikan ku raja sementara sampai Lucas siap."


"Itu terdengar seperti sebuah penghinaan." Alex mengangguk namun senyum masih saja membingkai. Sejak kemarin dia mulai memikirkan apa saja kerusuhan yang dapat dia hadirkan saat menjadi raja.


"Penghinaan itu akan di bayar dengan sebuah kekacauan yang timbul nanti." Semuanya mengangguk seraya tersenyum. Selama ini mereka sudah bersekutu dengan Alex yang seharusnya di jauhi.


Itu terjadi karena Alex selalu menyediakan stok darah juga beberapa gadis dan berjanji akan bertanggung jawab jika nantinya ada yang mengendus perbuatannya.


"Apa yang bisa kami lakukan Tuan."


Alex mulai membicarakan rencananya dan di sambut oleh sebuah anggukan juga senyuman tipis.


🌹🌹🌹


Kira-kira apa rencana Alex selanjutnya 😁


Haiiii reader...


Aku akan Hiatus sejenak sambil memikirkan ide untuk season ke 2


Mungkin season 1 hanya sampai sini saja ya...


Selain ingin mencari ide. Akhir-akhir ini kesehatanku terganggu. Mungkin terlalu sering tidur malam jadi seperti ini🤧Maklum ya. Aku masih punya dedek bayi berusia 1 tahun yang butuh perhatian ekstra. Itu kenapa aku jarang bisa doubel update 😁karena aku menulis di tengah kesibukan yang super padat.


Kita berjumpa lagi di season 2


Doakan aku cepat sehat agar bisa dapat ide🤧🥰


Terimakasih dukungannya...


Sampai jumpa🌹🥰


Sehat selalu untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2