Istri Tuan Vampir

Istri Tuan Vampir
39


__ADS_3

Elena bergegas menemui menantunya yang kini sudah di angkat oleh Stefanus sebagai panglima perang. Tentu saja hal itu tidak membuat Elena berbangga sebab dia menginginkan kedudukan tertinggi di kerajaan itu.


"Siapkan prajurit terkuat dan buru Lucas!!" Pinta Elena tiba-tiba. Pedro yang tengah duduk bersama Patresia langsung menoleh dan berdiri.


"Lucas? Ada apa dengannya Ma." Tanya Patresia masih menyisakan ruang kecil bagi Lucas. Orang yang di sebut sebagai cinta pertama untuknya.


"Tentu saja karena dia menyukai manusia." Kekeh Elena sementara Patresia tertunduk.


"Berarti dia hidup bersama makhluk lemah itu sekarang?" Tanya Patresia lirih.


"Hm jadi kau harus memburunya!"


"Baik Bu." Jawab Pedro tegas.


"Apa itu perintah dari Ayah?" Patresia tidak percaya jika Lucas lebih memilih bersama manusia daripada dirinya.


"Kenapa pertanyaan mu seperti itu. Apa kau menuduh Mama asal bicara?" Elena tidak menyukai cara menatap Patresia padanya. Dia merasa anak perempuannya tidak percaya pada titahnya.


"Bukan begitu Ma."


"Abaikan dia." Menunjuk ke arah Patresia." Malam ini kau langsung bergerak agar pemburuan cepat membuahkan hasil."


"Saya akan menyiapkan para prajurit Bu."


"Hm.. Jika dia melarang, jangan di dengarkan." Elena menunjuk ke Patresia kemudian pergi. Dia tahu jika Patresia begitu mencintai Lucas.


Elena sering kali mendengar keluh kesah Patresia yang masih tidak bisa mencintai Pedro karena perasaannya terhadap Lucas.


Apa Lucas tahu ini semua?


"Memikirkan apa?" Tanya Pedro membaca kekhawatiran dari raut wajah Patresia." Kamu sudah menjadi Istriku. Jangan memikirkan Tuan Lucas lagi." Imbuh Pedro berlalu pergi untuk melakukan perintah Elena.


Apa benar Lucas... Ah.. Seharusnya aku tidak memikirkan dia lagi..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Menjelang sore, mobil Lucas terlihat meninggalkan area parkiran restoran milik Norman.


Lucas menatap langit yang terlihat mendung. Dia memacu mobilnya lebih cepat karena takut jika nantinya hari terlanjur gelap.


Untuk mempersingkat waktu. Lucas memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah. Hingga dia baru sadar jika mobil Prapto mengikutinya.


"Maaf sayang. Seharusnya tadi hanya sebentar saja." Ucap Noa merasa tidak enak juga sedikit takut dengan suasana mendung yang terlihat ganjil.


"Tidak apa Baby. Sudah terlanjur." Saat Noa melihat ke spion samping. Dia tidak sengaja melihat sebuah mobil mengikuti mereka.


Apa kebetulan saja? Batinnya semakin merasa tidak nyaman.


"Bukan kebetulan. Dia komplotan Vivian yang kamu sebutkan tadi." Noa melebarkan matanya seraya terus menatap ke belakang.


"Berarti dia tahu aku."


"Hm mungkin. Bukankah tadi sudah ku katakan untuk tidak ikut campur. Orang seperti mereka tidak akan berhenti jika belum mati." Wajah cemas yang di perlihatkan Lucas bukan karena Prapto. Tapi hidung tajamnya sebagai Vampir sudah bisa mengendus aroma dari prajurit kerajaan yang terbentuk menjadi awan hitam.


"Maaf sekali lagi sayang."


"Hm tolong ambil ponselku dan hubungi Bastian." Cepat-cepat Noa merogoh tas kecilnya lalu mengambil ponsel dan menghubungi Bastian.


"Ini sayang." Noa mengulurkan tangannya dan menempelkan ponselnya pada telinga kanan Lucas.

__ADS_1


"Kau bisa menyuruh orang mengambil mobilku?


"Di daerah mana Tuan. Apa yang terjadi dengan mobil anda?


"Jangan banyak bertanya. Aku ada di jalan XXX. Kau masih simpan kunci serepnya kan?


"Iya Tuan masih.


"Ambil mobilnya. Usahakan kirim dua orang.


"Baik Tuan.


Bastian mengakhiri panggilan sementara Noa merasa bingung dengan permintaan Lucas.


"Apa mobil ini rusak sayang?" Tanya Noa seraya memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Matahari sudah akan tenggelam. Ini berbahaya jika kita tidak segera kembali."


Lucas meminggirkan mobilnya di bahu jalan. Dia melepas sabuk pengaman di ikuti oleh Noa.


"Apa hal buruk sudah di mulai?" Tanya Noa lirih. Matanya membulat dengan raut wajah cemas.


"Ku rasa. Tapi ada aku tenanglah." Noa tersenyum kecut bersamaan dengan terparkirnya mobil Prapto." Kita harus segera sampai rumah. Kita pergi dengan caraku." Noa mengangguk pasrah.


Dia juga merasakan hawa tidak nyaman melihat mendung yang mulai merapat menutupi matahari yang seharusnya masih terlihat.


Lucas memegang erat jemari Noa yang sudah memejamkan mata. Dalam sekejap keduanya sudah menghilang dari dalam mobil sementara Prapto mulai menghampirinya.


Dok!


Dok!


Dok!


"Noa turun kamu!!" Teriak Prapto garang." Ku pecahkan kaca mobil ini jika kau tidak turun!!" Prapto yang sudah kalap langsung mengambil batu cukup besar dan menghantamkannya ke arah kaca mobil berkali-kali.


Pyaaaaaaarrrrrrrrr!!!


Prapto melongok juga lelaki yang ada di sampingnya. Mereka tidak melihat seorangpun keluar dari dalam mobil namun Noa dan Lucas sudah tidak ada di sana.


"Ke kemana mereka." Tutur Prapto terbata dengan mata membulat.


"Aku tidak mengerti Pak."


"Bukankah kau lihat jika mereka belum keluar mobil." Si lelaki mengangguk seraya mengusap tengkuknya yang tiba-tiba meremang.


"Mungkin benar kata Lono." Jawabnya setengah berbisik.


"Omong kosong!! Aku tidak percaya dengan hal seperti itu." Prapto mengedarkan pandangannya ke sekitar yang sepi. Apalagi mendung hitam semakin terasa mendekat dan menambah kengerian. Apa ada hal seperti itu di jaman yang sudah serba canggih ini?


Hawa dingin mulai menusuk. Sebab mendung yang datang bukan sekedar mendung biasa. Itu adalah sekumpulan prajurit kerajaan yang tengah menuju kota di bawah pimpinan Pedro dan Elena.


"Bukankah sebaiknya kita kembali saja Pak. Em takut hujan." Imbuh si lelaki beralasan.


Prapto mendengus meski dia juga merasakan hawa yang memang terasa dingin menusuk.


Aku harus cari tahu di mana Noa tinggal. Dia menjadi cantik sekali dan dewasa.


Tanpa membalas ucapan si lelaki, Prapto kembali ke dalam mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan lokasi dengan banyak pertanyaan di hatinya.

__ADS_1


Setibanya di rumah Lucas bernafas lega karena pelindung yang di berikan cukup bisa mengecoh para kawanan Vampir yang pasti tengah mengedus keberadaan mereka.


"Tidak perlu Baby." Ucap Lucas saat melihat Noa menutup tirai rumahnya.


"Bukankah mereka bisa melihat kita." Setelah menutup tirai Noa duduk lemah di samping Lucas.


"Tidak bisa Baby. Pelindung ini cukup kuat kecuali kamu keluar dari pagar rumah."


"Walaupun begitu. Aku masih takut."


"Ada aku. Kamu tenang saja." Jawab Lucas untuk kesekian kali. Mencoba memantapkan hati agar dia merasa yakin akan bisa melindungi Noa dari ganasnya para prajurit kerajaan. Dia Istriku. Sudah selayaknya dia menjadi milikku apapun yang terjadi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Brraaaaakk!!!!


Tiba-tiba saja Elena sudah masuk ke dalam kamar Alex yang tidak tertutup sempurna.


Alex yang tengah duduk bersantai, menatap Elena dengan senyum tipis seraya melirik ke arah luar.


Dari tempatnya duduk, terlihat Pedro tengah berada di antara makhluk dengan postur tubuh manusia namun berwajah binatang. Lidahnya terus menjulur keluar dengan hidung mengedus-ngedus seperti hewan. Di leher mereka terdapat sebuah kalung belenggu untuk mengendalikan insting pemburu mereka agar tidak membunuh sembarangan manusia.


"Kau ingin menangkap ku?" Tanya Alex basa-basi.


"Tidak perlu banyak bicara Alex. Ternyata Adam mendapatkan info ini darimu." Alex mengangguk lalu terkekeh, dia berdiri seraya membawa gelas yang berisi darah.


"Hm aku sudah bertemu dengan Istrinya. Dia cantik sekali. Sangat wajar jika Lucas sampai lupa diri. Karena mencintai bangsa manusia lebih menyenangkan daripada mencintai bangsa kita."


"Aku tidak ingin mendengarkan kegilaan mu! Cepat katakan! Di mana Lucas sekarang!!!" Teriak Elena geram. Rasanya dia tidak sabar ingin menangkap Lucas dan juga Noa.


"Dia hanya memberiku alamat apartemen. Aku tidak tahu dia di mana sekarang."


"Kau menutupinya karena dia satu tujuan denganmu!!" Alex tertawa renyah lagi.


"Tidak!" Jawab Alex memasang wajah bengis. Dia tersenyum kecut menatap ke luar jendela." Aku ingin Istri Lucas dan kau akan dapatkan Lucas. Jika kau setuju, aku akan mencari tahu di mana dia tinggal sekarang tapi ingat! Jangan sakiti wanita itu." Elena tersenyum tipis. Dia kembali mendapatkan kemudahan dengan berkerja sama dengan Alex.


"Kau menyukai Istri Lucas? Buruk sekali!!"


"Setidaknya aku hanya menginginkan seorang pendamping. Tidak sepertimu yang berambisi ingin menguasai dunia." Jawab Alex mengejek. Dia paham bagaimana buruknya Elena yang menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai meski itu harus menyingkirkan kerikil-kerikil yang menghalangi jalannya.


"Kau dapatkan wanita itu dan aku dapatkan Lucas." Bisik Elena mengulurkan tangannya seolah tidak ingin Pedro mendengar obrolannya.


"Hm oke. Aku akan segera dapatkan informasi soal tempat tinggal mereka yang baru." Alex menyambut jabatan tangan Elena seraya tersenyum jahat. Noa akan segera menjadi milikku.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai para reader ๐Ÿ˜


Ingin rasanya aku update yang banyak๐Ÿคค


Tapi kesibukan ku di duta juga sangat menyita waktu..


Aku harap kalian mengerti ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Aku usahakan update setiap hari..


Semoga sehat selalu..


Terimakasih dukungannya ๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2