
Masuk waktu subuh,Nissa mengerjapkan matanya mencoba menetralisir kesadarannya untuk beranjak dari tempat tidur.
Namun posisi tidurnya yang kini sedang tidur sambil dipeluk erat oleh Rasya pun berusaha sebisa mungkin untuk beranjak dari tempat tidur dengan perlahan agar tidak mengganggu suaminya yang masih terlelap dengan nyenyak.
Rasya yang kelelahan karena baru saja melakukan perjalanan panjang yang telah dia lalui dari luar kota dan tiba di rumah lewat tengah malam terlihat masih enggan untuk membuka matanya.
Terlebih,rasya yang telah mendapatkan haknya sebagai suami untuk Nissa layani di atas ranjang setelah beberapa hari ini tidak terpenuhi membuat tidurnya semakin nyenyak.
Dengan sangat hati hati Nissa menuruni ranjang tempat tidurnya mengambil jubah mandi yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah selesai mandi dan melaksanakan sholat subuh,Nissa membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh dan duduk tepat di sebelah Rasya yang masih terlelap dalam tidurnya
“ mas,bangun subuh dulu,nanti tidur lagi “ Nissa mengguncang pelan tubuh suaminya yang masih berada dibawah selimut.
Rasya pun mengerjapkan matanya mencoba menetralisir setitik cahaya yang masuk kedalam kornea matanya.
“ Mau Nissa siapkan air hangat untuk mas mandi !?” tanya Nissa pada suaminya yang masih dalam keadaan setengah sadar
“ Tidak usah,mas mandi air dingin saja “ jawab Rasya dengan suaranya yang terdengar serak khas orang baru bangun tidur
“ Ya sudah Nissa siapkan baju mas dulu ya “ ucap Nissa sambil hendak beranjak dari duduknya
Namun Rasya menarik tangan Nissa sehingga Nissa kembali duduk tepat disebelahnya yang sudah terduduk di kepala ranjang.
“ kamu sudah mandi !?” tanya Rasya yang dijawab anggukan oleh Nissa
“ Ehm sayang,padahal mas mau ajak kamu mandi ber___mmm “ tangan Nissa yang segera menutupi bibir Rasya membuat ajakan mesum Rasya pun terpotong
“ udah mas jangan terus godain Nissa,nanti subuh nya kesiangan “ timpal Nissa dengan wajah yang sudah terlihat merah merona karena malu
Rasya hanya tersenyum mendengar perintah istrinya yang sudah kembali cerewet dan menerima jubah mandi yang telah Nissa berikan padanya
Karena mendapat penolakan dari Nissa atas ajakan mesumnya,Rasya memutuskan untuk segera beranjak menuju kamar mandi agar istri cerewetnya tidak kembali mengomel.
Setelah beberapa saat Rasya pun keluar dari kamar mandi lalu bersiap siap untuk melaksanakan sholat subuh.
“ mas apa hari ini ke kantor !?” tanya Nissa saat melihat Rasya telah menyelesaikan sholatnya
“ Iya,mas masih akan terus sibuk hingga grand opening resort digelar “
“ bukankah masih lama !?” tanya Nissa sambil membereskan peralatan sholat yang telah Rasya gunakan
“ Alhamdulillah,kemarin mas kesana sudah mendapatkan izin melaksanakan acara dari pemerintah setempat dan pihak terkait.tinggal pelaksanaanya saja yang akan diadakan kurang lebih satu setengah bulan lagi “ ucap Rasya sambil mengambil baju yang akan dia kenakan
“ Cepat sekali “
__ADS_1
“ Iya,mas ingin segera terlaksana,karena mas ingin menunjukan tempat yang sudah mas buat khusus untuk kamu yang teristimewa “ seringai Rasya
“ Idih gombal “ rona wajah malu terpancar apik di wajah Nissa
Nissa menghampiri Rasya yang sedang berdiri didepan cermin untuk membantu Rasya merapikan bajunya.
“ sayang “ panggil Rasya pada Nissa yang sedang fokus merapikan dasi yang melingkar dilehernya.
“ hemmm “ jawab Nissa tanpa menoleh
“ Apa kamu bahagia menjadi istri mas!?”
“ Kenapa mas bertanya seperti itu !?” Tanya Nissa yang langsung mendongakkan wajahnya menatap Rasya lekat
“ tidak,mas hanya takut kamu benar benar tidak merasa bahagia menjadi istri mas “
Sejenak tampak senyum diwajah Nissa sebelum akan mengucapkan kata kata untuk suaminya
“Alhamdulillah,Nissa bersyukur sekali karena Allah memberi Nissa suami seperti mas rasya.entah kebaikan apa yang sudah Nissa lakukan selama ini hingga Nissa diberi anugrah suami sebaik mas Rasya yang bisa membuat Nissa menjadi wanita paling beruntung karena diperistri oleh mas “
“ sekarang kamu pintar ngegombal ya “ kekeh Rasya sambil mencubit pelan hidung mancung milik Nissa
“ AW sakit mas “ cicit Nissa manja berpura pura kesakitan dengan apa yang dilakukan suaminya pada hidung mancungnya
“ Makasih ya karena kamu sudah mencintai mas sebesar ini,jangan pernah tinggalin mas apapun alasannya sampai ajal yang memisahkan kita “ ucap Rasya lirih lebih mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Nissa yang masih menampilkan rambut panjangnya yang tergerai indah.
“ Makasih karena mas sudah mau bertanggung jawab penuh atas hidup Nissa,love you “ terpancar senyum simpul Nissa sambil mendongakkan wajahnya tepat dihadapan Rasya.
“ Love you to honey “ balas Rasya yang langsung mengecup bibir ranum milik Nissa yang tidak pernah bosan untuk diciumnya.
Setelah bersiap siap,Rasya dan Nissa keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas mereka hari ini.
Dalam waktu yang bersamaan,Bu Rita pun tiba di meja makan berkumpul bersama Nissa dan Rasya.
“ kamu sudah pulang nak !?” sapa Bu Rita pada Rasya
“ sudah Bu,semalam “ jawab Rasya yang masih menunggu Nissa menyiapkan sarapan untuknya.
“ apa semuanya sudah beres !?” tanya Bu Rita sambil memasukan menu sarapan ke dalam piringnya
“ Sudah,tinggal pelaksanaanya saja “ Jawab Rasya
Mereka pun menghabiskan sarapan milik mereka masing masing.
Saat sudah selesai dengan sarapan mereka.rasya kembali mengajak kedua wanita yang berada di satu meja makan dengannya berbincang kecil.
__ADS_1
“ nanti kita pergi ke resort ya untuk acara grand opening sekalian kita jalan jalan “ ajak Rasya
“ ibu tidak mau,ibu tidak suka acara seperti itu “ tolak Bu Rita.
“ Kenapa,ini kan acara kita Bu !?” tanya Rasya bingung
“ kalian saja pergi,sekalian bulan madu.ibu disini saja kan ada mba Tarmi “
“ Apa ibu yakin,kalau memang ibu tidak mau Nissa juga tidak akan ikut “
“ Kamu tidak perlu khawatir,bukankah kemarin juga ibu sudah pergi umroh selama kurang lebih dua minggu dan jauh dari kamu jadi ibu sudah terbiasa.kalian juga membutuhkan waktu pergi berdua “
“ ya sudah jika memang ibu tidak mau ikut dan mengizinkan Nissa pergi bersama Rasya tapi ibu hati hati di rumah “ Rasya memperingatkan
Ucapan Rasya hanya diangguki oleh kedua wanita yang menjadi penyemangat dalam hidupnya.
Rasya beranjak dari duduknya untuk pergi kekantor melanjutkan tugasnya walaupun hari masih terbilang terlalu pagi untuk ukuran orang berangkat kerja.
“ Rasya pergi dulu ya Bu “ pamit Rasya sambil mencium tangan dan dahi ibunya yang masih terduduk di meja makan.
Rasya berjalan menuju halaman parkir mobilnya diikuti Nissa dari belakang.
“ Mas pergi dulu ya “ pamit Rasya setelah mereka berada di depan mobil yang akan membawanya ke kantor mencium puncak kepala Nissa.lalu membelai lembut pipi putih mulus Nissa dan mencuri ciuman dibibir ranum milik istrinya yang selalu membuatnya selalu merindukannya.
“ Mas,kita kan lagi diluar “ cicit Nissa yang malu atas perlakuan Rasya yang mencium bibirnya di halaman parkir rumahnya.
“ biar saja,toh cuman ada mang Dodo ini,pasti dia juga mengerti “ jawab Rasya menyeringai tanpa terlihat bersalah
_
_
_
_
_
makasih buat readers yang terus nemenin buat terus nge up tiap hari
semoga kalian selalu suka sama ceritanya
jangan lupa like like like dan koooment
🤗🤗🤗
__ADS_1