Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 28


__ADS_3

Disaat hati dan pikiran sejernih embun dan secerah mentari,badan yang terasa sakit pun seolah terdokrin untuk tidak merasa apa apa dan baik baik saja dalam menjalani aktivitas sehari hari.


Dan begitu pun sebaliknya.saat hati dan pikiran sedang kalut bagai benang kusut yang begitu sulit untuk di luruskan kembali.badan yang sehat pun seolah merasa lemah dan lunglai untuk menjalani hari.


Hari ini terasa begitu berat untuk Safi jalani.tenaga pikiran dan hatinya cukup terkuras habis dengan apa yang selama ini menjadi pusat perhatiannya.


Pusat perhatiannya akhir akhir ini tertuju pada mimpi yang telah beberapa kali hadir menghiasi tidurnya.


Mimpi yang membuat Safi bisa kembali mengingat masa lalu yang sempat dirinya lupakan selain ibu dan adiknya.


Mimpi dimana Safi mengetahui kenyataan bahwa adanya wanita lain yang telah dijanjikannya untuk dia nikahi sebelum dirinya mengalami kecelakaan hingga membawa Safi bertemu dengan keluarga bah iman.orang yang telah menolongnya saat terdampar akibat kecelakaan pesawat yang dirinya tumpangi satu tahun yang lalu.


Dan juga mimpi yang membuatnya takut untuk kehilangan wanita yang kini telah mengisi ruang kosong dihatinya.


Selama lebih dari tiga puluh tahun Safi hidup di dunia ini tapi baru sekarang dirinya merasakan bagaimana menginginkan seorang wanita untuk dirinya miliki sepenuhnya untuk mendampingi disisa hidupnya.


Ya Naima telah membuat Safi terperangkap dalam rasa yang disebut cinta yang belum pernah Safi rasakan pada wanita lain sebesar yang dia rasakan pada Naima.


Namun,janjinya yang pernah dia ucapkan untuk menikahi seorang gadis yatim-piatu yang selalu didzolimi oleh pamannya membuat Safi merasakan dilema yang teramat sangat.


Dimana seorang pria akan dipegang tanggung jawabnya dalam memenuhi segala janji yang telah dirinya ucapkan.Safi juga ingat jika dirinya melindungi wanita yang ingin dia lindungi dengan menjanjikannya menikah diatas kertas dengan meminta bantuan Rasya untuk ikut andil dalam melindungi gadis cantik tersebut.


Ingin rasanya meminta Rasya sang adik menikahi wanita cantik berhijab bernama nissa.gadis malang yang selalu menjadi alat untuk pamannya mendapatkan uang lebih setelah perhitungan atas biaya membesarkan dan memberikan pendidikan nya.


namun Safi tahu Nissa jauh dari gadis gadis cantik yang selama ini selalu menjadi pacar sang adik yang terlihat modis dan memiliki pergaulan yang cukup luas dan Nissa tentu bukan termasuk pada kriteria wanita idamannya.


Dan kini dikamar petak yang sudah beberapa bulan dirinya tempati,Safi terlihat sangat lelah dengan segala yang mengganggu pikirannya terlebih tentang Naima.


Selalu terngiang di telinganya kala gadis pujaan hatinya dengan tegas menyebutkan bahwa Naima tidak akan pernah mau berharap apapun sebelum Safi yakin bahwa tidak ada wanita dimasa lalunya yang dia lupakan dan tentu saja Naima akan pergi jika mengetahui bahwa ada wanita ditempatnya berasal tengah menanti kepulangan pria yang dicintainya untuk memenuhi janjinya menikah.


Dilema,itulah yang sedang Safi rasakan dan terkadang bisikan licik menyuruhnya untuk lupakan saja janjinya toh itu sudah lebih dari satu tahun yang lalu dan lebih baik memperjuangkan cinta yang kini sudah didepan mata.


Tapi apakah Naima bisa menerima keputusannya untuk melupakan janjinya.bagaimana jika Safi bersikukuh untuk membawa Naima bertemu dengan ibu dan adiknya tiba tiba Nissa dan pamannya datang untuk mempertanggungjawabkan janji yang pernah dirinya ucapkan.


Tapi sempat terbersit pula rasa iba saat mengingat bagaimana jika surat perjanjian itu dilanggar Darsa lalu menikahkan Nissa dengan pria beristri demi memuaskan hawa nafsunya terhadap uang?


“ Aaakh”geram Safi frustasi lalu membuat dirinya lebih memilih untuk merebahkan tubuhnya yang terasa lemah dan lunglai efek dari dilema yang terus mendera pikiran dan hatinya.


Dengan pakaian yang masih mengenakan sarung dan kaos oblongnya karena Safi baru saja melaksanakan sholat dzuhur.kini Safi terlelap kelelahan.lelah memikirkan semua rasa takut kehilangan Naima dan rasa iba pada Nissa yang tercampur jadi satu.


Seolah tahu jika Safi tidak berniat untuk memberi tahukan hal yang sebenarnya pada Naima tentang Nissa.mimpi Nissa yang tengah meminta pertolongan pun kerap kali menghampiri Safi dan membuat Safi semakin merasa kasihan saja pada gadis baik hati yang selalu menjadi target kedzoliman manusia serakah seperti Darsa pamannya.


Dan kini kekejaman Darsa pun memuncak saat meminta keponakannya untuk pergi meninggalkan orang yang berada bersamanya .memang Safi melihat sosok Rasya didalamnya.namun seolah ragu dengan tanggung jawab yang Safi berikan pada Rasya.safi pun terus mengawasi nissa dan tanpa sadar saat Nissa hendak dibawa paksa oleh darsa.safi bergumam memanggil nama gadis malang tersebut hingga dia sadar ada ketukan pintu yang sangat kencang dan tentu saja menyadarkan Safi pada mimpi yang baru saja dialaminya.


Safi langsung beranjak dari tidurnya setelah terhenyak mendengar suara ketukan pintu yang membuatnya bangun dari mimpi buruknya.

__ADS_1


Segera Safi membuka pintu yang telah diketuk beberapa kali itu dan mendapati bahwa pa ustad telah berdiri didepan pintu kamar miliknya dengan wajah yang terlihat cemas.


“ Kamu tidak apa-apa!?” tanya pa ustad segera saat melihat sosok Safi dibalik pintu yang telah terbuka.


Dengan wajah yang terlihat lelah dan peluh yang mengalir didahinya,Safi menjawab bingung pertanyaan pa ustad


“ Ti tidak pa, Alhamdulillah saya baik baik saja” jawab Safi terbata


“ Syukurlah kalo kamu tidak apa-apa.tapi tadi saya mendengar kamu memanggil manggil nama,saya pikir kamu sedang mengigau “ tanya pa ustad masih penasaran.


“ Oh itu,,,” Safi menghela nafas kasar dan akhirnya mempersilahkan pa ustad untuk masuk ke rumah kontrakannya yang hanya sepetak.


“ silahkan masuk dulu pa ustad,mumpung sudah disini mampir saja dulu “ pada akhirnya Safi mempersilahkan pa ustad masuk.


“ maaf,saya tidak sengaja lewat sehabis pulang dari surau lalu tiba tiba mendengar kamu memanggil manggil seseorang.bahkan berkali kali membuat saya khawatir dan saya memutuskan untuk mengetuk pintu dan memastikan kamu baik baik saja “ ungkap pa ustadz menjelaskan setelah dirinya duduk di atas karpet plastik milik Safi.


“ Pa ustad baru pulang sholat Dzuhur !?” Tanya Safi bingung


“ sholat Dzuhur apa,ini sudah masuk waktu ashar “ pa ustad mengingatkan Safi


“ astagfirulloh,maaf pa ustad,saya kira pa ustad baru pulang sholat dzuhur.tadi sepulang saya dari surau,saya merasa kelelahan hingga tanpa sadar saya terlelap “ ujar Safi.


“ tapi kamu beneran tidak apa-apa!?” pa ustad kembali memastikan keadaan pria asing yang sudah membuatnya merasa sayang layaknya pada adik sendiri.


Safi hanya menggeleng pelan dan terlihat senyum tipis di bibirnya .terlihat jelas oleh pa ustad dari wajah lawan bicaranya bahwa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya sehingga membuat pikiran pria asing dihadapannya terganggu.merasa Safi sedang membutuhkan orang untuk diajak bicara,pa ustad memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang dirinya yakini adalah urusan pribadi.


“ akhir akhir ini saya selalu bermimpi tentang masa lalu saya “


“ Lalu,apa kamu sudah mengingat semuanya !?”tanya pa ustad kembali saat merasa Safi mulai bisa mencurahkan isi hatinya padanya.


“ saya mengalami kecelakaan pesawat menuju pulang dari KL beberapa Minggu sebelum saya akan menikah “ jawab Safi


“ jadi, selain ibu dan adik kamu,ada wanita yang menanti kepulangan mu !?” telisik pa ustad


“ Mungkin bisa dibilang begitu “ jawab Safi ragu.


Selain keluarga bah iman.hanya pa ustad yang mengetahui seluk beluk tentang Safi hingga saat Safi terlihat kurang sehat,pa usatadlah orang yang paling khawatir setelah keluarga bah iman.bahkan pa ustad pun sudah mencium gelagat Safi dan Naima yang saling memendam rasa.


“ bagus kalau kamu sudah ingat semuanya,tapi sepertinya ada sesuatu yang menggangu dipikiran kamu.apa itu semua tentang Naima!?” tanya pa ustad menebak


Tidak ada jawaban dari mulut Safi,yang ada hanya kedikan bahu dan wajah bingung yang ditampilkan Safi pada pa ustad dan membuat pa ustad yakin bahwa tebakannya tentang perasaan Safi pada Naima benar adanya.


“ apa kamu sudah berbicara pada Naima dan keluarganya kalau kamu sudah mengingat kembali masalalu kamu !?” tanya pa ustad


“ Belum pa ustad,saya ragu “jawab Safi menutupi

__ADS_1


“ ragu atau takut !?” pa ustad kembali menebak dan kali ini di ikuti dengan senyum tipis di sudut atas bibirnya


Safi tersenyum cengo mendengar pertanyaan pa ustad sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal


Tanpa mereka berdua sadari,dibalik pintu yang kembali Safi tutup setelah mempersilahkan pa ustad masuk,ada seorang gadis yang mendengar percakapan mereka yang membuat hati sang gadis merasa sangat tertohok saat mendengar kenyataan bahwa pria asing yang selama lebih dari satu tahun ini membuatnya jatuh hati telah kembali mengingat masa lalunya dan yang membuatnya merasa sakit adalah,ada wanita lain yang tengah menantinya pulang.


Wanita yang tengah dijanjikan Safi untuk dinikahinya.tentu saja wanita beruntung yang akan mendapatkan pria sebaik Safi yang telah membuat Naima jatuh hati bahkan sejatuh jatuhnya.


Naima tahu,hatinya sudah dia antisipasi jauh sebelum dirinya akan mengetahui yang sebenarnya.namun inilah yang selalu disebut dengan realita tidak sesuai dengan ekspektasi.rasa sakit yang dirinya yakini akan bisa tertahan saat mengetahui ada wanita lain dimasa lalu Safi ternyata tidak semudah itu dirinya hempaskan.


Pesona Safi yang mampu meluluh lantahkan benteng pertahanan Naima untuk tidak mencintainya hancur sudah.dan kini saat mengetahui kebenaran yang terjadi sesak didada Naima pun melanda dan tanpa sadar air mata yang Naima tahan untuk tidak keluar dari mata indahnya akhirnya lolos sudah mengaliri pipi mulusnya yang jarang dia lapisi make up.


Dengan hati yang berdenyut sakit dan langkah yang gontai, Naima memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah petak kontrakan Safi tanpa memberitahukan amanat orang tuanya untuk meminta Safi datang kerumahnya untuk makan malam mengingat Bu Arum yang tidak sempat membuatkan makanan yang biasanya mereka kirimkan pada Safi karena Bu Arum yang harus pergi membesuk pa Zaki dirumah sakit.


“ safi sudah diberi tahu Ima!? “ tanya bah iman pada putrinya saat melihatnya telah kembali


Naima menggeleng pelan lalu berkata “ bang safinya ga ada” jawab Naima singkat


“ kemana !?” tanya Bu Arum


Naima hanya mengedikan bahunya dengan wajah sedih lalu meninggalkan kedua orangtuanya masuk menuju kamarnya untuk menghindari pertanyaan selanjutnya yang Naima yakini akan masih sangat panjang dan akan terlalu melelahkan untuk keadaan hatinya yang sedang sakit.


..._...


..._...


..._...


...happy weekend readers...


...jangan lupa bahagia...


...jangan lupa ritualnya...


...like...


...koment...


...sedekahin vote juga buat author😁...


...dan...


...rate 🌟 5 ya...


...happy reading...

__ADS_1


...🤗🤗🤗...


__ADS_2