Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 8


__ADS_3

BAH IMAN,,,KAMI DISINI SENGAJA MENDATANGIMU,,,,,AYO KELUAR,,,JANGAN BUAT KESABARAN KAMI HABIS


AYO KELUAR,,,


AYO KELUAR,,,


AYO KELUAR,,,


Teriakan teriakan yang memaksa bah iman beserta keluarganya untuk keluar terus saja menggema memekakan telinga para penghuni yang berada di dalam rumah bah iman.


“ Ada apa ya bah,diluar sepertinya sangat ramai sekali “ Safi penasaran lalu beranjak dari duduknya yang diikuti oleh Naima,bah iman dan Bu Arum yang tidak jauh dari bah iman dan memegang lengan bah iman dengan erat dengan tubuh yang gemetar hebat karena perasaan panik dan takut yang bercampur jadi satu.


BAH IMAN,,,KAMI TAHU DIDALAM KAMU MENYIMPAN PRIA ASING,JANGAN BIARKAN DIA BERBUAT MESUM DI TEMPAT INI BERSAMA ANAK GADISMU,,,KAMI TIDAK INGIN TERKENA SIAL KARENA PERBUATAN MENJIJIKAN KALIAN,,,AYO KELUAR


Teriakan teriakan warga semakin lama semakin ricuh,,,arah pembicaraan pun semakin jelas pada tuduhan yang sama sekali tidak dilakukan oleh mereka.namun keluarga bah iman dan juga Safi harus benar benar keluar agar tahu duduk permasalahan yang sebenarnya terjadi.


BAH IMAN AYO KELUAR,,,


AYO KELUAR,,,


AYO KELUAR,,,


Teriakan tidak henti-hentinya terdengar hingga terdengar suara gagang pintu yang mulai terbuka


Ceklek,,,


Sesaat keadaan pun menjadi hening menanti orang yang ditunggu dan di panggil dengan teriakan yang tidak sopan keluar dari balik pintu rumah sederhana milik bah iman.


Terlihat wajah panik dan bingung menjadi satu di keempat orang yang baru keluar dari balik pintu rumah bah iman.


Tubuh Bu Arum semakin bergetar melihat kerumunan warga kampung yang berdiri tegak dengan wajah yang terlihat garang seperti hendak menerkam keluarga nya jika saja mereka melakukan kesalahan sedikit Saja yang membuat kemarahan warga tambah memuncak.


“ ma maaf,,,a ada apa ini !? “Tanya bah iman sedikit gugup pada warga yang berdemo dirumahnya


“ kami ingin pria asing itu segera keluar dari rumah anda,kami tidak mau membiarkan pasangan yang tidak sah berada dalam satu atap,itu sama saja kami memasukan pasangan zinnah di kampung kami,,nanti bisa bisa kampung kami kena sial karena perbuatan haram kalian “ ucap seorang pria yang terlihat sangat berapi api dalam meluapkan maksudnya


IYA BETUL,,,(serentak para warga membenarkan apa yang diucapkan salah satu pendemo yang mendatangi rumah bah iman)


Zinah!? Ya ampun,terpikirkan untuk melakukannya saja bersama Safi tidak pernah ada dalam benak Naima apalagi benar benar merealisasikan tuduhan mereka.hei warga,aku disini tinggal dengan Abah dan ibuku.sebelum aku didemo kalian,sudah pasti aku akan mati ditangan mereka jika aku benar benar melakukannya dengan bang Safi


Ingin sekali Naima mengatakan itu semua namun sepertinya bukan begitu caranya untuk mengatakan kepada warga agar mereka yakin dengan apa yang akan Naima ucapkan.


“ astagfirullah,bapak bapak,kami tidak mungkin berbuat mesum dirumah ini,lagi pula di rumah ini bukan hanya ada aku dan bang Safi,tapi ada ibu dan juga Abah ku “ Naima berusaha menjelaskan


“ALAH ALASAN SAJA,ABAH DAN IBUMU ADA WAKTU LENGAHNYA JUGA,APA MEREKA YAKIN KETIKA MEREKA TIDUR,KALIAN BERDUA TIDAK AKAN MELAKUKAN HAL YANG TIDAK TIDAK !!!” ucap salah satu warga terlihat keukeuh


IYA BENAR,,, warga kembali membenarkan salah satu pendapat warga pendemo.

__ADS_1


Bu Arum semakin takut melihat warga yang tidak kunjung mau menerima penjelasan naima,.begitupun bah iman yang bingung harus berkata apa pada para warga agar mereka mau percaya dengan apa yang dilakukan Naima dan Safi yang benar benar masih sangat wajar dan jauh dari kata mesum.


Wajah Safi terlihat gusar namun tetap berusaha dibuat setenang mungkin,toh dirinya memang tidak melakukan hal hal yang dituduhkan warga padanya dan naima.


Namun berbeda dengan Naima yang sudah mulai tersulut emosi dengan tuduhan dan fitnahan para warga yang berdemo.kata kata apa lagi yang harus dia berikan pada warga agar mereka mau percaya dengan apa yang sudah dijelaskannya.


Jika wanita lain akan memilih mundur dan bersembunyi dibalik punggung pria yang ada di sekitarnya,berbeda dengan Naima.seolah tidak mengenal takut Naima malah terlihat menantang para warga yang terlihat sangat marah dengan tuduhan mereka yang entah dari mana mereka dapatkan.


Bukankah jika ingin berzina,bisa Naima dan Safi lakukan dari awal Safi sudah dapat melakukan aktivitasnya,kenapa baru sekarang setelah sudah sepuluh bulan Safi tinggal dan para warga disekitar tahu dengan keberadaan Safi di rumah bah iman.


“ Bapak bapak,tolong ya,kalian sudah memfitnah kami,dan kalian sudah termasuk membuat kejahatan dengan mencemarkan nama baik,sudah aku katakan jika kami tidak berbuat mesum dan kami berani bersumpah demi itu “ emosi Naima sudah berada diubun ubunnya.


“ Sabar nay,tidak usah dibalas dengan emosi,kita tidak akan menemukan solusi jika sama sama emosi “ Safi berusaha menenagkan Naima yang sudah terpancing emosinya karena amukan warga yang terus saja memfitnah mereka.


“ tapi bang,kita difitnah lho bang,emang mereka pikir kita ngelakuin apa coba dirumah sampe kita dituduh mesum segala,kan akunya jadi emosi denger tuduhan mereka “ Naima menimpali ucapan Safi.


“ ya sudah kita dengarkan saja,apa yang mereka inginkan “ Safi masih dalam mode menenagkan gadis yang ada dihadapannya sambil mengelus lengan atas Naima agar bisa lebih tenang lagi.


“ Maaf bapakk bapak,saya tidak tahu apa alasan anda semua menuduh kami berbuat mesum disini karena demi apapun kami tidak melakukannya.tapi untuk kebaikan bersama,kira kira apa yang harus kita lakukan agar bapa bapa disini percaya pada kami !?” Safi berusaha mendengarkan pendapat warga agar tidak membuat kekacauan yang lebih besar lagi malam ini.


“ Kami mau kamu keluar dari rumah ini,apa kamu tidak tahu,anak gadis dan pria asing tidak boleh tinggal dalam satu atap karena kalian bisa saja berbuat tak senonoh tanpa bah iman dan Bu arum tahu “ warga yang terlihat sangat berambisi sekali untuk menjatuhkan Safi dan naima.sepertinya dia terlihat sebagai salah satu profokator dalam demo warga ini.


“ maaf bapak bapak,bukannya tidak bisa,tapi saya tidak tega membiarkan nak Safi pergi dari rumah ini,dia tidak memiliki siapa siapa disini,sedangkan kondisinya saja belum seratus persen pulih “ kini bah iman meminta pengertian warga dengan kondisi Safi yang masih belum mengingat jatidirinya yang sebenarnya.


“ kami tidak mau tahu,kalo masih saja dia tidak keluar dari rumah ini,hari ini juga kami akan seret paksa orang asing ini keluar dari rumah anda “ teriakan satu orang lagi yang membuat Naima langsung berdiri tegak di depan tubuh Safi yang kekar untuk menghalangi warga jika mereka benar benar akan menyeret Safi keluar dari rumah ini.


“ assalamualaikum,,, “ terdengar suara berat pria yang datang membuat warga yang ricuh akan menyeret Safi keluar dari rumah bah iman seketika senyap dan perhatian pun tertuju pada pemilik suara yaitu pa ustad dan pa RW.


“ Walaikum salam “ jawab Safi,keluarga bah iman dan sebagian warga yang berdemo serentak.


“ ada apa ini !?” tanya pa ustad


“ kita mau menyeret pria asing yang sudah tinggal di rumah bah iman agar keluar dari rumah bah iman.kami tidak mau ada pasangan mesum dikampung kami,kami takut terkena sial “lagi lagi pria yang terus barapi api mengemukakan pendapatnya seolah dialah dalang dari kerusuhan warga di depan rumah bah iman saat ini.


“ Astagfirullah,,,apa kalian punya bukti jika nak Safi dan Naima benar benar berbuat mesum di sini !?” pa ustad meminta pertanggung jawaban warga yang memfitnah tanpa bukti.


“ alaaah,jangankan kita yang tidak tinggal satu atap dengan mereka,bah iman dan Bu Arum saja bisa lengah dan tidak akan tahu perbuatan mereka dibelakang kita “ ucap satu orang pria lagi yang terus memanas manasi warga untuk percaya dengan alibinya.


Entah ada dendam apa orang orang ini pada keluarga bah iman sampai mereka benar benar ingin menjatuhkan nama baik keluarga bah iman dihadapan warga sekitar padahal selama ini hubungan keluarga bah iman dan warga sangat baik baik saja termasuk saat bah iman membawa Safi pulang kerumahnya untuk ditolong.


Tapi malam ini,warga terlihat sangat membenci keluarga bah iman dan ingin menjatuhkan harga diri keluarga yang dikenal oleh warga dengan kesederhanaan dan kebaikan hatinya tersebut.


Nafas berat Naima menunjukan dirinya sudah sangat ingin meluapkan kemarahannya pada warga terlebih pada beberapa orang yang terkesan memanas manasi keadaan ini.tapi Safi yang berdiri tepat disampingnya terus saja menahan agar Naima tetap dalam keadaan kepala dingin.


Wajah bah iman dan Bu arum memucat melihat emosi warga yang tak kunjung mereda begitupun Bu Arum yang sudah gemetaran dari ujung rambut hingga ujung kakinya yang terus saja memegang lengan bah iman dengan sangat erat.


“ jadi apa yang bapak bapak semua inginkan disini !?” tanya pa RW menengahi

__ADS_1


“ pria itu harus pindah dari rumah ini atau jika tidak kami seret paksa dia keluar malam ini juga “pinta salah satu warga yang diiyakan oleh semua warga.


“ baiklah pa,saya yang akan keluar,tapi saya mohon,bapa bapa jangan lagi mengusik atau membenci keluarga bah iman “ putus Safi.


“Tapi nak Safi ___” bah iman seolah tidak rela membiarkan Safi keluar dari rumahnya


“ bang Safi,gimana sih,bang Safi mau tinggal dimana !?” Naima mencegah


“ Saya juga tidak tahu,tapi jika tidak,nanti Bu Arum bisa pingsan gemeteran karena takut nay “ ucap Safi.


“ Ya sudah warga sekarang bubar saya selaku ketua RW disini akan mengurus semuanya “ pa RW meminta warga pendemo di depan rumah bah iman agar bubar karena waktu juga yang sudah memasuki larut malam,sudah seharusnya beristirahat.


“ Baiklah,jika pria ini masih saja tinggal dirumah bah iman,kami akan datang lagi,dengan lebih kejam dan lebih parah dari ini ,,,,ayo semua bubar “ ajak salah seorang warga yang sangat menginginkan Safi diusir .


Warga pendemo pun membubarkan kerumunannya dan pulang ketempat masing masing.


“ ibu duduk dulu ya biar nanti Ima yang ambilkan minum “ bah iman menuntun Bu Arum untuk duduk di kursi yang ada di teras rumah mereka “ pa ustad pa RW silahkan duduk “ bah iman mempersilahkan pa ustad dan pa RW untuk duduk setelah melihat warga mulai membubarkan kerumunannya.


Sedangkan Safi masih terus saja menenangkan Naima yang masih tidak menerima karena fitnahan warga.


“ ibu pa RW dan pa ustad butuh minum,saya ambilkan dulu “ Safi berusaha memecahkan keheningan yang tampak karena rasa kesal yang dirasakan Naima.


“ Tidak usah bang,biar aku saja “ cegah Naima yang lalu pergi ke dapur untuk membawakan minuman untuk para tamu,Bu Arum bah iman juga untuk Safi .


“ Maaf bah iman,bagaimana ceritanya bisa terjadi demo begini !?” pa ustad membuka obrolan malam mereka setelah kejadian mencekam yang dirasakan keluarga bah iman dan Safi.


“ saya juga tidak tahu pa ustad,tiba tiba mereka datang berteriak menuduh Naima dan Safi berbuat mesum dan meminta safi untuk keluar dari rumah ini.padahal kami sudah menjelaskan pada warga tapi sepertinya mereka tidak mau mengerti “ ucap bah iman.


Obrolan mereka sejenak terhenti dengan kedatangan Naima yang membawa nampan berisi minuman dalam gelas untuk para tamu dan keluarganya.lalunmelanjutkan obrolan mereka kembali.


“ kenapa warga baru berdemo sekarang,padahal mereka tahu sudah sejak lama kalau di rumah bah iman menolong nak Safi yang ditemukan pingsan di pesisir pantai dan juga saya melihat warga baik baik saja.tidak pernah ada keluhan apapun dari warga tentang keberadaan Safi dirumah bah iman !?” tanya pa RW


Mendengar apa yang diucapkan pak RW membuat mereka yang berada di teras rumah bah iman saling bertatapan.tak terkecuali Naima dan Safi.


Benar apa yang dikatakan pa RW.kenapa baru sekarang mereka berdemo padahal ini sudah bukan hal yang baru warga mengetahui Safi tinggal di rumah bah iman dan kenapa pa RW tidak tahu akan adanya demo warga yang terkesan mendadak ini !?


...🔸...


...🔸...


...🔸...


...maafkan readers beberapa hari ga up karena flu berat melanda🤧 bikin kepala puyeng berasa pake helm beton.berat banget jadi ga ada kekuatan buat ngehalu....


...makasih yang masih setia nungguin aku terus up...


...happy reading...

__ADS_1


...🤗🤗🤗...


__ADS_2