Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 29


__ADS_3

Bah iman dan Bu Arum saling pandang saat melihat wajah Naima yang terlihat tidak bersemangat berbanding seratus delapan puluh derajat dengan saat sebelum mereka meminta anaknya untuk mampir ke kontrakan dimana Safi tinggal.


Mungkin keberadaan Safi yang tidak sedang ditempat membuat putrinya merasa kecewa dan hal ini membuat bah iman dan Bu Arum semakin merasa yakin bahwa anak gadisnya memiliki rasa ketertarikan kepada pria yang telah ditolongnya yang mereka duga akibat kecelakaan pesawat itu.


“ Anak kita kenapa bah !?” tanya Bu Arum pura pura tidak merasa ada sesuatu pada putrinya.


“ Entahlah,apa mungkin dia mencintai Safi !?” bah iman meminta jawaban kepada istrinya atas rasa penasarannya.


“ jujur ibu juga suka sama nak Safi,dia pria yang baik.tapi apa mungkin dia belum punya istri !?” Bu Arum ragu


“ Entahlah Bu,Abah juga khawatir jika anak kita telah jatuh cinta pada Safi namun ternyata Safi sudah punya istri.apalagi hingga saat ini ingatannya belum juga kembali “ jawab bah iman “ ya sudah nanti Abah lihat di surau,biasanya kalau akhir pekan dia tidak pernah absen untuk berjamaah “ memastikan keberadaan Safi.


Bu Arum hanya mengangguk lalu kembali tenggelam dengan pikirannya sendiri.


Tiba waktu sholat magrib.bah iman pergi ke surau untuk sholat berjamaah,dan biasanya untuk sholat magrib selalu bah iman lakukan di surau hingga masuk waktu isya karena waktunya yang sangat berdekatan membuat bah iman memilih untuk menunggu masuk waktu isya di surau.


Namun dari awal hingga akhir.bah iman tidak kunjung menemukan keberadaan Safi di surau hingga pada akhirnya bah iman pulang setelah sholat isya.


Mungkin Safi masih banyak pekerjaan dan mengharuskannya untuk absen ikut sholat berjamaah disurau pikir bah iman.karena tadi pagi Naima bilang jika Safi dalam keadaan baik-baik saja saat mengantarkan sayur untuk istrinya masak.


Hari berganti,Safi yang jarang melaksanakan sholat berjamaah ketika hari hari biasa karena sibuk.jarang bertemu dengan bah iman untuk sekedar mengobrol.


Bahan masakan yang selalu Safi berikan pada Bu Arum pun diantarkannya dengan terburu buru mengingat Safi harus segera pergi kembali menuju kantor Rinzani untuk melaksanakan tugasnya disana.


Tidak jarang Safi pulang malam karena harus lembur karena batas waktu yang ditentukan kantor Rinzani yang akan menerima kunjungan kepala pusat ke kantor tempatnya bekerja sudah hampir tiba.


Dengan berat hati Safi harus menahan rasa rindu untuk tidak bertemu dengan gadis pujaan hatinya mengingat waktu untuk mereka berjumpa pun sangat sulit.


Naima tidak pernah ada dirumah saat Safi mengantarkan bahan masakan kerumahnya karena sudah berada di kantor TU sekolah tempat dirinya bekerja,begitu pula Safi yang selalu pulang malam dan mengharuskannya makan malam di kantor meminta pada Bu Arum untuk tidak mengantarkan makan ke kontrakanya selain akhir pekan karena Safi tidak mau membuat makanan yang diantar Bu Arum menjadi mubadzir karena tidak dapat dimakan oleh safi.


Tiba waktunya akhir pekan dimana Safi berharap bisa bertemu dengan gadis pujaan hatinya saat mengantarkan sayuran untuk dimasak Bu Arum dan biasanya Naima selalu ada dirumah jika akhir pekan.

__ADS_1


Namun sepertinya Safi harus sedikit bersabar karena sudah beberapa hari Naima cukup disibukan dengan pekerjaannya di TU mengingat akan ada pembukaan siswa baru disekolah tempat dirinya bekerja sehingga di akhir pekan pun mengharuskan Naima untuk hadir walaupun hanya setengah hari.


Safi masih berharap nanti sore Naima akan datang ke kontrakannya seperti biasa untuk mengantarkan makan malamnya.


Setelah pulang dari surau,Safi pulang dan mengganti pakaian rumahnya agar lebih leluasa sambil menanti sang pujaan hati mengantarkan makanan untuknya seperti biasa.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di kontrakan Safi dan tentu saja Safi sangat bersemangat karena berharap Naima lah sipengetuk pintu.


Dibukanya pintu kamarnya dan melihat yang mengetuk pintu ternyata adalah Bu Arum bukan Naima.


“ Eh ini,kenapa ibu yang mengantarkan rantangnya,memangnya Naima kemana !?” tanya Safi tidak enak,terlihat raut wajah kecewa dari Safi yang tertangkap oleh mata Bu Arum karena yang mengantarkan rantang makanan ternyata dirinya bukan anak gadisnya.itulah yang ditangkap oleh perasaan Bu Arum.


“ oh iya nak Safi,Naima baru pulang kerja kasihan dia sepertinya kelelahan karena beberapa hari ini dia harus kerja lembur “ jawab Bu Arum berbohong karena pada kenyataannya Naima memang kelihatan kelelahan namun Naima meminta maaf kepada ibunya untuk tidak bisa mengantarkan rantang makanan untuk Safi.


Seolah sedang menghindar dari Safi,Naima terus membuat alasan kepada kedua orang tuanya untuk menolak jika harus menemui safi.


Esoknya,Safi yang tidak dapat menahan rindu memilih untuk mampir kekediaman bah iman untuk sekedar melihat wajah sang gadis pujaan hati.mengingat masih hari libur,Safi yakin Naima pasti ada dirumah dan tidak pergi ke sekolah.


“ assalamualaikum “ Safi mengucapkan salam lalu meraih tangan bah iman untuk diciumnya


“ walaikum salam eh Safi,gimana kabarnya,sehat !?bagaimana kerjaan kamu !?” tanya bah iman


“ Alhamdulillah bah sehat dan kerjaan juga lancar “ jawab Safi hormat.


“ Bu Arum dan Naima kemana ya bah !?”


“ oh ,mereka sedang didalam “


Tidak lama kemudian munculah Naima membawakan gelas beserta cemilan untuk.menemani bah iman bersantai sore di terasnya.


Terpancar senyum di wajah Safi saat melihat sang pujaan hati yang dirinya rindukan datang dan terlihat cantik walaupun tanpa polesan make up apapun diwajahnya.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Safi yang terlihat bahagia,Naima malah terlihat dingin dan terkesan acuh saat melihat wajah safi.tidak banyak kata untuk sekedar basa basi saat Naima melihat Safi seperti yang biasanya dirinya lakukan.


“ Ima,temani dulu Safi sebentar,Abah mau ke belakang dulu “ bah iman seolah tahu bahwa Safi ingin sekali mengobrol dengan anak gadisnya untuk sekedar melepas rindu.


“ tapi bah “ Naima terlihat enggan


“ sebentar saja,kasihan Safi kalo ditinggal sendirian “ bah iman berlalu tanpa menghiraukan keengganan anak gadisnya.


“ Nay,gimana kabarnya,Bu Arum bilang kamu sedang sibuk ya !?” tanya Safi basa basi dengan senyum hangat yang membuat Naima tak kuasa untuk tidak menyukainya.


Naima hanya menjawab pertanyaan Safi dengan senyum yang dipaksakan dan membuat Safi merasa ada yang aneh dari sikap gadis cantik tersebut.


“ kamu kenapa nay,sakit !?” Safi khawatir


“ Tidak “ Jawab Naima singkat


“ kamu kenapa sih nay,tidak biasanya kamu dingin seperti ini sama Abang,apa kamu marah sama Abang !?” tanya Safi resah karena gadis tangguh yang biasanya cerewet dan manja dihadapannya kini berubah menjadi dingin dan acuh


“ Tidak,aku hanya lelah,banyak tugas yang harus aku selesaikan,jadi aku harus segera ke kamar untuk menyelesaikan tugas sekolah “ jawab Naima sambil beranjak dari duduknya karena melihat abahnya sudah kembali.


Terlihat jelas oleh Safi perubahan sikap yang ditunjukan Naima padanya membuat Safi menjadi merasa resah dengan perubahan sikap gadis sang penguasa hatinya.


Naima kenapa,apa dia marah karena waktu itu saya tidak ikut menjenguk pa Zaki ya,tapi bukankah terakhir kali kita bertemu dia masih bersikap biasa saja !?batin Safi


“ mau kemana Ima !?” tanya bah iman


saat berpapasan dengan Naima dan melihat anak gadisnya hendak pergi meninggalkan teras tempat dimana Safi berada.


“ Aku mau ke kamar,masih banyak tugas “ jawab Naima dingin dan terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tanpa menoleh ke arah bah iman yang sedang bertanya padanya apalagi menoleh pada Safi.


...like komen vote rate bintang lima...

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟🌟...


__ADS_2