
setelah keheningan yang terjadi beberapa saat di ruang tamu rumah Darsa,akhirnya suara kertas yang di letakan oleh Datuk Ramji setengah kasar pun memecahkan suasana dan membuat semua orang yang berada disana kembali fokus pada Datuk Ramji.
"saya sudah membaca surat perjanjian ini dengan teliti sangat,sepertinya saya tak bisa lanjutkan niatan saya untuk melamar Nissa,karena ternyata Nissa sudah memiliki calon suami dan saya tak mau merusak rencana baik mereka.jadi maafkan saya bapa Darsa silahkan anda selesaikan urusan kalian berdua.saya nak pamit undur diri.Assalamualaikum "pamit Datuk Ramji lalu berdiri dan berjalan melewati pintu utama rumah Darsa menuju mobil mewahnya.
Darsa dan seni pun terlihat sangat kesal pada Rasya dan akhirnya mengabaikan kepergian Datuk Ramji lalu menanyakan maksud dan tujuan dari kedatangan Rasya yang telah menggagalkan rencananya untuk menikahkan Nissa dengan orang kaya dari negara tetangga tersebut.
"jadi apa tujuan kamu datang kesini!?"tanya Darsa langsung pada intinya tanpa berbasa basi.
"saya ingin membawa Nissa pergi dari sini dan tinggal bersama saya dan ibu saya"jawab Rasya lantang tanpa basa basi
mendengar jawaban Rasya,Darsa pun tersenyum meremeh ke arah Rasya.
"kamu pikir kamu bisa membawa Nissa pergi dari rumah ini seenaknya!?sekalipun kamu di perkuat dengan surat perjanjian yang sudah di tandatangani oleh saya dan Abang kamu itu,tapi kamu tidak bisa membawa Nissa begitu saja tanpa ikatan pernikahan,bukankah di surat perjanjian itu tertulis bahwa Nissa akan di bawa tinggal bersama kalian setelah menikah jadi jika Nissa tidak jadi menikah dengan Safi dia tidak bisa ikut dengan kamu terkecuali jika kamu mau menggantikan posisi Abang kamu untuk menikahi Nissa"jelas Darsa panjang lebar sambil di hiasi dengan senyuman meremehkan karena untungnya Darsa sempat membaca lagi isi perjanjian surat tersebut.
Rasya yang mendengar ucapan Darsa pun tak berkutik karena memang apa yang di ucapkan Darsa adalah salah satu poin yang terdapat pada surat perjanjian hanya saja Darsa tidak bisa menikahkan Nissa pada laki laki lain terkecuali atas permintaan Nissa sendiri itu pun harus persetujuan Safi dan Rasya,dan untuk saat ini Rasya tidak mungkin mengizinkan Nissa untuk menikah dengan pria lain karena dia sangat membutuhkan Nissa untuk mengurus ibunya.
Rasya pun menoleh ke arah Dion seolah meminta jawaban atas pernyataan yang Darsa ucapkan padanya.lalu pandangannya beralih pada Nissa yang duduk tepat dihadapannya yang hanya terhalang oleh meja menundukkan kepalanya.
Rasya pun menarik nafas dalam dan membuangnya secara perlahan untuk menetralisir pikirannya yang sedang dilema dalam menentukan pilihan.
"baiklah,jika sampai hari pernikahan yang ditentukan oleh bang Safi tiba dan kita belum mendapat kabar apa apa tentang bang Safi maka saya akan menggantikan posisi bang Safi untuk menikahi Nissa" jawab Rasya pada akhirnya meskipun dengan perasaan ragu tapi Rasya mengucapkan nya dengan penuh keyakinan.
Nissa yang mendengar ucapan Rasya pun langsung menaikan kepalanya dan memandang wajah Rasya dengan mata yang terbelalak dan membulat dengan sempurna.memastikan apa yang didengarnya barusan adalah benar.
tak hanya Nissa,Dion yang duduk tepat di sebelah Rasya pun terkejut mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Rasya yang penuh dengan keyakinan tanpa ada keraguan didalamnya.
"apa kamu yakin tuan Rasya yang terhormat,bukankah kamu tidak mencintai Nissa keponakan saya"tanya Darsa sungguh sungguh berharap Rasya berubah pikiran agar dia dapat terlepas dari perjanjiannya bersama Safi.
__ADS_1
"apakah terlihat oleh anda ada keraguan dalam setiap kata yang saya ucapkan bapa Darsa!?"ucap Rasya menegaskan
Darsa yang mendengar ucapan rasya yang penuh keyakinan pun akhirnya hanya bisa pasrah dan tak bisa berkata apa apa lagi.
"baiklah bapa Darsa karena saya tidak memiliki waktu banyak,jadi saya mau mengajak Nissa untuk pergi keluar dan saya pastikan Nissa akan kembali tepat pada waktunya dalam keadaan tanpa kurang satu apapun,,,permisi"Rasya pun pergi setelah berpamitan pada Darsa sambil tangannya menggenggam tangan Nissa dan menariknya untuk mengikuti langkah kakinya melewati pintu rumah Darsa menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah Darsa diikuti oleh Dion dari belakang.
sesampainya di mobil,Rasya pun mempersilahkan Nissa memasuki mobil tepat di belakang supir lalu diikuti oleh Rasya yang duduk di sebelahnya.sedangkan Dion duduk di belakang kemudi.
setelah beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit tempat ibu Rita dirawat.dibukanya pintu ruang VVIP yang ditempati ibu Rita secara perlahan dan ternyata ibu Rita masih terlelap di tempat tidur nya.
Rasya yang takut mengganggu istirahat ibunya,kembali menutup pintu dan memilih untuk duduk di luar ruangan bersama dengan Nissa dan Dion.
"Niss, sebenarnya saya mau minta tolong sama kamu untuk menjaga dan menemani ibu di rumah karena dokter menyarankan untuk membawa ibu pulang kerumah dan tidak membawa ibu kembali ke panti karena saat ini psikologis ibu sedang terguncang karena berita hilangnya bang safi.apa kamu mau!?"tanya Rasya
melihat wajah Rasya yang terlihat tertekan dan frustasi membuat Nissa hanya bisa menggukan kepalanya pelan tanpa bisa berkata-kata.
"soal tadi ucapan saya di rumah paman kamu,saya akan menikahi kamu jika tepat di hari pernikahan yang sudah bang Safi tentukan beliau belum juga di temukan itu benar.kamu tenang saja itu saya lakukan semata mata untuk.menutup mulut pamanmu itu karena jika saya tidak.menikahimu dia tidak akan mengizinkan saya pergi membawa kamu ke rumah saya dan jika kamu tidak tinggal di rumah bagaimana kamu bisa menjaga dan menemani ibu dengan baik!?"jelas Rasya panjang lebar
"kamu tidak perlu memikirkan dia,karena tugas kamu hanya menjaga dan merawat ibu dengan baik agar ibu mendapat perhatian penuh dari anggota kelurganya,sedangkan saya pasti akan sibuk dengan semua urusan pekerjaan yang bang Safi tinggalkan disini."
"tapi mas,,,"
"kamu tenang saja,saya tidak akan meminta hak saya sebagai suami jadi kamu tidak perlu takut untuk urusan yang satu itu,lagian apa yang paman kamu bilang itu benar,saya menikahi kamu bukan karena saya mencintai kamu tapi karena ibu,jadi kamu harus benar benar menjaga ibu dengan baik"ucap Rasya datar dengan tatapan memperingatkan.
Nissa pun hanya menarik nafas dalam dan menghembuskan ya dengan kasar
"bagaimana apa kamu setuju!?"tanya Rasya
__ADS_1
"INSYAALLAH mas,,,tapi mas tidak akan membuat kontrak dalam pernikahan terpaksa ini kan!?"tanya Nissa polos
"untuk apa kontrak pernikahan!?apa kamu tidak tahu jika dalam pernikahan tidak boleh ada kontrak karena itu salah satu dosa besar seperti ingin mempermainkan kesucian pernikahan!?"tanya Rasya mengintimidasi
"Bu bukan begitu mas,Nissa cuma takut kalo mas Rasya akan memberikan Nissa surat kontrak pernikahan kaya di novel novel sama drama drama gitu karena Nissa tau mas Rasya melakukan ini karena terpaksa dan takutnya Nissa melanggar kontrak yang mas ajukan"jawab Nissa polos
mendengar ucapan Nissa Rasya pun tersenyum meremeh
"dasar halu"ketus Rasya
ish ni orang keliatan banget ga pernah nonton Drakor yang lagi nge-hits jaman now deh,batin Nissa.
"ya sudah kamu tunggu di sini saya akan kembali ke kantor karena ada urusan yang belum diselesaikan.nanti jam pulang kantor saya akan datang lagi lalu mengantarkan mu pulang ke rumah paman mu" ucap Rasya sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar meninggalkan Nissa yang diikuti oleh Dion.
"maaf mas Rasya jika saya lancang bertanya, tapi apakah anda yakin dengan keputusan anda untuk menikahi Nissa!?bagaimana dengan hubungan anda dengan nona Mita nanti!?"tanya Dion sambil berjalan di belakang Rasya
"bagaimana lagi mas Dion,ini jalan satu satunya agar saya bisa membawa Nissa tinggal bersama ibu dan saya bisa dengan leluasa mengaping mereka secara bersamaan.bukankah tertulis di surat perjanjian tersebut Nissa bisa menikah dengan orang yang dia suka dan jika dia mendapatkannya,saya akan melepaskannya tentunya setelah kondisi ibu benar benar pulih"
"apa anda yakin akan melepaskan Nissa nanti setelah Nissa menemukan pria yang dicintainya!?bagaimana jika anda malah mencintai Nissa!?"Dion memperingatkan
"apa mas Dion sedang menguji kesabaran saya dengan pertanyaan kamu!?"Rasya pun melihat ke arah Dion dengan tatapan membunuh
-
-
-
__ADS_1
maaf disini ga ada nikah kontrak kontrakan yaaa🤭😁
makasih buat yang udah mampir jangan lupa like dan komen nya🤗🤗🤗