
Fadil datang ke mini market saat melihat Rasya mencengkram kuat kerah baju Darsa.terlihat emosi yang begitu menggebu di wajah tampan Rasya membuat Fadil langsung menghampiri keduanya dan mencoba memisahkan keduanya dan menenangkan Rasya yang sudah sangat marah.
Fitri yang ketakutan lebih memilih bersembunyi di balik mejanya.dan setelah Fadil datang Fitri pun ikut menghampiri.
“ Kak Rasya sudah kak,malu,nanti dilihat orang “ ucap Fadil menengahi ketegangan diantara Darsa dan Rasya.
Emosi Rasya yang memuncak membuat Darsa yang dikenal galak dan angkuh terlihat mati kutu dan tidak berkutik dengan cengkeraman kuat Rasya di kerah bajunya.
Wajah ketakutan pun terpancar jelas di wajah menyebalkan milik pria tua yang berusia hampir setengah abad tersebut.
Rasya pun melepaskan cengkeramannya di kerah baju Darsa karena Fadil yang terus berusaha menenangkannya.
“ Ingat,sedikit saja kamu mengusik kebahagiaan saya dan Nissa,persiapkan tubuhmu untuk berbaring di ranjang rumah sakit sebagai penyangga hidupmu” ancam Rasya murka
Lalu Rasya melepaskan cengkeramannya dan mendorong tubuh darsa.lalu dia pun meninggalkan minimarket tanpa menoleh lagi kearah Darsa yang diikuti oleh Fadil dari belakang.
Setibanya di parkiran mini market.rasya mulai menenangkan dirinya dan bertanya tentang Nissa pada Fadil
“ Apa kamu tau dimana Nissa !?” tanya Rasya
“ maaf kak Rasya,kak Nissa sedang berada di klinik mengantarkan anak yang pingsan karena terjatuh dari pohon “ jawab Fadil
“ siapa !?” tanya Rasya
“ vio,dia anak yang Ayahnya titipkan di pondok” jawab Fadil
Anak yang dititipkan ayahnya!? Apa jangan-jangan !?” batin Rasya
“ apakah ayahnya bernama BHEKTI!?” tebak Rasya
“ kalau tidak salah iya benar,nama ayahnya Bhekti “ jawab Fadil ragu
“ brengs*k ternyata apa yang diucapkan pria tua serakah itu tidak main main “ gumam rasya geram
“ Kenapa kak “ tanya Fadil ragu
“ tidak,ayo kita jemput Nissa secepatnya “ titah Rasya
“ Fadil naik motor saja kak,ini tas dan handphone milik kak Nissa tadi tertinggal di pondok karena panik jadi kak Nissa tidak membawa apa apa” ucap Fadil sambil menyerahkan tas dan ponsel milik Nissa pada Rasya.
“ pantas saja Nissa sulit dihubungi “ gumam Rasya sambil menerima barang milik Nissa yang diberikan Fadil.
“ ya sudah saya langsung ke klinik “ ucap rasya tergesa gesa
__ADS_1
❄️❄️❄️❄️❄️
Sementara itu di klinik.sepeninggalan Fadil ke pondok,Nissa terus setia menemani vio yang selalu ingin di temaninya.
Bhekti yang juga ada di ruangan yang sama dengan Nissa merasa senang karena bisa kembali bertemu dengan Nissa walaupun dia masih resah karena keadaan vio.
Ketelatenan dan kesabaran Nissa ketika menemani vio membuat lengkungan bibir Bhekti terus hadir diwajah nya yang tampan.
Tidak dapat dielakkan,Bhekti memang menyukai Nissa ketika mereka sering melakukan pertemuan di SR travel,namun melihat sikap keibuan yang di tampilkan Nissa membuat rasa sukanya pada Nissa meningkat beberapa kali lipat,bahkan keinginan Bhekti untuk.memilki Nissa pun semakin menggebu.
“ Jika memang kamu tidak diperlakukan baik oleh suamimu,aku rela mengambilmu darinya dan membawamu menjadi istriku untuk aku bahagiakan “ gumam Bhekti dalam hati
“ Nis,makasih ya sudah bawa vio ke sini “ ucap Bhekti saat vio sudah kembali beristirahat
Nissa hanya menjawab ucapan Bhekti dengan senyuman
“ maafkan saya,karena tingkah vio yang terlalu aktif dan manja membuat kamu mengalami kesulitan dan merepotkanmu “ucap Bhekti kembali berharap Nissa mau menimpali ucapannya
“ tidak apa pa,tidak usah sungkan, lagi pula Nissa senang bermain dengan anak anak dan juga vio “ ucap Nissa
“ maaf pa,Nissa mau pamit pulang karena hari sudah mulai sore,Nissa takut suami Nissa mencari Nissa di pondok,dan lagi vio mumpung vio masih tidur “ pamit Nissa.
Bhekti pun mengantar Nissa keluar ruangan pasien yang ditempati vio.setelah berada di luar mereka pun menghentikan langkah kaki mereka dan Bhekti berdiri tepat di samping Nissa berdiri
“ kamu yakin,mau pulang !? bukankah kamu tidak membawa tas!?atau biar saya antarkan saja “ Bhekti menawarkan
“ kamu tidak usah memanggil saya bapa,kita kan tidak sedang melakukan meeting kerjasama “ ucap Bhekti sambil tersenyum
Nissa yang mendengar ucapan Bhekti hanya tersenyum canggung
“ Nis,awalnya saya kira kamu karyawan SR travel dan belum menikah “ ucap Bhekti akhirnya membahas pribadi Nissa lalu melanjutkan kembali ucapannya “ namun saya mendengar kamu sudah menikah dengan seseorang yang memperlakukanmu sebagai pelayan,apa itu benar !?” tanya Bhekti
“ ti ___”
“ niss “ ucap Bhekti memotong ucapan Nissa dan hendak meraih tangan Nissa yang terjuntai di samping kiri kanannya
Namun tiba tiba tangan yang akan di raih Bhekti telah terlebih dulu di genggam oleh Rasya yang datang tanpa mereka ketahui kapan Rasya berjalan menghampiri mereka yang diikuti Fadil di belakangnya
“ sayang,kamu masih disini !? ayo kita pulang “ ajak Rasya pada Nissa dengan menggenggam tangan Nissa yang hendak akan diraih oleh Bhekti namun kalah cepat oleh Rasya yang telah meraihnya dan menggenggamnya erat
Sontak nissa pun menoleh ke arah Rasya dan melihat raut wajah Rasya yang tidak dapat dibaca.
“ Mas Rasya “ gumam Nissa yang merasa terkejut karena kedatangannya yang tiba tiba.
__ADS_1
“ ayo sayang kita pulang “ajak Rasya dengan nada lembut dan berusaha bersikap biasa walaupun didadanya sedang bergemuruh menahan rasa cemburu yang luar biasa tanpa menoleh kearah pria yang sedang memperhatikan kemesraan mereka.
“ Pa Rasya “ sapa Bhekti yang sadar bahwa pria yang menjadi suami dari wanita yang diinginkannya adalah pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
Rasya pun menoleh ke arah Bhekti yang memanggil namanya.dengan tatapan yang tidak dapat dibaca oleh siapapun.
Rasya memang terkenal sebagai pemilik perusahaan yang tegas.rasya tidak seramah Safi yang murah senyum dan supel sehingga orang orang yang bekerja sama dengan perusahaan nya lebih memilih berkomunikasi dengan Safi dan Dion asistennya.
Namun Rasya merupakan pemimpin yang bertangan dingin.dia pandai mengelola perusahaan yang berada dibawah kepemimpinannya sehingga tidak jarang para relasinya puas dengan hasil kerjanya dan kembali melakukan kerja sama dengan perusahaan yang dipimpin rasya dan Safi.
Sambil mengerutkan dahinya Rasya mencoba mengingat siapa pria yang ada di hadapannya yang ingin mengambil Nissa dari pelukannya.
“ bukankah Anda pa Reza !?” tebak Rasya ragu
“ iya anda benar,saya Reza Bhekti Lesmana .relasi bisnis perusahaan properti anda “ jawab Bhekti
Bukankah pa Rasya orang yang angkuh,pantas saja paman Nissa mengkhawatirkan keadaan keponakannya karena dia menikah dengan pria seperti pa Rasya. Batin Bhekti
“ kami tidak bisa lama lama karena harus segera pulang “ pamit rasya tanpa basa basi
“ mari sayang “ ajak Rasya pada Nissa sambil mengeratkan pelukannya di pinggang nissa seolah mengisyaratkan pada Bhekti bahwa Nissa adalah istrinya.wanita yang sudah dimilikinya sepenuhnya.
Nissa yang merasa aneh dengan sikap suaminya pun hanya menampilkan senyum yang dipaksakan ke arah Bhekti sebagai isyarat bahwa dia pamit pulang.
Lalu Nissa dan Rasya pun berjalan meninggalkan Bhekti yang sedang hancur karena melihat keposesivan yang ditampilkan Rasya pada Nissa yang diikuti oleh Fadil dibelakangnya
Apa kamu benar benar diperlakukan tidak baik oleh pa Rasya !? Gumam Bhekti yang terus saja memperhatikan ketiga orang yeng pergi meninggalkannya sendiri di depan pintu ruangan pasien tempat vio di rawat.
_
_
_
_
_
makasih yang selalu nungguin buat terus nge up.kalian penyemangat ku berhalu dan mengarang bebas🤭😄😄😄
kalian yang terus setia nemenin ngehalu amat sangat penting bagi si pengarang bebas yang nothing ini 😁😁😁
sampai ketemu di up selanjutnya
__ADS_1
🤗🤗🤗
# udahadayangmaubacaajaudahsyeneng