
“ saya terima nikah dan kawinnya Naima siti Hermawan binti iman Hermawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai “
Ijab Kobul pernikahan pun di ucapkan oleh Safi dengan lantang dan dalam satu kali tarikan nafas membuat semua yang mendengar dan menjadi saksi diacara akad nikah yang sangat sakral dan terasa khidmat itu pun menghela nafas lega dan penuh syukur.
Senyum bahagia pun terpancar dari kedua mempelai beserta keluarga kedua belah pihak.
Satu persatu acara adat pun dilakukan sesuai dengan arahan pembawa acara hingga sampai pada acara sungkeman yang membuat semua tamu undangan yang hadir tidak ada yang tidak dibuat menangis antara sedih dan bahagia menyaksikan keharuan yang dilaksanakan mengikuti adat Sunda tersebut.
Air mata bahagia dan haru keluar dari kedua wanita paruh baya yang mengantarkan putra putri kesayangannya ke gerbang pernikahan tidak terkecuali dengan bah iman.
Air mata bah iman sudah keluar saat dirinya harus melaksanakan tugasnya menjadi wali nikah untuk putri semata wayangnya yang selalu memberikan pengorbanan demi kebahagiaan dirinya bersama sang istri.
Dan kali ini,saat Naima berada dibawah pangkuannya bersimpuh melakukan sungkem,tangis bah iman pun pecah mengiringi kebahagiaan yang akan segera anak gadisnya raih bersama pria luar biasa seperti safi.
Pelukan hangat pun diberikan bah iman pada Naima diikuti dengan kecupan penuh cinta dari seorang ayah berikan dikening Naima berharap semua doa dan harapannya selalu menyertai kehidupan sang anak menjalani mahligai rumah tangga dengan penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.
Dan kini giliran Safi yang bersimpuh berlutut memohon doa restu sang ayah mertua.orang yang telah menolongnya semasa dirinya mengalami kecelakaan pesawat yang ditumpanginya.hendak meminta anak gadisnya untuk dirinya bawa mengikuti setiap langkahnya mengarungi mahligai rumah tangga bersama dalam keadaan susah maupun senang serta dalam keadaan sakit maupun sehat.
Begitupun sama halnya saat pasangan pengantin baru itu bersimpuh berlutut dihadapan Bu Rita dan Bu Arum secara bergantian memohon doa dan restu agar setiap langkah mereka dalam berumah tangga mendapatkan keridhoan Allah karena telah diridhoi oleh para wanita hebat yang telah melahirkan mereka ke dunia hingga pada akhirnya mereka bertemu dan berjodoh.
Sedangkan sang adik,Rasya hanya menyaksikan pemandangan yang mengharukan tersebut dari kursi tamu yang tidak jauh dari singgasana kedua pengantin baru itu berada.
Dan malam harinya,acara resepsi pun digelar.konsep pesta mewah yang diinginkan Rasya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.walaupun warna dan dekorasi merupakan kesepakatan yang dipilih oleh pasangan pengantin terlebih oleh pihak wanita tapi tidak mengurangi kepuasan tersendiri untuk Rasya dan secara tidak sungkan Rasya memuji kinerja wo yang telah dipilihnya.
Senyum pun tak hentinya terpancar dari kedua pengantin beserta keluarga.dan Rasya yang sibuk membawa Adzkia di gendongannya tak henti menebarkan senyum menyapa para tamu undangan dengan di dampingi oleh sang istri tercinta tentunya siapa lagi jika bukan Nissa yang terlihat cantik sempurna dengan balutan hijab yang indah yang telah dipilihnya bersama Rasya di butik langganannya.
Di singgasana pengantin,terlihat Safi dan Naima yang sibuk menyalami para tamu undangan yang secara bergantian ingin mengucapkan selamat pada pasangan halal yang tengah berbahagia tersebut.
Tiba saatnya datanglah semua sahabat sahabat Naima semasa SMA di desanya dulu datang bersama dengan keluarganya masing masing tidak terkecuali femmi yang sempat bertemu Safi di kapal pesiar tempo hari.
“ Naimaaaaa,,,,,akhirnya,,,pecah juga tuh telur kejombloanmu “ teriak para sahabat Naima histeris turut bahagia dengan pernikahan sahabatnya yang paling akhir menikah.
“ ya ampun ,kalian datang juga,makasih ya “ timpal Naima tak kalah antusias dengan para sahabatnya.
“ Datang donk,sayang kali ma kalo ga Dateng,secara kita dikirim undangan lengkap dengan tiket pesawat dan tempat menginap juga. Makasih ya bang,,,jadi bingung mau kasih kado apa sama pasangan baru sultan ini “ goda salah seorang teman Naima.
“ ya ampun,kalian mau datang saja aku udah seneng,ga usah bawa apa apa,doanya saja “ pinta Naima tulus.
“ Tenang ma,aku bawa kado buku tutorial biar sukses malam pertama untuk pengantin baru “ timpal sahabat Naima yang lainnya yang memang paling mesum diantara semua.
__ADS_1
“ astagfirulloh,ada ada saja kamu,malu tau “ sahut Naima sambil.Melirik ke arah pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.tentu saja membuat Safi tersenyum melihat wajah Naima yang sudah merona malu karena ucapan sahabatnya yang cukup vulgar.
Satu persatu tamu undangan pun menyalami pengantin baru setelah obrolan sahabat Naima yang membuat antrian tamu undangan menunggu lama.dan ternyata bukan hanya sahabat sahabat istrinya saja yang Safi beri undangan beserta tiket pesawat dan penginapan.keluarga pak ustad dan pak jamin serta pa Zaki pun mendapatkan hal yang serupa dari Safi membuat bah iman merasa tersanjung karena mendapat tamu agung dari tempat jauh.
Ucapan selamat pun Safi dan Naima dapat dari orang orang yang sempat berjasa bagi Safi saat dirinya tengah kehilangan sebagian ingatannya.hingga waktu resepsi pun berakhir.tamu undangan telah pulang ketempat mereka masing masing.sedangkan bah iman dan Bu Arum yang kelelahan memilih untuk pergi menuju kamar hotelnya terlebih dahulu.
Bu Rita yang tidak kalah kelelahan mengikuti besannya untuk kembali kekamarnya yang ditemani oleh asih dan mba Tarmi dengan membawa Adzkia yang sudah terlelap karena Rasya dan Nissa masih harus menemani tamu yang tersisa hingga akhirnya mereka pun ikut kembali ke kamar hotelnya.
Naima yang sudah benar benar lelah karena terus menyalami para tamu undangan yang cukup banyak dengan sepatu tinggi yang dikenakannya membuat dirinya ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa remuk diatas tempat tidur.
Kamar hotel sweet room yang begitu mewah membuatnya kembali takjub dengan gaya hidup Safi yang diluar batas khayalannya.tempat dirinya di rias saat akan menjadi pengantin tidak semewah tempat yang telah pihak Wo siapkan untuk dirinya karena saat Naima meminta ingin masuk kamar,salah satu staf wo mengantarkannya ke kamar hotel mewah yang sudah di hias seromantis mungkin dengan wangi aroma terapi yang membuat siapa saja yang menciumnya menjadi relax.
Sebelum hendak membuka baju pengantinnya yang memang terbilang ribet,Naima teringat pakaian ganti yang akan dirinya kenakan untuk tidur pun berada dikamar tempat dirinya dirias,hingga datang Safi masuk ke kamarnya,Naima masih terlihat mengenakan baju pesta yang sudah terlihat tidak nyaman.
“ nay,Abang kira kamu sudah tidur ?” tanya Safi pada wanita yang kini sudah halal untuknya.
“ Aku lupa bawa baju ganti,kalo aku mandi,mau pake baju apa coba ?” Tanya Naima bingung yang membuat Safi tergelak melihat wajah bingung sang istri.
“ Ya ampun,Abang pikir apa”
Dan tiba tiba terdengar bunyi bel kamar hotelnya yang langsung dibuka oleh Safi.Dan kembali kekamarnya dengan membawa dua buah koper milik dirinya dan Naima.
“ aku mandi dulu,gerah “ jawab Naima sambil terus berjalan menuju kamar mandi namun Safi kembali mencegah
“ Nay “ panggil Safi dan Naima pun menoleh kearahnya.
“ kamu yakin bisa membuka resleting baju kamu sendiri !?” tanya Safi memastikan Naima tidak akan kesulitan membuka baju pestanya yang terlihat rumit.
Tersenyum kecut,Naima pun menggeleng tidak yakin dengan dirinya sendiri.
“ sini Abang bantu sebelum kamu masuk kamar mandi “ Safi berjalan mendekati Naima hendak membantu membuka resleting baju pesta istrinya tersebut namun apa yang terjadi.jarak yang cukup dekat membuat Safi tidak dapat menolak pesona Naima yang memang terlihat sangat cantik bak bidadari dengan polesan make up yang tidak pernah Naima gunakan.
“ kamu cantik nay “ bisik Safi tepat di telinga Naima saat setelah membuka resleting baju Naima sontak membuat bulu halus Naima seketika berdiri merasakan sensasi aneh yang menjalar diseluruh tubuhnya.
Di kecupnya bahu mulus Naima saat telah terbuka dengan lebar membuat Naima bergidik geli mendapati kecupan lembut yang Safi berikan di bahunya dan tangan Safi pun seketika melingkar di tubuh jenjang Naima membuat Naima merasakan nyaman berada dalam dekapan hangat pria yang sudah sah menjadi suaminya tersebut.
“ Bang,aku belum mandi tau,bau “ Naima mengingatkan Safi untuk tidak.mendekatinya karena tidak nyaman dengan keringat yang sudah sangat lengket hasil dari acara resepsi pernikahan mereka.
Seolah tidak perduli dengan ucapan sang istri Safi membalikan tubuh Naima sehingga mereka pun kini berhadapan dan bibir ranum Naima yang terlihat sangat menggoda untuk ukuran pria normal seperti dirinya membuat Safi mau tidak mau segera meraihnya dan dalam hitungan detik,benda kenyal yang mereka miliki pun saling beradu menyatukan perasaan cinta mereka yang sempat terpendam karena keadaan yang belum memungkinkan untuk mereka melakukan separuh dari surga dunia tersebut.
__ADS_1
Walaupun belum profesional,tapi Safi yang memiliki hasrat seperti lelaki pada umumnya menggunakan instingnya untuk melakukan ciuman pertamanya pada pasangan halalnya yang sama sama baru merasakan ciuman pertama mereka.
Dihisapnya bibir Naima yang terasa manis olehnya di sapunya lembut bibir yang akan menjadi candu untuknya dengan sentuhan benda lunak tak bertulang hingga akhirnya Safi berhasil membukakan mulut Naima dan mulai mengeksplore setiap rongga mulut gadis yang membuatnya jatuh cinta.
Seolah merasakan kenikmatan yang luar biasa,Naima memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan lembut yang Safi berikan di bibirnya.dan dengan gairah yang sudah memuncak kaduanya terbuai hingga pada akhirnya keduanya lupa dengan lelah dan peluh yang sempat mereka rasakan setelah acara resepsi dan lebih memilih untuk segera melakukan acara malam pertama mereka di atas ranjang hotel yang akan menjadi saksi penyatuan cinta suci mereka dengan melakukan ibadah terindah yang membuat siapa saja merasakan bahagia karena telah menjadi pasangan yang halal dalam melaksanakannya.
Di kamar yang berbeda,,,terlihat Rasya dan Nissa yang sudah mengganti pakaian pestanya dengan pakaian tidur karena pesta yang cukup meriah membuat mereka merasakan lelah yang teramat dan ingin segera pergi mencium bantal yang akan mengantarkan mereka ke alam mimpi.
“ Adzkia mana sayang !?” tanya Rasya yang tidak mendapati bayi mungil kesayangannya berada dikamar yang sama dengannya.
“ Kia sama ibu mas,tadi Nissa mau bawa kemari tapi ibu bilang kasihan sudah tidur dan meminta Nissa agar Kia tidur bersama ibu dikamarnya “ jawab Nissa sambil naik ke atas tempat tidur yang sudah ditempati Rasya.
“ ibu memang pengertian “ seringai Rasya pada sang istri yang tidak faham dengan maksud yang diucapkan suaminya.
Rasya bergerak mendekati Nissa yang masih duduk bersandar di kepala ranjang memeluk istrinya manja seolah memberika kode untuk dirinya yang sudah sangat lapar mengingikan istrinya untuk diterkamnya.
“ mas kenapa !?” tanya Nissa masih belum paham dengan kode yang diberikan Rasya.
“ mas sudah lama puasa lho sayang,boleh ga mas minta buka puasa sekarang,mumpung Adzkia lagi sama ibu.dan kamu juga apa tidak kangen sama mas !?” ucap Rasya dengan nada suaranya yang sengaja dibuat seksi.
Mulai paham dengan apa yang diucapkan sang suami,wajah Nissa merona malu .tidak dipungkiri,dirinya pun sudah merindukan sentuhan lembut sang suami yang memang belum dirinya lakukan kembali bersama Rasya selama masa pemulihan pasca melahirkan Adzkia.
Tidak ada jawaban apapun dari Nissa namun setiap sentuhan lembut Rasya,Nissa rasakan dengan baik.ciuman yang Rasya berikan pada Nissa sebagai awal pemanasan dari kegiatan ranjang yang akan semakin memanas pun mulai dilakukan.
Sentuhan tangan Rasya sudah mulai bermain kesana kemari termasuk pada kedua benda yang sudah menjadi daerah kekuasaan Adzkia pun tidak luput dari kerajinan tangan milik rasya
Sebelum melakukan puncaknya,Rasya masih sempat membisikan sesuatu tepat di telinga Nissa dengan lembut
“ hari ini merupakan malam pertama buat kita “
Tidak faham,Nissa yang merasakan geli masih sempat menoleh kearah sang suami yang sudah berada dalam mode gairah yang teramat menggebu
“ malam pertama untuk kamu berhenti jadi istri yang merangkap jadi calon kakak ipar “ kekeh Rasya mengucapkan penggalan kalimatnya yang terpotong dengan seringainya yang penuh nafsu.
“ Apaan sih mas,ga jelas ikh “ senyum Nissa manja dengan wajah yang sudah merona dibawah Kungkungan badan tegap suaminya.
Entah sejak kapan baju tidur Nissa terlepas dari tubuhnya yang jelas mereka akan kembali menunaikan tugas masing masing sebagai pasangan yang kembali saling berbagi kehangatan diatas ranjang yang sudah lama tidak mereka lakukan.
Sedangkan baby Adzkia,tengah tertidur lelap di samping sang eyang yang seolah faham dan memberikan ruang kepada ayah dan bundanya untuk saling melepas rindu menyatukan cinta dalam penyatuan indah tanpa gangguan bayi kecil mungil nan cantik diantaranya.
__ADS_1
...~ TAMAT ~...