
Nissa kini berada di restoran dimana terdapat ruangan khusus meeting yang menyatu dengan playground namun tidak terlalu tertutup karena Nissa pun tidak nyaman jika harus berada dalam satu tempat tertutup bersama yang bukan muhrimnya.
Pa Bhekti memilih tempat ini agar anaknya bisa bermain dengan nyaman tanpa menggangu meeting lanjutan mereka.
“Maafkan anak saya ya nis,karena vio yang rewel,jadi kita harus melanjutkan meeting diluar kantor”ucap Bhekti tidak enak hati.
“Tidak apa apa pa,namanya juga anak anak!”jawab Nissa sambil tersenyum
“saya tidak pernah bisa melihat vio merengek karena hanya saya yang vio miliki.tapi sebenarnya vio anak yang baik hanya saja karena dia tau kesibukan saya kedepan akan benar benar menyita waktu saya jadi vio meminta perhatian lebih hari ini.”jelas Bhekti
“Maaf pa,ibu vio bekerja!?”tanya Nissa hati hati
“Ibunya pergi untuk selamanya setelah melahirkan vio”ucap Bhekti lirih
“maafkan Nissa pa,Nissa tidak tahu jika,,,”
“Tidak apa-apa, santai saja”
“apa vio tidak meminta bapa memberikan ibu baru untuknya!?”
“sempat beberapa kali dia menginginkan seorang ibu,tapiii, sepertinya tidak ada yang mau sama saya”ucap Bhekti asal menghilangkan suasana yang mulai terasa haru
“Haha,bapa bisa saja”ucap Nissa tersenyum lebar mendengar ucapan Bhekti.
“Kamu saja pasti tidak mau kan jika saya tawari menjadi istri saya!?”tanya Bhekti asal namun membuat Nissa gugup
“nissa!?jangan lah pa”tolak Nissa
“Kenapa jangan”tanya Bhekti penasaran
“nanti bapa menyesal,,,hahaha”jawab Nissa asal.
“Kamu bisa saja”jawab Bhekti sambil tersenyum
“Maaf pa,bisa kita lanjutkan sekarang meetingnya agar cepat selesai.kasihan juga vio”ajak Nissa untuk mengalihkan percakapan yang tidak Nissa inginkan
“oh iya silahkan”ucap Bhekti
Lalu mereka pun melanjutkan meeting yang sempat tertunda di kantor.
Setelah memakan waktu kurang lebih satu jam.mereka pun akhirnya dapat menyelesaikan meeting dengan lancar.
Tanpa menunggu lama Nissa pun segera pamit untuk pulang pada Bhekti .
“Maaf pa,Nissa mau pamit undur diri.untuk selanjutnya jika ada kekurangan dalam data karyawan atau yang lainnya,pihak kantor akan menghubungi nomor telepon yang sudah bapa berikan pada kami”ucap nissa
“Baik,terima kasih Nissa karena sudah bekerja sama dengan baik dan sabar dalam menjawab semua pertanyaan saya yang sangat detail dalam mencari informasi untuk kenyamanan dan keamanan fasilitas karyawan kami”ucap Bhekti puas
“Sama sama.mari pa,assalamualaikum”
Nissa pun berjalan keluar menuju area parkir tempat pa Eman memarkirkan mobil yang akan mengantar Nissa pulang .
“maaf nona,sekarang kita kemana!?”tanya pa Eman saat Nissa sudah duduk di bangku penumpang
“Kita pulang saja pa,Nissa takut ibu kelamaan menunggu”ucap Nissa sambil hendak mengeluarkan ponsel yang berada di tas nya.
Nissa pun melihat layar utama ponsel yang memajang fotonya bersama Rasya saat berada di mall sedang tersenyum lebar merasakan kebahagiaan kencan yang telah Rasya hadiahkan untuknya.
Ibu jarinya terus mengusap usap pelan bagian wajah Rasya yang terlihat begitu tampan ketika tersenyum menampilkan barisan giginya yang rapi.tampak sangat bahagia seolah sedang berfoto dengan orang yang dia cintai.
Setelah puas memandangi foto yang menjadi wallpaper utama ponselnya Nissa pun langsung membuka beberapa panggilan tidak terjawab dari nomer Rasya.
Ponsel Nissa yang di senyapkan membuat semua notifikasi panggilan dan pesan pun tidak dapat diketahuinya sehingga panggilan pun tidak terjawab.dan beberapa pesan belum di baca.
Nissa pun membuka pesan dari suaminya
💜💚❤️💛🧡💙
Kamu lagi dimana!?kenapa mas telpon tidak diangkat!?
Nissa pun hendak memanggil nomer Rasya namun diurungkan niatnya tersebut.
Nissa pun menarik nafas dalam lalu membuangnya secara kasar,seolah sedang memikul beban berat di pundaknya.
Nissa merebahkan tubuhnya di sandaran jok mobil sambil menutup matanya,mencoba malupakan apa yang tadi di dengarnya di kantor Rasya yang membuat hati Nissa merasakan bagaimana rasanya sakit namun tidak berdarah.
Flashback on
Nissa tiba di kantor Rasya tepat di jam istirahat kantor sehingga suasana kantor pun terlihat sepi dan hanya ada beberapa karyawan yang masih bersisa.
Nissa pun menanyakan kepada salah satu karyawan kantor yang berpapasan dengannya.
“Maaf kak,mau tanya ruangan pa Rasya dimana ya!?”tanya Nissa
“oh kamu naik saja ke lantai atas dengan menggunakan lift dan tepat di depan lift terdapat pintu besar berwarna coklat tepatnya di situlah ruangan pak Rasya berada”jawab seorang karyawan ramah yang tidak mengetahui bahwa wanita yang sedang bertanya padanya adalah istri dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
“Oh baik,terima kasih ya kak”ucap Nissa lalu berjalan ke arah yang sesuai dengan petunjuk karyawan yang tadi berpapasan dengan Nissa.
__ADS_1
Setelah lift berhenti di lantai yang Nissa tuju,Nissa pun keluar dan melihat pintu yang diucapkan karyawan tadi.
Terdapat dua ruangan di lantai tersebut yang diduga ruangan lainnya adalah milik asisten Rasya dan terdapat meja sekretaris yang berada tepat di depan pintu ruangan Rasya yang terlihat kosong karena sang pemilik meja kerja sedang beristirahat.
Nissa pun berhenti tepat di depan pintu ruangan Rasya yang terlihat tidak tertutup rapat.Nissa pun hendak mengetuk pintu ruangan Rasya namun gerakannya terhenti karena mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara dengan Rasya di dalam ruangan Rasya.
Sepertinya mas Rasya sedang ada tamu,tapi suaranya terdengar seperti wanita batin Nissa sambil melanjutkan mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Rasya dan tamu wanitanya.
“kamu beneran marah sama aku!?maafin aku sayang,aku ga bermaksud bikin kamu kecewa.kamu tahu kan aku mencintai kamu tapi kamu juga tahu,kalo ini semua adalah impian terbesar aku untuk bisa mengembangkan karir aku.jadi aku mohon,kamu maafin aku yaaa,aku masih sayang sama kamu ”
“ Mita !!!??? “ Gumamnya pada diri sendiri dengan perasaan yang bergejolak menahan sakit saat mengetahui bahwa wanita yang dicintai oleh suami yang dicintainya sudah kembali.
“aku juga masih sayang sama kamu”
BUUUGGG
“mas Rasya!?”gumam Nissa yang tidak kuasa mendengarkan kelanjutan kalimat yang akan di ucapkan yang diyakini adalah suara Rasya.yang membuat hatinya terasa sakit bagai di hantam belati tak kasat mata.
Nissa pun pergi menuju lift dan melupakan niatan awalnya untuk meminta izin pada Rasya.
“Kita langsung ke travel ya pa”pinta Nissa pada pak Eman saat sudah berada di dalam mobil.
Nissa pun mengeluarkan ponselnya untuk memberi pesan kepada Rasya karena Nissa yakin Rasya akan membaca pesan yang dia kirimkan.
“Pantas saja mas Rasya tidak dapat dihubungi, ternyata mas Rasya sedang sibuk bersama dia”gumam Nissa pelan yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.
Flashback off
Nissa pun terus memejamkan matanya dengan menyenderkan kepalanya disandaran jok mobil.
tanpa terasa,Nissa pun mengeluarkan cairan bening di ujung matanya yang sedang tertutup,mengalir dengan lancar melewati pipi merah nya yang telah bersusah payah menahan tangis agar tidak keluar.namun air mata itu menunjukan bahwa betapa hancurnya hati Nissa mendapati kekasih dari orang yang dicintainya kembali disaat dia berharap bahwa Rasya bisa merasakan perasaan yang sama dengannya.
Bersamaan dengan hancurnya hati Nissa.terdengar alunan lagu 'terlanjur mencinta' yang dinyanyikan oleh 'Tiara Andini' menemani perjalanan mereka yang terasa hening.
*Aku t'lah tau kita
memang tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku
Senyuman itu hanyalah menunda
Luka yang tak pernah kuduga dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
Kau membuat semuanya indah seolah takkan berpisah
Aku t'lah tau kita
memang tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap
Berharap kau memilih diriku,
Cinta
Tapi mengapa kita selalu bertemu
__ADS_1
Aku t'lah tau hati ini
harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
Aku t'lah tau hati ini
harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa*.
Terdengar suara isakan kecil yang keluar dari hentakan nafas Nissa yang membuat pak Eman yang duduk di balik kemudi menatap Nissa melalui kaca spion depan yang menggantung.
Tak ada keberanian untuk pak Eman sekedar menanyakan keadaan nona mudanya tersebut.yang pasti pak Eman melihat keadaan Nissa yang sedang rapuh dan kesakitan,tentunya yang berasal dari dalam hatinya.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dan terasa panjang karena hati yang sedang kalut.akhirnya Nissa tiba di halaman rumahnya.
Nissa pun merapikan semua berkas berkas yang akan dibawanya masuk sambil merapikan penampilannya yang terlihat acak-acakan.Nissa melihat ponsel yang dia gunakan sebagai cermin untuk mengeringkan basah dipipinya karena air mata yang tak henti hentinya mengalir selama perjalanan pulang menuju rumah.
Nissa menyemangati dirinya sendiri dan memasang wajah yang dibuat sebiasa mungkin agar ibu tidak mengetahui bahwa dia habis menangis karena Nissa tidak mau membuat mertuanya khawatir.
Ketika Nissa turun dari mobil.nissa melihat mobil Rasya sudah terparkir di halaman rumahnya berdampingan dengan mobil milik Dion.
Nissa pun berjalan memasuki rumahnya.di ruang tamu Nissa mendapati Dion yang sedang duduk di sofa sambil memegang ponselnya.
Dion pun langsung berdiri dari duduknya saat mendapati Nissa yang sudah berada di hadapannya dan menyapanya.
“Anda sudah pulang nona!?”sapa Dion sambil tersenyum tipis
“Iya,pa Dion kenapa ada di sini!?bukannya pa Dion sedang dilapangan!?”tanya Nissa heran
“Saya sudah selesai nona”jawab Dion
“Oh ya sudah Nissa masuk dulu ya pa!”pamit Nissa dan pergi meninggalkan Dion menuju ruang tv.
Nissa berjalan menuju ruang tv untuk mencari keberadaan mertuanya namun Nissa malah mendapati Rasya yang sedang duduk di sofa sendiri.
“assalamualaikum mas,sudah pulang!?”sapa Nissa pada suaminya dan hendak meraih tangan suaminya untuk diciumnya.
Namun rasya menghempaskan pegangan tangan Nissa yang sudah akan tertunduk mencium tangan Rasya dengan kasar.
Nissa yang mendapati perlakuan kasar dari Rasya pun tersentak kaget .
“Kamu dari mana saja!?”tanya Rasya ketus.
Terlihat sorot mata penuh amarah yang terpancar dari tatapan mata Rasya.
“Nis Nissa habis meeting dengan pa Bhekti”jawab Nissa gugup
“Pa Bhekti!?”tanya Rasya sinis”hanya karena kamu akan meeting dengan pa Bhekti kamu sampai hati tidak memberi tahu saya jika kamu akan pergi meeting!?”bentak Rasya.
“Nis Nissa sudah mengirimkan pesan singkat ke nomer mas Rasya”jawab Nissa semakin gugup mendengar bentakan dari Rasya.
“Apa kamu sudah tidak menghormati saya sebagai suami kamu sampai sampai kamu meminta izin untuk pergi bersama laki-laki lain hanya melalui pesan singkat !!!??? Sesenang itukah kamu bisa bertemu dengan pria yang kamu bangga banggakan dan kamu kagumi hingga kamu meminta izin pada saya hanya lewat pesan singkat!?atau jangan jangan kamu sudah ingin meninggalkan ibu dan saya demi pria tampan dan mapan yang kamu kagumi dan kamu bangga banggakan itu hingga kamu tidak menghargai dan menghormati saya sebagai suami kamu!?mana janji kamu yang pernah kamu katakan bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan ibu dan saya demi untuk mencari pria yang kamu cintai,mana!???”bentak Rasya dengan intonasi yang tinggi yang membuat Nissa tidak dapat menahan air matanya untuk tidak keluar dari matanya yang sudah susah payah dia tahan agar dia tidak menangis dihadapan Rasya.
“Jika kamu memang sudah tidak menganggap saya sebagai suamimu lagi dan berniat meninggalkan kita,kamu boleh pergi sekarang juga” bentak Rasya yang membuat tangis Nissa pun pecah semakin tak terbendung.
Sambil terisak-isak, Nissa pun pergi meninggalkan Rasya yang masih dalam keadaan marah menuju kamarnya.
_
_
_
maafkan kalau ada banyak typo bertebaran.
selamat memberikan like dan berkoment karena akunya ngarepin banget itu
🤭🤭🤭
makasih banyak karena masih mau nunggu kelanjutannya
🤗🤗🤗
__ADS_1
love love love
🥰🥰🥰