
Mobil Prapto terparkir di bahu jalan kediaman Noa tepat pukul satu malam. Bukan hanya Bram yang di ajak tapi beberapa anak buahnya.
Prapto menatap lekat ke arah rumah mewah tersebut lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bram.
"Kau yakin?" Tanya Prapto memastikan.
"Hm 100 persen yakin." Prapto memberi isyarat satu anak buahnya untuk memeriksa ke dalam dengan memanjat pagar tinggi yang mengelilingi rumah.
"Jika kau membual. Akan ku bunuh kau!!" Ancam Prapto setengah berbisik. Dia ingin menculik Noa secara diam-diam tanpa meninggalkan jejak.
Lima menit kemudian. Anak buah Prapto kembali dengan senyum mengembang.
"Saya melihat Noa Pak. Dia tidur di kamar bawah bersama seorang wanita tua." Prapto terkekeh kecil kemudian menyuruh anak buahnya cepat bertindak.
Tiga anak buah Prapto memanjat pagar dan berjalan mengendap-endap menuju kamar di mana Noa tidur. Salah satu dari mereka berpencar untuk mengecoh Bik Minah agar beranjak dari tempat tidurnya sekarang.
Sesuai rencana. Suara gaduh yang anak buah Prapto buat. Membuat Bik Minah terjaga begitupun Bastian.
"Suara apa Bik." Tanya Noa berbisik.
"Non tunggu sini. Biar Bibik lihat." Bik Minah keluar kamar bersamaan dengan keluarnya Bastian." Suara apa ya Tuan." Tanya Bik Minah pada Bastian.
"Saya tidak tahu Bik. Sepertinya dari belakang." Bastian melangkah ke belakang, di ikuti oleh Bik Minah sementara Noa kembali berbaring karena sakit pada kakinya.
Dengan leluasa, anak buah Prapto masuk lewat jendela lalu membuka pintu samping kamar tersebut. Keduanya mengendap-endap mendekati ranjang.
Noa yang kala itu memejamkan mata, seketika terkejut saat sebuah sapu tangan membekapnya. Tubuhnya menggelepar dengan mata membulat hingga dia hilang kesadaran.
"Cepat pergi." Bisik salah satu dari mereka yang baru saja masuk." Aku sudah membuka pintu pagar samping yang ternyata tidak terkunci." Imbuhnya merasa beruntung karena biasanya Bik Minah tidak pernah lupa memeriksa.
Musibah yang menimpa Noa sekarang. Membuat Bik Minah lupa untuk mengecek setiap pintu, jendela juga pagar yang terkadang belum terkunci.
Dua dari mereka membawa tubuh Noa yang terkulai lemah, sementara satu lainnya membuka pintu pagar lalu menutupnya dengan sempurna untuk menghilangkan jejak.
Bram menghampiri ketiganya. Tubuh Noa di masukkan dan di letakkan tepat di samping Prapto. Ketiganya bergegas masuk dan dengan kecepatan penuh, mobil itu melaju pergi meninggalkan lokasi.
Bastian sendiri masih memeriksa bagian belakang rumah bersama Bik Minah.
"Mungkin hanya kucing Tuan." Tebak Bik Minah.
"Iya mungkin Bik." Meski masih penasaran, keduanya memutuskan untuk masuk kembali.
Baru saja Bastian masuk kamar, dia langsung di kejutkan dengan teriakan Bik Minah. Cepat-cepat dia keluar dan menghampiri kamar tamu yang berada tepat di sebelahnya.
"Non Noa Tuan. Dia tidak ada." Ujar Bik Minah menunjuk ke tempat tidur yang kosong.
"Mungkin di kamar mandi."
__ADS_1
"Kaki Non Noa masih sakit. Tadi Bibik sudah memeriksa di kamar mandi tapi tidak ada." Bastian bergegas berjalan ke depan untuk memeriksa keadaan. Tapi tidak ada jejak tertinggal.
Makhluk itu tidak bisa masuk ke sini. Lalu siapa yang sudah membawa Nona Noa? Bastian melangkah masuk untuk mengambil kunci mobil.
"Kemana Tuan?" Tanya Bik Minah.
"Memeriksa CCTV jalan Bik. Saya mau keluar sebentar ke satpam kompleks ya." Bik Minah mengangguk pelan dengan wajah khawatir. Kebaikan dan keramahan Noa, membuatnya begitu menyanyangi majikannya itu. Doa terbaik di panjatkan di dalam hati. Berharap Tuhan menjaga Noa di manapun dia berada.
Dengan mengerahkan segala keberaniannya, Bastian masuk mobil namun tidak langsung melaju. Dia memandangi jari manisnya.
"Semoga saja aku bisa melepaskan cincin ini." Di luar dugaan. Cincin tersebut terlepas dengan sangat mudah. Bastian tersenyum sumringah lalu melemparkan cincin itu keluar dari mobilnya." Lindungi saya Tuhan." Imbuhnya memanjatkan doa sebelum mobilnya melaju keluar pagar rumah.
Setibanya di pos penjagaan. Bastian di buat kecewa karena kenyataan tentang tidak adanya CCTV jalan yang mengarah pada rumah Noa dan Lucas.
"Minggu depan baru di pasang Pak. Di sana belum ada anggota keluarga selain mereka jadi pihak kompleks belum memasangkan CCTV." Ujar satpam kompleks menjelaskan.
"Nona saya menghilang tadi." Eluh Bastian membuang nafas kasar." Berapa banyak mobil yang keluar masuk di jam satu tadi." Imbuhnya bertanya.
"Hanya dua Pak dan mereka adalah penghuni kompleks."
"Hm baiklah terimakasih." Bastian kembali dengan raut wajah kecewa sementara si satpam kompleks melihatnya dengan senyum sumringah. Tanpa Bastian ketahui, si satpam kompleks sudah menerima uang dari Prapto sehingga dia sengaja menghilangkan jejak Prapto agar tidak bisa terendus.
๐น๐น๐น
Prapto memandangi paras cantik Noa dari samping. Dia tidak menyangka jika gadis kecil yang di jualnya dulu berubah menjadi wanita dewasa dengan persona yang mampu membuat mata hatinya terbuai.
Dia benar-benar anak emas... Cantik sekali kamu Noa...
"Berapa lama kau pulang kampung?" Tanya Prapto sangat menyukai kesetiaan yang Bram tunjukkan padanya.
"Sampai keadaan Normal Pak. Saya takut di salahkan Lono. Saya permisi dulu. Terimakasih uangnya." Bram turun dari mobil dan di gantikan dengan anak buah Prapto yang lain.
"Saya tidak dapat bonus Pak." Ujar salah satu dari mereka.
"Kerja yang benar baru dapat bonus! Kalian harus setia padaku agar kalian bisa mendapatkan bonus seperti Bram." Jawab Prapto tidak mengalihkan pandangannya pada Noa.
Aku ingin merasakan.. Bagaimana pelayanan mu.. Ah Noa.. Kau membuat hasrat ku tersulut..
Setibanya di tempat pellacuran. Prapto memerintahkan untuk menempatkan Noa pada kamar pribadinya.
Lono yang kebetulan tengah berada di sana, langsung terkejut dan berjalan menghampiri mereka untuk memastikan.
Bagaimana mereka tahu.. Lono menelan salivanya pelan seraya menatap ke arah Prapto yang juga tengah melihat ke arahnya.
"Kau kaget hah!!" Ucap Prapto kasar.
Ya Tuhan.. Apa Bram sudah membocorkan semuanya? Ada sesal terbesit di dalam hati Lono. Seharusnya aku memberikan bagiannya agar dia tidak melakukan ini.
__ADS_1
"Anak buahku tidak hanya kau!!" Tunjuknya kasar." Jika kau terus berkhianat. Kau akan ku pecat!!" Ancam Prapto merasa kesal.
"Saya masih punya sisa uang 700 juta. Tolong lepaskan dia Pak." Lono merasa bersalah dengan apa yang terjadi sekarang. Kebaikan Noa kembali terkhianati dengan kecurangan yang di lakukan Bram.
"Aku tidak butuh uang itu!! Dia akan memberikan uang lebih banyak dari itu dalam waktu sehari. Kau fikir aku bodoh!!"
"Saya mohon Pak. Nona Noa sudah bersuami. Dia tidak suka melakukan perkerjaan ini. Saya juga takut jika Suaminya datang untuk menjemput. Bukankah Bapak tahu jika Suaminya bukan manusia." Prapto terkekeh nyaring. Tertangkapnya Noa membuatnya kembali tidak mempercayai cerita tidak masuk akal Lono.
"Kau suruh Suaminya datang padaku. Akan ku bunuh dia dengan salip dan bawang putih hahahaha. Bodoh!!! Itu hanya cerita yang kau karang." Lono memasang wajah penuh rasa bersalah. Menatap ketiga temannya membawa tubuh Noa masuk.
"Saya mohon Pak."
"Tidak ya tidak!! Sialan!!!" Prapto pergi sementara Bram masih menatapnya.
"Kamu uang dari mana Lon." Tanya salah satu temannya yang tidak sengaja mendengar.
"Dari Nona Noa. Dia memberikan uang yang cukup untuk gaji kita tiga bulan ke depan tapi Bram tidak tahu terimakasih." Teman Lono menggeleng pelan seraya berdecak.
"Dari dulu sampai sekarang Bram memang serakah."
"Bukankah kita berdosa karena sudah hidup di atas penderitaannya."
"Kita bisa apa Lon kalau tidak menerima semuanya."
"Kita buka usaha dengan uang itu. Tapi tolong bantu aku menyelamatkannya." Tiba-tiba saja ide itu terlintas. Rasa perduli yang begitu besar membuat Lono tidak sampai hati jika harus melihat Noa kembali menderita.
"Usaha apa."
"Banyak jalan menuju roma. Kau tidak ingin berubah dengan memberikan uang halal pada keluargamu." Teman Lono mengangguk seraya tersenyum.
"Ingin Lon."
"Kumpulkan semua orang yang menurutmu bisa di percaya. Kita bertemu di parkiran."
"Baik Lon." Senyum Lono mengembang seraya menatap ke arah temannya yang sudah melangkah pergi.
Ini saatnya kita membalas kebaikan mu selama ini Nona..
๐น๐น๐น
Siapa yang kangen Noa dan Lucas kembali bersama๐ญ๐ญ๐ญ
Sejujurnya aku rindu mereka๐ญ๐ญ
Semoga mereka segera di pertemukan ๐
__ADS_1
Terimakasih dukungannya...
Bantu share ya biar aku semakin semangat untuk melanjutkan ๐๐๐ฅฐ