
Setelah pindah dari rumah bah iman ke rumah kontrakan yang di rekomendasikan oleh pa ustad,Safi akhirnya pergi malam itu juga tanpa menunggu hari berganti menjadi siang.
Namun sesuai janjinya,setiap waktu menunjukan dini hari.Safi selalu mendatangi rumah bah iman untuk menemaninya berlayar mencari ikan sesuai dengan mata pencaharian yang sudah bah iman lakukan setelah dirinya memasuki masa pensiun.
Dengan semangat jiwa mudanya,Safi menemani bah iman mencari ikan di laut tanpa mengenal lelah.tidak pernah sedikitpun terdengar Safi mengeluh kelelahan mengingat dirinya belum pernah melakukan pekerjaan sebagai nelayan namun Safi yang memang seorang pekerja keras,terus berusaha agar dirinya terbiasa dengan mata pencaharian yang biasa dilakukan orang orang pesisir lakukan yaitu sebagai seorang nelayan.
Naima yang selalu pergi bekerja sebelum Safi datang pun belum merasakan ada yang kurang dari dirinya akan berangkat bekerja setelah kepergian Safi kerumah kontrakannya.
Namun saat dirinya pulang kerja.naima merasa ada yang aneh dengan suasana rumah yang terasa lebih sepi semenjak kepindahan Safi.
Naima yang biasanya pulang selalu melihat Safi sedang ngobrol bersama bah iman atau sedang membereskan peralatan berlayarnya bersama bah iman pun tidak terlihat oleh Naima.
Sambutan hangat Safi yang biasa didapatkannya setelah penat beraktivitas di sekolah saat dirinya pulang kerumah pun tidak Naima dapatkan padahal itu hanya sapaan kecil yang menanyakan “ kamu sudah pulang nay !?” membuat Naima semakin kehilangan saja sosok kakak laki laki yang selama sepuluh bulan terakhir ini dia rasakan.
“ hmmm,bang Safi baru pindah ke rumah kontrakan saja sudah membuat aku merasa kehilangan,bagaimana jika sampai bang Safi pulang ke tempat asalnya “ gumamnya dalam hati.karena tidak mungkin Naima mengucapkannya langsung mengingat saat ini rival masih berdiri di belakangnya berdiri.
“ kamu kenapa ma!?” tanya rival saat melihat kekasihnya berdiri di depan pintu saat sudah memasuki rumahnya.
“ tidak apa apa,aku hanya lelah saja “ jawab Naima sekenanya.
“ Oh,kemana Abah dan ibumu !?”
“ Mungkin masih dibelakang,kamu mau pulang !?” Naima seolah meminta rival untuk pulang namun secara tidak langsung
“ Aku capek,boleh aku meminta segelas air untuk minum !?” Rival beralasan
“ ya sudah,tunggu sebentar,aku ganti baju dulu “ ucap Naima lalu berjalan kekamarnya meninggalkan Rival di kursi ruang tamu
Terlihat sekilas tampak senyum tipis penuh kemenangan dari bibir rival saat dirinya tidak mendapati Safi berada di rumah milik bah iman.usahanya mengeluarkan uang yang cukup banyak dirasa Rival tidak sia sia karena kini Safi sudah tidak lagi tinggal satu atap bersama wanita yang selalu saja menolak untuk diajaknya menikah padahal diluar sana banyak wanita yang rela memberikan tubuhnya Cuma Cuma untuk mendapatkan hati rival namun mereka hanya rival anggap sebagai boneka pemuas nafsunya yang tidak pernah dapat dia salurkan pada Naima.
Naima sudah kembali dengan pakaian yang sudah berganti dan tangan yang sudah membawa segelas air minum yang di minta oleh rival.
“ Ima,sampai kapan hubungan kita akan seperti ini !? Apa kamu tidak berniat untuk menikah dengan ku !? Aku ingin kita segera menikah “ ucap rival setelah meneguk air minum yang disuguhkan Naima.
“ Aku belum yakin untuk bisa menjadi pendampingmu,karena aku belum siap untuk menerima segala apapun yang kau lakukan dibelakang aku yang sudah jelas jelas aku ketahui “ jawab Naima apa adanya.
“ aku janji ma,jika kamu mau menikah denganku aku akan meninggalkan mereka semua dan berusaha untuk setia bersamamu “ rival mulai menggombal
Naima tersenyum sinis mendengar penuturan yang keluar dari mulut rival yang terdengar sangat manis namun penuh kepalsuan.
__ADS_1
“ Jangan menunggu kita menikah jika kamu ingin berubah menjadi baik,karena aku tidak akan mau menerimanya ketika kita sudah menikah “ ketus Naima.
“ Tapi ma,aku sayang sama kamu “ rival masih terus berusaha
“ tapi sayangnya rasa yang pernah aku tanamkan untuk kamu sudah hilang bersama dengan kebohongan dan penghianatan yang kamu berikan padaku tempo hari “ ungkit Naima
“ terus untuk apa kamu bertahan dengan hubungan kita jika diajak menikah saja kamu selalu menolak !?”
“ untuk kebahagiaan Abah dan ibu agar tidak merasa tidak enak hati pada ayah kamu.bukankah kamu selalu menjadikan ayahmu senjata untuk.membuat Abah dan ibu merasa tidak enak hati lalu memintaku terus menjalankan hubungan pacaran tanpa cinta ini”
“ apa kamu mencintai orang lain Ima !?”
“ memangnya kenapa jika aku mencintai orang lain !? Kamu saja yang terus bermain dengan wanita wanita lain diluar sana tidak pernah aku larang,kenapa aku tidak boleh memiliki perasaan lebih pada pria lain !?”
Mendengar ucapan Naima membuat darah yangengalir ditubuh Rival terasa mendidih panas karena wanita yang berstatuskan pacarnya mencintai pria lain.egois memang,saat dirinya tidak pernah Naima usik dengan bermain main bersama wanita lain,Naima yang hanya mengumpamakan mencintai pria lain membuat dirinya marah .
Sontak Rival langsung menggenggam erat lengan Naima dengan wajah yang sudah memerah karena tersulut amarah yang sudah berhasil Naima pancing dengan ucapannya yang jelas mengatakan bahwa dia mencintai pria lain.
“ apa pria itu adalah orang yang telah ditolong abahmu !?” tanya rival dengan nada emosi yang sangat jelas terdengar ditelinga Naima.
“ bukan urusanmu “ jawab Naima sambil menghempaskan tangan rival yang menggenggam erat lengannya.
“ heh,milikmu,bahkan untuk kau sentuh saja aku tidak mau,jadi jangan berani beraninya kamu menyentuhku “ Naima kembali menghempaskan tangan milik rival yang kembali menggenggamnya.
Awas saja kau Naima,jika memang pria yang kau cintai adalah pria itu.aku tidak akan membiarkan dia bisa hidup nyaman disini.batin rival
“ aku akan menunggumu hingga kau siap untuk menikah dengan ku “
“ Jangan berharap terlalu jauh Rival kenapa kamu tidak menikah dengan salah satu wanita yang selalu menemanimu jika tidak bersamaku.itu lebih baik dari pada harus terus menungguku mau diajak menikah olehmu !?” tanya Naima jengah
Karena hanya kamu wanita yang belum tersentuh olehku dan kamu satu satunya wanita yang selalu menolak untuk aku ajak bercinta walaupun hanya sekedar dicium.Batin rival sambil tersenyum licik dalam hatinya.
Ya semenjak kejadian Naima melihat Rival berjalan bergandengsn dengan wanita lain lalu ada wanita yang menangis dihadapannya karena mendapatkan perlakuan kasar yang dilakukan rival padanya saat mengetahui wanita tersebut sedang mengandung anak hasil dari hubungan haramnya bersama rival dan dengan lugasnya rival meminta wanita tersebut untuk menggugurkan kandungannya dengan memberikan sejumlah uang yang cukup banyak agar mempermudah proses aborsi.Naima sudah tidak memiliki rasa apapun pada rival.
Sudah tau bejatnya tapi kenapa masih mau menjadi kekasihnya !?
Pertanyaan itu pasti akan Naima terima dari orang yang melihat Naima masih tetap setia dengan statusnya sebagai pacar rival.namun bukan tanpa alasan Naima mempertahankan statusnya sebagai pacar rival jika bukan demi kebahagiaan dan nama baik Abah dan ibunya yang sangat dia sayangi.
Rival yang merupakan seorang anak dari orang yang sangat bah iman hormati tentunya membuat Naima berpikir dua kali untuk menyudahi hubungannya dengan rival.orang seperti pa zaki tidak akan mudah percaya dengan segala tuduhan yang orang berikan tentang anaknya yang terlihat sangat baik dimatanya.
__ADS_1
Naima tahu,jika dia mengadukan semua ini pada abahnya dan abahnya menyampaikan alasan anaknya pergi meninggalkan rival.pasti akan membuat pa zaki merasa terhina terlebih alasan yang dibuat Naima tidak dapat dipertanggung jawabkan mengingat semua gadis yang menjadi korban dari kebejadan rival memilih untuk mengambil uang yang diberikan rival untuk modal.mereka pergi meninggalkan kampungnya dan merantau di kota besar yang jauh dari tempat terpencil dimana mereka berada.
🔹🔹🔹🔹🔹
Hari menjelang sore,Naima dan Bu Arum kini sedang berada di dapur untuk membereskan peralatan makan mereka sebelum akan digunakan untuk nanti malam.
Bu Arum yang sudah memasak terlihat sedang memasukan beberapa makanan yang telah dimasaknya kedalam rantang ukuran sedang lengkap dengan nasi dan cemilan yang dibuatnya untuk keluarga kecilnya.
“ itu untuk siapa Bu !?” tanya Naima saat melihat ibunya tengah sibuk mengemas rantang yang sudah terisi
“ ini untuk nak Safi,ibu khawatir,dia belum makan,dari pada harus membeli sayang uangnya,jadi lebih baik kita kasih saja makanan yang sudah ibu masak,toh ibu memasaknya juga banyak biar dia bisa nabung dan bisa segera pulang menemui ibu dan adiknya “ jawab Bu Arum
“ Iya,aku juga kasihan,tidak ada bang Safi rasanya rumah jadi kembali sepi.baru satu malam di tinggal bang Safi tapi aku merasa kangen ya !?” tanpa sadar Naima mengucapkan kalimat kerinduannya pada sang ibu.
“ kamu rindu ma sama Safi,hati hati lho kamu malah beneran suka sama Safi !?” Bu Arum malah menggoda anaknya yang sedang tanpa sengaja meluapkan kerinduannya
“ Emang kenapa kalo aku suka sama bang Safi,dia orang baik kok ! “ Naima tidak tahu bahwa apa yang diucapkannya akan menjadi tulah untuk dirinya sendiri.
“ memang baik,tapi kamu sudah punya kekasih “ Bu Arum mengingatkan.
“ Baru jadi kekasih,belum jadi suami,bebas aku mau suka sama siapa juga “ jawab Naima datar
“ ish anak ini kalo dibilangin tuh ngeyel terus bawaannya.suka beneran sama Safi baru tahu rasa kamu “ sumpah serapah Bu Arum “ ya sudah ni antarkan ke kontrakannya nak Safi,jangan lama lama,nanti dilihat warga kan tidak enak “ Bu Arum menyerahkan rantang yang berisi makanan untuk Safi pada Naima agar segera diantarkan.
“ Iya,aku pergi dulu,,, assalamualaikum” pamit Naima.
...🔹...
...🔹...
...🔹...
...**like like like...
...koment dan vote ya jangan lupa...
...happy reading...
...🤗🤗🤗**
__ADS_1
...