
Hari ini Nissa mengantar Bu Rita ke rumah ummi Aisyah karena mereka akan menghadiri acara reuni para jemaah umroh yang beberapa bulan lalu pergi bersama saat mereka umroh.
Nissa lebih memilih mampir ke mini market milik pamannya tentunya atas izin Rasya sang suami karena Nissa tidak mau lagi ada kesalahpahaman antara mereka yang membuat mereka harus kembali bersitegang.
Disana terlihat Darsa sedang membantu membereskan pajangan yang sedang dilakukan Fitri agar mini marketnya tetap terlihat bersih dan rapih sehingga pengunjung dapat tetap nyaman berbelanja di mini market milik Darsa yang walaupun kecil namun semua kebutuhan ada disana.
“ assalamualaikum “ sapa Nissa pada pamannya yang terlihat sibuk membantu Fitri membereskan pajangan barang yang akan mereka jual
“ walaikum salam niss, apa.kabar !?” jawab Darsa yang terlihat lebih ramah dari pada terakhir kali mereka bertemu
“ Alhamdulillah paman,bagaimana dengan paman dan keluarga !?”
“ Alhamdulillah.karena permintaan kamu pada pa Rasya,kami akhirnya tidak jadi kehilangan mini market ini.paman benar benar mau mengucapkan terima kasih sama kamu yang mau membujuk suamimu untuk membantu paman.maafkan paman karena selama ini.telah memperlakukan kamu semena mena padahal kamu sangat menyayangi dan perhatian pada paman serta anak anak paman.paman menyesal karena telah berniat memisahkan kamu dengan pa Rasya karena paman pikir pa Rasya tidak mencintai kamu “ ucap Darsa panjang lebar
“ Paman tidak perlu sungkan pada Nissa,selain paman tidak ada lagi keluarga ayah yang Nissa miliki.baik buruk paman,paman tetap paman nissa.jika tidak ada paman,entah bagaimana dengan nasib Nissa,mungkin Nissa akan menjadi gelandangan karena tidak memiliki keluarga yang mau membiayai hidup dan sekolah Nissa.” Ucap Nissa tulus
“paman berdoa,semoga kamu selalu diberkahi dengan kebahagiaan yang melimpah bersama keluarga kamu saat ini.maafkan paman karena perlakuan paman yang sangat tidak baik sama kamu.paman harap kamu tidak membenci paman yang sudah sangat hina ini “ ucap Darsa menyesal dan terpancar ketulusan diwajah Darsa yang memang selama ini selalu terlihat angkuh dan kasar pada nissa. Sehingga membuat hati Nissa semakin tidak tega melihat perubahan drastis pamannya.
“ aamiin terima kasih atas doa tulus paman,Nissa harap paman tidak lagi lagi mengikuti insvestasi gelap online dan kedepannya mini market ini lebih rame agar bisa lebih besar lagi “ doa Nissa tulus
Tidak lama kemudian,datanglah seni dan Lolita yang membawakan barang untuk dipajang oleh Darsa dan fitri.lolita yang melihat Nissa tersenyum girang merasa senang karena akhirnya mereka bisa bertemu kembali.
“ kak Nissa “ panggil Lolita yang telah meletakan barang yang dia bawa didekat Fitri dan segera memeluk Nissa
“ Gimana kabar kamu !?” tanya Nissa saat mereka sudah melepaskan pelukannya.
“ Alhamdulillah,makasih ya kak,karena kak Nissa ,pa eh kak Rasya mau membantu kita “ senyum bahagia lolita sangat terpancar jelas diwajahnya.
“ syukurlah “ jawab Nissa tersenyum penuh kelegaan
“ niss,maafkan bibi ya karena selama ini bibi sudah jahat sama kamu.terima kasih juga bibi ucapkan karena kamu mau membujuk suami mu untuk membantu kami mendapatkan kembali mini market ini yang hampir saja akan dihancurkan “ ucap seni tulus tepat berada dihadapan Nissa.
“ Nissa bersyukur karena mini market ini tidak jadi dihancurkan “ ucap Nissa tidak ingin mengakui bahwa dirinyalah penyebab minimarket milik Darsa tidak jadi di hancurkan.
Mereka pun berbincang bincang mengikis batasan yang selalu keluarga Darsa lakukan pada Nissa dengan lebih terbuka lagi untuk menganggap Nissa sebagai salah satu anggota keluarganya yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya dari keluarga yang selalu memperlakukan Nissa dengan semena mena.
__ADS_1
Setelah Nissa puas bertemu dengan keluarga paman dan juga mini marketnya,Nissa memutuskan untuk menghampiri Rasya yang sedang berada di kantor agencinya.
Setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan taksi,Nissa tiba tepat di depan lobi pintu masuk kantor agency mikik Rasya.
Nissa segera menuruni taksi yang telah mengantarkannya untuk segera menemui Rasya yang memang sedang menunggunya karena sebelum Nissa memutuskan untuk menghampiri Rasya di kantor,terlebih dahulu Nissa menghubungi Rasya agar Nissa mengetahui dimana posisi suaminya berada.
Baru menaiki beberapa anak tangga menuju lobbi,tanpa sengaja Nissa menabarak seorang perempuan yang terlihat meninggalkan kantor agency milik suaminya dengan kesal dan penuh amarah.
Nissa yang tidak sengaja segera meminta maaf pada wanita yang telah ditabraknya dan lebih tepatnya mereka saling menabrak.
“ ma ,maaf Nissa tida___”ucapan permintaan maaf Nissa terpotong saat wanita yang saling bertabrakan dengan Nissa menyadari bahwa orang yang ada dihadapannya adalah wanita yang membuat dirinya merasa kesal dan penuh amarah saat meninggalkan kantor agensi besar milik mantan kekasihnya.
Mita,wanita yang saling bertabrakan dengan Nissa adalah Mita yang wajahnya terlihat merah padam karena menahan emosi yang memuncak yang Nissa sendiri tidak tahu apa penyebab Mita sangat terlihat emosi.
Dengan penuh kebencian,Mita menggenggam kuat pergelangan tangan Nissa sambil setengah menyeret,Mita membawa Nissa mengikuti langkahnya yang terburu buru tanpa menghiraukan permintaan Nissa untuk melepaskan genggaman kuat tangannya
“ Dasar perempuan mur*h*n,ayo kamu ikut aku.jika aku tidak dapat memiliki Rasya,kamu pun tidak boleh hidup bersamanya “ ucap Mita setengah membentak Nissa yang sudah merengek meminta pergelangan tangannya untuk dilepaskan.
“ Kak,Nissa mohon,lepaskan Nissa,apa salah Nissa kak” rengek Nissa memohon namun Mita seolah menulikan pendengarannya dan lebih memilih terus memaksa Nissa mengikuti langkahnya menuju mobil.
Namun tidak jauh dari parkiran tempat Mita memarkirkan mobilnya,Dion melihat Mita yang memaksa Nissa memasuki mobil miliknya,namun Dion kalah cepat karena Mita sudah melajukan mobilnya membawa Nissa entah kemana akan pergi.
Dengan sigap Dion kembali menuju mobilnya mengikuti kemana Mita menegmudikan mobilnya membawa Nissa pergi sambil menghubungi Rasya agar ikut mengejar mobil Mita yang membawa lari Nissa.
“ maaf pa Rasya,saya melihat Mita memabawa paksa nona pergi dengan mobilnya dan saya sedang mengejar mereka.kalau bisa bapak ikut mengejar mereka dengan motor agar bisa lebih cepat mengejar “ ucap Dion tergesa gesa
“ apa !!!??? Ya sudah saya akan mengikuti mereka dengan GPS yang saya pasang di ponsel milik Nissa,mas Dion terus pantau kemana mereka pergi “ titah Rasya yang segera meminta nouval mngikutinya mengejar Mita yang sedang membawa lari Nissa dengan motor sport yang selalu mereka simpan di kantor.
Tanpa pikir panjang,Rasya lalu mengikuti kemana arah GPS yang sengaja dia pasang di ponsel milik Nissa pergi.dengan kecepatan di atas rata rata,Rasya mengejar mobil Mita yang kecepatan nya tidak lebih pelan dari pada motor yang sedang Rasya kendarai.
Jalanan yang sedikit lenggang membuat Mita dengan leluasa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh tanpa menghiraukan keselamatan dirinya dan Nissa yang sedang berada dalam mobil yang sedang dikemudikannya.
Wajah Nissa yang sudah terlihat pucat karena berada dalam mobil yang dikemudikan dengan laju yang sangat kencang tidak membuat Mita merasa iba malah dia terus membawa mobilnya pergi tanpa tahu arah kemana mereka akan tuju.
Rasya terus saja mengikuti dan menyeimbangkan kecepatan motor sportnya dengan kecepatan mobil yang Mita kemudikan.teriakan Rasya pun terdengar saat motornya berada tepat disamping mobil yang dibawa Mita.
__ADS_1
namun karena tidak fokus dengan arah jalanan,Mita yang mengendarai mobilnya hampir menabrak pengguna jalan yang mengendari motor maticnya hendak menyebrangi jalanan yang akan Mita lewati.
Untuk.menghindari terjadinya tabrakan,Mita memilih untuk mengerem mobilnya tiba tiba dan membanting kan mobilnya ke sisi kanan dimana terdapat pepohonan besar yang berjejer sebagai pembatas jalan yang berlawanan arah.
BRAAAAAKKKKKK,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Akhirnya Mita menabrak pohon besar yang terdapat di jalan besar yang mereka lalui.akibat Mita yang mengerem mobilnya secara mendadak membuat kepala Nissa terbentur pada dashboard mobil milik Mita dengan kerasnya sehingga membuat Nissa tidak sadarkan diri dengan dahi yang terluka dan berlumuran darah.
Sedangkan Mita terbentur pada stir mobil yang terdapat airbag yang secara otomatis keluar sebagai pelindung namun benturan keras membuat Mita pun setengah tidak sadarkan diri .
Dalam keadaan setengah sadarnya Mita melihat Rasya yang sibuk membantu Nissa keluar dari mobil yang telah membuatnya pingsan tanpa.menghiraukan gumaman Mita yang meminta pertolongan Rasya dan terus fokus membawa Nissa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Pada akhirnya Mita pun tidak sadarkan diri karena benturan keras dikepalanya membuat dia tidak kuat menahan sakit dan pingsan.
Jika saja Rasya mengikuti permintaan Mita ketika Mita menghampirinya di ruangan kantor miliknya.mita tidak akan Semarah ini melihat sosok Nissa dan mungkin kejadian naas yang menimpa Nissa dan Mita saat ini tidak akan pernah terjadi
.
_
_
_
_
_
makasih terus nemenin hingga up yang kesekian kalinya,,,
happy weekend dan happy reading
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
jangan lupa like dan komen nya
__ADS_1
😉