Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 23


__ADS_3

“dasar bocah ingusan,bisa bisanya kamu menyebarkan fitnah pada saya yang sudah menyelamatkan keluargamu dari kehinaan.apakah ini balasan dari mu untuk saya yang telah membantu abahmu keluar dari masalah korupsi yang hampir membuat kalian menjadi keluarga gembel,hah !?” Pa zaki mencoba mengelak kebenaran yang sedang Naima ungkapkan dan terlihat sangat marah dengan membentak anak gadis bah iman.


“ Fitnah,jadi disini siapa yang memfitnah siapa pa zaki yang terhormat !?” Sinis Naima.


“ Apa kamu sedang membolak balikan fakta agar saya tersudutkan dan akhirnya orang orang mencemooh saya karena tuduhan kamu yang tanpa bukti “ pa zaki tak kalah sinis


“ saya memang tidak memiliki bukti nyata atas tuduhan fitnah anda pa Zaki tapi ketahuilah,bahwa masih ada orang tua siswa yang tidak ikut andil atas kerja sama yang anda ajukan dengan mengimingi mereka bebas biaya pendidikan untuk anak mereka yang telah melancarkan aksi dzolim kalian dan nyatanya salah satu orang tua siswa itu adalah orang tua dari sahabat saya sewaktu SMA.beliau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saya “ ungkap Naima.


“ jika memang itu benar adanya,kenapa dia tidak langsung melaporkan saja saya pada pihak terkait kenapa dia malah diam seribu bahasa dan membiarkan masalah ini berlarut larut hingga belasan tahun lamanya.jadi kamu tidak usah mengeluarkan omong kosong yang malah membuatmu semakin bodoh karena menuduh saya memfitnah abahmu yang hanya seorang guru mutasi “ pa zaki meremeh


“ Itulah pa bedanya Abah saya dan anda.anda memiliki uang yang bisa membuat apapun segala ambisi anda untuk menjadi orang yang terpandang mudah termasuk jalan kotor sekalipun.dan orang tua siswa yang lebih berpihak pada Abah lebih memilih untuk menutup mulut mereka dibandingkan harus dipusingkan dengan urusan administrasi sekolah yang tentunya akan anda persulit jika mereka menentang anda dan itu tertutup rapat hingga belasan tahun lamanya bahkan hingga saat ini “ tutur Naima geram.


“ Dasar gadis tidak tahu diuntung,bukannya berterima kasih karena telah dicintai oleh anak pria kesayangan saya yang satu satunya ini,tapi kamu malah membuatnya malu dengan memutuskan sepihak hubungan kalian “ timpal pa zaki mengalihkan pembicaraan.


“ saya pikir,yang tukang fitnah itu hanya anda,tapi ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.sifat seorang ayah bisa menurun dengan apik pada anaknya termasuk sifat tukang fitnahnya “ ketus Naima.


“ apa maksud kamu hah,semakin dibiarkan kamu semakin lancang saja “ bentak pa zaki hendak memukul Naima namun dengan sigap Safi melindungi gadis cantik tersebut agar pa zaki tidak jadi melancarkan niatnya melayangkan pukulan di wajah Naima.


Wajah ketakutan pun ditampilkan oleh Bu Arum dan bah iman yang hanya bisa terdiam melihat adu mulut yang terjadi antara anaknya dan pa zaki.orang yang selalu menganggap rendah mereka.

__ADS_1


Sedangkan Rival hanya memperhatikan gerak gerik Safi yang sangat siaga berdiri di samping mantan kekasihnya itu tanpa berniat ingin mencegah ayahnya untuk tidak berbuat kasar pada gadis pujaannya.


“ bukankah tadi anda menyebutkan bahwa saya berzina dengan pria asing dan bahkan hingga berbuat mesum dengan pria yang jelas jelas lebih baik berkali-kali lipat dari anak anda yang ternyata seorang bajingan penjajah hati wanita.dan asal Anda tahu,tuduhan yang anda ucapkan tadi adalah hasil fitnah keji yang dibuat oleh anak anda padahal jangankan untuk berbuat mesum,untuk sekedar dicium oleh anak anda saja saya tidak pernah melakukannya jadi adakah bukti yang bisa kalian tunjukan bahwa kami sudah berbuat mesum “ tantang Naima.


Tidak ada kata yang terlontar dari mulut pa zaki mendengar ucapan Naima karena dia sendiri merasa malu mengetahui kenyataan bahwa fitnah itu datang dari anaknya sendiri.


“ Dan satu lagi yang akan membuat Anda semakin bangga pada anak kesayangan anda adalah perahu kecil milik Abah saya yang selalu beliau gunakan untuk mencari ikan di laut telah dirusaknya hanya karena dia cemburu melihat kedekatan antara bang Safi dengan Abah padahal siapapun tahu bahwa bang Safi pergi dengan Abah untuk membantu Abah bukan untuk macam macam “ sindir Naima.


“ Fitnah apalagi yang kamu lontarkan untuk menutupi kesalahanmu yang sudah mempermalukan anak saya rival hah !?” pa zaki semakin murka karena lagi lagi Naima mengungkapkan hal buruk tentang anak kesayangannya


“ fitnah !? Untuk apa saya memfitnah rival pa tidak ada keuntungan untuk saya memfitnahnya.saya hanya mendapatkan informasi akurat ini langsung dari mulut sang pelaku saat dirinya tengah mabuk dan hendak mencelakakan saya dan bang Safi di jalan dimana saya memutuskan hubungan kami.bukankah orang mabuk yang sedang dalam pengaruh alkohol selalu mengatakan hal yang jujur!?dan semua itu rival ungkapkan jelas terdengar oleh indera pendengaran kami yang masih sangat normal untuk mendengar “ senyum tipis Naima meremeh.


Melihat tingkah laku anaknya yang secara langsung memberikan jawaban kebenaran atas apa yang diucapkan naima.pa Zaki menghelakan nafas kasar seolah beban berat dipundaknya sangat sangat membebaninya dan jangan lupakan wajah keangkuhannya merasakan seolah di timpuk kotoran hewan karena malu mendapati semua perilaku anaknya yang dirasa telah merendahkan harkat derajat dan martabatnya sebagai seorang terpandang di desanya.


Baru sebegitu saja pa zaki langsung dibuat bungkam oleh Naima,apalagi jika pa zaki tahu bahwa anaknya adalah seorang penjelajah wanita yang dengan mudahnya menggonta ganti wanita untuk menjadi teman tidurnya dan parahnya Rival selalu meminta teman wanitanya menggugurkan janin hasil hubungan haramnya dengan mereka yang mengaku dihamili oleh Rival.


Sesaat sebelum kepergiannya,pa zaki menatap penuh kebencian Naima,Safi bah iman dan Bu Arum satu persatu tanpa ada yang terlewatkan hingga pada akhirnya pa zaki meninggalkan rumah bah iman tanpa permisi yang diikuti oleh rival dari belakang.


Sepeninggalan pa zaki,Naima yang sedari tadi terlihat wajah penuh keberanian berubah jadi seorang gadis yang lemah dengan segala penyesalan yang dirasakannya telah membuat Abah dan ibunya malu karena tidak dapat mendidiknya berlaku hormat pada orang yang lebih tua padahal Naima salah satu gadis yang menjunjung tinggi norma kesopanan sebagaimana yang sering ibu dan abahnya ingatkan padanya terlebih dalam berhadapan dengan orang yang lebih tua.

__ADS_1


Namun emosinya meningkat seketika melihat pa zaki yang dengan lancangnya datang ke rumah mereka lalu menghina bah iman dengan sesuka hatinya.


Naima menghelakan nafas kasar lalu berjalan pincang mendekati Abah dan ibunya yang berdiri saling berdampingan.


“ maafkan aku ya bah,Bu,karena sudah buat kalian malu dengan sikap aku yang ga sopan sama pa zaki.aku ga bisa nahan emosi aku saat lihat pa zaki lagi lagi datang dengan angkuhnya merendahkan abah.rahasia yang aku simpan beberapa tahun kebelakang sudah ga bisa aku simpan lagi karena semakin hari perlakuan pa zaki semakin seenaknya dan aku sakit harus terus lihat Abah dihina seperti itu “ Naima terdengar terisak penuh penyesalan meminta maaf pada kedua orangtuanya.


Bu Arum yang melihat penyesalan putrinya langsung meraih tubuh anak gadisnya yang telah dia lahirkan dan dia rawat serta dididiknya untuk dipeluknya dan di usapnya lembut bahu Naima dengan penuh kasih sayang.


“ kamu tidak salah Ima,maafkan kami yang selalu membuat kamu harus selalu menuruti permintaan kami padahal kami sendiri tahu bahwa apa yang kamu jalani tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.tapi dengan sabarnya kamu menuruti setiap permintaan kami termasuk dekat dengan rival.pria yang ibu dan Abah tidak ketahui bahwa dia adalah seorang bajingan “ Bu Arum mengeluarkan isi hatinya yang terkubur rapat karena sedih harus melihat anak gadisnya selalu ada untuk mereka dan mengorbankan semuanya hanya demi membahagiakan dirinya dan suaminya yang merupakan orangtua dari Naima.


Bah iman ikut bergerak mengusap lembut rambut Naima yang sedang berada dalam pelukan ibunya lalu ikut memeluk Naima dan mencium puncak kepalanya.


“ maafkan Abah ya Ima,karena selama ini Abah sudah banyak menyusahkan mu “ ucap bah iman tulus.


“ Tidak,Abah dan ibu tidak pernah menyusahkan aku.malah semua yang sudah aku lakukan untuk kalian tidak sebanding dengan kasih sayang yang udah aku dapat dari kalian yang selalu memberikan aku kehangatan “ ucap Naima tulus dan membuat suasana semakin haru atas sikap berbakti seorang anak pada orang tuanya.


Safi yang melihat perjuangan dan pengorbanan gadis cantik yang sudah mengobrak Abrik hatinya semakin menginginkan Naima untuk menjadi miliknya seutuhnya.


Tidak ada lagi keinginan Safi saat ini selain memilikinya dan tidak perduli dengan masa lalunya yang belum dirinya ingat sepenuhnya karena yang terpenting,bagaimana membuat Naima menjadi wanita yang paling bahagia karena telah dirinya perjuangkan untuk menjadi miliknya yang tanpa disadarinya akan membuatnya dan Naima sakit hati saat kebenaran yang terjadi suatu saat telah terungkap.

__ADS_1


__ADS_2