
Baru saja Bastian masuk mobil, langsung di sambut mata bulat dari Alex yang tengah terbakar cemburu karena sanjungan yang sempat Bastian lontarkan pada Noa.
"Kau paham kau siapa!!" Tutur Alex geram menatap tajam Bastian seolah ingin memakannya bulat-bulat.
"Maksud Tuan?" Bastian mengira jika Alex bisa mendengar pembicaraan yang terjadi di dalam rumah.
"Jangan memujinya meski itu dalam hatimu!! Aku bisa mendengar itu!!" Bastian berfikir cepat. Dia hanya melontarkan pujian saat berada di taman.
"Nona Noa memang cantik."
"Kau hanya berpura-pura! Ini hanya tugas! Tidak lebih." Bastian mengangguk-angguk seraya mengumpulkan keberanian untuk mengungkap tujuan apa yang ada di balik rencana Alex.
"Saya hanya sekedar mengagumi Tuan. Em.. Tujuannya apa hingga Tuan berbuat ini?" Tanya Bastian lirih.
"Untuk apa kau ingin tahu. Kau hanya tawanan ku yang harus menuruti semua kemauanku!!"
"Hm saya tahu Tuan. Saya lemah dan tidak bisa melawan. Saya hanya ingin menggoda Nona dengan cara yang pas agar semuanya bisa segera selesai. Saya ingin hidup normal lagi. Jujur saja jika perkerjaan saya menumpuk karena melakukan ini." Alex menatap Bastian lekat. Ucapan Bastian terdengar tidak di buat-buat mengingat dua perusahaan harus dia kelola.
"Kau harus bisa tidur bersamanya lalu kau ambil gambar dan serahkan padaku."
"Untuk memisahkan mereka?" Tanya Bastian dengan sisa-sisa keberaniannya. Dia mengatakan itu dengan suara bergetar seolah tengah bertaruh nyawa.
"Hubungan mereka terlarang. Itu kenapa mereka harus berpisah. Lucas adalah putra mahkota. Tidak seharusnya dia menikah dengan manusia." Alex belum juga menjalankan mobilnya dan masih memantau rumah Noa.
"Em apa setelah Nona bisa tergoda dengan saya. Emmm.. Saya bisa menikah dengannya." Alex menoleh cepat dengan wajah garang. Kuku panjangnya mencuat keluar dan mulai mengacungkannya ke wajah Bastian.
"Dia milikku! Setelah mereka berpisah, dia akan menjadi milikku!!" Tujuan Alex terkuak sudah. Sebisa mungkin Bastian tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sehingga tidak membuat Alex semakin marah padanya.
"Ma ma maaf Tuan. Saya mengatakan ini karena penjelasan dari Tuan sendiri. Bu bukankah hubungan antara Vampir dan manusia terlarang?"
"Aku berbeda! Aku sudah terasing dari bangsa Vampir sejak lama!"
"Ma maafkan saya jika salah." Seketika Alex melepaskan cengkraman tangannya dan kembali duduk tegak. Dia bisa menerima jawaban dari Bastian tanpa menaruh curiga.
"Bagaimana perkembangannya?"
"Saya tidak bisa mengobrol bebas di dalam karena dua pembantunya." Bastian yang bisa berfikir cepat. Langsung mengarang cerita agar Alex semakin yakin jika dia memihak nya." Mereka begitu setia pada Tuan Lucas sehingga kita harus mengobrol di luar seperti tadi." Imbuhnya menyakinkan.
__ADS_1
"Singkirkan mereka!!"
"Saya akan membeli obat tidur agar mereka tidak bisa melihat kegiatan kami."
"Lalu?"
"Sesuai perintah Tuan Alex. Asal setelah ini saya bisa selamat." Alex tersenyum simpul. Dia mengira jika sebentar lagi rencananya akan berjalan mulus.
"Tentu saja." Aku akan membunuhmu jika Lucas sudah membenci Noa..
๐น๐น๐น
Lucas melebarnya matanya, saat Elena menunjukkan potret kebersamaan yang terjadi antara Noa dan Bastian yang sudah di cetak oleh Adam.
Mimik wajahnya tergambar kekecewaan meski itu semua tidak bisa melunturkan perasaannya pada Noa.
"Itu lebih baik. Sudah ada yang menjaga dia di sana." Dengan menahan rasa sakit. Lucas terpaksa melontarkan ucapan itu dan berusaha menyampaikannya dengan sebuah senyuman getir.
"Kau kecewa kan! Jangan menutupi itu!!" Jawab Stefanus yang juga ada di sana. Dia berusaha mengelabuhi Lucas walaupun sebenarnya dia sudah tahu jika ini semua rencana Elena. Wajar saja Lucas menyukainya. Kecantikannya melebihi bidadari khayangan.
"Padahal baru saja kau tinggalkan tapi dia sudah mencari kesenangan lain." Sahut Elena menimpali.
"Hm.. Sekarang kau yang harus bahagia dan mencari seseorang yang lain."
"Musnahkan aku." Jawab Lucas menatap ke Stefanus dengan senyuman kecut.
"Kau putraku satu-satunya Lucas! Kau harus mengantikanku menjadi raja."
"Tidak. Jika aku kau lepaskan. Aku akan kembali menemui nya."
"Dia sudah melupakanmu dalam waktu dekat. Apa lagi yang kau harapkan! Sudah ku bilang jika kesetiaan manusia setipis tisu!" Stefanus masih berharap bisa menyadarkan Lucas akan kesalahannya.
"Aku akan kembali mengingatkan, jika aku Suaminya!!" Stefanus membuang nafas kasar seraya menatapnya tajam. Sifat batunya benar-benar menurun ke Lucas dan kini mulai membuatnya terbebani.
"Kau dan dia berbeda."
"Tuhan bahkan merestui pernikahan kami!!"
__ADS_1
"Bagaimana kau yakin itu! Kalian tidak seharusnya menikah." Elena terkekeh dalam hati mendengar perdebatan tersebut.
"Aku tidak hanya menikahi nya dengan cara bangsa kita. Tapi aku juga menikahinya dengan cara manusia menikah. Itu tandanya Tuhan merestui hubungan kami sebab kami tidak melakukan kesalahan apapun!!" Amarah Stefanus membuncah sehingga dia melayangkan tamparan pada wajah Lucas yang terlihat pucat.
Plaaaaaakkkkkk!!!
Lucas tertunduk seraya tersenyum kecut. Tamparan itu sudah sanggup membuat pipinya memanas karena kini kekuatannya sudah benar-benar tidak ada akibat belenggu yang terpasang di lehernya.
"Ambil pedang mu dan musnahkan aku Stefanus!!!" Perasaan Lucas tidak bergeser sedikitpun meski dia tersakiti melihat potret yang di tunjukkan Elena padanya. Aku yakin mereka hanya mengobrol saja. Lucas berusaha menyakinkan hatinya jika Noa masih setia padanya.
"Aku akan mengurung mu hingga kau menyadari kesalahan mu!!" Stefanus melangkah pergi meninggalkan Elena yang masih duduk memperhatikan Lucas.
"Apa salahnya kau menuruti perintah Ayahmu itu."
"Dia bukan Ayah ku! Aku bukan anak nya!" Lucas menoleh ke arah Elena." Kau terlihat bahagia melihatku seperti ini. Apa kau sudah merayakan keberhasilan mu?" Imbuhnya.
"Kau selalu saja berburuk sangka padaku. Aku hanya membantu Stefanus agar semuanya berjalan lancar."
"Daripada aku menjadi raja tanpa Istriku! Lebih baik aku terkurung di sini selamanya!!" Elena menddesah lembut kemudian berdiri.
"Kita lihat saja. Kau mungkin masih menganggap wanita itu setia sehingga kau kukuh pada pilihanmu!" Tunjuk Elena kasar." Aku akan mencari bukti lagi agar kau sadar jika kini di hatinya sudah ada manusia lain hahaha." Elena tersenyum tipis seraya pergi dari hadapan Lucas.
Kau tidak boleh menyentuh nya Bastian!! Dia milikku!!!
Sesuai dugaan. Lucas berusaha mempercayai Noa akan menunggunya meski harapan itu terlihat sangat jauh. Dia sendiri tidak tahu kapan hati Stefanus melunak dan membebaskannya. Hal itu membuat batin Lucas tersiksa apalagi Elena sengaja memajang foto itu di dinding kamarnya.
Elena mengetuk pintu Stefanus kemudian masuk. Dia menghampiri Stefanus yang tengah gusar karena sikap Lucas.
"Dia masih mencintainya meski dia sendiri tersiksa." Gumam Stefanus merasa tidak tega dengan keadaan Lucas. Belenggu itu tidak hanya menyerap kekuatan tapi juga daya tahan tubuh Lucas yang akan memburuk setiap jamnya.
"Lucas belum mempercayai jika wanita itu tidak setia Baginda." Elena duduk di pangkuan Stefanus lalu mengusap lembut dada bidangnya. Dia berusaha mendinginkan hati Stefanus dengan sentuhannya tapi sayangnya Stefanus sedang tidak selera melakukannya.
"Aku tidak berselera." Stefanus beranjak dari tempatnya duduk sehingga membuat Elena mendengus.
"Baginda tenang saja. Aku akan membuat skenario itu menjadi sangat menyakinkan agar Lucas membenci wanita itu." Stefanus tidak bergeming sesaat. Dia sangat takut kecurangannya terbongkar dan membuat Lucas semakin membencinya.
"Aku takut dia bisa mengendus skenario ini."
__ADS_1
"Biar aku yang bertanggung jawab Baginda. Baginda hanya memberikan izin saja dan aku yang akan mengaturnya." Tidak ada lagi yang bisa Stefanus lakukan kecuali menyerahkan semuanya pada Elena. Dia terlanjur menjalankan skenario sehingga mau tidak mau dia harus mengikuti alurnya hingga berhasil.
๐น๐น๐น