Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 19


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya,Safi sudah memberi tahu Naima bahwa dirinya telah diberi waktu untuk libur oleh pak jamin untuk tidak berjualan akhir pekan nanti.


Semenjak hari itu Naima merasa tidak sabar akan datangnya hari dimana dirinya akan membawa Safi ke pantai yang pernah dijanjikan sebelumnya pada pria tampan yang sudah berhasil mencuri hatinya.


Ulasan senyum pun selalu terlihat dibibir ranum Naima yang tak pernah luntur dan semakin membuat gadis cantik tersebut terlihat ceria dihadapan orang orang disekitarnya.


Ditambah Safi yang terus memberinya perhatian dan menunjukan betapa dirinya juga menyayangi Naima membuat hari hari Naima seolah dipenuhi dengan bunga bunga cinta yang tumbuh bermekaran di taman hati Naima yang sedang indah indahnya.


Walaupun belum ada ungkapan rasa cinta yang keluar dari bibir mereka masing masing namun sepertinya Safi dan Naima amat sangat menikmati posisi mereka yang sedang menjalankan hubungan tanpa status karena mungkin inilah yang menurut mereka paling aman untuk mereka jalani mengingat Safi yang tak kunjung ingat bahwa sebenarnya dirinya adalah pria yang akan menikahi gadis yatim piatu di kotanya sebelum kejadian kecelakaan pesawat yang dialaminya tempo hari.


Naima juga masih bisa menggunakan akal sehatnya untuk tidak terlalu berharap lebih pada hubungannya pada Safi karena gadis tersebut tahu betul jika pria yang dicintainya adalah pria yang memiliki sejuta pesona dimana dimasa lalunya bisa saja memiliki calon istri atau bahkan anak-anak yang belum bisa dia ingat sepenuhnya.


Namun terkadang rasa cintanya pada Safi menimbulkan keegoisan dihati Naima yang telah terlanjur jatuh hati pada pesona Safi yang memang sangat kharismatik sehingga membuat wanita manapun dapat luluh hatinya dengan melihat pesona wajah tampan yang dimiliki pria bertubuh tegap tersebut untuk sejenak tidak memperdulikan status Safi yang jika benar dirinya telah menikah dan memiliki pasangan.naima berpikir untuk mengikuti alur kisah cintanya seperti air yang mengalir yang secara tidak sadar akan membuatnya sakit jika kejadian sebenarnya terungkap dengan jelas.


Dan hari ini,tibalah saat dimana Safi diberi libur satu hari oleh pa jamin untuk beristirahat dan melupakan sejenak tentang aktivitas berdagang ikannya di jongko dengan sekedar merefresh kan isi kepalanya yang sudah mulai jenuh dengan menghirup udara segar yang disuguhkan oleh pemandangan hamparan laut biru yang begitu indah dan menyejukkan mata.


Sesuai dengan janjinya yang akan membawa Safi ke pantai.kini Naima berada di atas hamparan pasir putih yang luas dengan batu karang besar dan berjarak yang berada disekitarnya yang bisa mereka gunakan untuk duduk diatasnya menikmati air laut yang menari nari karena terpaan ombak menyentuh kaki mereka yang bertelanjang tanpa menggunakan alas apapun.


“ Nay,kenapa kamu bawa abang kesini !?” tanya Safi bingung pasalnya,tempat yang sedang mereka kunjungi terlihat sepi padahal tempat tersebut sangat indah dengan pemandangan laut biru yang terlihat sangat memanjakan mata yang lelah karena aktivitas yang dijalankan oleh manusia sesuai dengan profesinya masing masing.


“ aku suka tempat ini bang,tempat ini Indaaah banget,tapi belum semua orang tahu tentang tempat ini karena tempatnya yang cukup tersembunyi “ jawab Naima yang sedang duduk diatas batu karang sambil terus menaik turunkan pelepah daun kelapa pada air laut yang ditemukannya di sekitaran pantai.


“ Kamu tahu tempat ini dari mana !? Kamu pernah kesini juga sama rival ya !?” telisik Safi.


“ dih,ngapain aku kesini sama dia,ga penting “ sanggah Naima yang terdengar jelas oleh Safi.


“ lalu ,kenapa kamu bisa tahu tempat ini !?” Safi masih penasaran dan kini dia mendudukan dirinya tidak jauh dari tempat Naima berada.

__ADS_1


“ Tempat ini aku temuin waktu aku masih sekolah bareng temen temen aku.kalo kita jenuh atau ada salah satu dari kelima orang dari kita ada yang sedang sedih pasti kita bawa kesini dan kita namain tempat iniii ,,,” Naima menggantung ucapannya


“ kalian namakan apa tempat ini !?” tanya Safi penasaran.


Naima menoleh kearah Safi berada sambil memberikan tatapan jahil


“ Mau tahu aja apa mau tahu banget !?” seringai Naima menjahili Safi.


Safi tersenyum geli melihat kejahilan yang di tampilkan dari senyuman gadis cantik sang penakluk hatinya tersebut sambil menggelengkan kepalanya pelan.


“ ish dasar gadis aneh “ gumam safi namun terus tersenyum dengan terus melanjutkan kesibukannya sendiri.


“ aku aneh !?,,,tapi Abang suka kan !?hahaha “ gelak Naima Membuat Safi semakin gemas melihatnya.


“ ga lah bang aku becanda,,,hahaha “ Naima masih saja terus tergelak dengan kejahilannya sendiri pada Safi yang terus tersenyum kearahnya.


“ Aku sama temen temen aku namain tempat ini ujung dunia “ jawab Naima yang kembali fokus dengan mainannya yang seperti sedang memancing di lautan yang dangkal


“ Karena tempat ini jauh dari keramaian terus coba Abang lihat lurus kesana “ tunjuk Naima lurus dimana hanya terlihat hamparan laut yang tidak berujung seolah menyatu dengan langit biru yang terlihat cerah hari itu.


Pandangan Safi pun mengikuti arah dimana Naima menunjukan dengan lirikan matanya sebagai kode untuk Safi melihat ke tempat tersebut.


“ Ga ada ujungnya kan ya jadi kita namain aja tempat ini ujung dunia “ Naima melihat kearah Safi dan tersenyum manis.


Safi ikut tersenyum membalas senyuman Naima lalu kembali bertanya “ sekarang,kemana semua teman mu !?”


Naima menarik nafas panjang lalu membuangnya secara kasar “ mereka sudah menikah dan mengikuti suaminya masing masing.dan kebanyakan mereka pindah ke kota “ jawab Naima terlihat sedih

__ADS_1


“ Kalau begitu,ayo, kamu juga harus pergi dari sini “ safi mengagetkan Naima yang terlihat melamun mengingat kembali teman seperjuangannya semasa SMA.


“ pergi kemana !?” tanya Naima


“ Ke KUA,kamu juga sudah seharusnya menikah seperti teman teman mu “


“ tidak mau,aku belum punya kandidat pasangan untuk dibawa kesana “


“ kamu sepertinya memberi kode keras sama Abang untuk mengantarkanmu kesana “


“ dih geer,siapa juga yang mau sama Abang,Abang kan orang yang lagi ga ingat sama masa lalu Abang,gimana kalo pas kita udah ke KUA ternyata Abang udah punya istri,ih ogah,nanti aku di sangka pelakor “ tolak Naima tegas berbanding terbalik dengan hatinya yang amat menginginkan moment dimana Safi dan dirinya akan melaksanakan ijab Kobul dimasa depannya.


“ Jadi maksud kamu kalo Abang beneran masih single kamu mau gitu Abang bawa ke KUA buat Abang nikahin lagian siapa yang mau ngajakin kamu ke KUA buat nikah? Jadi disini siapa yang geer !? “ goda Safi balik dengan seringai jahilnya yang sontak membuat Naima kalah telak dengan ucapannya yang tepat sasaran dan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus karena malu


“ ikh, dasar ga jelas “ timpal Naima menutupi rasa malunya yang telah dibuat kalah oleh kejahilan Safi sontak membuat Safi kembali tergelak karena terlalu gemas melihat ekspresi wajah yang ditampilkan Naima.


Safi lalu beranjak dari duduknya menghampiri tempat dimana Naima berada dengan membawa sebuah hasil karya yang telah dibuatnya sendiri saat dirinya duduk sambil menggoda dan terus menjahili Naima yang selalu membuatnya bahagia melihat wajah menggemaskan Naima berupa crown yang berasal dari pelepah pohon kelapa yang sudah kering dan dihias dengan dedaunan dan bunga yang berada disekitaran pantai tempat mereka menghabiskan waktu liburannya.


Safi mendekati Naima lalu duduk tepat berada disamping dimana Naima duduk.mendapati Safi yang sudah duduk disampingnya,Naima pun menoleh kearah Safi dan menghentikan aktivitas tidak pentingnya.sejenak dirinya terpesona dengan benda yang Safi bawa ditangannya terlebih saat Safi memakaikan crown buatan tangannya tepat diatas kepalanya dengan rambut nya yang tergerai indah.


Sapuan angin pantai membuat rambut Naima menari bebas kesana kemari sehingga Safi mau tidak mau merapikannya terlebih dahulu sebelum benar benar memakaikannya di puncak kepala Naima.


Setelah memakainya di kepala Naima, Safi pun terpesona dengan keindahan maha karya Tuhan yang telah menciptakan gadis cantik dihadapannya dengan begitu sempurna dimatanya terlebih saat menggunakan crown buatan tangannya sendiri.


Tersenyum penuh kekaguman akhirnya satu kata tulus yang keluar dari bibir merah milik Safi pun keluar dengan begitu lantangnya “ cantik “ lirihnya


...hasil karya Safi yang dibuat khusus buat Naima,,,anggap aja iya ya 🤭😅🤣

__ADS_1



...


__ADS_2