Istri Tuan Vampir

Istri Tuan Vampir
77


__ADS_3

"Apa maksud perkataannya Alexander!!" Teriak Stefanus berjalan menghampiri Alex yang langsung menghadap ke arahnya." Kau menyukai Istri Lucas!! Katakan!!" Sesaat Alex tidak bergeming karena apa yang di bicarakan Stefanus benar adanya. Bahkan hingga sekarangpun dia masih tidak rela melihat kebersamaan antara Noa dan Lucas.


"Kau percaya pada mulut wanita itu!!" Menunjuk ke arah Elena. Alex ingin memanfaatkan kesalahan Elena untuk menutupi perasaan salah yang ada pada hatinya.


Stefanus beralih menatap Elena dengan tajam. Rasa benci pada Elena semakin bertambah sejak kebenaran soal kebusukannya terungkap.


"Hukumanmu akan bertambah berat jika kau terus saja berbicara omong kosong Elle!!" Elena mendengus karena merasa tidak terima.


"Itu kebenaran! Alex menyukai Istri Lucas!" Sebisa mungkin Alex tidak memasang wajah gugup. Dia tidak ingin lagi di salahkan setelah penawaran soal pencabutan hukumannya.


"Jika aku menyukainya, bukankah aku tidak membawanya ke sini. Jangan mengarang cerita Elle. Hukumanmu akan menjadi bertambah berat nanti." Alex pergi begitu saja. Emosinya meluntur karena dia tidak ingin Elena mengungkap kebenaran soal perasaannya.


"Aku berkata jujur Baginda!!"


"Aku sudah tidak percaya ucapan mu!!" Alex tersenyum miring saat mendengar umpatan yang di lontarkan Stefanus.


Aku lebih cerdas darimu Elena! Dasar wanita busuk!


🌹🌹🌹


Lucas menatap Noa dengan gelisah karena hasrat untuk menyentuh yang terasa mendorong. Sementara Noa sendiri tengah berbaring di ranjang miliknya bahkan menatapnya.


Noa masih saja tidak mau berdekatan apalagi bersentuhan. Dia bisa marah besar jika sampai Lucas berusaha mendekatinya.


"Kenapa ahli nujum itu lama sekali." Dengus Lucas sesekali mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Ini sudah larut. Mungkin dia akan datang besok." Jawab Noa asal." Paman Alex juga berkata begitu sayang. Aku sedang hamil tapi aku tidak percaya. Bukankah kamu bilang jika seorang manusia mengandung anak Vampir fisiknya akan melemah?" Imbuh Noa masih tidak merasa yakin walaupun perasaannya pada Lucas memang terasa aneh.


"Paman Alex berkata itu? Apa dia menyentuhmu!!" Noa menarik nafas panjang melihat emosi Lucas yang cepat tersulut karena kecemburuannya.


"Perias itu ahli nujum katanya. Jangan berprasangka buruk dulu."


"Dia menginginkanmu! Bagaimana aku tidak berprasangka buruk!"


"Aku tahu. Tapi buktinya dia membantuku. Ahli nujum itu berkata soal kehamilanku. Jadi sebaiknya kamu tidur dulu." Tujuan Noa berkata itu agar Lucas bisa beristirahat sejenak.


"Bangsaku memang jarang tidur. Aku yakin kamu hamil tapi aku hanya sedang menunggu penawar yang bisa membuatmu tidak muak melihatku. Aku merindukanmu Baby. Aku merindukan percintaan panjang kita." Noa mendengus dengan tatapan tajam.


"Jika kamu berani mendekat. Aku membencimu!!" Lucas mencengkram erat kepalanya seraya menatap lemah ke arah Noa.


"Itu kenapa aku menunggu ahli nujum itu! Aku ingin penawar itu agar kita bisa pergi dari sini bersama Ibu." Noa duduk lalu menurunkan kakinya. Dia mengingat permintaan Stefanus padanya.


"Ayah ingin mengadakan pesta untuk kita."

__ADS_1


"Aku sudah tidak perduli dengan lelaki tua itu!!"


"Dia Ayahmu sayang."


"Seorang Ayah tidak mungkin memperlakukan anaknya seperti hewan peliharaan!!" Noa menddesah lembut. Dia mengingat Ayahnya sendiri yang tega menjualnya hanya karena hasutan dari Ibu tiri.


Apa Ayahku akan bisa sadar seperti Ayah Tuan Lucas.. Bagaimana keadaannya sekarang..


"Kamu ingin mengunjungi mereka?" Tanya Lucas lirih.


"Tidak sayang. Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaannya."


"Kita akan melakukannya jika sudah pulang. Aku juga ingin tahu bagaimana rupa mertuaku." Noa tersenyum kecil. Dia tidak menyangka semuanya bisa terlewati dengan mudah walaupun sedikit sakit.


"Kita harus tetap tinggal sampai masalah ini selesai."


"Ini sudah selesai. Kita akan membawa Ibu pergi dari sini agar Stefanus tidak lagi menyakiti nya." Lucas masih saja kukuh pada niatnya untuk membawa Ana pergi. Hatinya begitu sakit menerima kenyataan tentang ketidaktegasan Stefanus yang sudah memisahkan dia dan Ibunya sejak lama.


"Ayah sudah mengakui kesalahannya sayang. Semua makhluk pasti pernah bersalah termasuk kamu yang pasrah saat akan di nikahkan dengan Patresia. Jika mungkin Paman Alex tidak mengajakku ke sini. Mungkin semuanya akan menjadi kesalahpahaman baru." Lucas terdiam tidak bergeming. Dia terpaksa melakukan itu dan mulai memikirkan sesuatu yang mungkin terpaksa Stefanus lakukan." Aku akan menuduh mu meninggalkan aku dan menodai kesucian pernikahan kita. Ayolah sayang.. Tinggal sedikit lama. Ajak aku berjalan-jalan di sekitar sini esok. Aku ingin tahu lingkungan di sini seperti apa." Lucas menddesah lembut. Keinginan dari Noa tidak akan mudah di tolak walaupun sebenarnya dia sudah tidak perduli dengan masalah Stefanus.


"Hm hanya untukmu."


"Untuk satu keluarga. Aku ingin kamu melupakan ini semua agar bisa hidup baik bersama kedua orang tua kita."


"Jangan memberi contoh yang buruk pada anak kita. Dia mungkin sudah bisa mendengar." Lucas tersenyum hangat. Hatinya mendadak dingin saat dia mengingat seorang bayi lucu akan hadir di tengah keluarga kecilnya.


"Bisakah aku menyentuhnya." Wajah Noa berubah ketika dia mendengar permintaan Lucas.


"Aku tidak ingin kamu melakukannya."


"Sedikit saja Baby. Biar aku memberi salam untuknya." Noa menghela nafas panjang seraya mengangguk pelan.


Lucas beranjak dari tempat duduknya lalu berjongkok di bawah tepian ranjang. Noa berpaling bahkan tidak melihat ke arah Lucas. Dia tengah menahan rasa mual yang mulai tercium oleh hidung tajamnya.


Tangan Lucas mulai mengangkat dress sedikit lalu menyentuh perut Noa yang terlihat sudah sedikit membesar.


"Ini Papa. Jadi jangan membuat Mamamu muak melihat Papa. Ayolah sayang. Biarkan Mamamu Papa sentuh sedikit saja." Tangan kanan Noa langsung menjauhkan wajah Lucas dari perutnya hingga membuat Lucas jatuh terduduk di lantai marmer.


"Ucapan macam apa itu sayang!!" Protes Noa mendengus. Lucas terkekeh mendongak ke Noa yang memasang wajah kesal." Katamu memberikan salam!!" Imbuhnya berprotes.


"Di mana suara lembut mu Baby. Dia sudah merubah mu menjadi sangat garang." Lucas dengan cepat berdiri dengan manik yang tidak terlepas dari Noa.


"Kenapa? Kau tidak suka!! Jika tidak suka pergi saja!!" Lucas menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.

__ADS_1


"Aku hanya tidak suka berjauhan denganmu. Jadi walaupun kamu berubah kasar, asal kita berdekatan, itu tidak masalah." Noa berbaring dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


"Aku lelah sekali sayang. Jangan mengajakku bertengkar." Lucas kembali duduk di tempat semula.


"Hm baik. Beristirahat lah."


"Ingat untuk tidak mendekat!!"


"Oke siap Baby. Aku berjanji untuk tidak mendekat." Sebaiknya aku pulang sebentar untuk mengabari Bastian. Mungkin dia masih berada di rumah. "Bolehkan aku berkeliling sebentar." Noa mengangguk-angguk.


"Aku juga lapar. Aku ingin makan daging mentah yang segar."


"Kenapa? Sejak kapan kamu menyukai itu?"


"Beberapa hari ini. Aku kehilangan selera pada makanan yang di masak terlebih dahulu. Sekarang aku tahu kalau keinginan itu timbul karena janin ini."


"Kamu ingin daging apa?"


"Terserah sayang. Asal mentah dan masih ada darahnya." Jawab Noa lirih. Dia malu untuk mengakui akan selera makannya yang berubah hingga harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi dulu.


"Hm oke akan ku bawakan. Sebaiknya kamu beristirahat. Bolehkan aku mencium mu sebentar."


"Tidak!!!" Noa menutup wajahnya dengan selimut.


"Hehe astaga. Oke aku pergi. Aku mencintai mu Noa."


"Aku juga mencintaimu Tuan Lucas." Jawab Noa dari balik selimut.


"Bye Baby." Lucas berubah menjadi asap dan melesat pergi. Noa menurunkan selimut yang menutupi wajahnya seraya menarik nafas panjang. Tangan kanannya terangkat dan menyentuh bibirnya dengan ujung telunjuknya. Tidak dapat di pungkiri jika dia merindukan sentuhan itu walaupun janin di perutnya menentangnya keras.


"Aku sekarang merindukan dia." Noa menurunkan tangannya dan beralih mengusap perutnya." Ini terlalu cepat. Tapi Mama menantikan kehadiranmu. Sehat selalu sayang. Mama tidak masalah jika harus menuruti keinginan mu. Mama dan Papa menyanyangi mu." Bibir Noa tersungging seolah dia merasakan jika janin di perutnya mampu merespon ucapannya.


🌹🌹🌹


Aku masih mencari ide untuk season 2


Semoga segera dapat ide. Biar bisa langsung di publikasikan 😁😁


Terimakasih yang masih setia..


Sebenarnya konflik nya bisa aku banyakin tapi rasanya itu terlalu membosankan😁😁


Komentar positif kalian membuat ku bersemangat..

__ADS_1


Terimakasih 🥰🥰🥰


__ADS_2