
Warning!!🚫21+
Yang masih bocil di harap menjauh!!
Baru saja Noa terjaga, Lucas langsung mengenakan liontin pemberian Dorothy pada lehernya.
Noa yang merasa terkejut, menyeret tubuhnya mundur. Dia tidak ingin merasakan mual hebat saat hidungnya mengendus aroma tubuh Lucas yang dulunya sangat di sukai olehnya.
"Apa ini sayang?"
"Kalung dari Dorothy, ahli nujum itu." Noa menunduk dan memperhatikan liontin yang terpasang. Terlihat ada sebuah batu di dalamnya. Dia kembali menurunkan tangannya dan beralih menatap Lucas.
"Untuk apa kalung ini?"
"Agar kamu tidak muak melihatku." Lucas menggeser tubuhnya mendekat. Noa cepat-cepat membungkam mulut dan hidungnya dengan kedua tangan.
"Jangan dekat-dekat sayang. Bukankah kamu tahu jika aku.." Secepat kilat Lucas menurunkan kedua tangan Noa lalu membungkam bibir Noa dengan bibirnya.
Noa menghembuskan nafas berat seraya membalas lummatan demi lummatan yang Lucas berikan.
"Aku merindukan ini Baby." Ucap Lucas kembali mellumat lagi dan lagi dengan sedikit kasar.
Noa merapatkan tubuhnya dengan kedua tangan mengalung erat pada leher Lucas.
"Aku juga merindukan ini sayang." Dengan gerakan kasar, Noa mendorong pundak Lucas sedikit. Bibirnya menjelajahi leher jenjang Lucas hingga membuat pemiliknya melenguh.
"Emmm Baby.." Lucas mengusap lembut puncak kepala Noa dan sesekali meremasnya pelan.
"Sebentar lagi akan ada pesta sayang. Aku takut tertidur nanti."
"Lalu kamu akan menyudahi kenikmatan ini?" Bibir Noa tersungging. Dia terus mencumbu dengan kedua tangan sibuk membuka kemeja yang Lucas kenakan.
Cumbuan kini beralih pada dada bidangnya. Lucas mendesis merasakan rangsangan tidak biasa yang Noa berikan padanya.
Dia agresif sekali. Apa karena terlalu rindu atau janin itu?
Bukan hanya tangan Noa yang bergerak aktif sebab kini tangan Lucas sudah berhasil melucuti gaun yang Noa kenakan. Tubuh keduanya merapat dengan bibir saling mencumbu hingga dessahan panjang lolos begitu saja.
"Biarkan aku memimpin." Cerah Noa saat tubuhnya akan di tidur kan. Lucas tersenyum, kedua tangannya mengusap lembut punggung Noa yang berusaha memasukkan benda panjang miliknya." Ahh sayang." Dessah Noa mengigit bibir bawahnya. Dia menaik turunkan tubuhnya seraya memegang erat pundak tegap Lucas.
"Aaagh Baby nikmat sekali." Kedua tangan Lucas sibuk menekan pinggang Noa dan sesekali mengusap punggung untuk mempercepat laju pinggang Noa.
Hanya sebentar gerakan keduanya seirama. Setelah beberapa menit berlalu, gerakan itu menjadi tidak beraturan di iringi dengan suara dessahan yang saling bersahutan.
Noa merasakan sensasi luar biasa seolah ingin Lucas memasukinya lebih dalam lagi dan lagi. Kekuatan yang sudah tidak terkunci membuatnya sanggup mengimbangi permainan ranjang Lucas yang terasa ekstrim.
__ADS_1
Tiga jam sudah berjalan namun keduanya masih belum mendapatkan pelepasannya. Keduanya masih bergerak bebas dan saling memuaskan satu sama lain padahal persiapan untuk sidang sudah selesai di lakukan.
Para tamu dan perwakilan dari rakyat bahkan sudah hadir karena merasa tidak sabar dengan keputusan yang akan Stefanus ambil.
"Di mana Lucas?" Tanya Stefanus menatap ke arah Patresia dan Ana yang sudah duduk di kursinya masing-masing.
"Dia tidak keluar kamar sejak tadi." Aku rasa mereka sedang melakukan itu.. Patresia sudah bisa menebak tentang apa yang sekarang Lucas lakukan bersama Noa.
"Apa dia pergi?"
"Tidak Ibu. Aku yakin mereka ada di dalam." Alex hanya terdiam tidak bergeming. Hatinya di liputi rasa cemburu yang sejak tadi membakar perasaannya.
"Apa yang mereka bicarakan. Kenapa tidak juga turun." Gumam Ana berdiri dan akan berniat memanggil Lucas.
"Biarkan saja Bu. Aku rasa Lucas tidak akan membuka pintu. Mungkin kita tunggu saja daripada harus menganggu mereka yang tengah menyalurkan rasa rindunya." Ana tersenyum seraya menarik nafas panjang. Dia mengerti dengan maksud perkataan Patresia." Banyak kursi yang masih kosong. Kita tunggu saja dulu. Jika nanti sidang di mulai. Aku akan memanggil Lucas." Tangan Alex mengepal kuat. Dia tidak sanggup membayangkan jika sekarang Noa tengah mandi keringat bersama Lucas.
Bagaimana rasanya!! Bagaimana dessahan nya!! Kenapa aku masih saja memiliki perasaan ini!!
Raut wajah Alex berubah gelisah membayangkan bagaimana cantiknya Noa dengan tubuh berkeringat. Kini Ekspresi itu tengah Lucas nikmati. Noa tersungging setelah mencengkram erat punggung Lucas hingga menyisakan bekas cakaran.
"Kamu masih kelihatan bersemangat." Lucas menunduk dan kembali mellumat bibir Noa lembut.
"Mungkin aku terlalu rindu." Noa menekan leher Lucas kuat karena belum ingin menyudahi lummatan yang kembali memanas.
Keduanya menoleh bersamaan ke arah pintu lalu kembali saling memandang.
Tok... Tok.. Tok...
"Lucas. Ayah menunggu mu. Sidang akan di mulai." Teriak Patresia dari balik pintu.
"Tunggu sebentar."
"Hm baiklah. Aku tunggu di aula." Keduanya kembali saling melummat lagi dan lagi seolah tidak ingin menghentikan aktivitas panasnya.
"Ayah menunggu sayang." Noa mendorong tubuh Lucas lalu duduk. Tangannya meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Aku menganggap dia bukan Ayahku."
"Tidak baik begitu."
"Aku masih kesal padanya." Lucas mengangkat tubuh Noa sehingga selimut yang di pegangannya jatuh ke bawah." Kita berendam bersama." Ucap Lucas seraya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Mandi saja langsung. Jika berendam terlalu lama." Lucas menurunkan Noa ke sebuah bak besar dengan ukiran indah pada setiap sisinya.
"Biarkan mereka memulai sidang itu tanpa kita." Lucas kembali mendekat berniat menyentuh tubuh Noa.
__ADS_1
"Tidak sayang! Ini kali pertama aku menghadiri sidang. Aku ingin tahu bagaimana suasananya." Cegah Noa membulatkan matanya.
"Kita mengadakan sidang sendiri saja." Noa tertawa kecil begitupun Lucas.
"Kita harus cepat. Aku berjanji akan memberikan itu sepanjang hari jika kita sudah pulang." Noa memperlihatkan jari kelingkingnya yang langsung di sambut oleh Lucas.
"Akan ku tagih janji itu."
"Tidak perlu di tagih sebab aku juga menginginkan itu." Lucas menghembuskan nafas berat. Hasratnya kembali membuncah hanya karena suara lembut yang Noa lontarkan.
"Kamu ingin cepat pulang?" Tanya Lucas mulai menggosok punggung terbuka Noa dengan bebatuan.
"Kamu sendiri sayang? Apa Ayah menginginkan kamu tinggal di sini?"
"Dia menginginkan aku menggantikannya menjadi raja." Dessahan lembut lolos dari bibir Noa." Kamu tidak setuju?" Tebak Lucas.
"Apapun keputusan mu. Aku akan berusaha mendukungnya."
"Bukan begitu aturannya. Apa kamu ingin tinggal di sini?" Lucas masih sangat mengutamakan keinginan Noa daripada keinginannya termasuk keinginan Ayahnya.
"Jika sudah menjadi raja, apa kita bisa bebas berkeliaran?"
"Tidak Baby. Kita harus berdiam di lingkup kerajaan. Banyak hal yang harus di urus di sini." Noa mengangguk-angguk dan tidak bergeming." Katakan. Kenapa kamu diam?" Imbuh Lucas merasa tidak sabar mendengar keinginan Noa.
Dia pasti melupakan keinginan awal ku. Noa mencoba mengikhlaskan keinginannya untuk berpergian bebas karena dia tahu tentang tugas besar yang harus di emban Lucas. Ini resiko yang harus ku ambil. Aku harus mencintainya dengan segala kesibukannya.. Noa sampai melupakan jika keluh kesahnya dalam hati bisa di dengar oleh Lucas.
"Aku ingat itu Baby. Itu alasanku menolak tahta. Kamu ingin bebas berpergian kan." Noa tersenyum dan membalas tatapan manik Lucas.
"Aku tidak masalah sayang. Kamu memang calon raja."
"Aku tidak menginginkan itu. Biar Ayah membimbing Pedro untuk menjadi raja. Aku hanya ingin hidup damai bersamamu."
"Jika aku sudah puas berpergian. Aku berjanji akan menemanimu di sini. Bisakah kamu katakan itu pada Ayah. Aku benar-benar ingin menikmati kebebasan. Aku ingin pergi ke banyak tempat bersamamu." Lucas tersenyum dan mengusap puncak kepala Noa lembut.
"Kamu katakan sendiri padanya. Aku yakin Ayah akan maklumi nya."
"Jika dia tidak setuju?"
"Kita pergi secara paksa. Biarkan selamanya kita di buru asal kita selalu berdekatan seperti sekarang. Aku tidak ingin lagi melakukan kesalahan itu dengan menodai kesucian pernikahan kita." Noa memajukan tubuhnya lalu memeluk Lucas erat.
"Terimakasih sayang. Sepulang dari sini kita buat jadwal berkunjung."
"Apapun keinginan mu Baby." Terimakasih Tuhan. Aku akan menjaganya sesuai dengan janjiku. Aku bersyukur atas kesempatan kedua ini..
🌹🌹🌹
__ADS_1